Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Kelebihan Vitamin D: Gejala dan Cara Mengatasinya
Kembali ke Artikel & Berita

Kelebihan Vitamin D: Gejala dan Cara Mengatasinya

SBAOthers

Setelah mulai rutin konsumsi vitamin D, sebagian orang merasa bahwa sudah melakukan langkah yang tepat untuk menjaga kesehatan. Apalagi manfaat dari vitamin ini bagus untuk kesehatan tulang dan mendukung fungsi sistem imun tubuh. Tapi, tahukah Anda bahwa kelebihan vitamin D (hipervitaminosis D) justru bisa menimbulkan masalah kesehatan?

Kelebihan vitamin ini bisa menyebabkan peningkatan kadar kalsium dalam darah, yang berpotensi memicu mual, muntah, lemas, hingga gangguan ginjal. Lantas, bagaimana cara mengatasinya? Ketahui tentang hipervitaminosis D mulai dari gejala, penyebab, hingga cara mengatasinya di artikel ini.

Apa Itu Kelebihan Vitamin D dan Mengapa Perlu Diwaspadai?

Kelebihan vitamin D merupakan kondisi saat tubuh mendapatkan terlalu banyak vitamin D baik dari makanan ataupun suplemen. Vitamin D sendiri adalah jenis vitamin yang punya peranan penting untuk membantu penyerapan kalsium, menjaga kesehatan tulang, dan mendukung fungsi sistem imun tubuh. 

Walaupun punya peranan yang baik untuk kesehatan, tapi jika kadarnya terlalu tinggi bisa memunculkan berbagai masalah kesehatan. Beberapa efek kelebihan vitamin D tersebut seperti gangguan ginjal, irama jantung, hingga kebingungan dan hilang kesadaran. Untuk itulah, usahakan agar kadarnya tetap normal yaitu sekitar 20–50 ng/mL pada orang dewasa.

Gejala Kelebihan Vitamin D yang Perlu Dikenali

Gejala hipervitaminosis D bisa berbeda-beda, tergantung dari kadar kalsium dalam darah dan tingkat keparahan kondisinya. Adapun gejalanya biasanya berupa:

  • Gangguan pencernaan, sehingga memunculkan mual, muntah, sembelit, dan nafsu makan yang turun. Kadar kalsium yang tinggi akibat dari kelebihan vitamin D bisa memengaruhi kinerja saluran pencernaan dan memperlambat pergerakan usus.

  • Rasa haus berlebihan dan lebih sering buang air kecil. Tingginya kadar kalsium bisa mengganggu kemampuan ginjal dalam memekatkan urine, yang kemudian membuat tubuh kehilangan banyak cairan dan memicu gejala ini.

  • Sering lemas dan otot melemah, karena kadar kalsium yang naik bisa mengganggu fungsi saraf dan otot.

  • Kebingungan atau terganggunya kondisi mental terutama pada kondisi yang berat, karena kelebihan vitamin D juga bisa mengganggu fungsi sistem saraf dan otak.

  • Batu ginjal dan gangguan fungsi ginjal, karena kadar kalsium yang tinggi bisa menumpuk di dalam ginjal sehingga membentuk batu ginjal dan mengganggu fungsi ginjal.

Penyebab dan Faktor Risikonya

Hipervitaminosis D umumnya terjadi karena asupan vitamin D yang berlebihan atau dalam dosis terlalu tinggi, terutama dari suplemen. Untuk lebih jelasnya, berikut faktor-faktor yang menyebabkan kelebihan vitamin ini.

Selain itu, menggabungkan beberapa produk suplemen saat mengonsumsinya, seperti konsumsi suplemen vitamin D bersamaan dengan multivitamin yang pada dasarnya juga mengandung vitamin ini, juga dapat memicu terjadinya hipervitaminosis.

Selain itu, beberapa kondisi dan kebiasaan juga bisa menaikkan risiko Anda mengalami hipervitaminosis D. Beberapa kondisi tersebut seperti:

  • Konsumsi suplemen tanpa berkonsultasi dengan dokter, sehingga dosis yang dipakai mungkin tidak sesuai dengan kebutuhan tubuh.

  • Jarang periksa kandungan produk suplemen, sehingga Anda mungkin tidak sadar bahwa produk yang dikonsumsi juga mengandung vitamin D dan meningkatkan total asupan harian.

