Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Tahi Lalat Kanker: Ciri-Ciri, Cara Memeriksa, dan Kapan ke Dokter Kulit
Kembali ke Artikel & Berita

Tahi Lalat Kanker: Ciri-Ciri, Cara Memeriksa, dan Kapan ke Dokter Kulit

SBATips Kesehatan

Tahi lalat di punggung yang sering tergesek tali tas, atau bintik gelap di telapak kaki yang baru terlihat saat memotong kuku, kerap memunculkan pertanyaan yang sama. Apakah ini tahi lalat kanker?

Sebagian besar tahi lalat tidak berbahaya. Meski begitu, sebagian perubahan kulit bisa menjadi tanda awal melanoma. Menurut American Academy of Dermatology (AAD), memeriksa kulit secara rutin membantu menemukan kanker kulit lebih awal, saat kondisinya masih sangat bisa diobati.

Artikel ini membahas ciri tahi lalat biasa, tanda ABCDE, area tubuh yang mudah terlewat, langkah memeriksa kulit sendiri, serta kapan perlu ke dokter spesialis kulit.

Apa yang Dimaksud dengan Tahi Lalat Kanker?

Tahi lalat atau nevus adalah kumpulan melanosit, yaitu sel penghasil pigmen kulit. Menurut National Cancer Institute (NCI), kebanyakan orang dewasa memiliki 10 sampai 40 tahi lalat. Tahi lalat biasa termasuk pertumbuhan jinak, seperti tumor jinak lain, dan jarang berubah menjadi kanker.

Istilah tahi lalat kanker biasanya merujuk pada melanoma, kanker kulit yang tumbuh dari sel pigmen dan menurut Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bisa menyebar ke bagian tubuh lain bila tidak ditangani. NCI menyebut melanoma lebih sering muncul di kulit yang tampak normal daripada dari tahi lalat lama, sehingga bintik yang baru muncul perlu diamati sama cermatnya.

Di Indonesia, angka kejadian melanoma masih rendah. Studi di poliklinik kulit RS Dr. M. Djamil Padang mencatat 38 kasus kanker kulit dari 1.003 kunjungan selama 2015 sampai 2017. Sebanyak 81% berupa karsinoma sel basal, salah satu kanker kulit non-melanoma, dan tidak ada satu pun kasus melanoma.

Seperti Apa Tahi Lalat yang Umumnya Jinak?

AAD dan NCI menggambarkan tahi lalat biasa dengan ciri berikut:

  • Satu warna yang merata. Warnanya sering cokelat, tetapi bisa juga cokelat muda, hitam, merah muda, kebiruan, atau sewarna kulit. Pada orang berkulit gelap, warna tahi lalat cenderung lebih gelap.

  • Bulat dan kecil. Bentuknya bulat dengan permukaan datar atau sedikit menonjol. NCI menyebut ukurannya biasanya kurang dari sekitar 5 mm.

  • Stabil dari bulan ke bulan. Tahi lalat biasa umumnya tidak berubah dalam hitungan bulan. Sebagian berubah perlahan seiring waktu, bahkan bisa menghilang.

AAD mencatat tahi lalat bisa tumbuh di mana saja, termasuk kulit kepala, sela jari, telapak tangan, telapak kaki, dan di bawah kuku.

Ciri Tahi Lalat Kanker dengan Panduan ABCDE

Panduan ABCDE membantu menilai tanda melanoma. Menurut AAD, satu tanda saja sudah cukup menjadi alasan untuk memeriksakan diri.

1. Asimetris (A)

Bila tahi lalat dibagi dua, separuh bagiannya tidak sama dengan separuh lainnya. Tahi lalat biasa cenderung bulat sehingga kedua sisinya tampak seimbang.

2. Tepi Tidak Rata (B)

Pinggirnya bergerigi, berlekuk, atau kabur sehingga batasnya dengan kulit sekitar sulit ditentukan. NCI mencatat tepi yang samar seperti ini juga menjadi ciri nevus displastik atau tahi lalat atipikal, yang biasanya lebih lebar dari 5 mm.

