Booking layanan Bumame tanpa antri. Klik disini.

Booking layanan Bumame tanpa antri. Klik disini.

Lutut Nyeri: Penyebab dan Cara Mengatasi | Bumame
Kembali ke Artikel & Berita

Penyebab Lutut Nyeri dan Cara Ampuh Mengatasinya

SBAOthers

Pernah merasakan lutut nyeri saat berdiri setelah duduk lama, menaiki tangga, atau berjalan cukup jauh? Keluhan tersebut bisa muncul sebagai rasa ngilu dan pegal, tetapi pada beberapa kondisi dapat terasa tajam, berdenyut, hingga bahkan membuat gerakan menjadi terbatas.

Nyeri pada lutut tidak selalu sekadar tanda bahwa tubuh sedang kelelahan setelah beraktivitas. Cedera, gerakan yang dilakukan berulang, hingga perubahan struktur dan peradangan sendi akibat bertambahnya usia dapat menjadi penyebabnya, sehingga penting untuk memahami sumber keluhan sebelum menentukan cara mengatasinya.

Penyebab Lutut Nyeri

Meskipun lutut nyeri bisa dialami siapa saja, ada beberapa faktor yang membuat seseorang lebih rentan mengalaminya. Selain usia, kondisi tubuh dan aktivitas sehari-hari juga dapat memberikan tekanan lebih besar pada sendi lutut.

A. Penyebab Umum

Nyeri lutut bisa terjadi karena sejumlah penyebab berikut ini.

1. Cedera

Aktivitas fisik dan olahraga dapat meningkatkan risiko cedera pada lutut, terutama ketika tubuh melakukan gerakan dengan intensitas tinggi. Cedera seperti terkilir, benturan, atau kerusakan pada jaringan di sekitar sendi dapat menimbulkan nyeri lutut, baik saat bergerak maupun ketika lutut digunakan untuk menopang tubuh.

2. Otot Tegang

Kekuatan dan fleksibilitas otot yang kurang baik dapat memengaruhi kemampuan tubuh dalam menopang dan menggerakkan lutut. Otot di sekitar lutut memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas serta membantu sendi bekerja dengan baik saat melakukan berbagai aktivitas.

Ketika kekuatan dan fungsi otot kurang optimal, lutut akan menerima beban yang lebih besar saat bergerak. Kondisi tersebut dapat menjadi salah satu faktor yang menyebabkan nyeri lutut, terutama ketika lutut digunakan untuk melakukan aktivitas sehari-hari maupun olahraga.

3. Berat Badan

Berat badan berlebih juga dapat meningkatkan beban yang harus ditopang oleh sendi lutut. Beban tambahan tersebut akan terasa ketika lutut digunakan untuk menopang tubuh dalam berbagai aktivitas, seperti berdiri, berjalan, atau naik turun tangga.

4. Pekerjaan

Jenis pekerjaan tertentu membuat lutut menerima tekanan secara berulang dalam waktu yang cukup lama. Pekerjaan seperti konstruksi atau pertanian misalnya, dapat melibatkan aktivitas yang memberi beban pada lutut secara terus-menerus, sehingga risiko mengalami keluhan atau cedera pada lutut dapat meningkat.

Risiko juga akan lebih tinggi pada pekerjaan atau aktivitas yang menuntut gerakan fisik dengan intensitas tinggi atau ekstrem. Hal ini serupa dengan yang dialami atlet, yang mana lebih rentan mengalami cedera lutut karena tingginya intensitas aktivitas.

B. Penyebab Kronis

Selain keluhan yang muncul setelah aktivitas, keluhan lutut nyeri juga bisa berkaitan dengan kondisi yang berlangsung dalam jangka panjang. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut.

1. Osteoarthritis

Salah satu penyebab yang cukup umum adalah pengapuran tulang (osteoarthritis). Kondisi ini terjadi ketika tulang rawan yang melindungi ujung tulang di dalam sendi mengalami kerusakan secara bertahap. Akibatnya, lutut dapat terasa nyeri, kaku, dan lebih sulit digerakkan, terutama saat digunakan untuk beraktivitas.

2. Asam Urat

Asam urat juga dapat menjadi penyebab lutut nyeri. Ketika kadar asam urat terlalu tinggi, kristal urat dapat menumpuk di dalam sendi dan memicu peradangan. Lutut pun bisa terasa sangat sakit secara tiba-tiba, bahkan sampai membengkak, kemerahan, dan terasa hangat.