  • Menderita penyakit granulomatosa, seperti sarkoidosis, karena kondisi ini bisa menaikkan produksi bentuk aktif vitamin D dalam tubuh dan memicu naiknya kadar kalsium dalam darah, bahkan tanpa asupan vitamin D yang berlebihan sekalipun.

Diagnosis Kelebihan Vitamin D: Pemeriksaan Apa yang Dibutuhkan?

Dalam mendiagnosis hipervitaminosis D, awalnya dokter biasanya akan  melakukan wawancara medis untuk mengevaluasi gejala dan riwayat konsumsi suplemen, untuk selanjutnya akan melakukan serangkaian pengecekan seperti: 

  • Tes Vitamin D 25-OH, dilakukan untuk mengukur kadar 25-hydroxyvitamin D, yaitu indikator utama status vitamin D dalam tubuh. Caranya yaitu dengan mengambil sampel darah dari pembuluh vena, lalu menganalisis kadar vitamin D di dalamnya di laboratorium untuk tahu apakah kadarnya tinggi atau tidak. 

  • Tes kalsium darah, yang dilakukan dengan mengambil sampel darah untuk kemudian diukur kadar kalsiumnya. Jika hasil menunjukkan kadar kalsium tinggi, artinya Anda mungkin menderita kelebihan vitamin D.  

  • Cek fungsi ginjal, terutama jika ada dugaan hipervitaminosis D yang sudah memengaruhi ginjal. Pengecekan yang biasanya dilakukan bisa meliputi tes kreatinin untuk tahu kadar zat sisa metabolisme otot yang dikeluarkan melalui ginjal, dan estimasi laju filtrasi glomerulus (eGFR) untuk memperkirakan kemampuan ginjal dalam menyaring zat sisa dari darah.

Selain itu, dokter juga akan merekomendasikan untuk melakukan pengecekan tambahan, seperti cek kalsium urine atau fosfor darah, agar mendapatkan hasil yang lebih akurat.

Bagaimana Cara Mengatasi Kelebihan Vitamin D?

Dalam mengatasi gangguan ini, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan, antara lain: 

  • Menghentikan konsumsi suplemen.

  • Penuhi kebutuhan cairan tubuh, karena kelebihan vitamin D bisa meningkatkan risiko dehidrasi akibat dari kadar kalsium yang tinggi. 

  • Konsumsi obat kortikosteroid atau bifosfonat, karena keduanya bisa membantu menurunkan kadar kalsium darah. Tapi sebaiknya, sesuai anjuran dokter. 

  • Cek kesehatan secara berkala, terutama memeriksa kadar vitamin D selama pengobatan, untuk mengevaluasi respons tubuh terhadap pengobatan.

Strategi Mencegah Kelebihan Vitamin D

Tindakan pencegahan bukan berarti menghentikan konsumsi vitamin ini. Anda tetap bisa memenuhi kebutuhan vitamin tanpa membuat overdosis, dengan cara berikut ini.

  • Ketahui kebutuhan vitamin D sesuai usia dan kondisi kesehatan, kemudian penuhi dengan dosis sesuai kebutuhan.

  • Jika harus konsumsi suplemen dosis tinggi, sebaiknya harus dalam pengawasan medis dan hindari meningkatkan dosis sendiri.

  • Selalu periksa kandungan suplemen yang dikonsumsi setiap harinya dengan membaca label di kemasannya.

  • Hindari menggabungkan beberapa suplemen Jika harus, maka sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter atau apoteker.

  • Cek kesehatan secara berkala untuk memantau kadar vitamin D tubuh, terutama jika Anda punya faktor risiko hipervitaminosis, sehingga jika terjadi lonjakan bisa segera diatasi.

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Konsultasi dengan dokter sangat dianjurkan jika Anda punya faktor risiko kelebihan vitamin D. Selain itu, konsultasi juga sama perlunya jika sudah mengalami gejala  hipervitaminosis D seperti mual, muntah, lemas, nyeri tulang, atau sering haus dan sering buang air kecil, agar dokter bisa mengevaluasi kondisi Anda dan memberikan penanganan yang sesuai.

