Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Jamur Kulit: Jenis, Gejala, dan Cara Mengobatinya agar Tidak Mudah Kambuh
Kembali ke Artikel & Berita

Jamur Kulit: Jenis, Gejala, dan Cara Mengobatinya agar Tidak Mudah Kambuh

SBATips Kesehatan

Ruam gatal di lipatan paha yang hilang timbul, bercak belang di punggung, atau kulit sela jari kaki yang terus mengelupas sering diobati sendiri dengan salep seadanya, lalu dilupakan begitu gatalnya reda.

Keluhan seperti ini bisa disebabkan oleh jamur kulit. Infeksinya umumnya bisa diobati, tetapi salep yang keliru atau pengobatan yang berhenti di tengah jalan bisa membuat ruam bertahan atau muncul lagi.

Artikel ini membahas jenis jamur kulit menurut lokasinya, alasan infeksi ini mudah kembali, serta cara dokter memastikan dan mengobatinya.

Apa Itu Jamur Kulit?

Jamur kulit adalah sebutan sehari-hari untuk infeksi jamur pada kulit, kuku, atau rambut. Menurut MSD Manual, banyak jamur penyebabnya hanya hidup di lapisan luar kulit dan tidak masuk lebih dalam. Penyebabnya terbagi menjadi dua kelompok:

  • Jamur dermatofit. Kelompok Trichophyton, Microsporum, dan Epidermophyton ini menyebabkan kurap dan berbagai jenis tinea. Kemenkes menyebut Trichophyton rubrum sering ditemukan di kulit, rambut, serta kuku tangan dan kaki.

  • Jamur ragi. Candida dan Malassezia biasa hidup di kulit tanpa menimbulkan masalah. Keduanya memicu ruam ketika tumbuh berlebihan.

Iklim Indonesia yang hangat dan lembap mendukung pertumbuhan jamur. Laman Kemenkes menyebut lebih dari 6 juta penduduk Indonesia mengalami infeksi jamur setiap tahun.

Bagaimana Jamur Kulit Bisa Menular?

Menurut CDC, jamur dermatofit berpindah lewat kontak kulit dengan orang atau hewan yang terinfeksi, barang yang dipakai bersama seperti handuk dan seprai, serta lantai ruang ganti dan kamar mandi umum. Kemenkes menambahkan barang dan tanah yang tercemar jamur sebagai sumber penularan.

Jamur ragi berperilaku lain. Kemenkes menyebut Candida tumbuh tidak terkendali saat daya tahan tubuh lemah, sedangkan NHS menyebut panu tidak menular dari orang ke orang.

Kondisi yang Membuat Jamur Mudah Tumbuh di Kulit

Jamur menyukai bagian tubuh yang hangat dan lembap, seperti sela jari kaki, area kelamin, dan bawah payudara. Risikonya naik pada keadaan berikut:

  • Keringat dan pakaian yang menahan lembap. Kemenkes mencatat cuaca lembap, pakaian yang tidak menyerap keringat, pakaian dalam yang jarang diganti, serta sepatu ketat dan tertutup sebagai pemicu. Orang yang bekerja di tempat panas juga lebih sering terkena.

  • Lipatan kulit yang banyak. MSD Manual menyebut orang dengan obesitas lebih mudah terkena karena lipatan kulitnya lebih banyak. Area lipatan cenderung sulit kering.

  • Gula darah tinggi. Penyandang diabetes lebih rentan terhadap infeksi jamur, menurut MSD Manual. AAD menyebut infeksi jamur ragi yang sering datang bisa menjadi salah satu ciri-ciri diabetes yang belum terdiagnosis.

  • Daya tahan tubuh menurun. Kondisi imun tubuh yang menurun membuat seseorang lebih berisiko terkena kurap, menurut CDC. Kemenkes juga mencatat HIV, kemoterapi, serta kortikosteroid atau antibiotik jangka panjang sebagai pemicu kandidiasis.

Jenis Jamur Kulit dan Gejalanya Menurut Lokasi

Nama infeksi jamur kulit biasanya mengikuti lokasinya, dan gejalanya pun berbeda-beda.

1. Kurap di Badan (Tinea Corporis)

Kurap menimbulkan ruam gatal dan bersisik yang sering berbentuk cincin. CDC menyebut ruam ini tampak merah pada kulit terang serta abu-abu atau cokelat pada kulit gelap. Karena gejala kurap mirip beberapa penyakit kulit lain, ruam yang meragukan sebaiknya diperiksakan.

2. Gatal di Lipatan Paha (Tinea Cruris)

Tinea cruris adalah kurap di selangkangan dan lipatan paha, area yang hangat, lembap, dan sering tertutup pakaian ketat. Keluhan gatal selangkangan juga bisa berasal dari kandidiasis, jadi pemeriksaan membantu membedakannya.

3. Kutu Air di Sela Jari Kaki (Tinea Pedis)

Kutu air adalah kurap di kaki yang membuat kulit bersisik dan gatal, khususnya di sela jari. Menurut Kemenkes, keringat, kelembapan, serta sepatu ketat dan tertutup ikut berperan sebagai penyebab kutu air di kaki.