3. Rheumatoid Arthritis

Berbeda dengan osteoarthritis, rheumatoid arthritis terjadi ketika sistem kekebalan tubuh justru menyerang jaringan sendi. Peradangan akibat kondisi ini dapat membuat lutut terasa nyeri, bengkak, dan kaku, terutama setelah lama tidak bergerak.

4. Bursitis

Ada pula bursitis, yaitu peradangan pada bursa atau kantong kecil berisi cairan yang berada di sekitar sendi. Bursa sendiri berfungsi membantu mengurangi gesekan saat lutut bergerak. Jika mengalami peradangan, bagian lutut dapat terasa sakit dan bengkak, terutama ketika sering mendapat tekanan.

Gejala Penyerta yang Perlu Diperhatikan

Gejala yang muncul saat lutut nyeri bisa berbeda pada setiap orang, tergantung penyebabnya. Selain rasa sakit, beberapa keluhan berikut juga dapat menyertai masalah pada lutut.

  • Lutut kaku atau bengkak: Lutut terasa kaku dan tidak nyaman ketika ditekuk atau diluruskan.

  • Lutut terasa lemah atau tidak stabil: Lutut terasa kurang kuat saat berdiri atau berjalan, bahkan terkadang seperti tidak mampu menopang tubuh dengan baik.

  • Muncul bunyi saat lutut digerakkan: Lutut dapat mengeluarkan atau terasa seperti bunyi berderak, bergesekan, atau “krek” ketika ditekuk dan diluruskan.

  • Gerakan lutut terbatas: Rasa nyeri, kaku, atau bengkak dapat membuat lutut sulit digerakkan secara maksimal, termasuk ketika ingin menekuk atau meluruskannya.

  • Kemerahan atau terasa hangat: Area di sekitar lutut dapat terlihat lebih merah atau terasa lebih hangat daripada bagian tubuh di sekitarnya, terutama ketika terjadi peradangan.

Cara Meredakan Lutut Nyeri di Rumah

Untuk nyeri lutut yang masih ringan, beberapa perawatan sederhana di rumah bisa membantu mengurangi rasa sakit dan pembengkakan. Namun, cara penangannya tetap perlu menyesuaikan dengan penyebabnya.

  • Kurangi aktivitas yang membuat lutut semakin sakit, seperti berlari, melompat, atau naik turun tangga. Berikan waktu bagi lutut untuk beristirahat sampai keluhan mulai mereda.

  • Tempelkan es yang sudah Anda bungkus dengan kain pada lutut selama 15–20 menit. Lakukan hal ini beberapa kali sehari untuk membantu mengurangi nyeri dan pembengkakan.

  • Balut lutut dengan perban elastis untuk membantu mengurangi pembengkakan. Tapi, jangan membalut terlalu kencang agar tidak mengganggu sirkulasi darah dan menambah rasa sakit pada lutut.

  • Saat beristirahat, letakkan kaki di atas bantal sehingga posisi lutut lebih tinggi dari jantung. Cara ini dapat membantu mengurangi pembengkakan pada lutut.

Kapan Harus Periksa ke Dokter Ortopedi?

Tidak semua nyeri lutut perlu langsung diperiksakan. Namun, sebaiknya segera ke dokter jika nyeri terasa sangat parah atau muncul bersama beberapa tanda berikut ini.

  • Nyeri sangat parah dan tidak tertahankan, terutama jika tidak kunjung mereda dalam jangan waktu cukup lama.

  • Pembengkakan semakin membesar atau lutut terlihat semakin bengkak.

  • Demam yang muncul bersamaan dengan nyeri lutut.

  • Tidak bisa berjalan atau menumpu berat badan pada kaki karena rasa sakit atau kondisi lutut.

Cek Kesehatan dan Kekuatan Tulang secara Komprehensif

Lutut nyeri yang sering muncul atau berulang sebaiknya tidak hanya diatasi dengan mengurangi aktivitas. Namun, pemeriksaan kesehatan juga dapat membantu untuk mengetahui kondisi tertentu yang berkaitan dengan kesehatan tulang, termasuk kadar vitamin D dan kalsium dalam tubuh. 

Salah satu pilihan yang dapat dipertimbangkan adalah MCU Kesehatan Tulang dari Bumame. Paket ini mencakup pemeriksaan Vitamin D 25-OH Total dan kalsium (Ca) dalam darah. Keduanya memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan tulang, karena vitamin D membantu penyerapan kalsium, sementara kalsium untuk mempertahankan kekuatan tulang.

