Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Penyebab Jerawat: Pemicu yang Sering Tidak Disadari dan Cara Mencegahnya
Kembali ke Artikel & Berita

Penyebab Jerawat: Pemicu yang Sering Tidak Disadari dan Cara Mencegahnya

SBATips Kesehatan

Satu jerawat merah muncul di wajah tepat sehari sebelum acara penting. Gorengan semalam, sepotong cokelat, atau wajah yang dianggap kurang bersih biasanya langsung jadi tersangka.

Tebakan seperti ini sering meleset. Jerawat terbentuk lewat beberapa proses di dalam pori, lalu diperberat oleh pemicu yang berbeda pada tiap orang. Pemicu yang salah ditebak membuat perawatan kurang tepat sasaran, sementara jerawat yang dipencet bisa meninggalkan bekas.

Artikel ini membahas cara jerawat terbentuk, pemicu yang didukung penelitian, anggapan populer yang belum terbukti, langkah pencegahan, dan kapan perlu ke dokter.

Apa yang Terjadi di Dalam Pori saat Jerawat Muncul?

Jerawat atau akne vulgaris adalah gangguan pada folikel rambut, yaitu kantong kecil di kulit tempat rambut halus tumbuh. Menurut MSD Manual, jerawat muncul dari interaksi antara hormon, minyak kulit, dan bakteri yang berujung pada peradangan folikel. Sebagian besar jerawat muncul di wajah, tetapi bisa juga di leher, bahu, punggung, dan dada atas.

Kemenkes menjelaskan bahwa penyebab jerawat belum diketahui sepenuhnya dan diduga kuat melibatkan banyak faktor. Ada empat proses yang saling berkaitan:

  • Produksi minyak meningkat. Kelenjar minyak di kulit menghasilkan sebum atau minyak alami kulit. Saat terpacu hormon, kelenjar ini memproduksi minyak secara berlebihan sehingga pori lebih mudah tersumbat.

  • Sel kulit mati menumpuk. Pergantian sel di dinding folikel berlangsung tidak normal, sehingga sel kulit mati bercampur dengan minyak dan membentuk sumbatan. Sumbatan yang terbuka tampak sebagai komedo hitam, sedangkan sumbatan yang tertutup menjadi komedo putih.

  • Bakteri berkembang. Pori yang tersumbat mendorong pertumbuhan bakteri Cutibacterium acnes, yang sebenarnya hidup normal di folikel. Bakteri ini mengurai minyak menjadi zat yang mengiritasi kulit.

  • Peradangan muncul. Iritasi tadi membuat folikel meradang dan tampak sebagai benjolan merah yang nyeri. Bila peradangan terjadi lebih dalam, bisa terbentuk kista dan kadang kantong nanah.

Hasilnya bisa berupa komedo, benjolan merah atau papula, benjolan bernanah atau pustula, hingga nodul dan kista, yaitu benjolan besar di bawah kulit yang bisa menyatu dan terasa nyeri. Bentuk yang sering disebut jerawat batu ini lebih berisiko meninggalkan bekas.

Pemicu yang Mendorong Jerawat Muncul atau Kambuh

Menurut MSD Manual, keparahan jerawat naik turun dengan sendirinya, sehingga pemicu satu kali kambuh sering sulit ditentukan. Pemicu berikut bisa bekerja sendiri atau bersamaan.

1. Perubahan Hormon Sepanjang Usia

Saat pubertas, hormon androgen seperti testosteron memacu kelenjar minyak sehingga produksi minyak meningkat. Kemenkes mencatat puncak jerawat terjadi pada usia 17 sampai 18 tahun pada laki-laki dan 16 sampai 17 tahun pada perempuan. Pada usia awal hingga pertengahan 20-an, jerawat biasanya mereda seiring turunnya kadar hormon.