4. Panu (Pityriasis Versicolor)

Panu disebabkan jamur ragi yang biasa hidup di kulit. Menurut NHS, bercaknya bisa berwarna merah muda hingga cokelat muda atau lebih pucat dari kulit sekitar, umumnya di dada, punggung atas, lengan atas, leher, atau perut. Bercak bisa bersisik dan kadang gatal.

5. Kandidiasis di Lipatan Kulit

Infeksi Candida di kulit menimbulkan ruam merah yang gatal di lipatan, seperti ketiak, selangkangan, sela jari, dan bawah payudara. Kulit di area ini bisa kering dan pecah-pecah. Jamur yang sama bisa menyerang sudut mulut, keluhan yang dikenal sebagai jamur di bibir.

6. Jamur di Kuku dan Kulit Kepala

Jamur kuku atau tinea unguium membuat kuku menebal, berubah warna, dan mudah patah. Infeksi di kulit kepala disebut tinea capitis. Keduanya biasanya butuh obat minum dari dokter.

Akibat bila Infeksi Jamur Dibiarkan

Bila infeksi jamur dibiarkan, beberapa masalah berikut bisa muncul:

  • Infeksi kuman lain. Kemenkes menyebut kandidiasis kulit bisa melepuh dan bernanah bila terjadi infeksi sekunder, yaitu infeksi kuman lain termasuk bakteri. Kuku yang rapuh akibat jamur juga bisa menjadi jalan masuk bakteri.

  • Jamur kuku yang lama pulih. Infeksi kuku bisa butuh beberapa bulan hingga setahun untuk hilang, menurut CDC. Jamur kuku yang dibiarkan terlalu lama juga bisa menimbulkan nyeri dan bau tidak sedap.

  • Warna kulit belang lebih lama. Pada panu, NHS menyebut warna kulit bisa butuh beberapa bulan untuk kembali seperti semula setelah pengobatan.

Mengapa Jamur Kulit Mudah Kambuh?

Ruam jamur yang sudah reda bisa muncul lagi. Beberapa hal berikut bisa membuat jamur bertahan atau kembali:

  • Obat dihentikan terlalu cepat. CDC menganjurkan obat antijamur dipakai selama waktu yang dianjurkan walaupun gejala mulai membaik. Berhenti saat gatal reda membuat pengobatan belum tuntas.

  • Ruam diolesi krim steroid. CDC menyebut krim steroid bisa memperparah kurap dan melemahkan kemampuan kulit melawan jamur. Ruam juga bisa berubah tampilan hingga mirip penyakit kulit lain, kondisi yang disebut tinea incognito. Jurnal Molucca Medica mencatat pemakaian steroid tersebut bisa terjadi karena salah diagnosis atau gambaran awal ruam yang tidak jelas.

  • Sumber jamur masih ada. Handuk, pakaian, hewan peliharaan, atau anggota keluarga yang terinfeksi bisa menularkan jamur kembali. Kemenkes juga mencatat riwayat tinea di bagian tubuh lain atau di keluarga menambah kerentanan terhadap kurap di wajah.

  • Kondisi tubuh yang mendukung jamur. Menurut Kemenkes, HIV, pemakaian kortikosteroid, diabetes, dan dermatitis atopik bisa menyulitkan pengobatan dan membuat infeksi dermatofit menjadi kronis.

Kapan Ruam Jamur Perlu Dibawa ke Dokter?

Sebagian infeksi ringan membaik dengan obat antijamur oles yang dijual bebas. Periksakan diri ke dokter bila:

  • Ruam tidak hilang setelah diobati. CDC juga menyarankan pemeriksaan bila ruam lebih berat atau lebih luas dari biasanya.

  • Infeksi mengenai kulit kepala atau kuku. Kedua lokasi ini biasanya membutuhkan obat minum dengan resep dokter.

  • Bercak kulit berubah warna. NHS menyebut panu umumnya hanya hilang bila diobati.

  • Infeksi sering kambuh. Hal ini perlu dibicarakan, khususnya bila Anda punya diabetes atau daya tahan tubuh lemah.

  • Ruam melepuh atau bernanah. Tanda ini bisa mengarah ke infeksi sekunder.

Cara Dokter Memastikan Ruam Disebabkan Jamur

Penyebab gatal pada kulit beragam, dan ruam jamur bisa menyerupai dermatitis atau psoriasis. Setelah tanya jawab dan pemeriksaan fisik, dokter bisa melakukan pemeriksaan berikut:

  • Tes KOH. Dokter mengerok sedikit kulit atau mengambil potongan kuku. Sampelnya diperiksa di bawah mikroskop dengan larutan kalium hidroksida untuk melihat jamur.

  • Kultur jamur. Sampel ditumbuhkan di media khusus untuk mengetahui jenis jamur penyebabnya.

CDC menyebut pemeriksaan membantu Anda mendapat pengobatan yang tepat. Sampaikan juga salep yang sudah dipakai, karena steroid bisa mengubah tampilan ruam.

