Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Paget's Disease: Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya
Kembali ke Artikel & Berita

Paget's Disease: Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya

SBATips Kesehatan

Nyeri tulang yang terjadi berulang sering kali dianggap sebagai keluhan karena kelelahan setelah melakukan aktivitas berat. Padahal, ini bisa jadi tanda Paget's disease, yaitu gangguan yang menyebabkan proses pembentukan dan penghancuran jaringan tulang berlangsung tidak normal sehingga tulang menjadi lebih rapuh dan sering nyeri.

Lalu apa penyebabnya? Bagaimana cara mengatasinya? Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang gangguan ini mulai dari gejala, faktor risiko, cara diagnosis, hingga pilihan pengobatan yang bisa Anda jadikan panduan untuk menghadapinya dan menjaga kesehatan tulang secara menyeluruh. 

Apa itu Paget's Disease?

Paget’s disease of bone atau penyakit Paget pada tulang, yang juga dikenal sebagai osteitis deformans, merupakan penyakit kronis yang bisa mengganggu proses pembentukan dan pergantian tulang, sehingga membuat tulang lama dihancurkan terlalu cepat dan digantikan dengan tulang baru yang berbentuk tidak beraturan. 

Hasilnya, tulang menjadi sangat rapuh, mudah patah, nyeri, dan mudah berubah bentuk. Penyakit ini paling sering menyerang tulang panggul, tulang belakang, tengkorak, hingga tulang kaki.

Gejala Paget's Disease yang Perlu Diwaspadai

Umumnya, pada tahap awal, penyakit Paget sering kali tidak memunculkan gejala. Namun, jika sudah lebih parah, penyakit Paget bisa menimbulkan gejala seperti:

  • Nyeri tulang, akibat dari peningkatan aktivitas pembentukan dan penghancuran tulang yang membuat struktur tulang dan aliran darah berubah.

  • Mudah mengalami patah tulang, karena tulang baru yang terbentuk punya susunan jaringan yang tidak normal sehingga kekuatannya menjadi berkurang.

  • Bentuk tulang yang berubah dengan cepat seperti tungkai yang melengkung atau kaki berbentuk O, akibat dari pertumbuhan tulang yang abnormal dan kekuatan tulang yang melemah saat menopang berat badan.

  • Kesemutan atau mati rasa, akibat dari tulang yang membesar atau berubah bentuk yang bisa menekan saraf di sekitarnya.

  • Sakit kepala, terutama jika tulang tengkorak yang terdampak.

  • Gangguan pendengaran, umumnya terjadi jika gangguan ini berada di tulang tengkorak karena perubahan tulang ini bisa memengaruhi struktur telinga atau jalur saraf pendengaran. 

  • Mudah jatuh atau ada masalah keseimbangan saat berjalan, karena adanya perubahan bentuk tulang tungkai, nyeri, kelemahan, atau gangguan saraf.

Penyebab Paget's Disease dan Faktor Risikonya

Sebenarnya belum diketahui pasti penyebab dari gangguan ini. Namun, diduga bisa berkaitan dengan kombinasi antara faktor genetik dan lingkungan yang mengganggu proses pembentukan tulang. Untuk lebih jelasnya, berikut uraian penyebabnya. 

  • Faktor genetik atau adanya variasi gen tertentu, terutama SQSTM1, karena bisa memengaruhi aktivitas osteoklas (sel yang bertugas merombak dan menyerap jaringan tulang lama) dan meningkatkan risiko penyakit Paget. 

  • Faktor lingkungan, seperti terpapar zat kimia tertentu karena bisa memicu stres oksidatif dan respons peradangan sistemik, yang kemudian bisa memengaruhi sel-sel tubuh, termasuk sel pengatur jaringan tulang.

  • Mengalami infeksi virus, seperti Virus campak dan respiratory syncytial virus (RSV) karena bisa menginfeksi sel-sel sumsum tulang dan menjadi cikal bakal pembentukan sel perombak tulang atau osteoklas.

Selain itu, beberapa faktor juga bisa meningkatkan risiko Paget's disease, yaitu:

  • Usia lanjut, karena proses perombakan dan pembentukan tulang mengalami gangguan seiring bertambahnya umur. 

  • Ada riwayat keluarga dengan penyakit Paget.

