Apakah Anda pernah melihat bercak kecokelatan atau benjolan kecil yang muncul di wajah, leher, atau punggung? Bentuknya menyerupai kutil, dengan permukaan kasar dan terlihat seperti ada sesuatu yang menempel di kulit. Perubahan seperti ini cukup umum terjadi seiring bertambahnya usia dan biasa disebut keratosis seboroik.
Benjolan ini merupakan pertumbuhan kulit jinak yang umumnya tidak berbahaya. Meski begitu, tampilannya terkadang mirip dengan kondisi kulit lain, termasuk kanker kulit. Karena itu, mengenali ciri-cirinya dapat membantu Anda memahami kapan kondisi ini cukup dipantau dan kapan perlu diperiksa oleh dokter.
Apa Itu Keratosis Seboroik?
Seborrheic keratoses atau keratosis seboroik adalah sebuah pertumbuhan sel kulit jinak yang muncul sebagai bercak atau benjolan pada permukaan kulit. Kondisi ini lebih sering ditemukan pada orang dewasa paruh baya dan lanjut usia.
Seborrheic keratoses dapat muncul satu atau beberapa sekaligus, dengan warna mulai dari cokelat muda, cokelat tua, kekuningan, abu-abu, hingga kehitaman. Pertumbuhan kulit ini umumnya muncul di wajah, leher, dada, punggung, dan kulit kepala.
Permukaannya pun bisa terlihat seperti lilin, terasa kasar, atau menyerupai kutil. Meski terlihat tidak normal dan memicu kecemasan, seborrhoeic keratosis tidak menular dan tidak disebabkan oleh infeksi yang dapat berpindah melalui sentuhan.
Ciri-Ciri dan Gejala
Keratosis seboroik memiliki tampilan yang bervariasi. Pada saat awal kemunculannya, kondisi ini bisa terlihat seperti bintik kecil dengan permukaan yang terasa agak kasar. Seiring waktu, sebagian bercak dapat menebal dan memiliki tekstur yang lebih menonjol.
Berikut beberapa ciri yang umum ditemukan.
Tampak seperti menempel di kulit: Bercak atau benjolan terlihat seolah-olah ditempelkan pada permukaan kulit.
Permukaan kasar atau seperti lilin: Teksturnya bisa saja terasa kasar, bersisik, berminyak, atau menyerupai kutil.
Warna beragam: Dapat berwarna seperti kulit, kekuningan, cokelat muda, cokelat tua, abu-abu, atau hitam.
Ukuran bervariasi: Ukurannya dapat berupa bintik kecil hingga pertumbuhan yang lebih besar.
Umumnya tidak menimbulkan rasa sakit: Sebagian besar memang ada yang tidak terasa sakit, meskipun ada juga yang menimbulkan gatal atau iritasi.
Dapat muncul lebih dari satu: Beberapa orang memiliki banyak bercak atau benjolan di area tubuh yang berbeda-beda.
Seborrheic keratoses biasanya berkembang secara perlahan-lahan. Namun, jika bercak berubah dengan cepat, mudah berdarah, atau mulai terasa gatal, maka sebaiknya Anda melakukan pemeriksaan.
Jangan panik karena gejala tersebut tidak otomatis menunjukkan tanda penyakit berbahaya seperti kanker kulit. Sebab, masih ada banyak kemungkinan dari pertumbuhan jinak lainnya, seperti lipoma dan tetap perlu dievaluasi untuk memastikan apa yang menjadi penyebabnya.
Penyebab Keratosis Seboroik
Penyebab pasti dari seborrheic keratoses sendiri belum diketahui pasti. Namun, sejumlah faktor diketahui bisa berkaitan dengan kemunculannya, terutama karena usia dan faktor keturunan. Seperti yang sudah disinggung, kondisi ini lebih sering muncul pada orang yang paruh baya hingga lanjut usia.
Selain itu, kecenderungan untuk mengalaminya dapat diturunkan dalam keluarga atau genetik. Paparan sinar matahari juga diduga berperan dalam pembentukan keratosis seboroik. Beberapa penelitian juga menemukan bahwa pertumbuhannya lebih sering muncul pada kulit yang banyak terpapar sinar matahari.
Meskipun demikian, kondisi ini dapat ditemukan pada area tubuh yang tertutup pakaian. Artinya, paparan sinar matahari bukan satu-satunya faktor yang bisa memengaruhi kemunculannya.
Apakah Berbahaya atau Bisa Jadi Kanker?
Keratosis seboroik pada dasarnya merupakan pertumbuhan kulit jinak dan bukan kondisi yang biasa disebut prakanker. Artinya, benjolan ini, secara umum tidak akan berkembang menjadi kanker kulit. Jadi, sebagian besar kasus juga tidak membutuhkan pengobatan jika memang tidak menimbulkan keluhan.
Hal yang perlu Anda perhatikan bagi setiap orang adalah kemiripan tampilannya dengan beberapa kondisi kulit lain, termasuk melanoma dan jenis kanker kulit lainnya. Sebab, bercak yang tampak gelap, menebal, atau memiliki permukaan tidak rata belum tentu merupakan seborrheic keratoses.
