Booking layanan Bumame tanpa antri. Klik disini.

Booking layanan Bumame tanpa antri. Klik disini.

Sakit Kepala Belakang
Kembali ke Artikel & Berita

Penyebab Sakit Kepala Belakang dan Cara Menanganinya

Bumame Editor

Begitu kepala bagian belakang terasa berat, banyak orang langsung menduga kolesterol sedang naik atau tekanan darah sedang tinggi. Dugaan itu sudah lama beredar di rumah, di grup pesan keluarga, dan di ruang kerja. Anda mungkin pernah mendengarnya dari orang tua sendiri.

Kenyataannya, penyebab yang paling sering ditemukan jauh lebih sederhana. Otot leher dan bahu yang menegang setelah berjam-jam di depan layar adalah pemicu utama nyeri di belakang kepala. Posisi menunduk, tidur yang kurang, dan beban pikiran ikut menambah tekanan pada kelompok otot yang sama. Keluhannya nyata dan mengganggu, tetapi sumbernya biasanya ada pada kebiasaan sehari-hari.


Penyebab Sakit Kepala Belakang

Nyeri di belakang kepala punya beberapa sumber yang berbeda. Mengenali polanya membantu Anda memilih penanganan yang sesuai.

1. Sakit kepala tegang

Sakit kepala tegang, atau tension-type headache, adalah nyeri yang muncul karena otot kepala dan leher menegang. Rasanya seperti ada ikatan yang mengencang di sekeliling kepala, kadang menjalar sampai tengkuk dan bahu. Nyerinya tumpul dan menetap, dengan intensitas ringan sampai sedang. Pemicunya biasanya stres, posisi duduk yang lama tanpa jeda, dan kelelahan. Banyak orang merasakannya pada sore hari setelah rapat beruntun atau menyetir jarak jauh. Keluhan ini bisa datang sesekali, bisa juga muncul hampir setiap hari pada orang yang pekerjaannya menuntut duduk lama.

2. Sakit kepala servikogenik

Sakit kepala servikogenik adalah nyeri kepala yang sumbernya berasal dari masalah di leher, misalnya sendi, otot, atau saraf di sekitar tulang leher. Nyeri biasanya mulai dari leher lalu menjalar ke belakang kepala, sering pada satu sisi saja. Ciri khasnya, keluhan memburuk saat leher digerakkan atau ditahan lama dalam satu posisi. Pengguna laptop dan ponsel yang menunduk berjam-jam sering mengalami keluhan jenis ini. Leher yang kaku pada pagi hari dan rasa pegal yang menetap di satu sisi tengkuk adalah petunjuk tambahan.

3. Neuralgia oksipital

Neuralgia oksipital adalah gangguan pada saraf kulit kepala bagian belakang yang teriritasi atau tertekan. Nyerinya tajam dan mendadak, sering digambarkan seperti tersetrum atau tertusuk, menjalar dari tengkuk ke arah belakang kepala. Kulit kepala bisa terasa perih saat disentuh, saat rambut disisir, atau saat kepala bersandar pada permukaan yang keras. Serangannya singkat dan berulang, sehingga polanya berbeda dari sakit kepala tegang yang cenderung menetap seharian.

4. Migrain

Sebagian orang mengalami migrain yang terasa di bagian belakang kepala. Nyerinya berdenyut, sering disertai mual, muntah, atau rasa tidak nyaman terhadap cahaya terang dan suara keras. Satu serangan bisa berlangsung beberapa jam sampai beberapa hari. Pemicunya beragam, mulai dari kurang tidur, telat makan, perubahan hormon, sampai perjalanan panjang. Migrain cenderung berulang dengan pola yang mirip setiap kali muncul.

5. Kurang tidur dan kelelahan

Tidur yang kurang membuat otot tidak sempat pulih dan menurunkan ambang nyeri tubuh. Kepala terasa berat begitu bangun, terutama di bagian tengkuk. Orang dewasa umumnya butuh tujuh sampai sembilan jam tidur setiap malam. Menjaga jam tidur normal membantu otot leher pulih dan mengurangi frekuensi keluhan. Kelelahan fisik setelah lembur berhari-hari punya efek yang serupa, apalagi jika disertai asupan cairan yang kurang. Pola tidur yang berantakan pada akhir pekan juga sering meninggalkan kepala berat pada hari Senin.

6. Postur dan ergonomi kerja

Layar laptop yang terlalu rendah memaksa leher menunduk sepanjang hari. Kebiasaan ini punya julukan text neck, yaitu posisi kepala yang terus condong ke depan saat menatap layar. Semakin jauh kepala maju ke depan, semakin besar beban yang ditanggung otot leher belakang. Kursi tanpa sandaran punggung yang memadai memperparah keadaan. Bantal yang terlalu tinggi atau terlalu keras juga membuat leher menekuk semalaman, sehingga pagi hari kepala belakang terasa kaku.

