Pernah nyeri dada tiba-tiba, terutama setelah aktivitas berat? Nyeri dada sering kali dikaitkan dengan serangan jantung. Padahal tidak semua gangguan ini disebabkan karena masalah pada jantung, tapi bisa juga karena kostokondritis, yaitu peradangan di tulang rawan yang menghubungkan tulang rusuk dengan tulang dada.
Nyeri akibat gangguan ini umumnya terasa tajam dan bisa memburuk saat menarik napas dalam atau menekan area dada yang terdampak. Karena penyebabnya berbeda dengan nyeri dada akibat serangan jantung, penanganan yang diperlukan juga tidak sama.
Untuk itu, artikel ini akan membahas kostokondritis secara lebih lengkap, mulai dari gejala, penyebab, hingga cara mengatasinya agar Anda dapat memahami kondisi ini dan mengetahui langkah yang tepat untuk menanganinya.
Apa Itu Kostokondritis?
Kostokondritis adalah radang di tulang rawan yang menghubungkan tulang rusuk dengan tulang dada (sternum). Peradangan ini umumnya muncul di bagian sendi kostokondral, yaitu sendi yang berfungsi membantu menjaga struktur dada dan melindungi organ-organ penting, seperti jantung dan paru-paru.
Ketika terjadi peradangan, area tersebut dapat menjadi nyeri dan sensitif saat ditekan. Umumnya, peradangan ini bisa menyebabkan nyeri dada yang akan terasa semakin sakit saat menarik napas dalam, batuk, bersin, atau melakukan gerakan tertentu.
Kenali Gejala Kostokondritis Sebelum Keluhan Memburuk
Pada dasarnya, gangguan ini menyebabkan nyeri dada, yang bisa muncul secara tiba-tiba atau bertahap serta bisa memburuk saat ada pergerakan tertentu. Lebih jelasnya, berikut gejala lebih lengkapnya.
Sakit di bagian depan dada, terutama di area tulang dada di sisi kiri.
Lebih sensitif saat ditekan, khususnya di area pertemuan antara tulang rusuk dan tulang dada.
Rasa sakitnya seperti menjalar ke punggung, perut, bahu, hingga lengan.
Ketidaknyamanan saat tarik napas dalam-dalam, batuk, atau bersin akibat dari gerakan dada yang bisa memperburuk radang.
Keluhan menjadi semakin buruk saat berolahraga, terutama saat menggerakkan tubuh bagian atas.
Gejala bisa mereda saat beristirahat, walaupun bisa berlangsung selama beberapa hari hingga berminggu-minggu.
Apa Penyebab Kostokondritis dan Siapa yang Berisiko?
Penyebab pasti dari gangguan ini belum diketahui. Tapi, radang di tulang rawan yang menghubungkan tulang rusuk dengan tulang dada bisa dipicu oleh cedera, tekanan berulang pada dada, atau kondisi medis tertentu. Untuk lebih jelasnya, berikut uraiannya.
Cedera dada, misalnya akibat kecelakaan.
Batuk atau muntah yang parah terus-menerus, karena bisa memberikan tekanan berulang di dinding dada.
Aktivitas fisik berlebih, seperti angkat beban berat atau menaikkan intensitas olahraga secara tiba-tiba tanpa istirahat sebelumnya.
Infeksi virus atau bakteri yang menyerang saluran pernapasan atau di area dada.
Penyakit sendi, seperti rheumatoid arthritis dan ankylosing spondylitis, karena bisa memicu peradangan di sendi dan jaringan di sekitarnya termasuk di area dada.
Kondisi ini bisa dialami siapa saja, tetapi beberapa kelompok punya risiko lebih tinggi, antara lain:
Atlet olahraga, terutama yang melakukan gerakan berulang atau aktivitas memberikan tekanan di dada terus-menerus.
Orang dengan pekerjaan fisik berat, terutama yang sering angkat beban atau melakukan gerakan yang membebani otot dan dinding dada.
Punya penyakit reumatologi.
Orang dengan sistem imun yang lemah, karena bisa membuatnya lebih rentan mengalami infeksi.
Orang yang pernah menjalani operasi atau mengalami kecelakaan di area dada, karena trauma atau tindakan medis bisa saja memicu iritasi dan radang jaringan di sekitarnya.