Jamur yang Sering Kambuh dan Kaitannya dengan Gula Darah

AAD menjelaskan diabetes melemahkan sistem imun, sehingga risiko infeksi meningkat. Bila jamur kulit sering kambuh, dokter bisa menyarankan cek gula darah seperti Glukosa Puasa, tes darah yang mengukur kadar gula setelah Anda tidak makan selama beberapa jam. Halaman produknya menyebut puasa 10 sampai 12 jam sesuai konfirmasi tim Bumame, dan hasil keluar dalam 1x24 jam. Untuk pertanyaan seputar persiapan, hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.

Pengobatan Jamur Kulit Sesuai Lokasi dan Jenisnya

Bentuk dan lama pengobatan disesuaikan dengan lokasi serta beratnya infeksi:

  • Obat oles. Krim, salep, losion, atau bedak antijamur umumnya dipakai 2 sampai 4 minggu, menurut CDC. Pakai sampai tuntas sesuai petunjuk.

  • Obat minum. Infeksi kulit kepala umumnya butuh obat minum dengan resep selama 1 sampai 3 bulan, sedangkan infeksi kuku bisa beberapa bulan hingga setahun. Jenis dan dosisnya ditentukan dokter.

  • Sampo antijamur untuk panu. NHS menyebut sampo atau krim antijamur bisa dipakai pada kulit yang terkena. Bila panu kembali, pengobatan bisa diulang sesuai saran dokter.

  • Menghentikan steroid pada tinea incognito. Penanganannya adalah menghentikan steroid dan memberikan obat antijamur.

Kebiasaan Sehari-hari agar Jamur Tidak Mudah Tumbuh

Langkah berikut membantu menjaga kulit tetap kering dan memutus penularan:

  • Keringkan kulit dengan baik. CDC menganjurkan kulit dijaga bersih dan kering, termasuk sela jari, lipatan paha, ketiak, dan bawah payudara.

  • Pilih pakaian yang menyerap keringat. Kemenkes menyarankan pakaian yang tidak ketat, serta mengganti pakaian dalam dan kaus kaki secara teratur.

  • Pakai alas kaki di tempat umum. Gunakan sandal di kamar mandi umum atau ruang ganti.

  • Gunakan barang pribadi sendiri. Hindari berbagi handuk atau perlengkapan olahraga, dan cuci tangan setelah menyentuh hewan peliharaan.

  • Jaga gula darah. Bagi penyandang diabetes, infeksi jamur ragi yang sering berulang bisa menandakan kontrol gula darah perlu diperbaiki, menurut AAD.

Obati sampai Tuntas agar Kulit Kembali Nyaman

Jamur kulit umumnya bisa diatasi bila jenisnya dikenali dan obatnya dipakai sampai tuntas. Ruam yang membandel atau sering kambuh layak diperiksakan lebih awal. Deteksi dini memberi lebih banyak pilihan.

Bila ada pertanyaan seputar pemeriksaan gula darah, chat CS Bumame.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi

  1. Kementerian Kesehatan RI, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan — Jamur Trichophyton sp Penyebab Tinea pada Kaki

  2. Kementerian Kesehatan RI, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan — Kandidiasis

  3. Bandjar FK, Molucca Medica, Universitas Pattimura — Tinea Incognito

  4. Aaron DM, MSD Manual Consumer Version — Overview of Fungal Skin Infections

  5. Centers for Disease Control and Prevention — Ringworm Basics

  6. Centers for Disease Control and Prevention — Treatment of Ringworm

  7. NHS — Pityriasis versicolor

  8. American Academy of Dermatology — Diabetes, 10 warning signs that can appear on your skin

Ditinjau secara medis oleh dr. Arina Dyga Putri

Frequently Asked Question

Apakah jamur kulit bisa menular?

Kurap, kutu air, dan infeksi jamur dermatofit lainnya dapat menular melalui kontak kulit dengan orang atau hewan yang terinfeksi, serta melalui barang bersama seperti handuk dan seprai. Panu tidak menular dari orang ke orang.

Kenapa jamur kulit sering kambuh?

Jamur kulit dapat kambuh karena pengobatan dihentikan terlalu cepat, kulit tetap lembap, sumber jamur masih ada di lingkungan, atau terdapat kondisi seperti diabetes dan daya tahan tubuh yang lemah.

Apakah salep steroid boleh dipakai untuk jamur kulit?

Krim steroid tidak dianjurkan untuk ruam yang mungkin disebabkan kurap karena dapat memperparah infeksi dan mengubah tampilan ruam sehingga lebih sulit dikenali. Konsultasikan pengobatan yang tepat dengan dokter.

Berapa lama jamur kulit sembuh?

Obat antijamur oles umumnya digunakan selama 2–4 minggu. Infeksi jamur kulit kepala dapat membutuhkan obat minum selama 1–3 bulan, sedangkan infeksi kuku bisa memerlukan beberapa bulan hingga setahun.

Apa beda panu dan kurap?

Panu disebabkan jamur ragi yang biasanya hidup di kulit dan tampak sebagai bercak dengan warna berbeda dari kulit sekitarnya. Kurap disebabkan jamur dermatofit dan biasanya menimbulkan ruam gatal, bersisik, serta berbentuk cincin.