Pada perempuan, naik turunnya hormon perempuan saat haid, kehamilan, dan menopause ikut berperan. Jerawat yang kambuh mengikuti siklus haid sering dianggap sebagai salah satu tanda mau haid. Gangguan hormon seperti sindrom ovarium polikistik atau PCOS juga bisa mengacaukan siklus haid sekaligus memicu atau memperburuk jerawat.

2. Riwayat Jerawat Berat dalam Keluarga

Kemenkes memasukkan faktor keturunan sebagai salah satu pemicu jerawat. Menurut American Academy of Dermatology (AAD), risiko jerawat berat lebih tinggi bila salah satu atau kedua orang tua, atau kerabat dekat lain, pernah mengalami jerawat berat yang meninggalkan bekas. Faktor ini tidak bisa diubah, sehingga riwayat keluarga bisa menjadi alasan untuk mencari penanganan lebih awal.

3. Riasan dan Produk Perawatan yang Menyumbat Pori

Sebagian kosmetik, sabun wajah, dan losion bisa memperburuk jerawat karena menyumbat pori. AAD juga menyebut riasan, produk perawatan kulit, dan produk rambut yang berminyak, misalnya pomade, bisa memperparah jerawat. NHS menganjurkan produk berlabel non-komedogenik, artinya tidak menyumbat pori.

4. Obat yang Sedang Dikonsumsi

Menurut MSD Manual, obat golongan glukokortikoid dan steroid anabolik bisa memperburuk jerawat atau memicu kekambuhan. Bila jerawat muncul setelah memulai obat baru, bicarakan dengan dokter yang meresepkannya sebelum menghentikan obat tersebut.

5. Pakaian Ketat, Keringat, dan Udara Lembap

MSD Manual menyebut pakaian yang terlalu ketat, udara yang sangat lembap, dan keringat bisa memicu jerawat. Kemenkes juga memasukkan iklim, suhu, dan lingkungan sebagai pemicu. Untuk jerawat di badan, NHS menyarankan pakaian longgar yang sirkulasi udaranya baik, khususnya saat berolahraga.

6. Stres dan Kurang Tidur

Kemenkes mencatat stres sebagai salah satu pemicu jerawat. AAD menjelaskan bahwa stres memperberat jerawat yang sudah ada, dan studi menunjukkan keparahan jerawat ikut meningkat saat stres bertambah berat. AAD juga menyebut kurang tidur bisa memperburuk jerawat, sehingga menjaga jam tidur normal dan menerapkan cara mengelola stres yang cocok bisa ikut membantu.

7. Kebiasaan Merokok

AAD mencatat perokok lebih mungkin berjerawat dibandingkan orang yang tidak merokok. Dalam satu penelitian pada perempuan berjerawat, makin banyak rokok yang diisap, makin berat jerawatnya. Temuan yang berulang ini membuat para ahli menduga rokok bisa memicu jerawat.

8. Makanan yang Cepat Menaikkan Gula Darah

Kemenkes mencatat peran makanan sebagai penyebab jerawat masih diperdebatkan. AAD merangkum beberapa studi kecil yang menemukan jerawat berkurang pada orang yang beralih ke pola makan rendah indeks glikemik, yaitu makanan yang tidak cepat menaikkan gula darah. Contoh makanan tinggi indeks glikemik antara lain nasi putih, roti putih, kentang goreng, donat, dan minuman manis.

Lonjakan gula darah diduga memicu peradangan dan menambah produksi minyak kulit, tetapi studi lain tidak menemukan hubungan ini. MSD Manual pun menilai peran produk susu dan makanan tinggi gula belum jelas.

Baca Juga: Penyebab Jerawat di Pipi

Mitos dan Fakta seputar Penyebab Jerawat

Berikut penjelasan medis untuk beberapa anggapan yang sering beredar:

Anggapan

Penjelasan Medis

Wajah yang jarang dicuci membuat jerawat muncul

MSD Manual tidak menemukan hubungan antara jerawat dan wajah yang kurang sering dicuci.

