Oak Circle
Kram Otot dan Tubuh Terasa Lemas? Kenali Tanda Kalium Rendah dan Cara Menanganinya
Kram otot dan tubuh terasa lemas sering dianggap sebagai akibat kelelahan atau kurang istirahat. Padahal, keluhan tersebut juga dapat berkaitan dengan kadar kalium yang terlalu rendah dalam darah.
Kalium merupakan salah satu elektrolit yang dibutuhkan tubuh untuk mendukung fungsi otot, dan jantung. Kondisi ketika kadar kalium dalam darah berada di bawah batas normal disebut hipokalemia.
Kekurangan kalium ringan terkadang tidak menimbulkan gejala. Namun, kadar yang semakin rendah dapat menyebabkan kram, kelemahan otot, sembelit, hingga gangguan irama jantung.
Menurut MedlinePlus, kadar kalium yang rendah dapat terjadi ketika tubuh kehilangan terlalu banyak kalium, misalnya akibat muntah atau diare berkepanjangan, penggunaan obat tertentu, maupun kondisi yang memengaruhi fungsi ginjal atau hormon.[1]
Fungsi Kalium bagi Tubuh
Kalium membantu menjaga fungsi sel, saraf, dan otot agar tetap bekerja dengan baik. Mineral ini juga berperan dalam kontraksi otot, termasuk otot jantung.
Tubuh mendapatkan kalium dari berbagai makanan, sedangkan ginjal membantu menjaga keseimbangannya dengan membuang kelebihan kalium melalui urine.
Karena kalium merupakan elektrolit, perubahan kadarnya dapat berkaitan dengan kondisi lain yang memengaruhi keseimbangan cairan tubuh. Gangguan elektrolit juga dapat terjadi ketika tubuh kehilangan banyak cairan, misalnya setelah aktivitas fisik berat atau kondisi yang menyebabkan muntah dan diare.
Penyebab Kekurangan Kalium
Kadar kalium yang rendah dapat disebabkan oleh beberapa kondisi, antara lain:
1. Diare atau Muntah Berkepanjangan
Diare dan muntah yang berlangsung berulang dapat membuat tubuh kehilangan cairan sekaligus elektrolit, termasuk kalium.
2. Penggunaan Obat Diuretik
Beberapa obat diuretik meningkatkan produksi urine sehingga dapat menyebabkan lebih banyak kalium keluar dari tubuh.
3. Keringat Berlebihan
Kehilangan cairan dalam jumlah banyak melalui keringat dapat memengaruhi keseimbangan elektrolit, terutama ketika cairan yang hilang tidak digantikan dengan cukup.
4. Penggunaan Obat Pencahar Berlebihan
Penggunaan obat pencahar secara berlebihan dapat menyebabkan diare dan meningkatkan kehilangan kalium.
5. Gangguan Ginjal
Beberapa gangguan pada ginjal dapat menyebabkan tubuh kehilangan kalium melalui urine dalam jumlah yang lebih banyak.
Karena ginjal berperan dalam mengatur keseimbangan kalium, gangguan pada organ ini perlu diperhatikan. Informasi mengenai kapan harus cek ginjal dan seperti apa pemeriksaannya dapat membantu mengenali kapan pemeriksaan fungsi ginjal diperlukan.
6. Gangguan Hormon
Kondisi tertentu yang memengaruhi hormon adrenal dapat menyebabkan tubuh membuang lebih banyak kalium.
7. Kekurangan Magnesium
Kadar magnesium yang rendah dapat muncul bersamaan dengan hipokalemia dan membuat kadar kalium lebih sulit dikoreksi.
Gejala Kekurangan Kalium yang Perlu Diperhatikan
Kekurangan kalium ringan dapat tidak menimbulkan gejala. Namun, ketika kadarnya semakin rendah, beberapa keluhan yang dapat muncul meliputi:
- Kram atau kejang otot
- Otot terasa lemah
- Sembelit
- Kesemutan atau mati rasa
Menurut MedlinePlus, hipokalemia yang lebih berat dapat menyebabkan kelemahan otot yang signifikan dan gangguan irama jantung.
Keluhan tersebut tidak secara otomatis menunjukkan kekurangan kalium karena dapat disebabkan oleh berbagai kondisi lain. Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan penyebabnya.
Faktor yang Meningkatkan Risiko Kekurangan Kalium
Risiko hipokalemia dapat meningkat pada orang yang mengalami kehilangan cairan dalam jumlah banyak, menggunakan obat tertentu, atau memiliki kondisi medis yang memengaruhi keseimbangan elektrolit.
Beberapa kelompok yang perlu lebih memperhatikan kondisi ini antara lain orang yang sering mengalami diare atau muntah, menggunakan obat diuretik, memiliki gangguan ginjal, atau mengalami gangguan hormon tertentu.
Selain itu, kekurangan nutrisi lain juga dapat memengaruhi kondisi tubuh. Misalnya, waspada kekurangan vitamin D penting dilakukan karena defisiensi vitamin D juga dapat berkaitan dengan berbagai keluhan kesehatan.
Pemeriksaan untuk Mengetahui Kadar Kalium
Gejala saja tidak cukup untuk memastikan seseorang mengalami kekurangan kalium. Pemeriksaan darah diperlukan untuk mengetahui kadar kalium secara akurat.
