Pernah melihat hasil cek darah dan bingung dengan deretan istilah dan angkanya? Salah satu yang sering kali membuat penasaran adalah hasil neutrofil. Parameter ini memang jarang dikenal, namun memiliki peran besar pada kekebalan tubuh. Maka dari itu, mari pelajari pengertian dan diagnosisnya agar tahu kadar normalnya!
Apa itu Neutrofil?
Neutrofil (neutrophils) merupakan sejenis sel darah putih (leukosit) yang menjadi garis pertahanan pertama tubuh. Sel ini bertugas untuk melawan infeksi bakteri juga jamur. Pembuatannya terjadi di sumsum tulang belakang, berkelana dengan darah, dan pergerakannya untuk menelan dan menghancurkan kuman.
Neutrophils sendiri termasuk golongan granulosit. Artinya, di dalamnya terdapat butiran enzim pembasmi mikroorganisme. Pada orang dewasa, jumlah umumnya sekitar 40-60% dari total darah putih di blood differential test.
Jika menggunakan perhitungan ANC (Absolute Neutrophil Count), rentang normalnya sekitar 2.500-2.700 sel per mikroliter darah, namun bisa sedikit berbeda antar laboratorium. Kelainan yang berkaitan dengan sel ini adalah jumlahnya yang terlalu sedikit atau terlalu banyak.
Gejala dan Tanda-tanda Peringatan
Uniknya, perubahan jumlah sel sendiri jarang meninggalkan gejala. Hal yang lebih terasa adalah gejala dari masalah di baliknya.
Jika Neutrofil Rendah (Neutropenia)
Neutropenia ringan sering kali terjadi tanpa gejala dan banyak orang baru menyadari setelah melakukan tes darah. Gejala yang Anda rasakan lebih sering adalah infeksi penyakit yang mudah datang atau tidak sembuh-sembuh. Tanda yang perlu perhatian, antara lain.
Demam, menggigil, atau keringat berlebihan.
Sakit tenggorokan, sariawan, atau luka di mulut yang tak kunjung sembuh.
Batuk baru atau batuk yang makin parah, mudah sesak napas, serta hidung tersumbat dan nyeri sinus yang memburuk.
Nyeri atau sensasi rasa terbakar ketika buang air kecil.
Diare yang berkepanjangan atau berdarah.
Kemerahan, bengkak, nyeri, nanah, atau cairan dari luka, bekas suntikan, atau kateter IV.
Ruam kulit baru atau melepuh.
Ada satu hal yang sering mengecoh. Pada neutropenia berat, luka yang terinfeksi malah tidak sampai bernanah, tapi demam bisa muncul. Demam itulah harus Anda perhatikan.
Kondisi ini disebut febrile neutropenia dan perlu bantuan medis. Gejala lain yang bisa menyertai adalah kelelahan berat, kelenjar getah bening yang membengkak, dan nyeri atau bengkak di satu area tubuh saja.
Jika Neutrofil Tinggi (Neutrofilia)
Sama seperti neutropenia, neutrofilia juga tidak bergejala. Hal yang terasa adalah gejala penyebabnya, seperti demam dan nyeri saat infeksi, nyeri sendi pada penyakit autoimun, atau sesak napas pada penyakit paru.
Pada infeksi bakteri, mungkin muncul demam, degup jantung cepat, nyeri di area infeksi, lemas, dan tidak enak badan secara umum. Waspadai juga tanda yang butuh penanganan serius.
Tekanan darah rendah.
Demam tinggi atau suhu tubuh sangat rendah.
Perut kaku dan nyeri sangat berat atau nyeri tekan.
Tubuh yang sangat lemah.
Semua ini bisa menandakan infeksi berat atau sepsis. Apabila jumlahnya sangat tinggi, misalnya sampai 100.000 sel/mikroliter, dokter akan menyarankan konsultasi hematologi demi menghindari kemungkinan gangguan darah.
Penyebab dan Faktor Risiko
Mengapa angka neutrofil bisa naik turun? Jawabannya cukup beragam, dan sering kali tidak seseram yang Anda pikirkan. Mari kita bedah bersama lewat uraian berikut.
