Jika merasa pusing atau lemas setiap kali berdiri, maka hal tersebut bisa jadi sebuah tanda dari tekanan darah rendah yang wajib diwaspadai. Untuk mengatasinya, Anda dapat mencari makanan untuk tensi rendah guna memulihkan kestabilan energi.
Meski begitu, pemilihan asupan makanan tidak bisa dilakukan secara sembarangan karena harus tetap menyesuaikannya pada kondisi kesehatan masing-masing individu. Lantas apa saja makanan yang cocok untuk tensi rendah? Berikut penjelasannya!
Apa Itu Tensi Rendah (Hipotensi)?
Tensi rendah atau hipotensi adalah kondisi ketika tekanan darah berada di bawah kisaran yang umumnya dianggap rendah. Salah satu patokan yang sering digunakan adalah tekanan darah di bawah 90/60 mmHg.
Meski demikian, angka tersebut tidak selalu berarti seseorang sedang mengalami masalah kesehatan. Hal itu karena sebagian individu yang memiliki tekanan darah rendah tidak selalu merasakan keluhan apa pun.
Tekanan darah sendiri sebenarnya dapat berubah sepanjang hari, misalnya dipengaruhi posisi tubuh, aktivitas, makanan dan minuman, obat-obatan, serta kondisi fisik. Karena itu, satu kali hasil pengukuran yang rendah belum tentu menggambarkan kondisi secara keseluruhan.
Yang lebih perlu diperhatikan adalah apakah tekanan darah rendah disertai suatu gejala atau terjadi secara berulang. Jika iya, penyebabnya sebaiknya dicari, bukan hanya berusaha menaikkan angka tekanan darah melalui makanan.
Gejala Tensi Rendah yang Perlu Diwaspadai
Sebagian orang dapat mengalami tekanan darah rendah tanpa disertai gejala. Namun, ketika aliran darah tidak mencukupi kebutuhan tubuh, beberapa keluhan dapat muncul, seperti:
Pusing atau kepala terasa ringan.
Pandangan kabur.
Lemas dan mudah lelah.
Mual.
Sulit berkonsentrasi.
Jantung terasa berdebar.
Haus berlebihan atau tanda dehidrasi.
Pingsan.
Keluhan yang muncul ketika berdiri dari posisi duduk atau berbaring juga dapat mengarah pada hipotensi ortostatik, yaitu penurunan tekanan darah saat perubahan posisi.
Jika sampai kehilangan kesadaran, mengalami kebingungan, kulit terasa dingin dan lembap, napas cepat dan dangkal, atau denyut nadi terasa lemah dan cepat, jangan mengandalkan makanan sebagai penanganan. Kondisi tersebut membutuhkan pertolongan medis segera.
Penyebab Tekanan Darah Rendah
Sebelum membahas apa saja makanan untuk tensi rendah, ketahui terlebih dahulu bahwa hipotensi dapat disebabkan oleh banyak hal. Salah satunya adalah dehidrasi.
Ketika tubuh kehilangan banyak cairan akibat muntah, diare, demam, berkeringat berlebihan, atau kurang minum, volume darah dapat berkurang sehingga tekanan darah ikut turun.
Penyebab lain yang mungkin berperan antara lain:
Efek samping obat tertentu, termasuk beberapa obat tekanan darah dan diuretik.
Kehamilan.
Kondisi jantung tertentu.
Gangguan hormon atau sistem endokrin.
Infeksi berat.
Kehilangan darah.
Kekurangan vitamin B12 atau folat yang menyebabkan anemia.
Gangguan sistem saraf tertentu.
Artinya, makanan untuk tensi rendah tidak bisa dianggap sebagai solusi untuk semua kasus. Jika hipotensi disebabkan oleh obat, misalnya, penanganannya mungkin memerlukan evaluasi dan penyesuaian obat oleh dokter, bukan sekadar menambah makanan asin.
Daftar Makanan untuk Menaikkan Tensi
Pilihan makanan dapat membantu mendukung kondisi tubuh, terutama jika tekanan darah rendah berkaitan dengan kurang cairan atau asupan nutrisi tertentu. Berikut beberapa pilihan makanan untuk tensi rendah yang layak untuk dicoba.
