Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mengenal Lupus Nefritis, Penyebab, dan Gejalanya
Kembali ke Artikel & Berita

Lupus Nefritis: Gejala Awal, Penyebab, dan Cara Menghadapinya

SBAOthers

Pada kondisi normal, sistem imun berfungsi melindungi tubuh dari infeksi maupun bakteri. Namun, pada penderita lupus, sistem imun justru berbalik menyerang jaringan dan organ tubuhnya sendiri. Systemic Lupus Erythematosus (SLE) adalah jenis lupus yang umum. Saat peradangan akibat SLE menyerang ginjal, kondisi ini disebut lupus nefritis.

Penyakit ini dapat mengganggu hingga merusak fungsi ginjal secara signifikan. Itulah mengapa, penting untuk mengenali penyakit ini sejak dini agar langkah penanganannya bisa dilakukan secara cepat dan tepat. Simak penjelasan selengkapnya mengenai penyakit lupus nefritis pada artikel berikut.

Apa Itu Lupus Nefritis?

Lupus nefritis adalah komplikasi dari penyakit SLE yang terjadi ketika sistem imun tubuh menyerang jaringan sehat pada ginjal, sehingga memicu peradangan dan kerusakan pada organ tersebut.

Sebagai penyakit autoimun, lupus memicu sistem kekebalan untuk merusak tubuh alih-alih melindunginya. Kerusakan ini tidak hanya berpotensi terjadi di ginjal, tetapi juga bisa memengaruhi organ tubuh lain seperti jantung, sendi, kulit, paru-paru, hingga sistem saraf.

Lantas, siapa yang berisiko terkena lupus nefritis? Baik anak-anak maupun orang dewasa dapat mengalaminya. Faktor risiko akan meningkat jika pada wanita produktif (usia 20-40 tahun) dari ras Asia, Amerika, dan Afrika. Meski ada studi yang mendapatkan hasil nefritis lupus lebih dominan pada pria.

Hubungan Lupus dan Kerusakan Ginjal

Kaitan antara lupus nefritis dengan kerusakan ginjal sangatlah erat. Lupus disebabkan oleh penyakit autoimun yang memicu sistem imun memproduksi protein yang disebut autoantibodi yang secara keliru menyerang jaringan ginjal yang sehat.

Fungsi ginjal adalah menyaring limbah dan kelebihan cairan dari dalam darah. Ketika seseorang menderita lupus nefritis, peradangan yang terjadi akan mengganggu kinerja ginjal dalam mengontrol tekanan darah, mengatur kadar hormon, menyaring limbah, hingga menyeimbangkan garam dan mineral dalam tubuh.

Kondisi ini apabila terus dibiarkan tanpa penanganan, risikonya dapat memicu masalah kesehatan seperti gagal ginjal. Pada kasus gagal ginjal yang parah (lebih dari 90% tidak berfungsi), dibutuhkan tindakan cuci darah atau transplantasi ginjal untuk dapat bertahan hidup.

Gejala Lupus Nefritis

Setiap orang dapat mengalami gejala atau keluhan yang beragam. Bahkan, ada sebagian orang yang tidak merasakan gejala apa pun. Berikut adalah beberapa gejala lupus nefritis:

  • Berat badan naik akibat penumpukan cairan tubuh.

  • Urine berwarna merah muda, kecokelatan, atau keruh akibat adanya darah.

  • Urine berbusa karena mengandung protein dalam jumlah berlebih.

  • Tekanan darah tinggi karena ginjal terganggu dalam mengatur cairan dan tekanan darah.

  • Sering buang air kecil, khususnya di malam hari.

  • Mengalami pembengkakan pada kaki seperti telapak atau pergelangan kaki, dan terkadang di tangan atau wajah.

  • Mudah kelelahan akibat gangguan fungsi ginjal atau penyakit lupus yang mendasarinya.

  • Mual, muntah, atau kehilangan nafsu makan pada kondisi yang lebih berat.

Gejala tersebut tidak selalu muncul bersamaan dan tidak cukup untuk memastikan diagnosis. Perlu ada pemeriksaan penunjang seperti tes urine, kadar protein, fungsi ginjal, tekanan darah, serta pemeriksaan lain untuk menilai apakah lupus telah memengaruhi ginjal.

Penyebab Lupus Nefritis

Penyakit ini terjadi saat sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan ginjal hingga menyebabkan peradangan dan berujung mengganggu tugasnya. Sementara untuk faktor penyebab pastinya, tidak ada yang tahu persis mengapa penderita lupus mengembangkan penyakit lupus nefritis.