Cara Diagnosis Kostokondritis
Dalam mendiagnosis gangguan ini, umumnya dokter akan melakukan wawancara medis dan cek fisik untuk tahu karakteristik nyeri serta riwayat kesehatan pasien. Setelah itu, dokter dapat menyarankan pemeriksaan lanjutan untuk menyingkirkan kemungkinan penyebab lain yang menimbulkan nyeri dada, seperti masalah jantung atau paru-paru.
Lebih jelasnya, berikut beberapa pemeriksaan untuk mendiagnosis kostokondritis.
Cek fisik dengan menekan area dada dan menggerakkan tulang rusuk atau lengan penderita. Tujuannya adalah untuk mengetahui apakah gerakan tersebut memicu atau memperparah nyeri, sekaligus memeriksa adanya tanda peradangan pada area tersebut.
Elektrokardiogram (EKG), dilakukan dengan menempelkan elektroda pada kulit untuk merekam aktivitas listrik jantung untuk mengevaluasi aktivitas listrik jantung dan memastikan penyebab nyeri.
Tes darah, umumnya dilakukan untuk membantu mendeteksi infeksi dan tanda peradangan yang mungkin menjadi penyebab gangguan ini.
Rontgen dada, dilakukan dengan memakai sinar-X untuk memproduksi gambar struktur dada untuk menilai kemungkinan penyebab nyeri lainnya, terutama jika pasien mengalami batuk, demam, atau gangguan pernapasan.
CT scan, dilakukan dengan menggunakan sinar-X dan pemrosesan komputer untuk menghasilkan gambar dada secara terperinci. Pemeriksaan ini bisa membantu mengevaluasi kelainan pada dinding dada lebih lanjut jika dokter mencurigai infeksi, tumor, atau kondisi lain.
MRI, dilakukan menggunakan medan magnet dan gelombang radio untuk menghasilkan gambar jaringan tubuh secara terperinci, dengan tujuan untuk membantu mengevaluasi kelainan jaringan lunak atau peradangan tertentu jika diperlukan.
Cara Mengatasi Kostokondritis agar Nyeri Berkurang
Dalam mengatasi gangguan ini, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan, antara lain:
Konsumsi obat pereda nyeri seperti ibuprofen atau naproxen. Namun pastikan konsumsinya sesuai anjuran dokter karena obat ini menimbulkan efek samping untuk lambung dan ginjal.
Istirahat yang cukup dan batasi aktivitas berat seperti angkat beban atau melakukan berbagai olahraga yang bisa memicu nyeri.
Menggunakan kompres hangat atau dingin di bagian dada yang sakit untuk membantu menetralkan nyeri dan ketidaknyamanan.
Lakukan peregangan ringan setelah nyeri mulai membaik untuk membantu menjaga kelenturan otot dada dan memperbaiki postur tubuh sehingga ketegangan pada otot dan tekanan pada dinding dada bisa berkurang.
Jalani terapi lanjutan jika keluhan menetap atau cukup parah, misalnya fisioterapi, atau suntikan kortikosteroid sesuai dengan anjuran dokter.
Cek kesehatan secara berkala selama pengobatan untuk memastikan tindakan pengobatan yang dilakukan sudah tepat demi meningkatkan keberhasilannya.
Bisakah Kostokondritis Dicegah?
Gangguan ini pada dasarnya tidak selalu bisa dicegah karena penyebab pastinya sering kali tidak diketahui. Namun, Anda dapat mengurangi risiko cedera di dinding dada melalui beberapa langkah berikut.
Pertahankan postur tubuh yang baik saat bekerja atau beraktivitas untuk mencegah ketegangan di otot dan dinding dada.
Pastikan untuk selalu melakukan pemanasan sebelum berolahraga dan tingkatkan intensitas latihan secara bertahap agar tubuh bisa beradaptasi.
Gunakan teknik angkat beban yang benar, yaitu menekuk lutut, menjaga punggung tetap lurus, dan mengangkat beban menggunakan kekuatan otot kaki, serta hindari mengangkat beban secara berlebihan.
Istirahat yang cukup setelah melakukan aktivitas fisik berat untuk membantu memulihkan tubuh dan ketegangan di dada.