Penyebab Neutropenia
Infeksi virus, karena respons imun sedang teralihkan atau sumsum tulang terganggu sesaat.
Kemoterapi atau radioterapi.
Obat-obatan.
Gangguan autoimun.
Kekurangan gizi.
Pembesaran limpa.
Sebagian orang terlahir dengan kondisi neutrofil rendah.
Kehamilan.
Penyebab Neutrofilia
Penyebab yang paling umum dari kondisi ini adalah infeksi bakteri. Jadi, tubuh memproduksi dan melepas lebih banyak sel darah putih untuk melawan kumannya. Beberapa pemicu ini juga termasuk.
Peradangan akut sampai kronis
Stres fisik atau emosional. Termasuk kejang, perubahan suhu, olahraga berat, trauma, luka bakar, dan masa pemulihan pascaoperasi. Kenaikannya biasanya sementara.
Kerusakan jaringan. Misal: cedera, operasi, atau serangan jantung (pemicu peradangan).
Obat-obatan.
Splenektomi atau gangguan fungsi di limpa.
Kehamilan.
Kelainan darah (mieloproliferatif).
Kanker padat tertentu.
Merokok atau obesitas.
Orang yang berisiko sebenarnya sangat berkaitan dengan penyebab, misalnya orang yang sedang menjalani kemoterapi, memiliki kanker, punya penyakit autoimun atau radang kronis. Begitu juga gaya hidup orang yang memiliki stres kronis atau beraktivitas fisik berat menjelang cek darah (tes saat tubuh memperbaiki jaringan).
Diagnosis dan Tes
Bagaimana cara dokter memastikan angka sel darah? Langkah pertama yang pasti adalah mengambil sampel darah. Pemeriksaan utamanya adalah perhitungan darah lengkap. Caranya dengan mengukur sel darah merah, sel darah putih, trombosit, hemoglobin, dan hematokrit.
Untuk melihat komposisi sel darah putih saja, dokter akan menggunakan diferensial yang menunjukkan persentase leukosit sekaligus mendeteksi sel yang abnormal atau belum matang. Jumlah neutrofil pun bisa berubah-ubah setiap hari. Jika di tes hasilnya rendah, mungkin akan dilakukan tes ulang. Jadi belum tentu neutropenia menetap.
Dokter juga bisa meminta apus darah tepi (peripheral blood smear), yang akan memeriksa darah di bawah mikroskop. Gunanya untuk melihat bentuk dan kematangan sel. Tes ini juga menyingkirkan kekeliruan akibat trombosit menggumpal atau kesalahan teknis saat pengambilan sampel.
Jika terdeteksi neutrofilia berat, menetap, atau ada kelainan darah lain, dokter akan memberi rujukan. Ekspektasi tujuan rujukan antara lain dokter penyakit dalam atau hematologi.
Sebagai pilihan, Anda bisa melakukan pemeriksaan Absolute Neutrophil Count di Bumame. Tujuannya untuk menghitung jumlah absolut neutrophil. Sehingga tenaga kesehatan bisa membaca apakah ada infeksi, kelainan, atau gangguan tertentu pada sel darah.
Pilihan Pengobatan atau Opsi Perawatan
Perlu Anda pahami bahwa, dokter secara umum jarang mengobati angka perhitungan sel darah semata. Tujuan pengobatan adalah untuk mengatasi penyebab naik-turunnya angka tersebut.
Bila Neutropenia (Rendah)
Neutropenia akibat infeksi virus seringkali pulih sendiri setelah infeksinya sembuh. Bila penyebabnya obat, maka dokter yang akan memutuskan untuk mengurangi dosis, mengganti obat, atau menghentikan obat jika risikonya tidak sebanding dengan manfaatnya.
Pada pasien kemoterapi, penanganannya berada di pertimbangan dokter onkologi. Bila neutropenia berat dengan demam, dokter umumnya menganggap ada infeksi dan memberikan antibiotik. Kalau kasus beratnya dan berulang, mungkin perlu perawatan di rumah sakit.
Bila Neutrofilia (Tinggi)
Kuncinya sama, apabila akibat infeksi, pengobatan untuk mengatasi infeksi tersebut. Bila peradangan, kuncinya juga mengendalikan penyakit yang membuat peradangan. Bila penyebabnya obat, maka dokter yang akan menyesuaikan konsumsi obat.