Benarkah Sakit Kepala Belakang Tanda Kolesterol atau Darah Tinggi?

Pertanyaan ini muncul hampir setiap kali seseorang mengeluh nyeri di tengkuk. Jawabannya perlu disampaikan apa adanya.

Kolesterol tinggi umumnya berjalan tanpa gejala apa pun, termasuk tanpa sakit kepala. Penumpukan kolesterol di dinding pembuluh darah berlangsung diam-diam selama bertahun-tahun dan baru terasa ketika sudah muncul komplikasi. Karena itu, nyeri di belakang kepala tidak bisa dipakai sebagai penanda kadar kolesterol. Hal yang sama berlaku untuk risiko kolesterol tinggi pada jantung dan pembuluh darah, yang berkembang tanpa sinyal yang bisa dirasakan sendiri.

Tekanan darah tinggi atau hipertensi juga jarang menimbulkan sakit kepala. Banyak orang hidup bertahun-tahun dengan tekanan darah di atas batas normal sambil merasa baik-baik saja. Sakit kepala baru muncul ketika tekanan naik sangat tinggi dalam waktu singkat, kondisi yang disebut krisis hipertensi dan membutuhkan penanganan medis segera. Di luar situasi itu, tekanan darah tinggi berjalan tanpa keluhan yang khas.

Ada konsekuensi praktis dari dua fakta tersebut. Kepala yang terasa nyaman bukan jaminan bahwa kolesterol dan tekanan darah Anda berada dalam batas aman. Keduanya hanya bisa diketahui lewat pengukuran, yaitu tes darah untuk profil kolesterol dan tensimeter untuk tekanan darah. Rasa di kepala bukan alat ukur. Pemeriksaan berkala tetap diperlukan meskipun Anda merasa sehat, terutama bagi Anda yang berusia di atas tiga puluh tahun atau punya riwayat keluarga dengan penyakit jantung.


Tanda Bahaya Sakit Kepala yang Perlu Diwaspadai

Sebagian kecil sakit kepala memerlukan penanganan cepat. Tabel berikut merangkum gejala yang perlu Anda kenali beserta langkah yang sebaiknya diambil. Gunakan tabel ini sebagai panduan cepat ketika keluhan terasa berbeda dari biasanya, baik dari sisi kecepatan munculnya maupun gejala lain yang menyertai.

Gejala

Yang perlu dilakukan

 

Sakit kepala mendadak dan sangat hebat, terasa seperti tersambar

Segera ke IGD

Sakit kepala disertai lemah pada satu sisi badan atau bicara pelo

Segera ke IGD

Sakit kepala disertai demam tinggi dan leher kaku

Segera ke IGD

Sakit kepala yang muncul setelah cedera kepala

Periksakan segera ke dokter

Sakit kepala yang makin sering dan makin berat dari waktu ke waktu

Jadwalkan konsultasi dengan dokter

Sakit kepala disertai gangguan penglihatan

Jadwalkan konsultasi dengan dokter

Sebagian besar sakit kepala belakang tidak berbahaya dan mereda dengan istirahat serta perbaikan postur. Tabel di atas membantu Anda mengenali pengecualian yang jarang terjadi, sehingga Anda tahu kapan harus bertindak cepat.

Cara Meredakan Sakit Kepala Belakang

Sebagian besar keluhan mereda dengan langkah sederhana yang bisa Anda lakukan sendiri di rumah atau di kantor.

  • Kompres hangat pada leher dan bahu selama sepuluh sampai lima belas menit untuk melemaskan otot yang menegang.

  • Peregangan leher ringan setiap satu jam sekali saat bekerja, cukup dengan menoleh perlahan ke kiri dan kanan serta menurunkan dagu ke arah dada.

  • Atur tinggi layar sejajar dengan mata dan letakkan ponsel lebih tinggi saat mengetik lama.

  • Perbaiki posisi tidur dan pilih bantal dengan ketinggian yang menjaga leher tetap sejajar dengan tulang belakang.

  • Kelola stres lewat jalan kaki singkat, latihan pernapasan, atau jeda kerja yang terjadwal.

  • Cukupi asupan air putih sepanjang hari, karena kurang cairan sering memicu kepala terasa berat.

  • Obat pereda nyeri yang dijual bebas bisa membantu jika digunakan sesuai aturan pakai pada kemasan.

Satu catatan penting soal obat. Penggunaan obat pereda nyeri yang terlalu sering justru bisa memicu sakit kepala berulang, kondisi yang dikenal sebagai rebound headache atau sakit kepala akibat pemakaian obat berlebihan. Batasi pemakaiannya dan bicarakan dengan dokter jika Anda merasa perlu minum obat hampir setiap hari. Mencatat kapan keluhan muncul dan apa yang Anda lakukan sebelumnya juga membantu dokter menemukan pemicunya.

Kapan Harus Konsultasi ke Dokter?