3. Warna Bercampur (C)

Satu tahi lalat memiliki beberapa warna, misalnya cokelat muda, cokelat tua, dan hitam. Kadang muncul juga bagian berwarna putih, merah, atau biru di dalamnya.

4. Diameter Lebih dari 6 mm (D)

Kemenkes dan AAD menyebut melanoma biasanya berukuran lebih dari 6 mm saat ditemukan. AAD juga mengingatkan melanoma bisa lebih kecil dari itu. Ukuran hanya salah satu petunjuk, dan ambang diagnosis ditentukan oleh dokter.

5. Terus Berubah (E)

Tahi lalat berubah ukuran, bentuk, atau warna, atau tampak berbeda dari tahi lalat lain di tubuh Anda. NCI menyebut perubahan pada tahi lalat lama sering menjadi tanda pertama melanoma.

NCI dan Kemenkes juga meminta Anda memperhatikan tahi lalat yang gatal, nyeri, berdarah, bersisik, atau terasa keras dan bergumpal.

Telapak Kaki, Telapak Tangan, dan Kuku Juga Perlu Diamati

Laporan dokter kulit dari Bali menyebut melanoma akral, yaitu melanoma di telapak tangan, telapak kaki, atau di dalam dan sekitar kuku, mencakup sekitar separuh kasus melanoma pada kelompok ras Asia. Pada kelompok ini, melanoma jarang dipicu paparan matahari berlebih.

Tampilan awalnya bisa mirip tahi lalat biasa atau infeksi jamur, sehingga jenis ini sering baru diketahui pada tahap lanjut. Laporan yang sama menggambarkan pria 53 tahun yang mengeluhkan bercak gelap di telapak kaki dan sempat merasa ada duri tertancap di sana.

NCI mencatat melanoma pada kulit gelap umumnya muncul di telapak tangan, telapak kaki, dan di bawah kuku. Melanoma di bawah kuku biasanya diawali garis hitam di kuku.

Siapa yang Perlu Lebih Rajin Mengamati Kulitnya?

Kemenkes mencatat beberapa faktor yang meningkatkan risiko kanker kulit:

  • Kulit cerah dan riwayat terbakar matahari. Kulit dengan sedikit melanin lebih rentan rusak oleh sinar UV. Riwayat kulit terbakar matahari juga termasuk faktor risiko.

  • Banyak tahi lalat atau tahi lalat atipikal. NCI memperkirakan risiko melanoma sekitar 10 kali lebih tinggi pada orang dengan lebih dari lima tahi lalat atipikal dibanding yang tidak memilikinya. Walau demikian, tahi lalat atipikal jarang berubah menjadi kanker.

  • Riwayat kanker kulit dalam keluarga. Faktor ini ikut menambah risiko. Sampaikan riwayat keluarga saat berkonsultasi agar dokter bisa menilai kebutuhan pemeriksaan Anda.

Kemenkes menganjurkan pemeriksaan kulit mandiri secara berkala, khususnya bagi orang dengan faktor risiko tinggi. Untuk orang tanpa keluhan, skrining kanker kulit rutin belum direkomendasikan.

Lima Langkah Memeriksa Tahi Lalat Sendiri

AAD menyarankan urutan berikut dengan bantuan cermin besar dan cermin genggam:

  1. Seluruh tubuh di depan cermin besar. Periksa bagian depan dan belakang tubuh. Setelah itu, lihat sisi kanan dan kiri dengan kedua lengan terangkat.

  2. Lengan dan tangan. Tekuk siku untuk melihat lengan bawah, ketiak, kuku jari tangan, dan telapak tangan. Telapak tangan dan kuku termasuk lokasi melanoma akral.

  3. Tungkai dan kaki. Lihat bagian belakang tungkai dan kaki, sela jari kaki, kuku kaki, dan telapak kaki. Posisi duduk memudahkan Anda melihat telapak kaki.

