Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Kulit Kepala Berminyak: Penyebab dan Cara Mengatasi
Kembali ke Artikel & Berita

Kulit Kepala Berminyak: Penyebab dan Cara Mengatasi

SBATips Kesehatan

Baru keramas di pagi hari, tiba-tiba di sore hari rambut sudah lepek, kulit kepala berminyak, dan lengket? Kondisi ini tentu mengganggu penampilan, terutama jika membuat rambut tampak turun, meskipun sudah dirawat secara rutin. Salah satu penyebab dari hal itu adalah produksi sebum yang berlebih pada kulit kepala. 

Sebum sendiri merupakan minyak alami yang diproduksi oleh kelenjar sebaceous untuk membantu menjaga kelembapan kulit kepala. Namun, ketika minyak sudah menumpuk dan bercampur dengan keringat atau sisa dari produk rambut, kulit kepala bisa terasa sangat-sangat berminyak. Yuk, cari tahu cara mengatasinya!

Penyebab Kulit Kepala Berminyak

Kulit kepala berminyak bisa terjadi ketika minyak alami yang dihasilkan oleh sebum menumpuk di permukaan kulit kepala dan rambut. Kondisi ini bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor, mulai dari aktivitas kelenjar minyak hingga kebiasaan perawatan rambut sehari-hari. Berikut uraian penyebabnya.

1. Produksi Sebum oleh Hormon

Hormon berperan dalam mengatur aktivitas dari kelenjar sebaceous. Perubahan hormon, terutama selama masa pubertas, bisa meningkatkan produksi minyak yang berlebih sehingga rambut lebih mudah lepek. Adanya perubahan hormon pada kondisi tertentu juga bisa memengaruhi tingkat minyak di kulit kepala.

2. Faktor genetik

Kecenderungan memiliki kulit dan rambut berminyak juga bisa dipengaruhi oleh faktor keturunan. Jika salah satu anggota keluarga memiliki karakteristik kulit yang cenderung berminyak, maka Anda kemungkinan akan mengalami kondisi serupa. 

Namun, tingkat minyak di kulit kepala sendiri tetap dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor lainnya.

3. Penggunaan produk rambut yang kurang sesuai

Produk penataan rambut, kondisioner, atau minyak rambut yang digunakan juga akan sangat berpengaruh pada kulit kepala berminyak. Jika penggunaannya terlalu dekat dengan kulit kepala, maka bisa saja meninggalkan residu dan membuat rambut terasa lebih berat. 

Nah, penggunaan produk yang terlalu banyak inilah yang bisa membuat rambut Anda tampak lebih lepek, meskipun tidak selalu meningkatkan produksi sebum.

4. Dermatitis seboroik

Kulit berminyak yang disertai dengan ketombe membandel, rasa gatal, atau sisik kekuningan dapat berkaitan dengan dermatitis seboroik. Kondisi peradangan kulit ini sering muncul di area yang kaya akan kelenjar minyak, termasuk pada kulit kepala. 

Aktivitas pada kelenjar minyak, respons peradangan, dan pertumbuhan ragi Malassezia yang secara alami hidup di kulit bisa saja berperan dalam kondisi tersebut.

Ciri-Ciri Kulit Kepala Bermasalah

Kulit kepala berminyak tidak selalu menandakan adanya sebuah penyakit. Namun, produksi minyak yang berlebihan atau penumpukan residu sendiri akan menimbulkan sejumlah keluhan yang mengganggu kenyamanan. Beberapa ciri yang biasanya umum orang alami adalah sebagai berikut.

  • Rambut cepat lepek: Rambut terlihat menempel, kehilangan volume, dan tampak berminyak meskipun baru selesai keramas.

  • Kulit kepala terasa lengket: Permukaan kulit kepala terasa berminyak, terutama setelah beraktivitas seharian.

  • Rambut tampak mengilap secara berlebihan: Minyak yang menyebar dari kulit kepala membuat helaian rambut terlihat terlalu mengilap.

  • Mudah muncul ketombe: Penumpukan minyak dapat berkaitan dengan ketombe, terutama jika disertai perubahan kondisi kulit kepala.

  • Rasa gatal atau tidak nyaman: Kulit kepala dapat terasa gatal, khususnya jika terdapat iritasi atau dermatitis seboroik.