Ada beberapa situasi yang sebaiknya Anda bawa ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

  • Sakit kepala muncul lebih dari dua kali seminggu selama beberapa minggu berturut-turut.

  • Keluhan mengganggu pekerjaan, konsentrasi, atau kualitas tidur Anda.

  • Anda membutuhkan obat pereda nyeri hampir setiap hari untuk bisa beraktivitas.

  • Muncul salah satu tanda bahaya dari tabel di atas.

Sakit Kepala Sering Kambuh? Kenali Kondisi Tubuh Anda Lewat MCU

Kembali ke pertanyaan soal kolesterol dan tekanan darah. Karena keduanya berjalan tanpa gejala, sakit kepala tidak bisa dijadikan alat ukur untuk menilai kondisi tubuh. Kadar kolesterol, gula darah, dan tekanan darah hanya diketahui angkanya lewat pemeriksaan. Sakit kepala yang sering kambuh adalah alasan yang baik untuk memeriksa kondisi tubuh secara menyeluruh, sekaligus memastikan hal-hal yang tidak bergejala tetap terpantau.

Paket MCU Plus Bumame mencakup pemeriksaan dasar tersebut, mulai dari profil kolesterol, gula darah, sampai tekanan darah, dalam satu rangkaian pemeriksaan. Hasilnya memberi Anda angka yang jelas untuk dibawa ke konsultasi dokter, sekaligus titik awal untuk membandingkan kondisi tubuh pada pemeriksaan berikutnya. Jika ragu paket mana yang sesuai, konsultasi gratis dengan CS Bumame tersedia sebelum pemeriksaan.

Dengarkan Tubuh, Perbaiki Kebiasaan Kecil

Sakit kepala belakang sering menjadi cara tubuh mengingatkan Anda soal postur, jam tidur, dan beban kerja. Perbaikan kecil yang konsisten, seperti menaikkan layar dan meregangkan leher setiap jam, biasanya sudah terasa hasilnya dalam beberapa minggu. Untuk hal-hal yang tidak bisa dirasakan, pemeriksaan berkala melengkapi apa yang tubuh sampaikan.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec.Apa penyebab sakit kepala bagian belakang? Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

Referensi

  • Mayo Clinic Staff. Tension headache. Retrieved 2 September 2026 from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/tension-headache/symptoms-causes/syc-20353977

  • Cleveland Clinic. Headaches. Retrieved 2 September 2026 from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/9639-headaches

  • NHS. Headaches. Retrieved 2 September 2026 from https://www.nhs.uk/conditions/headaches/

  • Djavaherian, D. M., & Guthmiller, K. B. Occipital Neuralgia. StatPearls. Retrieved 2 September 2026 from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK538281/

  • American Heart Association. What are the symptoms of high blood pressure? Retrieved 2 September 2026 from https://www.heart.org/en/health-topics/high-blood-pressure/why-high-blood-pressure-is-a-silent-killer/what-are-the-symptoms-of-high-blood-pressure

Ditinjau secara medis oleh dr. Reycha Nabila

Frequently Asked Question

Apa penyebab sakit kepala bagian belakang?

Penyebab yang paling sering ditemukan adalah sakit kepala tegang, yaitu nyeri akibat otot kepala dan leher yang menegang. Penyebab lain meliputi sakit kepala servikogenik yang berasal dari masalah leher, neuralgia oksipital, migrain, kurang tidur, serta postur kerja yang membuat leher menunduk lama.


Apakah sakit kepala belakang tanda kolesterol tinggi?
Tidak. Kolesterol tinggi umumnya berjalan tanpa gejala apa pun, termasuk tanpa sakit kepala. Kadarnya hanya bisa diketahui lewat tes darah, sehingga kepala yang terasa nyaman bukan jaminan kolesterol Anda dalam batas aman.
Bagaimana cara menghilangkan sakit kepala belakang?
Kompres hangat pada leher dan bahu, peregangan leher ringan setiap jam, mengatur tinggi layar sejajar mata, memperbaiki posisi tidur dan bantal, mengelola stres, serta mencukupi asupan air putih. Obat pereda nyeri yang dijual bebas bisa membantu jika digunakan sesuai aturan pakai dan tidak terlalu sering.
Kapan sakit kepala belakang perlu diperiksa dokter?
Ketika keluhan muncul lebih dari dua kali seminggu selama beberapa minggu, mengganggu pekerjaan atau tidur, membuat Anda butuh obat pereda nyeri hampir setiap hari, atau disertai tanda bahaya seperti nyeri mendadak yang sangat hebat, lemah sebelah badan, demam tinggi dengan leher kaku, dan gangguan penglihatan.
Apakah sakit kepala belakang berbahaya?
Sebagian besar tidak berbahaya dan mereda dengan istirahat serta perbaikan postur. Yang perlu Anda kenali adalah tanda bahayanya, karena kelompok kecil kasus ini membutuhkan penanganan cepat.