Terapi mungkin diperlukan jika ada kelainan darah dan disesuaikan oleh dokter hematologi. Pada reaksi leukemoid atau jumlah sel darah putih yang sangat tinggi, penanganan bisa bersifat darurat untuk mencegah gangguan pembekuan darah dan organ, dan harus dilakukan di fasilitas kesehatan.
Soal suplemen, jangan langsung tergoda. Vitamin atau mineral hanya perlu jika dokter menemukan kekurangan tertentu saja. Minum suplemen sembarangan bahkan bisa menunda penanganan bila tidak tepat.
Strategi Pencegahan
Kita tidak selalu bisa mengendalikan angka neutrofil, tetapi kita bisa mengurangi peluang infeksinya. Terutama bila angkanya sedang rendah. Kebiasaan berikut sangat membantu.
Rajin cuci tangan dengan sabun dan air mengalir.
Jaga jarak dengan orang sakit.
Jaga kebersihan makanan dan minuman.
Rawat luka dengan baik.
Jaga kesehatan mulut.
Batasi paparan kuman dari hewan peliharaan.
Mematuhi jadwal kontrol darah.
Vaksinasi juga tetap penting.
Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?
Tidak semua perubahan angka neutrofil berarti darurat, tetapi ada situasi yang perlu mendapat evaluasi. Misalnya, bila ada neutropenia lalu demam 38°C atau lebih, menggigil, berkeringat, atau merasa lemah. Perhatikan juga bila muncul sesak napas, nyeri dada, muncul kebingungan, pingsan, hingga muntah yang terus menerus.
Jangan Panik dengan Angka Neutrofil, Pahami Dulu Maknanya!
Angka neutrofil memang hanya satu bagian dari gambaran kesehatan, tetapi memahaminya membuat hasil cek darah tak lagi menakutkan. Perhatikan gejala, jaga kebersihan, dan jangan ragu berkonsultasi dengan dokter bila ada yang terasa janggal.
Pastikan juga Anda mendapatkan pemeriksaan atau tes yang sesuai dan kredibel seperti layanan di Bumame. Sehingga, Anda bisa mengambil langkah awal yang tepat untuk menjaga kesehatan tubuh.
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240
Referensi
MedlinePlus — Low White Blood Cell Count and Cancer
Tahir, N., & Zahra, F. — Neutrophilia. StatPearls
Mayo Clinic Staff — Neutropenia
Dale, D. C. — Neutropenia. Merck Manual Professional Edition
Cleveland Clinic — Neutropenia: What It Is, Types, Symptoms & Causes
Min, K. I., & Byeon, S. — Diagnosis and Management of Neutropenia. Blood Research
Ditinjau secara medis oleh dr. Muhammad Reza Kurniawan
Frequently Asked Question
Apa itu neutrofil?
Neutrofil adalah jenis sel darah putih yang menjadi pertahanan awal tubuh untuk melawan infeksi bakteri dan jamur.
Apa penyebab neutrofil tinggi?
Neutrofil tinggi atau neutrofilia dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, peradangan, stres fisik atau emosional, kerusakan jaringan, obat-obatan, merokok, obesitas, dan kelainan darah tertentu.
Apa penyebab neutrofil rendah?
Neutrofil rendah atau neutropenia dapat dipicu oleh infeksi virus, kemoterapi atau radioterapi, obat-obatan, gangguan autoimun, kekurangan gizi, pembesaran limpa, dan kanker yang mengenai sumsum tulang.
Bagaimana cara mengetahui kadar neutrofil?
Kadar neutrofil dapat diketahui melalui pemeriksaan darah lengkap dan hitung jenis leukosit. Dokter juga dapat menyarankan pemeriksaan hitung neutrofil absolut atau apus darah tepi sesuai kebutuhan.
Kapan kadar neutrofil perlu diperiksakan ke dokter?
Segera cari pertolongan medis jika neutrofil rendah disertai demam 38°C atau lebih, menggigil, atau kelemahan berat. Sesak napas, nyeri dada, kebingungan, maupun pingsan juga memerlukan evaluasi segera.