1. Air dan Minuman yang Membantu Memenuhi Kebutuhan Cairan
Sebelum mencari makanan tertentu, pastikan kebutuhan cairan terpenuhi. Dehidrasi dapat menurunkan volume darah dan berkontribusi terhadap tekanan darah rendah.
Contohnya air putih yang dapat menjadi pilihan utama untuk menjaga hidrasi sehari-hari. Kebutuhan cairan setiap orang berbeda, sehingga tidak perlu memaksakan jumlah tertentu jika dokter memberikan pembatasan cairan, misalnya pada kondisi kesehatan tertentu.
2. Makanan dengan Kandungan Natrium Secukupnya
Natrium dapat membantu meningkatkan tekanan darah karena berkaitan dengan keseimbangan cairan tubuh. Karena itu, pada penderita hipotensi atau tekanan darah rendah, dokter dapat menyarankan peningkatan asupan garam.
Contohnya makanan yang mengandung garam seperti sup, telur dengan sedikit tambahan garam, atau lauk yang dibumbui secara wajar. Namun, bukan berarti semakin asin semakin baik.
Asupan natrium yang berlebihan juga dapat meningkatkan tekanan darah secara signifikan dan dapat berisiko bagi orang dengan kondisi tertentu, termasuk penyakit jantung. Konsultasikan terlebih dahulu sebelum sengaja meningkatkan konsumsi garam.
3. Telur, Ikan, Daging, dan Produk Susu
Makanan untuk tensi rendah seperti telur, ikan, daging, susu, dan keju dapat menjadi sumber vitamin B12. Nutrisi ini penting untuk pembentukan sel darah merah. Kekurangan vitamin B12 sendiri dapat menyebabkan anemia, yang pada sebagian kondisi dapat berkaitan dengan tekanan darah rendah.
Jadi, makanan tersebut lebih tepat dipandang sebagai bagian dari pola makan bergizi seimbang, bukan sebagai obat yang secara langsung menaikkan tensi.
4. Sayuran Hijau dan Kacang-Kacangan
Sayuran berdaun hijau, brokoli, kacang-kacangan, biji-bijian, dan beberapa jenis buah dapat menjadi sumber folat. Asupan folat yang cukup penting untuk pembentukan sel darah merah dan membantu mencegah kekurangan folat. Kombinasikan sumber folat dengan protein, karbohidrat, dan lemak sehat agar pola makan tetap seimbang.
5. Makanan Berprotein yang Beragam
Makanan untuk tensi rendah yaitu makanan yang memiliki kandungan protein. Makanan tersebut dapat diperoleh dari berbagai sumber, seperti ikan, telur, ayam, daging tanpa lemak, susu, tahu, tempe, dan kacang-kacangan.
Terdapat hubungan antara pola makan dan tekanan darah dengan variasi sumber protein dengan kesehatan tekanan darah, meskipun hal ini tidak berarti makanan tinggi protein merupakan terapi khusus untuk hipotensi.
Yang penting, pilih sumber protein yang sesuai kebutuhan dan kondisi kesehatan, terutama jika memiliki penyakit ginjal atau kondisi lain yang memerlukan pengaturan asupan protein.
6. Makan dalam Porsi Lebih Kecil Tetapi Lebih Sering
Pada sebagian orang, tekanan darah justru dapat turun setelah makan, terutama setelah makan dalam jumlah besar. Kondisi ini dikenal sebagai hipotensi postprandial.
Jika keluhan muncul setelah makan, membagi makanan menjadi beberapa porsi kecil dapat menjadi salah satu strategi yang bisa didiskusikan bersama tenaga kesehatan.
Makanan yang Sebaiknya Dihindari
Tidak ada satu daftar makanan yang wajib dihindari semua orang dengan hipotensi. Pilihan makanan tetap perlu disesuaikan dengan penyebab dan kondisi kesehatan. Namun, beberapa hal perlu diperhatikan.
Pertama, jangan berlebihan mengonsumsi alkohol. Alkohol dapat menyebabkan dehidrasi dan memperburuk tekanan darah rendah pada sebagian orang.