  4. Leher dan kulit kepala. Gunakan cermin genggam untuk melihat tengkuk dan kulit kepala. Sibak rambut sedikit demi sedikit agar kulit kepala terlihat jelas.

  5. Punggung dan bokong. Periksa area ini dengan cermin genggam. Anggota keluarga bisa membantu melihat bagian yang sulit dijangkau.

Ambil foto tahi lalat yang ingin dipantau, karena menurut NCI foto memudahkan perubahan terlihat. Banyak dokter menyarankan pemeriksaan sebulan sekali bagi orang dengan tahi lalat atipikal.

Tanda Tahi Lalat Perlu Segera Ditunjukkan ke Dokter Kulit

AAD menganjurkan segera membuat janji dengan dokter spesialis kulit bila tahi lalat atau bintik baru menunjukkan salah satu tanda ABCDE. Hal yang sama berlaku untuk bintik yang tampak berbeda dari yang lain, berubah, gatal, atau berdarah. Kemenkes juga menganjurkan segera berkonsultasi bila ada perubahan kulit yang mencurigakan.

Bercak gelap baru di telapak tangan atau kaki dan garis gelap di kuku sebaiknya ikut diperiksakan, karena lokasi ini khas untuk melanoma akral. Tahi lalat yang tumbuh lagi setelah diangkat juga perlu kontrol ulang, karena AAD menyebutnya bisa menjadi tanda melanoma.

Apa yang Terjadi Saat Tahi Lalat Diperiksa?

Dokter akan memeriksa kulit secara menyeluruh. Untuk bintik yang meragukan, dokter bisa memakai dermoskopi, yaitu pemeriksaan permukaan kulit dengan alat pembesar khusus. Laporan dari Bali menyebut dermoskopi membantu membedakan tahi lalat jinak dan ganas, sehingga pengambilan jaringan hanya diperlukan pada sebagian kasus.

Bila dokter tetap mencurigai melanoma, langkah berikutnya adalah biopsi, yaitu pengambilan jaringan untuk dianalisis di laboratorium. NCI menegaskan satu-satunya cara memastikan melanoma adalah memeriksa jaringan tersebut untuk mencari sel kanker.

Sebagian bintik gelap ternyata berupa pertumbuhan jinak lain, misalnya keratosis seboroik yang tampak menempel di kulit dengan permukaan kasar seperti kutil. DermNet menyebut bintik yang biasanya muncul mulai usia 30-an atau 40-an ini kadang sulit dibedakan dari kanker kulit, sehingga dokter bisa mengambil sampel jaringan bila ragu.

Penanganan Tahi Lalat Jinak dan Melanoma

Menurut AAD, kebanyakan tahi lalat tidak memerlukan pengobatan. Dokter kulit mengangkat tahi lalat yang sering tergesek pakaian, mengganggu penampilan, atau mencurigakan. Caranya dengan eksisi (dipotong lalu dijahit bila perlu) atau dicukur dengan pisau bedah, kemudian jaringannya diperiksa di bawah mikroskop.

AAD meminta Anda tidak mengangkat tahi lalat sendiri di rumah. Bila tahi lalat ternyata mengandung sel kanker, sebagian sel bisa tertinggal di kulit lalu menyebar. Cara ini juga berisiko meninggalkan bekas luka dan infeksi, sedangkan produk penghilang tahi lalat bisa menunda diagnosis kanker kulit.

Bila hasilnya melanoma, pengobatan utamanya adalah operasi pengangkatan dengan tepi kulit sehat yang lebar, lalu pemantauan berkala untuk menilai risiko metastasis atau penyebaran ke organ lain. Terapi lanjutan disesuaikan dengan tahap penyakit.

