Booking layanan Bumame tanpa antri. Klik disini.

Booking layanan Bumame tanpa antri. Klik disini.

Mimisan: Penyebab dan Cara Mengatasinya | Bumame
Kembali ke Artikel & Berita

Mimisan: Ketahui Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

SBAOthers

Mimisan seringkali kita jumpai pada anak-anak, terutama ketika mereka sedang bermain di bawah terik matahari. Tapi jangan salah, terkadang orang dewasa juga bisa mengalaminya. Bahkan, terlalu lama berada di ruangan ber-AC juga bisa memicu pendarahan di hidung.

Meski terlihat menakutkan, namun sebagian besar kasus mimisan bukanlah pertanda penyakit berat. Karena biasanya dapat ditangani sendiri di rumah. Oleh karena itu, sangat penting untuk memahami apa saja penyebab mimisan dan bagaimana cara penanganan yang tepat agar Anda tidak perlu lagi panik ketika menghadapinya.

Apa Itu Mimisan (Epistaksis)?

Mimisan, atau dalam bahasa medis epistaksis, adalah keluarnya darah dari lubang hidung, baik pada salah satu rongga hidung atau keduanya. Dalam lapisan rongga hidung, terdapat banyak pembuluh darah kecil. Apabila terjadi benturan atau perubahan suhu, maka pembuluh darah kapiler tersebut bisa pecah.

Epitaksis terbagi menjadi dua jenis, yaitu epitaksis anterior dan posterior. Epitaksis anterior sering terjadi khususnya pada anak-anak. Darah yang keluar tidak terlalu banyak dan mudah berhenti. Sebaliknya, pada posterior, darah yang keluar lebih deras. Biasa terjadi pada orang dewasa dan lansia yang memiliki kondisi medis tertentu.

Gejala Mimisan

Mimisan bisa menyerang siapa saja, mulai dari anak-anak hingga orang tua. Gejala utamanya yakni keluarnya cairan darah merah dari lubang hidung secara spontan. Namun, pendarahan ini juga dapat disertai oleh beberapa sensasi fisik lain, antara lain:

  • Rasa amis darah di tenggorokan. Jika menengadahkan kepala saat pendarahan, maka darah akan mengalir kembali ke belakang tenggorokan.

  • Hidung tersumbat karena gumpalan darah yang membeku di dalamnya.

  • Gejala sekunder terjadi akibat pendarahan yang berlangsung lama, seperti pusing, mual, dan kulit pucat.

Penyebab Mimisan

Ada beberapa penyebab terjadinya mimisan, baik dari faktor eksternal atau lingkungan, maupun faktor internal yang berhubungan dengan kondisi kesehatan seseorang. Berikut ini penjabarannya.

1. Penyebab Umum

Penyebab umum mimisan biasanya berasal dari faktor luar tubuh, antara lain:

  • Udara kering: Berada di ruangan ber-AC dalam waktu lama atau tinggal di daerah beriklim kering membuat kelembapan alami pada hidung berkurang, sehingga menjadi kaku, gatal, dan mudah berdarah.

  • Mengorek hidung: Kebiasaan ini paling sering dilakukan anak-anak, yang mana mengorek hidung terlalu dalam apalagi menggunakan kuku jari yang tajam dapat memicu pendarahan.

  • Alergi: Paparan debu, serbuk sari, atau bulu hewan menyebabkan pembuluh darah hidung membengkak. Paparan tersebut juga kerap memicu bersin yang terlalu kuat sehingga pembuluh darah hidung robek.

  • Flu atau pilek: Mengalami flu atau pilek saat cuaca kering di musim dingin juga dapat menyebabkan mimisan. Sebab, lapisan rongga hidung menjadi mudah iritasi akibat sering menghembuskan napas melalui hidung.

  • Cedera hidung: Cedera akibat benturan keras pada wajah atau kepala saat kecelakaan, terjatuh, maupun pukulan juga dapat menyebabkan pendarahan pada hidung.

2. Penyebab yang Perlu Diwaspadai

Apabila mimisan yang terjadi bukan dari penyebab-penyebab umum di atas, Anda sebaiknya perlu lebih waspada, karena bisa jadi berkaitan dengan beberapa kondisi medis seperti berikut ini.

  • Tekanan darah tinggi (hipertensi): Semakin tinggi tekanan darah, maka semakin lama pula durasi mimisan. Kondisi ini biasanya diikuti dengan sakit kepala belakang dan terasa berat pada leher.

  • Gangguan pembekuan darah: Bagi penderita penyakit gangguan pembekuan darah genetis atau hemofilia, tentu akan menghambat penyembuhan luka pada pembuluh darah hidung yang pecah.