Dengan mengetahui kadar vitamin D dan kalsium, Anda dapat memperoleh gambaran mengenai kondisi nutrisi yang berperan dalam kesehatan tulang. Hasil pemeriksaan tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan untuk melakukan evaluasi lebih lanjut atau menerapkan perubahan pola makan dan gaya hidup sesuai kebutuhan.

Pemeriksaan ini tidak mengharuskan Anda berpuasa sebelumnya. Namun, beri tahu dokter apabila sedang mengonsumsi suplemen vitamin D atau kalsium agar kondisi tersebut dapat menjadi pertimbangan saat mengevaluasi hasil pemeriksaan.

Langkah Pencegahan agar Nyeri Lutut Tidak Berulang

Beberapa kebiasaan sederhana dapat membantu menjaga lutut tetap sehat dan mengurangi risiko mengalami nyeri.

  • Jaga berat badan ideal untuk mengurangi beban pada lutut dan perbanyak mengonsumsi makanan yang mengandung kalsium.

  • Lakukan pemanasan sebelum olahraga dan peregangan setelahnya agar otot lebih siap bergerak dan tidak tegang.

  • Gunakan sepatu yang sesuai dengan aktivitas dan bentuk kaki agar tidak menambah rasa sakit selama beraktivitas.

  • Hindari aktivitas yang memberi tekanan berlebihan pada lutut.

Periksa Kesehatan dan Kekuatan Tulang untuk Hidup Lebih Nyaman

Lutut nyeri yang berulang, semakin berat, atau disertai gejala lain sebaiknya tidak diabaikan. Melakukan pemeriksaan kesehatan sejak dini, seperti MCU Kesehatan Tulang & Mineral, dapat membantu mengevaluasi kondisi tulang, mineral, dan faktor metabolik yang berkaitan.

Paket ini menggabungkan empat pemeriksaan sebagai bagian dari gambaran kesehatan secara menyeluruh. Hasil pemeriksaan dapat menjadi bahan evaluasi untuk membantu menentukan langkah selanjutnya sesuai dengan kondisi tubuh Anda.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi:

  1. Mitra Keluarga. (2026). Penyebab Utama Sakit Lutut dan Cara Mengatasinya Tanpa Operasi Besar.  

  2. RSUI. (2026). Nyeri Lutut: Penyebab, Cara Mengatasi, dan Manfaat Akupresur.   

  3. International Orthopaedic Clinic. (2026). Penyebab Nyeri Lutut & Cara Mengatasinya.   

  4. Primaya Hospital. (2026). Lutut Nyeri: Gejala, Mencegah, dan Mengobati.  

  5. Klinik Neuro Care Group. (2026). Nyeri Lutut.

Ditinjau secara medis oleh dr. Muhammad Reza Kurniawan

Frequently Asked Question

Apa saja penyebab lutut nyeri?
Lutut nyeri dapat disebabkan oleh cedera, otot tegang, berat badan berlebih, aktivitas atau pekerjaan yang memberi tekanan berulang, hingga kondisi seperti osteoarthritis, asam urat, rheumatoid arthritis, dan bursitis. 
Apa saja gejala yang dapat menyertai lutut nyeri?
Selain rasa sakit, lutut dapat terasa kaku, bengkak, lemah atau tidak stabil, mengeluarkan bunyi saat digerakkan, sulit digerakkan, serta terlihat kemerahan atau terasa hangat. 
Bagaimana cara meredakan lutut nyeri di rumah?
Untuk nyeri yang masih ringan, kurangi aktivitas yang memperburuk keluhan, kompres dengan es selama 15–20 menit, gunakan perban elastis, dan tinggikan kaki saat beristirahat untuk membantu mengurangi pembengkakan. 
Kapan lutut nyeri perlu diperiksakan ke dokter?

Segera periksa jika nyeri sangat parah atau tidak kunjung mereda, pembengkakan semakin besar, disertai demam, atau Anda tidak dapat berjalan maupun menumpu berat badan pada kaki. 

Bagaimana cara mencegah lutut nyeri agar tidak berulang?
Menjaga berat badan ideal, melakukan pemanasan dan peregangan, menggunakan sepatu yang sesuai aktivitas, serta menghindari aktivitas yang memberi tekanan berlebihan pada lutut dapat membantu mengurangi risikonya.