Melindungi Kulit dari Sinar Matahari Setiap Hari

Kemenkes menyebut paparan sinar UV sebagai penyebab utama kanker kulit. Untuk menurunkan risiko kanker kulit akibat sinar matahari, hindari terik langsung pada pukul 10.00 sampai 16.00. Gunakan tabir surya dengan SPF minimal 15 dan oleskan ulang setiap dua jam. Topi bertepi lebar, kacamata hitam, dan baju lengan panjang juga membantu melindungi kulit.

Sinar matahari jarang berperan pada melanoma akral di telapak tangan, telapak kaki, dan kuku. Karena itu, pemeriksaan kulit mandiri tetap menjadi bagian penting dari deteksi dini kanker.

Luangkan Waktu Mengamati Kulit, Periksakan Perubahan Lebih Awal

Tahi lalat biasa jarang berubah menjadi kanker. Dengan mengenal bentuk tahi lalat Anda sendiri, perubahan kecil lebih mudah terlihat dan bisa segera dinilai dokter. Deteksi dini memberi lebih banyak pilihan.

Saat menjalani medical check up atau skrining kesehatan rutin, sampaikan juga tahi lalat yang berubah kepada dokter pemeriksa. Untuk pertanyaan seputar layanan pemeriksaan di Bumame, chat CS Bumame.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi

  1. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Ayo Sehat — Kanker Kulit

  2. National Cancer Institute — Common Moles, Dysplastic Nevi, and Risk of Melanoma

  3. Wilvestra S., Lestari S., dan Asri E. (Jurnal Kesehatan Andalas) — Studi Retrospektif Kanker Kulit di Poliklinik Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin RS Dr. M. Djamil Padang Periode Tahun 2015–2017

  4. American Academy of Dermatology — Moles: Signs and Symptoms

  5. Santosa C., et al. (Proceedings of the 23rd Regional Conference of Dermatology, SciTePress) — Acral Lentiginous Melanoma Diagnosed using Combination of Dermoscopic and Histopathological Examination

  6. American Academy of Dermatology — Find Skin Cancer: How to Perform a Skin Self-Exam

  7. American Academy of Dermatology — Moles: Diagnosis and Treatment

  8. DermNet (Amanda Oakley) — Seborrhoeic Keratosis

Ditinjau secara medis oleh dr. Aimee Wineyna

Frequently Asked Question

Apakah tahi lalat biasa bisa berubah menjadi kanker?

Bisa, tetapi jarang terjadi. Melanoma lebih sering muncul pada kulit yang sebelumnya tampak normal daripada berasal dari tahi lalat lama. Karena itu, bintik baru dan perubahan kulit perlu diamati.

Apa saja ciri-ciri tahi lalat kanker?

Panduan ABCDE meliputi bentuk asimetris, tepi tidak rata, warna bercampur, diameter lebih dari 6 mm, dan perubahan ukuran, bentuk, atau warna. Tahi lalat yang gatal, nyeri, berdarah, atau tampak berbeda dari tahi lalat lain juga perlu diperiksa dokter.

Apakah tahi lalat di telapak kaki berbahaya?

Tahi lalat di telapak kaki umumnya jinak. Namun, bercak gelap yang baru muncul atau berubah di telapak kaki perlu diperiksakan karena area ini termasuk lokasi melanoma akral, terutama pada orang Asia.

Bolehkah menghilangkan tahi lalat sendiri di rumah?

Tidak dianjurkan. Menghilangkan tahi lalat sendiri dapat menyebabkan luka dan infeksi serta menunda diagnosis kanker kulit. Jika tahi lalat mencurigakan, dokter dapat mengangkatnya dan memeriksa jaringannya di laboratorium.

Seberapa sering sebaiknya memeriksa tahi lalat sendiri?

Lakukan pemeriksaan kulit secara berkala dan perhatikan perubahan pada tahi lalat maupun bintik baru. Bagi orang dengan tahi lalat atipikal, banyak dokter menyarankan pemeriksaan sebulan sekali. Foto berkala dapat membantu membandingkan perubahan kulit.