Cara Mengatasi Kulit Kepala Berminyak

Langkah awal yang bisa Anda lakukan adalah dengan menyesuaikan kebiasaan keramas hingga memilih produk yang sesuai dengan kondisi kulit kepala. Berikut hal yang bisa Anda lakukan.

1. Sesuaikan Frekuensi Keramas

Jika kulit kepala tipe yang cepat berminyak, maka melakukan keramas setiap hari atau dua hari sekali mungkin dapat Anda pertimbangkan. Frekuensinya dapat Anda sesuaikan dengan jenis rambut, aktivitas, hingga tingkat minyak yang telah kulit kepala hasilkan. 

Selain itu, jika rambut Anda tipe yang lurus dan halus alami, sebaiknya cuci rambut lebih sering. Sedangkan untuk tipe rambut tebal dan keriting, sebaiknya cuci rambut seperlunya saja atau dengan frekuensi lebih jarang.

2. Gunakan Sampo Sesuai Kebutuhan Kulit Kepala

Memilih sampo untuk kulit kepala berminyak juga jangan asal-asalan. Pilih sampo yang dapat membersihkan minyak dan kotoran tanpa membuat kulit kepala terasa terlalu kering ataupun teriritasi. 

Jika kulit kepala Anda juga mengalami ketombe, maka sampo antiketombe dengan bahan aktif tertentu bisa menjadi pilihan sesuai petunjuk pemakaian pada kemasan. Contohnya sampo dengan kandungan ketokonazol, selenium sulfida, asam salisilat, atau zinc pyrithione. 

3. Bersihkan Kulit Kepala dengan Lembut

Ketika keramas, jangan lupa untuk memijat kulit kepala secara perlahan menggunakan ujung jari. Hindari menggaruk kulit kepala terlalu keras karena dapat menyebabkan iritasi atau bahkan luka. Setelah penggunaan sampo, bilas hingga bersih agar tidak meninggalkan residu pada rambut dan kulit.

4. Hindari Penggunaan Produk secara Berlebihan

Penggunaan minyak rambut, serum, atau produk penataan rambut yang terlalu banyak juga bisa membuat rambut lebih mudah lepek. Gunakan secukupnya saja, lalu saat menggunakan kondisioner, aplikasikan pada bagian batang hingga ujung rambut. Jadi, bukan langsung pada kulit kepala.

Perawatan dan Produk yang Disarankan

Perawatan kulit kepala berminyak sebaiknya berfokus pada kebersihan dan keseimbangan kondisi kulit kepala, bukan malah menghilangkan seluruh minyak alaminya. Sebab, sebum tetap kulit butuhkan untuk membantu menjaga kelembapan. Berikut hal yang dapat Anda terapkan dalam rutinitas perawatan.

  • Pilih sampo berdasarkan kondisi kulit kepala: Gunakan sampo pembersih yang ringan untuk penggunaan rutin. Jika terdapat ketombe, pertimbangkan untuk menghilangkan ketombe secara alami atau menggunakan sampo antiketombe sesuai gejala.

  • Perhatikan kandungan produk: Jika kulit kepala adalah tipe yang berminyak disertai dengan ketombe atau gatal, bahan aktif seperti ketokonazol atau selenium sulfida akan membantu mengendalikan gejala tertentu.

  • Gunakan kondisioner dengan tepat: Aplikasikan kondisioner pada batang dan ujung rambut saja untuk membantu menjaga kelembapan tanpa menambah residu pada kulit kepala.

  • Jaga kebersihan alat perawatan rambut: Jangan lupa bersihkan sisir secara berkala agar minyak dan sisa produk tidak terus menumpuk setiap kali digunakan.

  • Hindari kebiasaan yang memicu iritasi: Ingat! menggaruk kulit kepala atau menggunakan produk yang membuat kulit terasa perih dapat memperburuk ketidaknyamanan kulit kepala.

  • Hindari catokan dan blow dryers: Meski dapat meningkatkan penampilan, kedua alat ini bisa membuat rambut terlihat lebih lepek lebih cepat. Anda bisa mengangin-anginkan rambut secara manual.

  • Hindari produk dengan silicone: Jika bisa sebaiknya Anda tidak menggunakan produk yang mengandung silicone. Karena kandungan tersebut akan memberatkan rambut dan membuatnya lebih mudah lepek, serta meninggalkan residu di kulit.

Kapan Perlu Konsultasi Dermatolog?

