Pengapuran Tulang: Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

Pengapuran Tulang: Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

29/07/2026Bumame

Lutut terasa nyeri saat naik turun tangga, pinggul kaku setelah duduk terlalu lama, atau jari tangan sulit digerakkan saat bangun pagi merupakan hal yang dianggap sebagai proses penuaan. Nyatanya, keluhan tersebut bisa juga menjadi tanda awal terjadinya pengapuran tulang atau osteoarthritis.

Meskipun lebih banyak dialami oleh usia lanjut, gangguan kesehatan ini juga bisa menyerang usia produktif. Karena berlangsung perlahan, sering kali gejalanya tidak dirasakan hingga aktivitas sehari-hari mulai terganggu. Padahal, semakin dini dideteksi, semakin mudah mencegahnya.

Pengertian Pengapuran Tulang 

Pengapuran tulang merupakan istilah umum dari penyakit osteoarthritis yang terjadi akibat rusaknya kartilago atau tulang rawan yang menyelimuti ujung tulang secara bertahap. Dampaknya bisa membuat permukaan tulang saling bergesekan saat bergerak sehingga timbul rasa nyeri dan kaku serta membuat kemampuan gerak semakin terbatas.

Istilah pengapuran pada tulang sering kali salah kaprah, karena sebenarnya tidak disebabkan oleh penumpukan zat kapur. Sebaliknya, kondisi ini terjadi ketika sendi mulai aus, sehingga tubuh merespons dengan membentuk tonjolan tulang baru (osteofit) di area tersebut.

Sendi yang paling sering terkena meliputi:

  • lutut;

  • pinggul;

  • tulang belakang;

  • leher;

  • pergelangan tangan; dan

Setiap sendi yang menerima beban tubuh atau sering digunakan berulang memiliki risiko mengalami osteoarthritis seiring bertambahnya usia.

Perbedaan Pengapuran Tulang dan Pengeroposan Tulang

Masyarakat sering keliru dan menganggap pengapuran tulang (osteoarthritis) sama dengan pengeroposan tulang (osteoporosis). Padahal, kedua kondisi ini sangat berbeda dari segi penyebab maupun area yang diserang.

  • Pengapuran Tulang (Osteoarthritis): Kondisi ini berpusat pada sendi, di mana tulang rawan yang berfungsi sebagai bantalan sendi mengalami pengikisan atau aus seiring waktu.

  • Pengeroposan Tulang (Osteoporosis): Kondisi ini terjadi pada massa atau kepadatan tulang itu sendiri yang berkurang, sehingga membuat tulang menjadi rapuh, keropos, dan mudah patah.

Secara sederhana, pengapuran adalah masalah pada "engsel atau sendi" tubuh, sedangkan pengeroposan adalah masalah pada kualitas "batang tulang".

Penyebab Pengapuran Tulang

Tidak ada satu penyebab tunggal yang menyebabkan pengapuran tulang karena kondisi ini biasanya muncul akibat kombinasi berbagai faktor yang meningkatkan kerusakan sendi dari waktu ke waktu, yakni sebagai berikut.

1. Proses Penuaan

Seiring bertambahnya usia, kemampuan tulang rawan untuk memperbaiki diri akan menurun. Kandungan air dan kolagen pada kartilago juga berubah sehingga jaringan menjadi lebih mudah mengalami kerusakan akibat aktivitas sehari-hari. Karena itu, osteoarthritis lebih sering ditemukan pada usia di atas 50 tahun.

2. Berat Badan Berlebih atau Obesitas

Berat badan yang berlebih memberikan tekanan lebih besar pada sendi, terutama lutut, panggul, dan pergelangan kaki. Selain beban mekanis, jaringan lemak juga menghasilkan zat inflamasi yang dapat mempercepat kerusakan sendi.

3. Cedera Sendi

Cedera akibat olahraga, kecelakaan, atau pekerjaan yang melibatkan gerakan berulang dapat meningkatkan risiko osteoarthritis di kemudian hari. Bahkan setelah cedera dinyatakan sembuh, perubahan struktur sendi dapat memicu kerusakan tulang rawan secara bertahap.

4. Aktivitas yang Membebani Sendi

Pekerjaan yang mengharuskan seseorang sering jongkok, mengangkat beban berat, berlutut dalam waktu lama, atau melakukan gerakan yang sama berulang kali dapat mempercepat keausan sendi. Risiko ini juga dapat meningkat pada atlet tertentu yang menggunakan sendi secara intensif selama bertahun-tahun.