Usahakan untuk menggunakan perlengkapan pelindung terutama di dada saat melakukan aktivitas yang berisiko.
Segera tangani batuk berkepanjangan dan infeksi saluran pernapasan untuk mencegah risiko komplikasi.
Kapan Nyeri Dada Perlu Segera Diperiksa?
Pengecekan ke dokter sebaiknya segera dilakukan jika Anda merasakan nyeri di dada seperti gejala yang disebutkan sebelumnya. Pemeriksaan semakin diperlukan jika rasa nyerinya terasa seperti menjalar ke lengan, punggung, leher atau rahang, serta diikuti dengan sesak napas, mual, jantung berdebar hingga pusing.
Gejala tersebut dapat menjadi tanda gangguan kesehatan yang serius, termasuk serangan jantung, sehingga tidak boleh dianggap hanya sebagai kostokondritis. Segera cari pertolongan medis untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Cegah Risiko Komplikasi dengan Pemeriksaan yang Tepat
Kostokondritis adalah radang di tulang rawan yang menghubungkan tulang rusuk dengan tulang dada. Radang ini bisa menimbulkan gejala berupa nyeri yang bisa bertambah saat dada ditekan, tubuh bergerak, atau menarik napas dalam.
Kondisi ini umumnya membaik dengan istirahat dan penanganan yang sesuai. Akan tetapi, nyeri dada tetap perlu dinilai dengan cermat karena bisa menyerupai gangguan jantung.
Untuk itulah, jika Anda mengalami gejala ini sebaiknya langsung periksa ke dokter, salah satunya melalui Paket Kesehatan Jantung Bumame. Ini adalah paket pemeriksaan jantung secara menyeluruh yang meliputi EKG, treadmill, profil lipid lengkap, penanda jantung (CK, CK-MB, hs-CRP), dan HbA1c, serta dilengkapi dengan konsultasi dokter.
Jadi, Anda pun bisa tahu penyebab pasti nyeri yang dialami apakah karena kostokondritis atau karena serangan jantung.
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240
Referensi
Cleveland Clinic — Costochondritis
Mayo Clinic — Costochondritis: Symptoms & Causes
MedlinePlus — Costochondritis
CARE Hospitals — Kostokondritis: Gejala, Penyebab, Pengobatan dan Pencegahan
Siloam Hospitals — Kostokondritis: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya
American Family Physician — Costochondritis: Diagnosis and Treatment
Mayo Clinic — Costochondritis: Diagnosis & Treatment
Apollo Hospitals — Costochondritis: Causes, Symptoms, Diagnosis, Treatment, and Prevention
Nanavati Max Super Speciality Hospital — Costochondritis: Symptoms, Causes, Diagnosis and Treatment
Ditinjau secara medis oleh dr. Talitha Amalia
Frequently Asked Question
Apakah kostokondritis berbahaya?
Kostokondritis umumnya tidak mengancam jiwa dan dapat membaik dengan istirahat serta penanganan yang sesuai. Namun, nyeri dada perlu diperiksa karena bisa menyerupai gejala serangan jantung.
Berapa lama kostokondritis bisa sembuh?
Kostokondritis biasanya membaik dalam beberapa hari hingga beberapa minggu. Namun, sebagian orang dapat mengalami nyeri selama beberapa bulan, bergantung pada tingkat keparahan dan penanganannya.
Apakah kostokondritis bisa kambuh?
Ya, kostokondritis dapat kambuh, terutama jika area dada kembali mengalami tekanan atau aktivitas yang memicu nyeri.
Apakah kostokondritis bisa sembuh tanpa obat?
Pada sebagian besar kasus, kostokondritis dapat membaik dengan istirahat, menghindari aktivitas pemicu nyeri, dan menggunakan kompres hangat atau dingin. Kebutuhan obat bergantung pada tingkat keparahan keluhan.
Bagaimana cara membedakan kostokondritis dengan serangan jantung?
Kostokondritis sering menyebabkan nyeri yang bertambah saat area dada ditekan, bergerak, atau menarik napas dalam. Namun, ciri ini tidak cukup untuk menyingkirkan serangan jantung. Jika nyeri dada disertai sesak napas, mual, pusing, atau nyeri menjalar ke lengan, punggung, leher, maupun rahang, segera cari pertolongan medis.
