Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Asam Amino adalah: Jenis, Manfaat untuk Tubuh, dan Sumbernya
Kembali ke Artikel & Berita

Asam Amino adalah: Jenis, Manfaat untuk Tubuh, dan Sumbernya

SBAOthers

Saat menjalani aktivitas, tubuh membutuhkan asupan protein harian untuk menjaga massa otot, memperbaiki jaringan, dan mendukung metabolisme. Tapi, tahukah Anda bahwa manfaat protein bergantung pada komponen penyusunnya? Asam amino adalah bagian penting yang membantu tubuh menjalankan berbagai fungsi vital.

Apa Itu Asam Amino?

Melansir MedlinePlus, asam amino adalah senyawa yang berfungsi sebagai bahan dasar pembentuk protein dalam tubuh. Saat Anda mengonsumsi makanan berprotein, sistem pencernaan akan memecah protein menjadi asam amino agar tubuh bisa menyerap dan menggunakannya.

Secara sederhana, asam amino dapat diibaratkan sebagai bahan penyusun yang dirangkai menjadi protein. Tubuh menggunakan protein tersebut untuk membentuk dan memperbaiki berbagai jaringan, seperti kulit, otot, rambut, serta organ tubuh. Selain itu, asam amino berperan dalam metabolisme tubuh.

Tubuh membutuhkan berbagai jenis asam amino yang masing-masing memiliki fungsi berbeda. Sebagian asam amino bisa diproduksi sendiri oleh tubuh, sedangkan sebagian lainnya harus diperoleh dari makanan.

Jenis Asam Amino

Berdasarkan kebutuhan tubuh, asam amino umumnya terbagi menjadi tiga kategori, yaitu asam amino esensial, non-esensial, dan kondisional. Berikut ini penjelasannya.

1. Asam Amino Esensial

Asam amino esensial adalah jenis asam amino yang tidak bisa diproduksi oleh tubuh dalam jumlah yang cukup, sehingga harus didapatkan melalui makanan. Ada sembilan jenis yang dibutuhkan manusia, di antaranya adalah sebagai berikut.

  • Histidin: Membantu pembentukan protein dan mendukung berbagai proses biologis dalam tubuh.

  • Isoleusin: Mendukung fungsi otot dan membantu tubuh menghasilkan serta menggunakan energi.

  • Leusin: Merangsang proses sintesis protein otot, atau proses pembentukan protein baru yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan pemulihan otot.

  • Lisin: Berperan dalam pembentukan protein serta mendukung pertumbuhan dan perbaikan jaringan tubuh.

  • Metionin: Mengandung sulfur dan terlibat dalam berbagai reaksi metabolisme yang mendukung fungsi tubuh.

  • Fenilalanin: Menjadi bahan dasar pembentukan tirosin, yaitu asam amino yang digunakan tubuh untuk menghasilkan sejumlah senyawa penting.

  • Treonin: Membantu pembentukan protein struktural dan mendukung fungsi lapisan pelindung saluran pencernaan.

  • Triptofan: Berfungsi sebagai bahan pembentuk serotonin, salah satu hormon “bahagia” yang berperan dalam mengatur suasana hati dan siklus tidur.

  • Valin: Mendukung metabolisme otot dan membantu menyediakan energi, terutama ketika tubuh melakukan aktivitas fisik.

Anda dapat memenuhi kebutuhan asam amino esensial dengan mengonsumsi berbagai makanan yang mengandung protein tinggi, seperti ikan, telur, daging, susu, dan kedelai. Anda juga bisa mengombinasikan berbagai sumber protein nabati, seperti kacang-kacangan dan biji-bijian, untuk membantu memenuhi kebutuhan asam amino.

2. Asam Amino Non-Esensial

Asam amino non-esensial adalah asam amino yang bisa diproduksi sendiri oleh tubuh, sehingga Anda tidak harus mendapatkannya sepenuhnya dari makanan. Istilah “nonesensial” bukan berarti asam amino tidak penting, melainkan menunjukkan bahwa tubuh mampu membentuknya secara alami.

Beberapa contoh asam amino non-esensial beserta fungsinya adalah sebagai berikut.

  • Asparagine: Membantu pembentukan protein dan mendukung metabolisme nitrogen dalam tubuh.

  • Alanin: Berperan dalam proses metabolisme energi, terutama dalam proses pengolahan asam amino dan glukosa.

  • Asam aspartat: Membantu menjalankan berbagai reaksi metabolisme yang dibutuhkan oleh tubuh.

  • Asam glutamat: Berperan dalam metabolisme serta membantu mengirimkan sinyal antarsel saraf.

  • Serin: Mendukung pembentukan protein dan berbagai komponen penting yang dibutuhkan oleh sel.

Meskipun tubuh dapat memproduksi asam amino non-esensial sendiri, asupan gizi yang seimbang tetap diperlukan untuk mendukung proses pembentukannya. Kecukupan protein, vitamin, mineral, dan zat gizi lainnya membantu tubuh menjalankan metabolisme secara optimal.