  • Penggunaan obat pengencer darah: Mengonsumsi obat pengencer darah seperti aspirin, warfarin, dan clopidogrel akan mengurangi kemampuan darah di hidung untuk menggumpal.

  • Kelainan struktur hidung: Kelainan berupa sekat hidung yang miring akan mempengaruhi aliran udara dalam hidung, sehingga membuat rongga hidung kering dan mudah mimisan.

Cara Menghentikan Mimisan dengan Benar

Ketika mimisan terjadi, kunci awal sebelum pertolongan pertama adalah tetap tenang.  Sebab, jika Anda panik, justru membuat tekanan darah meningkat dan pendarahan di hidung akan sulit berhenti. Setelah tenang, Anda bisa mengikuti beberapa langkah menghentikan mimisan dengan benar secara medis, seperti di bawah ini.

  • Duduk tegak dan posisikan kepala menunduk agar darah tidak masuk ke tenggorokan, karena dapat memicu batuk, tersedak, hingga muntah darah.

  • Jangan berbaring agar tekanan pada pembuluh darah dalam hidung dapat berkurang, sehingga perdarahan bisa segera berhenti.

  • Jangan memasukkan tisu atau kain ke dalam hidung. Anda bisa meletakkan kain atau handuk di bawah hidung untuk menyerap darah.

  • Pencet bagian bawah lunak hidung dengan menggunakan ibu jari dan jari telunjuk selama 10 hingga 15 menit agar darah berhenti mengalir. Tahan terus dan jangan dilepas, lalu bernapaslah perlahan melalui mulut.

  • Jika pendarahan masih berlanjut, ulangi langkah di atas dengan memencet hidung selama 5 hingga 10 menit tanpa melihat untuk memastikan pendarahan telah berhenti.

  • Setelah itu, kompres pangkal hidung dengan kompres yang dingin seperti es, untuk menyempit pembuluh darah. Namun, jangan meletakkannya langsung di kulit, tapi lapisi dengan handuk atau kain tipis.

  • Setelah mimisan berhenti, sebaiknya beristirahat dan jangan melakukan aktivitas berat setidaknya selama 24 jam.

  • Selama 2 atau 3 hari ke depan, hindari menggosok, mengorek, dan meniup hidung, serta membuang ingus terlalu keras. Sebab akan menimbulkan luka baru dan perdarahan bisa terulang.

  • Hindari pula paparan asap yang dapat mengiritasi hidung dengan menggunakan masker, dan jangan terlalu sering berada di bawah sinar matahari. Selain itu, atur kelembapan udara di sekitarnya.

  • Apabila perdarahan tidak berhenti, segera pergi ke dokter atau instalasi gawat darurat di puskesmas atau rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Kapan Mimisan Tergolong Berbahaya?

Meskipun kasus mimisan sering kali tidak berbahaya, namun ada beberapa kondisi yang perlu Anda perhatikan supaya mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Namun, jangan khawatir. Dengan memahami tanda-tanda di bawah ini, justru Anda bisa segera mendapatkan pengobatan secara tepat dan cepat oleh ahlinya.

  • Pendarahan mengalir deras selama lebih dari 20 hingga 30 menit, walaupun Anda sudah menekan hidung dengan teknik yang benar.

  • Jumlah darah yang keluar sangat banyak, bahkan menyebabkan pusing yang hebat, linglung, atau pingsan.

  • Pendarahan hidung muncul setelah mengalami benturan fisik keras pada area wajah atau kepala.

  • Sulit bernapas karena tersumbat oleh gumpalan darah.

  • Gusi berdarah atau muncul lebam pada kullit tanpa sebab jelas.

  • Mimisan terjadi pada bayi atau anak berusia di bawah 2 tahun.

Pemeriksaan Hematologi Lengkap

Bagi Anda atau anggota keluarga yang mengalami mimisan berulang tanpa sebab luar yang jelas, maka sangat disarankan untuk melakukan evaluasi medis lanjutan. Sebab, kondisi ini bisa menjadi sinyal awal adanya penurunan jumlah sel darah atau adanya gangguan pada proses pembekuan darah.

Sebagai langkah awal, Anda dapat memanfaatkan layanan pemeriksaan hematologi lengkap dari Bumame. Pemeriksaan ini sebagai solusi pemeriksaan atau cek kesehatan tubuh, bukan sebagai pengobatan. Dari hasil laboratorium tersebut, nantinya akan membantu dokter menentukan langkah penanganan yang tepat dan aman.

Komponen-komponen darah yang penting untuk dicek mencakup:

  • Jumlah trombosit (keping darah): Berperan menutup luka dan merangsang proses pembekuan darah di tubuh.