Bisa jadi karena latar belakang keluarga, kondisi medis, hingga faktor lingkungan seperti terkena paparan bahan kimia beracun atau polutan yang berkontribusi menyebabkan penyakit ini.

Diagnosis Lupus Nefritis

Diagnosis lupus nefritis stadium awal biasanya sulit dilakukan karena umumnya pasien baru merasakan keluhan saat memasuki stadium lanjut.

Terlebih, SLE sebagai penyakit autoimun sistemik memunculkan keluhan yang variatif dan cenderung atipikal atau tidak biasa sehingga menyulitkan diagnosis penyakit yang sebenarnya.  Maka dari itu, dokter mungkin akan melakukan sejumlah tes untuk mendiagnosis gejala atau keluhan yang dirasakan. Berikut beberapa contoh tesnya.

1. Tes Darah 

Cara mudah untuk mengetahui indikasi lupus nefritis yaitu melalui pemeriksaan darah untuk menilai fungsi ginjal dari peningkatan kadar kreatinin atau ureum. Selain itu, tes darah juga dapat memeriksa antibodi yang berkaitan dengan lupus seperti C3/C4 dan anti-dsDNA.

2. Tes Urine

Selanjutnya, diagnosis lupus nefritis juga bisa dilakukan dengan tes urine. Tes ini akan mengambil sampel urine pasien lalu memeriksa apakah ada kandungan sedimen maupun protein di dalamnya yang mengindikasikan kerusakan ginjal. Jika ditemukan protein, perlu pemeriksaan urine albumin-creatinine ratio (uACR).

3. Biopsi Ginjal

Tindakan ini disarankan jika ada indikasi seperti hasil pemeriksaan ekskresi protein urine mencapai lebih dari 500–1.000 mg/hari. Selain itu, biopsi ginjal adalah prosedur yang lebih mendalam untuk mendiagnosis lupus nefritis. Dokter akan memeriksa sampel jaringan ginjal di bawah dan biopsi ini membantu mengonfirmasi diagnosis lupus nefritis hingga menilai tingkat keparahan kerusakan ginjal.

Pengobatan Lupus Nefritis

Tidak ada obat khusus untuk lupus nefritis. Adapun tujuan pengobatan adalah bentuk usaha mengurangi gejala, mencegah sistem imun yang menyerang ginjal, dan mempertahankan fungsi ginjal supaya tidak semakin parah. Berikut beberapa upaya penanganan yang dapat dipertimbangkan.

  • Mengonsumsi obat penurun tekanan darah seperti inhibitor ACE (angiotensin-converting-enzyme) atau ARBs (angiotensin II receptor blockers).

  • Mengonsumsi obat-obatan kortikosteroid atau imunosupresan untuk mengurangi aktivitas sistem imun.

  • Diuretik yang bermanfaat untuk mengurangi pembengkakan dengan cara membuang kelebihan cairan dari tubuh.

Namun, pengobatan di atas juga perlu menyesuaikan kondisi dan tingkat keparahan penderitanya. Pada beberapa kasus gagal ginjal yang parah, pasien mungkin diminta untuk cuci darah atau transplantasi ginjal.

Apakah Lupus Nefritis Bisa Sembuh?

Sayangnya, sampai sekarang belum ada obat yang bisa menyembuhkan lupus nefritis secara total. Upaya yang bisa dilakukan untuk menangani penyakit ini adalah melalui perawatan obat-obatan yang tujuannya meminimalkan kerusakan ginjal lebih lanjut sehingga penderitanya tidak perlu sampai melakukan cuci darah atau bahkan transplantasi ginjal. 

Bagaimana Cara Menghadapi Lupus Nefritis?

Bagi penderita lupus nefritis, ada beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk meringankan gejala penyakit ini. Pertama, tentu mematuhi rencana pengobatan dari dokter dan mulai memprioritaskan perawatan diri. Disarankan juga untuk menerapkan gaya hidup sehat. 

Beberapa kebiasaan yang perlu dibangun di antaranya tetap aktif berolahraga, menghindari rokok, serta tidak sembarangan mengonsumsi obat-obatan atau suplemen apa pun tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

Selain itu, penting bagi penderita lupus untuk selalu melindungi kulit dengan menggunakan tabir surya (sunscreen) minimal SPF 30 saat beraktivitas di luar ruangan. Pasalnya, paparan sinar matahari berpotensi membuat kambuh penyakit.