3. Asam Amino Esensial Kondisional

Asam amino esensial kondisional adalah jenis asam amino terakhir yang umumnya bisa diproduksi oleh tubuh. Namun, dalam kondisi tertentu, seperti cedera, penyakit berat, atau stres fisiologis, tubuh mungkin tidak mampu memenuhi kebutuhannya dalam jumlah yang cukup. Beberapa contoh asam amino esensial kondisional adalah:

  • Arginin: Membantu tubuh memproduksi oksida nitrat, yaitu senyawa yang berperan dalam melebarkan pembuluh darah dan mengatur aliran darah.

  • Sistein: Mengandung sulfur dan berperan dalam pembentukan protein serta glutathione, yaitu senyawa antioksidan yang membantu melindungi sel dari kerusakan akibat stres oksidatif.

  • Glutamine: Berperan dalam metabolisme nitrogen dan menjadi sumber energi bagi sejumlah sel, termasuk sel-sel sistem kekebalan tubuh.

  • Glisin: Membantu pembentukan kolagen, yaitu protein utama yang menyusun jaringan ikat, kulit, tulang, dan tulang rawan.

  • Tirosin: Digunakan tubuh untuk memproduksi berbagai senyawa penting, termasuk katekolamin dan hormon tiroid yang berperan dalam fungsi saraf serta pengaturan metabolisme.

Pengelompokan asam amino bisa berbeda bergantung pada usia, kondisi fisiologis, dan referensi ilmiah yang digunakan. Oleh karena itu, kebutuhan tambahan asam amino perlu dinilai berdasarkan kondisi masing-masing individu, bukan dengan menganggap bahwa setiap orang membutuhkan asupan tambahan yang sama.

Fungsi dan Manfaat Asam Amino untuk Tubuh

Asam amino tidak hanya berperan dalam pembentukan otot, tetapi juga mendukung berbagai fungsi penting tubuh. Zat ini menjadi bahan dasar pembentuk protein yang dibutuhkan untuk pertumbuhan, perbaikan jaringan, serta pemeliharaan fungsi organ. Berikut adalah beberapa fungsi dan manfaat asam amino untuk tubuh.

  • Membangun dan memperbaiki jaringan: Tubuh menggunakan asam amino untuk membentuk protein yang mendukung pertumbuhan serta perbaikan otot dan jaringan lainnya.

  • Mendukung pembentukan enzim: Asam amino membantu membentuk enzim, yaitu protein yang mempercepat reaksi kimia dalam tubuh, termasuk proses metabolisme dan pencernaan.

  • Membantu produksi hormon dan zat pembawa pesan: Tubuh menggunakan beberapa jenis asam amino sebagai bahan dasar untuk menghasilkan hormon dan senyawa yang membantu mengatur berbagai fungsi tubuh.

  • Mendukung sistem kekebalan tubuh: Asam amino adalah senyawa yang diperlukan untuk membentuk protein, termasuk antibodi, yang membantu tubuh mengenali dan melawan zat asing penyebab penyakit.

  • Mendukung pemulihan setelah aktivitas fisik: Setelah berolahraga, tubuh memanfaatkan asam amino untuk memperbaiki jaringan otot yang mengalami kerusakan akibat aktivitas fisik.

  • Mendukung metabolisme dan menyediakan energi: Tubuh bisa menggunakannya sebagai sumber energi ketika diperlukan, meskipun fungsi utama asam amino adalah membentuk protein dan mendukung berbagai proses biologis.

Makanan Tinggi Asam Amino

Umumnya, asam amino didapatkan dari makanan yang memiliki kandungan protein. Setelah dicerna, protein tersebut akan dipecah menjadi asam amino yang selanjutnya digunakan oleh tubuh. Adapun sumber protein dari hewan adalah:

  • Ikan, seperti ikan tuna, kembung, dan salmon;

  • Telur, yang menyediakan protein dengan 9 asam amino esensial;

  • Daging sapi dan daging ayam; serta

  • Yoghurt, susu, dan produk olahan susu.

Sementara sumber protein dari golongan nabati adalah:

  • Kacang hijau, kacang merah, dan lentil;

  • Tahu dan tempe yang terbuat dari kedelai;

  • Almond, kacang tanah, dan biji-bijian; serta

  • Kacang polong dan produk kedelai lainnya.

Umumnya, protein hewani menyediakan kesembilan asam amino esensial dalam jumlah yang memadai. Sementara itu, sumber protein nabati juga bisa memenuhi kebutuhan asam amino lewat variasi makanan dan kombinasi sumber protein sepanjang hari.

Anda sebaiknya tidak bergantung pada satu jenis makanan saja. Menerapkan pola makan beragam yang mengandung sayuran, protein, buah, dan sumber karbohidrat bisa membantu memenuhi kebutuhan gizi secara keseluruhan.

Apakah Asam Amino Bisa Didapatkan dari Suplemen?