  • Kadar hemoglobin (Hb) dan hematokrit: Merupakan protein yang mampu mengangkut oksigen dari dalam sel darah merah, sehingga menurunkan risiko anemia.

  • Jumlah sel darah merah (eritrosit) dan sel darah putih (leukosit): Untuk memberikan gambaran tentang kondisi daya tahan tubuh, apakah normal atau ada infeksi di dalam tubuh.

Kapan Harus ke Dokter?

Selain situasi darurat yang mengharuskan Anda pergi ke dokter, tidak ada salahnya Anda juga menjadwalkan konsultasi rutin ke dokter. Anda bisa mengunjungi dokter umum atau dokter spesialis Telinga, Hidung, dan Tenggorokan (THT) apabila memiliki keluhan seperti berikut.

  • Mimisan terjadi lebih dari satu kali dalam seminggu, meski setiap darah yang keluar akan mudah untuk Anda hentikan.

  • Anda sedang menjalani terapi pengobatan antikoagulan (obat pengencer darah), namun Anda mulai mengalami mimisan.

  • Pendarahan bersumber hanya dari satu lubang hidung yang sama secara konsisten, serta adanya rasa tersumbat yang menetap.

Apabila keluhan pendarahan Anda disertai dengan kondisi tubuh yang lelah dan lemah, sebaiknya lakukan pemeriksaan tubuh secara menyeluruh melalui layanan medical check up plus dari Bumame. Sehingga, kekhawatiran yang muncul terhadap gangguan fungsi organ tubuh, akan lebih cepat terdeteksi dan segera terobati dengan benar.

Cegah Mimisan dengan Menjaga Kesehatan Hidung

Gangguan kesehatan ringan seperti mimisan memang bisa Anda tangani sendiri. Namun, Anda tetap perlu waspada jika pendarahan berlangsung lama, banyak, dan berulang. Jadi, jagalah selalu kesehatan tubuh Anda, terutama bagian organ hidung, dengan menghindari berbagai penyebab umum yang bisa dicegah oleh Anda sendiri.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi

  1. Mayo Clinic. (2024). Nosebleeds - Causes and definition. 

  2. Johns Hopkins Medicine. (2026). Nosebleed (Epistaxis) in Children. 

  3. Nemours KidsHealth. (2026). Nosebleeds in Kids. 

  4. NHS Medical. (2026). Nose bleeds. 

  5. Bedfordshire Hospitals NHS Foundation Trust. (2022). Epistaxis (Nosebleed). 

  6. Kementerian Kesehatan Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. (2024). Mimisan, Bagaimana Penanganannya. 

  7. Cleveland Clinic. (2024). How To Stop a Nosebleed. 

  8. Mayo Clinic. (2024). Nosebleeds: First aid. 

Ditinjau secara medis oleh dr. Muhammad Reza Kurniawan

Frequently Asked Question

Apa itu mimisan?
Mimisan atau epistaksis adalah kondisi ketika darah keluar dari salah satu atau kedua lubang hidung akibat pecahnya pembuluh darah kecil di dalam hidung. Mimisan terbagi menjadi epistaksis anterior yang umumnya lebih ringan dan posterior yang cenderung menyebabkan perdarahan lebih deras. 
Apa saja penyebab mimisan?
Mimisan dapat dipicu oleh udara kering, kebiasaan mengorek hidung, alergi, flu atau pilek, serta cedera pada hidung. Kondisi seperti tekanan darah tinggi, gangguan pembekuan darah, penggunaan obat pengencer darah, dan kelainan struktur hidung juga perlu diwaspadai. 
Bagaimana cara menghentikan mimisan dengan benar?
Duduk tegak dengan kepala sedikit menunduk, kemudian jepit bagian lunak hidung selama 10–15 menit sambil bernapas melalui mulut. Hindari berbaring atau memasukkan tisu ke dalam hidung, dan setelah perdarahan berhenti, hindari aktivitas berat serta mengorek atau meniup hidung selama beberapa hari. 
Kapan mimisan tergolong berbahaya?
Mimisan perlu mendapat penanganan medis jika berlangsung lebih dari 20–30 menit meski sudah ditangani dengan benar, darah keluar sangat banyak, menyebabkan pusing atau pingsan, terjadi setelah benturan keras, menimbulkan kesulitan bernapas, atau disertai gusi berdarah dan lebam tanpa sebab jelas. 
Kapan perlu memeriksakan mimisan ke dokter?
Konsultasikan ke dokter jika mimisan terjadi lebih dari sekali dalam seminggu, muncul saat menggunakan obat pengencer darah, atau selalu berasal dari lubang hidung yang sama dan disertai hidung tersumbat secara menetap.