Cara Menghilangkan Keratosis Seboroik
Meski tidak harus jika tidak berbahaya, dokter dapat menyarankan tindakan apabila pertumbuhan kulit sering bergesekan dengan pakaian, ada rasa gatal, mengalami iritasi, hingga mengganggu penampilan. Beberapa metode medis yang biasa digunakan untuk menghilangkannya adalah sebagai berikut.
Krioterapi
Krioterapi merupakan prosedur yang menggunakan nitrogen cair bersuhu dingin yang bisa menghancurkan jaringan. Setelah tindakannya, area kulit biasanya akan membentuk lepuhan atau keropeng sebelum jaringan terlepas. Metode ini sering digunakan untuk lesi yang relatif tipis.
Kuretase dan Elektrokauter
Kuretase dilakukan dengan cara mengikis pertumbuhan kulit menggunakan alat khusus berbentuk seperti sendok kecil. Sedangkan untuk elektrokauter, akan menggunakan energi listrik untuk menghancurkan jaringan.
Kedua metode ini bisa digunakan secara terpisah atau bahkan dikombinasikan, tergantung pada kondisi lesi yang ada.
Shave Removal
Shave removal adalah cara untuk mengangkat pertumbuhan kulit dengan mencukur bagian jaringan yang menonjol menggunakan pisau bedah khusus. Jika terdapat kecurigaan pada kondisi lainnya, jaringan yang terangkat dapat dokter periksa di laboratorium untuk memastikan diagnosis.
Pemilihan metode pengangkatan keratosis seboroik akan bergantung pada ukuran, ketebalan, lokasi, hingga kondisi pertumbuhan kulit lesi. Setiap prosedur juga memiliki kemungkinan efek samping masing-masing, seperti perubahan warna kulit atau bekas luka.
Karena itu, tindakan sebaiknya Anda lakukan setelah berkonsultasi dengan dokter kulit. Hindari mencoba untuk menghilangkan sendiri dengan cara mengguntingnya, mengikis, atau bahkan mengoleskan obat penghilang kutil tanpa diagnosis jelas.
Sebab, selain berisiko menyebabkan luka dan infeksi pada kulit, tindakan tersebut dapat menunda pemeriksaan apabila ternyata bercak yang muncul merupakan kondisi kulit lain.
Kapan Harus ke Dokter Kulit?
Tidak semua keratosis seboroik membutuhkan penanganan medis. Namun, pemeriksaan dokter dapat membantu memastikan diagnosis dari kondisi tersebut, terutama jika pertumbuhan kulit baru muncul atau memiliki tampilan yang berbeda dari biasanya.
Sebaiknya jadwalkan pemeriksaan jika Anda mengalami kondisi berikut.
Bercak atau benjolan tumbuh dengan cepat.
Warna, bentuk, atau permukaannya berubah secara mencolok.
Pertumbuhan kulit terasa gatal, nyeri, atau mudah berdarah.
Muncul banyak bercak atau benjolan baru dalam waktu singkat.
Lesi sering teriritasi akibat gesekan pakaian atau aktivitas sehari-hari.
Masih belum yakin apakah pertumbuhan kulit tersebut merupakan keratosis seboroik atau bukan.
Dokter biasanya akan memeriksa tampilan dan tekstur kulit. Jika perlu, maka dokter dapat menggunakan dermoskop, yaitu alat untuk melihat struktur kulit dengan pembesaran. Pada kondisi tertentu, biopsi atau pengambilan sampel jaringan juga dapat dokter lakukan untuk memastikan diagnosis dari lesi.
Pemeriksaan ini akan membantu menentukan langkah selanjutnya, baik berupa pemantauan maupun tindakan pengangkatan. Dengan diagnosis yang tepat dari dokter, maka penanganan dapat disesuaikan dengan kondisi kulit dan kebutuhan masing-masing pasien.
Kenali Masalah Kulit dan Dapatkan Penanganan Terbaik!
Keratosis seboroik merupakan pertumbuhan kulit jinak yang secara umum tidak berbahaya. Namun, perubahan pada bercak atau benjolan kulit tetap perlu mendapatkan evaluasi lebih lanjut. Jika merasa terganggu dan ada tanda lain yang tidak normal, segera konsultasikan dengan dokter kulit untuk memastikan diagnosis.
Selain mengenali perubahan kulit, memahami faktor internal yang berkaitan dengan kesehatan kulit juga penting. Anda pun bisa melakukan pemeriksaan MCU Skin Panel (Core) dari Bumame.
Layanan ini mencakup pemeriksaan glukosa puasa, HbA1c, vitamin D, zinc serum, hs-CRP, dan protein total. Namun, Anda perlu memahami bahwa pemeriksaan ini memang dapat memberikan gambaran kesehatan, tetapi bukan untuk mendiagnosis atau mengobati keratosis seboroik. Lakukan konsultasi untuk perawatan lebih lanjut!
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240
Referensi
American Academy of Dermatology. (2023). Seborrheic Keratoses: Overview.
DermNet. (2016). Seborrhoeic Keratosis.
Siloam Hospital. (2025). Keratosis Seboroik - Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya.
Mayo Clinic. (2022). Seborrheic Keratosis.
British Association of Dermatologist. (2022). Seborrheic Keratosis.
Ditinjau secara medis oleh dr. Muhammad Reza Kurniawan
.jpg&w=3840&q=75)