Dokter dapat mempertimbangkan pemeriksaan elektrolit lain serta fungsi ginjal berdasarkan kondisi pasien. Pada keadaan tertentu, pemeriksaan elektrokardiogram atau EKG juga dapat dilakukan untuk melihat apakah perubahan kadar kalium memengaruhi irama jantung.
Bumame menyediakan pemeriksaan yang berkaitan dengan elektrolit melalui beberapa layanan. Salah satunya adalah pemeriksaan natrium, yang dapat digunakan untuk menilai kadar salah satu elektrolit penting dalam tubuh.
Untuk pemeriksaan yang mencakup kalium sekaligus elektrolit lainnya, Medical Check Up Pelari dan Pesepeda mencakup pemeriksaan natrium, kalium, dan klorida, serta beberapa parameter kesehatan lainnya.
Cara Mengatasi Kekurangan Kalium
Penanganan hipokalemia perlu disesuaikan dengan kadar kalium dan penyebab yang mendasarinya.
Jika kekurangan kalium berkaitan dengan asupan makanan, dokter dapat menyarankan konsumsi makanan yang kaya kalium. Beberapa sumber kalium antara lain pisang, alpukat, kentang, bayam, jeruk, kacang-kacangan, susu, dan ikan.
Pada kondisi tertentu, dokter dapat memberikan suplemen kalium. Sementara itu, hipokalemia yang berat dapat membutuhkan penanganan di fasilitas kesehatan.
Jangan mengonsumsi suplemen kalium secara mandiri. Kadar kalium yang terlalu tinggi juga dapat berbahaya, terutama pada orang dengan gangguan fungsi ginjal.
Bagi orang berusia di atas 50 tahun yang membutuhkan pemeriksaan lebih menyeluruh, Medical Check Up Lansia dari Bumame mencakup pemeriksaan elektrolit berupa natrium, kalium, dan klorida, selain berbagai parameter kesehatan lainnya.
Kondisi yang Memerlukan Pemeriksaan Medis
Konsultasikan dengan dokter apabila kram atau kelemahan otot terjadi berulang, terutama setelah mengalami diare atau muntah berkepanjangan atau ketika sedang menggunakan obat yang dapat memengaruhi kadar kalium.
Pemeriksaan juga penting dilakukan apabila memiliki kondisi yang dapat meningkatkan risiko gangguan elektrolit atau fungsi ginjal.
Melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala dapat membantu mengetahui perubahan kondisi tubuh lebih awal. Anda dapat membaca apa yang bisa dideteksi dari medical check up sebelum gejala muncul untuk memahami manfaat pemeriksaan kesehatan rutin.
Segera cari pertolongan medis apabila muncul jantung berdebar hebat, kelemahan berat, pusing hingga hampir pingsan, atau kehilangan kesadaran.
Pemeriksaan Kekurangan Kalium di Bumame
Kram otot dan tubuh terasa lemas tidak selalu disebabkan oleh kekurangan kalium. Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan kadar kalium sekaligus membantu dokter mencari kemungkinan penyebab yang mendasarinya.
Bumame menyediakan berbagai pilihan pemeriksaan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Pemeriksaan elektrolit dapat menjadi bagian dari evaluasi, terutama bagi orang yang memiliki faktor risiko kehilangan cairan, gangguan ginjal, atau kondisi lain yang dapat memengaruhi keseimbangan elektrolit.
Jika membutuhkan pemeriksaan kesehatan yang lebih menyeluruh, Bumame juga menyediakan berbagai pilihan medical check up yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pemeriksaan.
Sering mengalami kram, tubuh mudah lemas, atau memiliki kondisi yang berisiko menyebabkan kekurangan kalium? Konsultasikan kondisi Anda dengan tim medis Bumame melalui WhatsApp Bumame.
Sumber
- MedlinePlus. Low Blood Potassium.
Lokasi Klinik Bumame
Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10160
Klinik Bumame TB Simatupang
1, Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12550
Klinik Bumame BSDRuko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kec. Serpong, Tangerang, Banten 15310
Klinik Bumame Puri IndahRuko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23, Kembangan, Jakarta Barat 11610
Ditinjau secara medis oleh dr. Febe Rangga Saba Pong Tambing
Frequently Asked Question
Apa ciri-ciri tubuh kekurangan kalium?
Kekurangan kalium dapat menyebabkan kram atau kelemahan otot, mudah lelah, sembelit, kesemutan, dan jantung berdebar. Hipokalemia ringan bahkan dapat tidak menimbulkan gejala.
Apa penyebab kalium rendah?
Penyebabnya dapat berupa diare atau muntah berkepanjangan, penggunaan obat diuretik atau pencahar, kehilangan cairan berlebihan, gangguan ginjal, serta gangguan hormon tertentu.
Apakah kekurangan kalium bisa diketahui dari gejala saja?
Tidak. Pemeriksaan kalium melalui tes darah diperlukan untuk memastikan kadar kalium dalam tubuh.
Apakah pisang bisa mengatasi kekurangan kalium?
Pisang merupakan salah satu sumber kalium, tetapi belum tentu cukup untuk mengatasi hipokalemia. Penanganannya perlu disesuaikan dengan kadar kalium dan penyebabnya.
Apakah boleh minum suplemen kalium sendiri?
Sebaiknya tidak. Suplemen kalium perlu digunakan sesuai rekomendasi dokter karena kadar kalium yang terlalu tinggi juga dapat membahayakan kesehatan, terutama pada orang dengan gangguan ginjal.