Cara Diagnosis Paget's Disease

Untuk mendiagnosis penyakit ini, biasanya dokter akan mulai dengan mengevaluasi gejala dan riwayat kesehatan, untuk selanjutnya melakukan cek fisik, dan pemeriksaan penunjang lainnya. Adapun pemeriksaan tersebut seperti:

  • Tes darah, biasanya dilakukan untuk mengukur kadar alkaline phosphatase (ALP), yaitu enzim yang berperan dalam proses pembentukan tulang. Kadar ALP yang tinggi bisa menunjukkan adanya aktivitas pembentukan tulang yang berlebihan, seperti pada Paget's disease.

  • Rontgen tulang, dilakukan dengan tujuan untuk melihat perubahan khas di struktur tulang, seperti penebalan, pembesaran, serta perubahan kepadatan tulang.

  • Bone scan, dilakukan dengan menggunakan zat radioaktif dalam jumlah kecil untuk mendeteksi lokasi dan luas tulang yang terdampak dari penyakit Paget, terutama jika ada kecurigaan penyakit sudah mengenai beberapa bagian tulang.

  • Cek fungsi hati dan vitamin D, biasanya dilakukan untuk mengetahui penyebab peningkatan ALP atau membedakan Paget's disease dari gangguan mineralisasi tulang lainnya, seperti osteomalasia.

  • CT scan atau MRI, dilakukan untuk memperoleh gambaran tentang tulang dan jaringan di sekitarnya secara lebih terperinci.

  • Biopsi tulang, dilakukan dengan mengambil sampel jaringan tulang untuk kemudian dicek di laboratorium. Namun, pemeriksaan ini hanya dilakukan jika hasil sebelumnya belum meyakinkan.

Bagaimana Paget's Disease Ditangani?

Umumnya, proses penanganan penyakit Paget disesuaikan dengan gejala, aktivitas penyakit, lokasi tulang yang terdampak, dan risiko komplikasi. Beberapa penanganan yang biasanya dilakukan seperti:

  • Konsumsi obat-obatan seperti bifosfonat, karena bisa menghambat aktivitas osteoklas, sehingga proses perombakan tulang yang berlebihan dapat dikendalikan dan nyeri berkurang.

  • Konsumsi obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), seperti ibuprofen atau naproksen, untuk membantu meredakan nyeri tulang dan nyeri sendi yang berkaitan dengan penyakit Paget.

  • Melakukan operasi, biasanya dilakukan jika sudah ada komplikasi seperti patah tulang, kelainan bentuk tulang yang berat, kerusakan sendi, atau tekanan pada saraf. 

  • Fisioterapi, dilakukan melalui latihan gerak dan penguatan otot sesuai kondisi pasien, sehingga dapat membantu mempertahankan mobilitas, meningkatkan kekuatan otot, dan mengurangi kekakuan sendi akibat dari gangguan ini. 

  • Menggunakan alat bantu seperti tongkat atau penyangga, terutama jika penyakit sudah menyebabkan kesulitan berjalan atau gangguan keseimbangan. 

  • Memperbanyak asupan vitamin D dan kalsium, yang bisa diperoleh dari makanan sehari-hari seperti susu, yogurt, keju, dan ikan.

Apakah Paget's Disease Bisa Dicegah?

Hingga saat ini, belum ada cara yang terbukti bisa mencegah penyakit Paget.  Tapi, Anda tetap bisa menjaga kesehatan tulang dan mengurangi risiko patah tulang dengan beberapa langkah berikut:

  • Penuhi kebutuhan kalsium dan vitamin D dengan makan makanan bergizi seimbang untuk membantu menjaga kekuatan tulang.

  • Lakukan olahraga secara teratur dengan jenis dan intensitas yang sesuai dengan kondisi tubuh untuk mempertahankan kekuatan otot, keseimbangan, dan mobilitas tubuh.  

  • Jaga berat badan tetap ideal untuk membantu mengurangi beban berlebihan pada sendi ataupun tulang.

  • Cegah risiko jatuh dengan menggunakan alas kaki yang aman, memastikan pencahayaan rumah memadai, dan memasang pegangan di area yang licin, seperti kamar mandi.

  • Lakukan cek kesehatan segera jika mengalami gejala yang mencurigakan, seperti nyeri tulang menetap, perubahan bentuk tulang, atau gangguan gerak, serta punya riwayat keluarga dengan penyakit Paget.