Kedua, jangan menjadikan kopi atau minuman berkafein sebagai cara utama untuk mengatasi tensi rendah. Kafein memang dapat meningkatkan tekanan darah untuk sementara waktu pada sebagian orang, tetapi efeknya tidak sama pada setiap individu.
Ketiga, hindari kebiasaan makan dalam porsi sangat besar jika keluhan sering muncul setelah makan. Makanan tinggi karbohidrat dalam porsi besar juga dapat memperburuk penurunan tekanan darah setelah makan pada sebagian orang.
Terakhir, jangan sembarangan mengonsumsi garam dalam jumlah tinggi. Meskipun natrium dapat membantu menaikkan tekanan darah pada kondisi tertentu, kebutuhan setiap orang tetap berbeda. Orang dengan penyakit jantung, ginjal, atau kondisi medis tertentu justru membutuhkan pembatasan asupan natrium.
Kapan Harus Periksa ke Dokter?
Jika sudah mengonsumsi makanan untuk tensi rendah namun tetap mengalami gejala seperti pusing, lemas, berdebar, atau pingsan, segera lakukan pemeriksaan dengan tenaga ahli.
Selain gejala di atas, pemeriksaan medis juga penting jika hipotensi disertai muntah/diare parah, dehidrasi, atau penggunaan obat tertentu. Selain itu, langkah ini juga wajib dilakukan bagi orang yang memiliki riwayat penyakit jantung atau ginjal.
Salah satu pemeriksaan yang dapat membantu menilai kondisi elektrolit adalah pemeriksaan Na, K, Cl dari Buname dengan harga mulai dari Rp350.000,00. Pemeriksaan ini akan mengukur kadar natrium, kalium, dan klorida sebagai elektrolit utama tubuh. Hasilnya dapat membantu dokter menilai keseimbangan elektrolit, cairan, dan asam-basa tubuh sesuai parameter pemeriksaan.
Pemeriksaan elektrolit ini dapat dipertimbangkan oleh individu dengan keluhan seperti:
lemas,
kram,
berdebar,
kebingungan,
muntah,
diare,
dehidrasi, serta
pada orang yang memerlukan pemantauan elektrolit berdasarkan kondisi atau arahan dokter.
Pemeriksaan dilakukan menggunakan sampel darah dan tidak memerlukan puasa. Jika rutin mengonsumsi obat, vitamin, atau suplemen, informasikan kepada tenaga medis dan jangan menghentikan obat tanpa arahan dokter.
Jika Anda mengalami pingsan, kebingungan berat, kulit dingin dan lembap, napas cepat, atau kondisi yang memburuk secara tiba-tiba, cari pertolongan medis segera dan jangan menunda hanya karena ingin mencoba makanan tertentu terlebih dahulu.
Bijak Memilih Makanan, Cerdas Menjaga Kesehatan
Intinya, mencari makanan untuk tensi rendah dapat menjadi langkah awal untuk memperbaiki pola makan, namun bukan pengganti evaluasi medis. Tekanan darah rendah dapat disebabkan oleh banyak faktor. Ketahui faktor penyebabnya supaya langkah yang diambil pun bisa lebih tepat dan aman.
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240
References:
National Library of Medicine. (2025). Hypotension.
Healthline. (2025). Raise Low Blood Pressure Naturally Through Diet.
Medical News Today. (2024). What to eat with low blood pressure.
National Library of Medicine. (2025). Effect of Dietary Modifications on Blood Pressure and Anthropometric and Biochemical Parameters in a Woman with Hypotension.
Harvard Health Publishing. (2020). Eating can cause low blood pressure.
Ditinjau secara medis oleh dr. Denizha Irfani
Frequently Asked Question
Apakah makanan asin bisa menaikkan tensi?
Apakah pisang bagus untuk penderita tensi rendah?
Pisang merupakan sumber kalium dan dapat menjadi bagian dari pola makan sehat. Namun, pisang bukan makanan yang secara khusus digunakan untuk menaikkan tekanan darah.
_(1)_(1).jpg&w=3840&q=75)