Dari segi pola makan, penuhi asupan nutrisi dengan mengonsumsi makanan sehat seperti buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian. Karena lupus nefritis memengaruhi fungsi ginjal, dianjurkan untuk membatasi makanan olahan serta camilan yang asin (tinggi natrium) demi menjaga tekanan darah dan agar tidak membebani kerja ginjal.

Terakhir, jangan abaikan kesehatan mental. Hidup berdampingan dengan kondisi kronis tentu bisa menguras emosi. Apabila merasa cemas, kewalahan, atau depresi, jangan ragu untuk bercerita kepada orang terdekat atau berkonsultasi dengan tenaga profesional (seperti psikolog) untuk membantu meringankan beban perasaan.

Kapan Harus ke Dokter?

Pergi temui dokter apabila mengalami gejala yang mengarah pada lupus nefritis, seperti urine berbusa atau berdarah, tekanan darah yang melonjak, pembengkakan pada kaki, serta kelelahan yang tidak kunjung hilang.

Semakin awal kondisi ini didiagnosis, semakin besar pula peluang fungsi ginjal bisa diselamatkan. Dokter biasanya akan melakukan serangkaian tes, meresepkan pengobatan yang tepat, serta menyarankan perubahan gaya hidup untuk mencegah kerusakan ginjal berkembang menjadi gagal ginjal.

Namun, pergi memeriksakan diri tidak harus menunggu sampai gejala muncul. Anda bisa melakukan pemeriksaan rutin atau skrining kesehatan sebagai langkah pencegahan penyakit ginjal. Sebab, sebagian besar masalah ginjal tahap awal tidak menunjukkan gejala yang jelas hingga mencapai stadium lanjut. 

Untuk membantu Anda memantau kinerja ginjal sejak dini, Bumame menghadirkan Paket Fungsi Ginjal dengan harga mulai dari Rp225.000. Pada paket ini, Anda akan mendapatkan rangkaian pemeriksaan ginjal komprehensif yang mencakup tes ureum, kreatinin + eGFR, asam urat, dan analisis urine lengkap. Tes ini tentunya akan memberikan gambaran akurat mengenai kondisi ginjal Anda saat ini. 

Jangan tunggu hingga gejala bertambah parah, deteksi potensi risikonya sejak dini dan lindungi kesehatan ginjal Anda.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi:

1. Kemenkes. (2022). Lupus.

2. Kompendium Lupus Indonesia. (2024). Apa itu lupus nefritis?

3. Cleveland Clinic. (2021). Lupus Nephritis. 

4. Giani, M. T., & Septian, M. R. (2022). Diagnosis dan Tata Laksana Nefritis Lupus. Cermin Dunia Kedokteran, 49(12), 671–676. https://doi.org/10.55175/cdk.v49i12.324

5. Mayo Clinic. Lupus Nephritis. 

6. National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. Lupus & Kidney Disease (Lupus Nephritis).

7. National Kidney Foundation. (2024). Lupus Nephritis. 

8. Mayo Clinic. Lupus Nephritis. 


Ditinjau secara medis oleh dr. Arina Dyga Putri

Frequently Asked Question

Apa itu lupus nefritis?
Gejalanya dapat berupa urine berbusa atau bercampur darah, tekanan darah tinggi, sering buang air kecil pada malam hari, pembengkakan pada kaki atau wajah, mudah lelah, serta mual dan muntah pada kondisi yang lebih berat. 
Apa saja gejala lupus nefritis?
Gejalanya dapat berupa urine berbusa atau bercampur darah, tekanan darah tinggi, sering buang air kecil pada malam hari, pembengkakan pada kaki atau wajah, mudah lelah, serta mual dan muntah pada kondisi yang lebih berat. 
Bagaimana cara mendiagnosis lupus nefritis?
Diagnosis dapat dilakukan melalui pemeriksaan darah untuk menilai fungsi ginjal dan antibodi terkait lupus, tes urine untuk memeriksa protein atau sedimen, serta biopsi ginjal pada kondisi tertentu. 
Bagaimana cara mengobati lupus nefritis?
Penanganan bertujuan mengurangi gejala, menekan aktivitas sistem imun, dan mempertahankan fungsi ginjal. Pengobatan dapat mencakup obat penurun tekanan darah, kortikosteroid atau imunosupresan, serta diuretik untuk mengurangi pembengkakan. 
Apakah penderita lupus nefritis harus cuci darah?
Tidak selalu. Cuci darah atau dialisis diperlukan jika lupus nefritis telah menyebabkan gagal ginjal yang parah, sedangkan penanganan dini bertujuan mencegah kerusakan ginjal semakin berat.