Kulit kepala berminyak umumnya dapat diatasi dengan menyesuaikan rutinitas perawatan rambut. Namun, memang ada kondisi tertentu yang tetap membutuhkan pemeriksaan dokter kulit atau dermatolog untuk memastikan penyebab pastinya. Jadi, pertimbangkan konsultasi dengan dokter jika Anda memang mengalami:

  • Kulit kepala gatal terus-menerus atau terasa sangat tidak nyaman.

  • Terdapat kemerahan, sisik tebal, atau ketombe yang tidak membaik bahkkan dengan perawatan rutin.

  • Luka, kerak, atau tanda infeksi yang sedang terjadi pada kulit kepala.

  • Rambut rontok yang berlebihan atau muncul bercak kebotakan.

  • Keluhan yang terus berulang meskipun sudah mencoba mengganti berbagai macam produk dan menyesuaikan frekuensi keramas.

Dokter akan mengevaluasi kondisi kulit kepala, pola keluhan, serta riwayat perawatan rambut. Nantinya, jika ditemukan tanda dermatitis seboroik ataupun kondisi kulit lainnya, maka dokter bisa menyarankan sampo medis maupun pengobatan sesuai diagnosis dari kondisi.

Ayo, Perhatikan dan Ketahui Kondisi Rambut Anda!

Kulit kepala berminyak akan sangat memengaruhi kepercayaan diri. Karena itu, mengenali penyebabnya akan sangat membantu untuk mengatasinya. Apalagi jika sudah disertai gatal, ketombe membandel, atau bahkan kerontokan yang tidak biasa, maka pemeriksaan dokter kulit dapat membantu menemukan pengobatan.

Jika ingin melakukan evaluasi faktor kesehatan yang berkaitan dengan rambut, Anda bisa mengandalkan MCU Hair Panel (Core) Bumame. Pemeriksaan ini meliputi tes darah yang lengkap, ferritin, TSHs, vitamin D, dan zinc serum. 

Anda bisa mendapatkan evaluasi mengenai faktor nutrisi dan fungsi tiroid yang berkaitan dengan kesehatan rambut, meski bukan pemeriksaan khusus untuk mendiagnosis kulit kepala berminyak. Kenali lebih lanjut MCU Hair Panel (Core) dan dapatkan pemeriksaan sesuai kebutuhan kesehatan!

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi

  1. MedlinePlus Medical Encyclopedia. (2024). Oily Hair.

  2. American Academy of Dermatology. (2023). How to Treat Dandruff.

  3. MedlinePlus Medical Encyclopedia. (2025). Seborrheic Dermatitis.

  4. American Academy of Dermatology. (2022). Seborrheic Dermatitis: Diagnosis and Treatment.

  5. Cleveland Clinic. (2025). Seborrheic Dermatitis: Symptoms, Causes & Treatment

Ditinjau secara medis oleh dr. Reycha Nabila

Frequently Asked Question

Apa penyebab kulit kepala berminyak?
Kulit kepala berminyak dapat dipengaruhi produksi sebum oleh hormon, faktor genetik, penggunaan produk rambut yang kurang sesuai, serta dermatitis seboroik.
Apa saja ciri-ciri kulit kepala berminyak?
Ciri-cirinya meliputi rambut cepat lepek, kulit kepala terasa lengket, rambut tampak terlalu mengilap, mudah muncul ketombe, serta rasa gatal atau tidak nyaman.
Apakah kulit kepala berminyak boleh keramas setiap hari?
Boleh, terutama jika kulit kepala cepat berminyak dan rambut mudah lepek. Frekuensi keramas tetap perlu disesuaikan dengan jenis rambut, aktivitas, dan kondisi kulit kepala.
Apakah kulit kepala berminyak sama dengan dermatitis seboroik?
Tidak. Kulit berminyak berkaitan dengan penumpukan sebum, sedangkan dermatitis seboroik merupakan peradangan kulit yang dapat menyebabkan sisik berminyak, kemerahan, dan gatal.
Kapan kulit kepala berminyak perlu diperiksa ke dokter?
Konsultasikan ke dokter jika kulit kepala terus-menerus gatal, mengalami kemerahan atau sisik tebal, terdapat luka atau tanda infeksi, rambut rontok berlebihan, atau keluhan terus berulang meski perawatan sudah disesuaikan.