Makan cokelat membuat jerawat bermunculan

MSD Manual menyebut tidak ada hubungan antara jerawat dan makan cokelat.

Makanan pedas memicu jerawat

Kemenkes menilai peran cabai sebagai pencetus jerawat masih perlu diteliti lebih lanjut.

Semua produk susu memperparah jerawat

Beberapa studi mengaitkan susu sapi dengan jerawat, dan belum ada studi yang menemukan yogurt atau keju memperbanyak jerawat.

Stres bisa menyebabkan jerawat

Menurut AAD, peran stres terletak pada memperberat jerawat yang sudah ada.

Jerawat hanya dialami remaja

Jerawat bisa bertahan hingga usia 40-an. AAD mencatat sekitar 20 sampai 40 persen perempuan dengan jerawat dewasa baru mengalaminya pertama kali saat dewasa.

Memencet jerawat mempercepat penyembuhan

Memencet jerawat menambah peradangan dan kedalaman luka di kulit, sehingga bekas lebih mudah terbentuk.

Tabel ini membantu mengenali pola yang umum dan bukan alat diagnosis.

Kapan Sebaiknya Jerawat Diperiksakan?

NHS menyarankan pemeriksaan ke dokter bila jerawat tidak membaik dengan perawatan sendiri, muncul dalam jumlah banyak, terasa dalam dan nyeri, atau mulai meninggalkan bekas. Tanda infeksi kulit, seperti kulit yang terasa panas, bengkak, dan merah, juga perlu diperiksakan. Hal yang sama berlaku bila jerawat mulai memicu rasa cemas, sedih, atau rendah diri. Ceritakan pula bila jerawat disertai haid yang tidak sesuai siklus menstruasi normal.

Cara Dokter Menelusuri Pemicu Jerawat

Dokter mendiagnosis jerawat lewat pemeriksaan kulit, antara lain dengan mencari komedo untuk membedakannya dari gangguan kulit lain seperti rosacea. Tingkat keparahan dinilai dari jumlah dan jenis benjolan yang muncul. Dokter juga bisa menanyakan produk yang dipakai, obat yang diminum, pola haid, kebiasaan merokok, dan riwayat keluarga.

Menurut Kemenkes, kadar androgen dalam darah orang berjerawat cenderung lebih tinggi, tetapi umumnya masih dalam batas normal. Karena itu, perlu tidaknya tes lanjutan diputuskan dokter berdasarkan gejala yang menyertai. Bila dibutuhkan, dokter juga bisa menyarankan medical check up untuk melihat kondisi kesehatan secara menyeluruh.

Pengobatan Jerawat Disesuaikan dengan Tingkat Keparahannya

Jerawat ringan umumnya ditangani dengan obat oles, misalnya golongan retinoid atau antibiotik. Jerawat sedang bisa memerlukan antibiotik minum, sedangkan jerawat berat bisa ditangani dengan obat minum golongan retinoid. Bagi perempuan, dokter bisa mempertimbangkan pil KB kombinasi, yang menurut MSD Manual baru menunjukkan hasil setelah lebih dari 6 bulan.

Bila ingin mencoba vitamin untuk jerawat, diskusikan dulu dengan dokter agar sesuai dengan pengobatan yang sedang dijalani.

Langkah Sehari-hari untuk Menekan Pemicu Jerawat

Sebagian pemicu bisa dikendalikan lewat kebiasaan berikut:

  • Cuci wajah dua kali sehari. Kemenkes menganjurkan mencuci wajah pagi dan malam dengan pembersih lembut berbahan dasar air. Mencuci lebih sering bisa membuat kulit kering, dan menggosok wajah bisa memperparah jerawat.

  • Tetap pakai pelembap. PERDOSKI menjelaskan kulit berjerawat tetap butuh pelembap, apalagi di iklim tropis dan ruangan ber-AC, karena produk perawatan jerawat umumnya membuat kulit lebih kering. Pilih yang banyak mengandung air, bebas minyak, dan non-komedogenik, biasanya berbentuk gel atau losion.