5. Faktor Genetik

Sebagian orang memiliki kecenderungan genetik yang membuat struktur tulang rawan atau bentuk sendinya lebih rentan mengalami kerusakan. Riwayat keluarga dengan pengapuran tulang dapat meningkatkan peluang seseorang mengalami kondisi serupa, meski gaya hidup tetap berperan penting dalam menentukan risikonya.

6. Kelainan Bentuk Sendi

Kelainan bawaan maupun perubahan bentuk sendi akibat penyakit tertentu dapat menyebabkan distribusi beban pada sendi menjadi tidak merata. Akibatnya, bagian tertentu dari tulang rawan lebih cepat aus dibandingkan area lainnya.

7. Penyakit Tertentu

Beberapa kondisi medis, seperti rheumatoid arthritis, diabetes, gangguan metabolik, atau riwayat infeksi sendi, juga dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya osteoarthritis pada sebagian orang. Oleh karena itu, penanganan penyakit penyerta menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan sendi.

Gejala Pengapuran Tulang

Gejala osteoarthritis berkembang secara perlahan. Pada tahap awal, keluhan mungkin hanya muncul sesekali setelah beraktivitas berat. Namun, seiring kerusakan sendi yang semakin progresif, gejala dapat menjadi lebih sering dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Beberapa gejala yang umum dialami antara lain:

  • Nyeri sendi saat bergerak atau setelah beraktivitas;

  • Sendi terasa kaku, terutama setelah bangun tidur atau duduk terlalu lama;

  • Rentang gerak sendi menjadi semakin terbatas;

  • Terdengar bunyi gesekan atau "krek" ketika sendi digerakkan;

  • Sendi tampak membesar akibat pertumbuhan tulang baru;

  • Otot di sekitar sendi melemah karena aktivitas berkurang akibat nyeri.

Pada pengapuran lutut, penderita merasa nyeri saat naik turun tangga, berdiri dari posisi duduk, atau berjalan jauh. Sementara pada pengapuran panggul dapat menyebabkan rasa nyeri yang menjalar hingga selangkangan atau paha. Jika terjadi pada tulang belakang, keluhannya berupa nyeri punggung disertai rasa baal apabila saraf ikut tertekan.

Kapan Harus ke Dokter?

Nyeri sendi tidak selalu menandakan pengapuran tulang. Namun, apabila keluhan berlangsung selama beberapa minggu atau mulai mengganggu aktivitas harian, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter agar penyebabnya dapat diketahui lebih awal. Segera periksakan diri apabila mengalami kondisi berikut:

  • Nyeri sendi yang tidak membaik meski sudah beristirahat;

  • Sendi tampak bengkak, kemerahan, atau terasa hangat;

  • Kesulitan berjalan atau menggerakkan sendi;

  • Sendi terasa terkunci saat digerakkan;

  • Nyeri disertai demam atau setelah mengalami cedera berat.

Jenis Pemeriksaan untuk Mendiagnosis Pengapuran Tulang

Dokter akan menegakkan diagnosis berdasarkan kombinasi wawancara medis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang. Tujuannya untuk memastikan adanya osteoarthritis dan menyingkirkan kemungkinan penyakit sendi lain yang memiliki gejala serupa. Berikut beberapa pemeriksaan yang umum dilakukan.

1. Pemeriksaan Fisik

Dokter akan mengevaluasi lokasi nyeri, rentang gerak sendi, adanya pembengkakan, bunyi gesekan saat sendi digerakkan, hingga kekuatan otot di sekitar sendi. Pemeriksaan ini membantu menentukan tingkat keparahan gangguan yang dialami pasien.

2. Foto Rontgen (X-ray)

Pemeriksaan X-ray merupakan metode yang paling sering digunakan untuk melihat perubahan struktur sendi. Hasil foto rontgen dapat menunjukkan penyempitan celah sendi, pembentukan osteofit, hingga perubahan bentuk tulang yang khas pada osteoarthritis.

3. Magnetic Resonance Imaging (MRI)

Pada kondisi tertentu, dokter dapat menyarankan MRI apabila diperlukan gambaran yang lebih rinci mengenai tulang rawan, ligamen, tendon, atau jaringan lunak lainnya. Pemeriksaan ini umumnya dilakukan bila hasil rontgen belum cukup menjelaskan penyebab keluhan pasien.

4. Pemeriksaan Laboratorium

Pengapuran tulang tidak dapat dipastikan hanya melalui tes darah. Namun, pemeriksaan laboratorium tetap dapat dilakukan untuk membantu menyingkirkan penyakit lain, seperti rheumatoid arthritis, infeksi sendi, atau gangguan metabolik yang memiliki gejala serupa.