Apalagi jika hasil pengecekan vitamin D menunjukkan kadar vitamin D Anda tinggi dan muncul gejala seperti muntah terus-menerus, dehidrasi berat, kebingungan mendadak, penurunan kesadaran, atau gangguan irama jantung. Jika salah satu atau semua itu terjadi, bertemu dengan dokter sebaiknya tidak ditunda, karena ini bisa menandakan komplikasi serius yang membutuhkan penanganan segera.

Tak lupa, bawa juga daftar suplemen dan obat yang sedang dikonsumsi saat berkonsultasi, lalu sampaikan dosis harian serta lamanya pemakaian. Informasi ini membantu dokter menilai apakah gejala yang dialami berkaitan dengan penggunaan suplemen vitamin D atau kondisi kesehatan lain. Jadi, dokter dapat menentukan apakah suplemen perlu dihentikan, dosisnya disesuaikan, atau diperlukan pemeriksaan lanjutan.

Cek Vitamin D: Deteksi Hipervitaminosis D Lebih Dini

Kelebihan vitamin D terjadi saat tubuh menerima vitamin D dalam jumlah berlebihan, terutama karena mengonsumsi suplemen dosis tinggi tanpa pengawasan dokter. Kondisi ini umumnya akan meningkatkan kadar kalsium dalam darah yang mana jika tidak diatasi segera bisa mempengaruhi fungsi ginjal hingga hilangnya kesadaran. 

Untuk itulah, sebaiknya Anda melakukan tindakan pencegahan seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, terutama cek kadar vitamin D secara rutin agar kadarnya tetap terkontrol. Dalam hal ini, Anda bisa coba cek melalui pemeriksaan Vitamin D 25-OH Total Bumame, dengan biaya mulai dari Rp350.000. 

Hasilnya pun bisa dilihat dalam 1x24 jam, sehingga jika kadar Vitamin D diatas normal, Anda bisa mengambil langkah penanganan lebih cepat. Hubungi Bumame untuk informasi lebih lanjut!

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi

  1. Ciputra Hospital — 9 Efek Samping Akibat Kelebihan Vitamin D Ini Berbahaya

  2. Cleveland Clinic — Vitamin D Toxicity (Hypervitaminosis D)

  3. MedlinePlus — Hypervitaminosis D

  4. Swedish — Side Effects of Excess Vitamin D

  5. Primaya Hospital — Hipervitaminosis: Gejala, Mencegah dan Mengobati

  6. US Pharmacist — Hypervitaminosis: A Global Concern

  7. UF Health — Hypervitaminosis D

  8. Mayo Clinic — Vitamin D Toxicity: What If You Get Too Much?

  9. UCF Health — How to Flush Vitamin D Out of Your System Naturally

  10. Siloam Hospitals — Bahaya Kelebihan Vitamin D, Bisa Dehidrasi Hingga Membentuk Batu Ginjal

Ditinjau secara medis oleh dr. Talitha Amalia

Frequently Asked Question

Apa perbedaan gejala kelebihan dan kekurangan vitamin D?

Kekurangan vitamin D dapat menyebabkan nyeri tulang, kelemahan otot, dan tulang rapuh. Sebaliknya, kelebihan vitamin D dapat meningkatkan kadar kalsium darah sehingga memicu mual, muntah, sembelit, rasa haus berlebihan, sering buang air kecil, dan gangguan ginjal.

Berapa lama kadar vitamin D kembali normal?

Waktu pemulihan bergantung pada tingkat kelebihan vitamin D, penanganan yang diberikan, dan ada tidaknya komplikasi. Kondisi yang lebih berat dapat membutuhkan waktu pemulihan lebih lama.

Kapan sebaiknya melakukan tes vitamin D?

Tes vitamin D dapat dilakukan jika terdapat gejala atau dugaan kekurangan maupun kelebihan vitamin D. Pemeriksaan juga dapat digunakan untuk memantau respons terhadap pengobatan.

Apa saja makanan sumber vitamin D?

Sumber vitamin D dari makanan antara lain ikan berlemak seperti salmon, tuna, dan sarden, kuning telur, serta beberapa jenis jamur yang terpapar sinar ultraviolet.

Apakah komplikasi akibat kelebihan vitamin D bisa sembuh?

Apakah komplikasi akibat kelebihan vitamin D bisa sembuh?