Tenang saja, asam amino juga tersedia dalam bentuk suplemen, baik sebagai asam amino tunggal maupun campuran. Beberapa produk ditujukan untuk pemenuhan kebutuhan nutrisi tertentu, termasuk pada kondisi medis maupun kebutuhan olahraga tertentu.

Akan tetapi, suplemen tidak selalu dibutuhkan sebagai pilihan utama. Banyak orang bisa memenuhi kebutuhan asam amino lewat makanan yang mengandung protein. Sebaiknya penggunaan protein mempertimbangkan aktivitas, pola makan, kondisi kesehatan, dan tujuan penggunaannya.

Apa yang Terjadi Jika Tubuh Kekurangan Asam Amino?

Kekurangan asam amino terjadi saat asupan protein tidak tercukupi atau tubuh mengalami masalah dalam menyerap, mencerna, atau memetabolisme zat gizi. Dampaknya memang bergantung pada tingkat kekurangan, keadaan kesehatan yang Anda alami, dan lamanya kondisi berlangsung.

Beberapa tanda yang muncul saat asupan protein dan energi tidak memadai adalah:

  • Massa otot berkurang;

  • Tubuh mudah lelah dan lemah;

  • Pertumbuhan anak terganggu;

  • Luka memerlukan waktu lama untuk pulih;

  • Berat badan turun tanpa direncanakan; serta

  • Kulit dan rambut berubah karena kekurangan gizi.

Kenali Kesehatan Metabolik dengan MCU Metabolisme Tubuh

Menjaga asupan protein dan asam amino adalah bagian penting dalam menerapkan pola hidup sehat. Akan tetapi, kebutuhan nutrisi juga berhubungan dengan kondisi organ yang memiliki peran dalam mengolah zat gizi, seperti pankreas, hati, dan ginjal.

Untuk mendapatkan gambaran terkait kesehatan metabolik, Anda bisa mempertimbangkan MCU Metabolisme Tubuh dari Bumame. Paket kesehatan yang berfokus pada beberapa aspek metabolisme, termasuk fungsi hati, enzim pankreas, profil lipid, pemantauan gula darah, dan lemak darah.

Meski begitu, pemeriksaan ini tidak secara langsung digunakan untuk mengukur semua kadar asam amino di dalam tubuh. Ketika dokter mencurigai adanya gangguan metabolisme protein tertentu, Anda mungkin memerlukan pemeriksaan khusus sesuai kondisi kesehatan.

Penuhi Kebutuhan Asam Amino dengan Pola Makan Seimbang

Asam amino adalah komponen penting yang berperan dalam membentuk protein, menjalankan berbagai proses biologis, dan memperbaiki jaringan. Anda bisa mendapatkan sebagian asam amino dari makanan dan sebagian lainnya bisa diproduksi sendiri oleh tubuh sesuai kebutuhan.

Cara sederhana untuk memenuhi kebutuhan asam amino adalah dengan mengonsumsi sumber protein yang beragam, seperti ikan, telur, tahu, tempe, susu, dan kacang-kacangan. Suplemen tidak selalu dibutuhkan, khususnya ketika kebutuhan nutrisi telah terpenuhi lewat pola makan.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi

  1. MedlinePlus, U.S. National Library of Medicine — Amino Acids

  2. Nordic Council of Ministers — Protein – A Scoping Review for Nordic Nutrition Recommendations 2023

  3. Hou, Y., Yin, Y., & Wu, G. — Dietary Essentiality of “Nutritionally Non-Essential Amino Acids” for Animals and Humans

  4. U.S. Department of Agriculture — Protein Foods

  5. MedlinePlus, U.S. National Library of Medicine — Protein in Diet

  6. World Health Organization (WHO) — Malnutrition

  7. MedlinePlus Genetics, U.S. National Library of Medicine — Phenylketonuria

  8. National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK) — Your Kidneys and How They Work

Ditinjau secara medis oleh dr. Muhammad Reza Kurniawan

Frequently Asked Question

Apa yang dimaksud dengan asam amino?

Asam amino adalah senyawa penyusun protein yang membantu pertumbuhan, perbaikan jaringan, pembentukan enzim, serta berbagai proses metabolisme tubuh.

Apa saja jenis asam amino?

Asam amino terbagi menjadi tiga kelompok, yaitu asam amino esensial, non-esensial, dan esensial kondisional, berdasarkan kemampuan tubuh memproduksinya.

Apa saja makanan yang tinggi asam amino?

Sumber asam amino meliputi ikan, telur, daging, susu, yoghurt, tahu, tempe, kacang-kacangan, lentil, dan biji-bijian.

Apakah suplemen asam amino wajib dikonsumsi?

Tidak. Banyak orang dapat memenuhi kebutuhan asam amino melalui makanan berprotein. Suplemen dapat dipertimbangkan sesuai kebutuhan, aktivitas, dan kondisi kesehatan.

Apa tanda tubuh kekurangan asam amino?

Asupan protein dan energi yang tidak memadai dapat berkaitan dengan berkurangnya massa otot, mudah lelah, pertumbuhan anak terganggu, luka lambat pulih, dan penurunan berat badan tanpa direncanakan.