Periksa Kesehatan Tulang secara Berkala

Pengapuran tulang berkembang secara perlahan dan sering kali baru disadari saat nyeri sendi mulai mengganggu aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, penting untuk melakukan pemeriksaan kesehatan tulang jika Anda berusia di atas 50 tahun, memiliki berat badan berlebih, atau pernah mengalami cedera sendi.

Untuk mendukung deteksi dini, Bumame menghadirkan Medical Check Up Kesehatan Tulang dengan harga mulai Rp604.000,00. Tesnya mencakup Vitamin D 25-OH Total untuk mengetahui kadar vitamin D dalam tubuh dan Kalsium (Ca) guna menilai kadar mineral utama yang berperan dalam pembentukan tulang.

Proses pemeriksaan menggunakan sampel darah dengan waktu pengambilan sekitar 5–10 menit sehingga relatif cepat dan nyaman. Selanjutnya, hasil pemeriksaan umumnya tersedia dalam waktu 1×24 jam setelah pengambilan sampel. 

Bagi Anda yang memiliki keterbatasan waktu atau kesulitan untuk datang langsung, Bumame juga menyediakan layanan home care mulai pukul 06.00 hingga 20.00 WIB. Jadi, pemeriksaan darah tetap dapat dilakukan dengan praktis tanpa mengganggu agenda harian.

Dalam rangka menjaga akurasi hasil pemeriksaan, pastikan Anda menginformasikan kepada dokter apabila sedang mengonsumsi suplemen vitamin D, kalsium, atau obat tertentu.

Cara Mencegah dan Mengatasi Pengapuran Tulang

Meskipun pengapuran tulang tidak dapat dipulihkan sepenuhnya, terdapat berbagai langkah untuk memperlambat kerusakan sendi yang menyebabkan pengapuran tulang di antaranya sebagai berikut.

1. Jaga Berat Badan Ideal

Berat badan berlebih dapat meningkatkan tekanan pada sendi, terutama lutut dan panggul. Jadi, usahakan memiliki berat badan ideal untuk membantu mengurangi beban sendi sekaligus menurunkan intensitas nyeri pada penderita osteoarthritis.

2. Tetap Aktif Berolahraga

Banyak orang khawatir olahraga akan memperparah osteoarthritis. Padahal, aktivitas yang tepat untuk menjaga kesehatan fisik justru membantu memperkuat otot di sekitar sendi sehingga beban yang diterima sendi menjadi lebih ringan. Pilih olahraga dengan benturan rendah, seperti berjalan kaki, berenang, bersepeda, atau senam.

3. Latih Kekuatan dan Fleksibilitas Otot

Selain latihan aerobik, latihan kekuatan otot dan peregangan juga penting dilakukan secara rutin. Otot yang kuat mampu menopang sendi dengan lebih baik, sedangkan latihan fleksibilitas membantu mempertahankan rentang gerak sehingga aktivitas sehari-hari tetap nyaman dilakukan.

4. Konsumsi Makanan Bergizi Seimbang

Pilih makanan sehat yang kaya sayuran, buah, ikan, kacang-kacangan, serta sumber protein berkualitas dapat membantu menjaga berat badan dan mendukung kesehatan tulang maupun sendi. Asupan kalsium dan vitamin D yang cukup juga penting untuk mempertahankan kesehatan sistem muskuloskeletal secara keseluruhan.

5. Hindari Aktivitas yang Memberi Tekanan Berlebihan pada Sendi

Jika aktivitas Anda sering melibatkan angkat beban, berjongkok lama, atau gerakan berulang maka istirahatkan sendi secara rutin. Terapkan juga teknik ergonomi yang baik guna menjaga posisi tubuh tetap aman saat bergerak. Selain itu, gunakan alas kaki yang nyaman untuk membantu mengurangi tekanan berlebih pada sendi lutut dan panggul.

6. Pertimbangkan Inovasi Medis Terkini (Terapi Sel Punca)

Untuk kasus parah yang tidak merespons pengobatan biasa, dunia medis kini terus mengembangkan terapi regeneratif. Salah satu inovasi yang menjanjikan yaitu sel punca (stem cell) untuk memperbaiki jaringan rawan rusak, sehingga berpotensi menjadi alternatif guna menghindari operasi besar.