  • Hapus riasan dan pakai tabir surya ringan. NHS menganjurkan menghapus riasan di akhir hari. Kemenkes menyarankan tabir surya wajah SPF 30 yang ringan dan bebas minyak.

  • Jauhkan tangan dari wajah. Kemenkes mengingatkan bahwa tangan yang kotor bisa membawa kuman ke wajah. Biarkan jerawat mereda tanpa dipencet, dengan perawatan harian atau obat dari dokter.

  • Amati pemicu yang dicurigai. AAD menyarankan memperhatikan apakah makanan atau minuman tertentu memicu jerawat, lalu melihat perubahannya saat dihentikan sehari, seminggu, atau sebulan. Catatan serupa berguna untuk produk baru, siklus haid, dan masa stres.

Amati Pola Jerawat Anda dan Rawat Kulit dengan Konsisten

Pemicu jerawat berbeda pada tiap orang. Dengan mengamati pola jerawat sendiri, Anda dan dokter bisa lebih mudah memilih perawatan yang sesuai.

Deteksi dini memberi lebih banyak pilihan. Untuk pertanyaan seputar pemeriksaan kesehatan di klinik Bumame, chat CS Bumame.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi

  1. Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, Kementerian Kesehatan RI. Faktor Pemicu Timbulnya Jerawat.

  2. Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, Kementerian Kesehatan RI. Konsumsi Olahan Cabai, Timbul Jerawat Pada Remaja?

  3. PERDOSKI. Mengapa Wajah Berjerawat Tetap Butuh Pelembap?

  4. American Academy of Dermatology. Acne: Who Gets and Causes.

  5. American Academy of Dermatology. Can the Right Diet Get Rid of Acne?

  6. MSD Manual Consumer Version (Jonette E. Keri, MD, PhD). Acne.

  7. NHS. Acne.

Ditinjau secara medis oleh dr. Denizha Irfani

Frequently Asked Question

Apa penyebab utama jerawat?

Jerawat terbentuk ketika folikel rambut tersumbat minyak dan sel kulit mati, kemudian bakteri berkembang dan memicu peradangan. Hormon, faktor keturunan, produk yang menyumbat pori, obat tertentu, dan stres juga bisa memicu atau memperburuk jerawat.

Apakah makan cokelat dan makanan pedas menyebabkan jerawat?

Menurut MSD Manual, tidak ditemukan hubungan antara konsumsi cokelat dan jerawat, sedangkan peran cabai menurut Kementerian Kesehatan masih perlu diteliti lebih lanjut. Jika makanan tertentu diduga memicu jerawat, amati perubahan kondisi kulit saat makanan tersebut dihentikan.

Apakah stres bisa membuat jerawat makin parah?

Bisa. American Academy of Dermatology menjelaskan bahwa stres dapat memperburuk jerawat yang sudah ada. Kurang tidur juga bisa memperparah kondisi kulit, sehingga menjaga kualitas tidur dan mengelola stres dapat membantu mengendalikan jerawat.

Kenapa jerawat masih muncul di usia dewasa?

Jerawat pada orang dewasa dapat dipengaruhi perubahan hormon saat menstruasi, kehamilan, dan menopause. Kondisi seperti sindrom ovarium polikistik atau PCOS juga bisa memicu jerawat. Sebagian perempuan bahkan baru mengalami jerawat pertama kali saat dewasa.

Kapan jerawat perlu diperiksakan ke dokter?

Periksakan jerawat jika tidak membaik dengan perawatan mandiri, muncul dalam jumlah banyak, terasa dalam dan nyeri, mulai meninggalkan bekas, atau memengaruhi suasana hati. Dokter akan menilai tingkat keparahan dan kemungkinan pemicunya sebelum menentukan pengobatan.