Langkah Kecil Hari Ini untuk Sendi Sehat Hari Esok

Pengapuran tulang atau osteoarthritis merupakan salah satu penyakit tulang rawan yang menyebabkan nyeri, kaku, dan keterbatasan gerak pada sendi. Kondisi ini tidak hanya dipengaruhi oleh usia, tetapi juga berat badan berlebih, cedera sendi, aktivitas yang membebani sendi, faktor genetik, hingga penyakit tertentu.

Mengenali penyebab dan gejala sejak dini sangat penting untuk membantu memperlambat perkembangan penyakit tersebut. Selain itu, terapkan pola hidup sehat secara konsisten serta berkonsultasi ke dokter jika nyeri sendi terus berlanjut.

Lokasi Klinik Bumame

1. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

4. Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

References:

  1. World Health Organization. (2023). Osteoarthritis.

  2. Perhimpunan Reumatologi Indonesia. (2023). Perbedaan Pengapuran dengan Pengeroposan Tulang.

  3. Widyaningtyas, G. O. (2022). Osteoarthritis. Universitas Widya Husada Semarang.

  4. Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jakarta. (2020). Osteoarthritis Lutut.

  5. Jurnal Keperawatan dan Kesehatan. (2021). Efektivitas Senam Osteoarthritis Dalam Stabilisasi Indeks Massa Tubuh di Masyarakat.

  6. Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. (2023). Mengenali Sikap Ergonomis dalam Bekerja.

  7. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Perkembangan Pemanfaatan Sel Punca pada Penyakit Tulang dan Sendi.

Ditinjau oleh: dr. Aimee Wineyna

FAQ Seputar Pengapuran Tulang (Osteoarthritis)

Apa itu pengapuran tulang?

Pengapuran tulang atau osteoarthritis adalah kondisi ketika tulang rawan yang melapisi ujung tulang mengalami kerusakan secara bertahap. Akibatnya, permukaan tulang saling bergesekan saat bergerak sehingga menimbulkan nyeri, kekakuan, dan keterbatasan gerak pada sendi.

Apakah pengapuran tulang sama dengan pengeroposan tulang?

Tidak. Pengapuran tulang (osteoarthritis) merupakan gangguan pada sendi akibat ausnya tulang rawan, sedangkan pengeroposan tulang (osteoporosis) adalah penurunan kepadatan tulang yang membuat tulang menjadi rapuh dan mudah patah.

Apa saja penyebab dan faktor risiko pengapuran tulang?

Pengapuran tulang dapat dipengaruhi oleh proses penuaan, berat badan berlebih atau obesitas, cedera sendi, aktivitas yang membebani sendi secara berulang, faktor genetik, kelainan bentuk sendi, serta beberapa penyakit seperti rheumatoid arthritis, diabetes, gangguan metabolik, atau riwayat infeksi sendi.

Apa saja gejala pengapuran tulang?

Gejala yang umum meliputi nyeri sendi saat bergerak atau setelah beraktivitas, sendi terasa kaku terutama setelah bangun tidur atau duduk lama, rentang gerak berkurang, bunyi gesekan saat sendi digerakkan, pembesaran sendi akibat pertumbuhan tulang baru, dan melemahnya otot di sekitar sendi.

Kapan sebaiknya memeriksakan diri ke dokter?

Segera berkonsultasi jika nyeri sendi berlangsung selama beberapa minggu, tidak membaik setelah beristirahat, sendi tampak bengkak atau kemerahan, sulit digerakkan, terasa terkunci, atau nyeri muncul setelah cedera berat maupun disertai demam.

Bagaimana pengapuran tulang didiagnosis?

Dokter akan melakukan wawancara medis, pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan penunjang seperti foto rontgen (X-ray), MRI bila diperlukan, dan pemeriksaan laboratorium untuk membantu menyingkirkan penyakit lain yang memiliki gejala serupa.

Bagaimana cara membantu mengatasi atau memperlambat pengapuran tulang?

Pengelolaan osteoarthritis dapat dilakukan dengan menjaga berat badan ideal, rutin berolahraga dengan aktivitas berdampak rendah, melatih kekuatan dan fleksibilitas otot, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, serta menghindari aktivitas yang memberikan tekanan berlebihan pada sendi. Pada kondisi tertentu, dokter juga dapat mempertimbangkan terapi medis sesuai kebutuhan.

Apakah pengapuran tulang dapat dicegah?

Pengapuran tulang tidak selalu dapat dicegah, tetapi risikonya dapat dikurangi dengan menjaga berat badan ideal, tetap aktif bergerak, melindungi sendi dari cedera, menerapkan teknik ergonomi saat beraktivitas, dan menjaga kesehatan tulang serta sendi melalui pola hidup sehat.