Kapan Sebaiknya Berkonsultasi dengan Dokter?

Konsultasi ke dokter sebaiknya dilakukan jika sudah mengalami nyeri tulang yang menetap lebih dari 2–3 minggu atau semakin memburuk, perubahan bentuk tulang atau postur tubuh, hingga gangguan berjalan tanpa sebab yang jelas. 

Jika benar gejala tadi mengarah ke penyakit Paget, perubahan tersebut terjadi karena proses pembentukan ulang tulang yang tidak terkendali, sehingga tulang menjadi lebih besar, lebih rapuh, atau berubah bentuk.

Memeriksakan ke fasilitas kesehatan juga dianjurkan bila hasil tes darah menunjukkan kadar enzim ALP tinggi, terlebih ,bila disertai keluhan tulang. Kadar ALP yang meningkat dapat menjadi salah satu petunjuk adanya aktivitas pembentukan tulang yang tidak normal, meskipun pemeriksaan lanjutan tetap diperlukan untuk memastikan penyebabnya.

Apalagi jika mengalami patah tulang, nyeri hebat, hingga kelemahan otot yang berat, sebaiknya segera cari tenaga medis karena ini termasuk tanda komplikasi atau gangguan serius.

Pantau Kesehatan Tulang dengan Cek Kadar Vitamin D

Paget's disease of bone adalah gangguan pembaruan jaringan tulang yang bisa membuat tulang menjadi lebih rapuh, mudah berubah bentuk, dan bahkan patah. Untuk itulah, jika Anda mulai merasakan gejala gangguan ini, sebaiknya langsung cek ke dokter atau melakukan cek kesehatan seperti dengan cek vitamin D 25-OH Total di Bumame. 

Ini adalah pengecekan kadar vitamin D total di tubuh sehingga Anda bisa tahu apakah ada risiko gangguan pada tulang. Selain itu, hasil pengecekannya juga bisa diterima dalam 1x24 jam sehingga Anda pun bisa mengambil langkah penanganan yang lebih cepat jika ada masalah. Hubungi Bumame, untuk booking layanan!

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi:

  1. Contemporary Clinical Dentistry — Paget disease of bone: A classic case report

  2. RS Pondok Indah — Waspada Penyakit Paget, Bisa Menyebabkan Kanker Tulang

  3. RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro — Mengenal Penyakit Paget

  4. Healthdirect Australia — Paget's disease of bone

  5. News Medical — Causes of Paget’s disease of the bone

  6. Paget’s Association — Who develops Paget’s disease?

  7. The Royal Australian College of General Practitioners (RACGP) — Paget disease of bone – an update

  8. York Rehab Clinic — Paget’s Disease of Bone (Osteitis Deformans)

  9. Yashoda Hospitals — Penyebab, Gejala, Komplikasi, Pencegahan, Diagnosis dan Pengobatan

  10. Mandjur — Paget’s Disease

Ditinjau secara medis oleh dr. Talitha Amalia

Frequently Asked Question

Apa perbedaan gejala Paget's disease dan kanker tulang?

Paget's disease umumnya menyebabkan nyeri dan perubahan bentuk tulang secara bertahap, sedangkan kanker tulang dapat menimbulkan nyeri yang semakin parah, benjolan, hingga pembengkakan. Gejala keduanya dapat tumpang tindih, sehingga pemeriksaan medis diperlukan untuk menentukan penyebabnya.

Apakah Paget's disease bisa sembuh total?

Belum ada pengobatan yang dapat menghilangkan Paget's disease sepenuhnya. Namun, pengobatan seperti bifosfonat dapat membantu mengendalikan aktivitas penyakit dan mengurangi gejala. Penanganan disesuaikan dengan kondisi tulang, tingkat aktivitas penyakit, dan risiko komplikasi.

Apakah Paget's disease selalu menimbulkan nyeri?

Tidak. Sebagian penderita Paget's disease tidak mengalami gejala pada tahap awal. Jika penyakit berkembang dan memengaruhi struktur tulang, gejala yang dapat muncul meliputi nyeri tulang, perubahan bentuk tulang, gangguan berjalan, atau peningkatan risiko patah tulang.

Berapa biaya tes vitamin D?

Menurut artikel, pemeriksaan vitamin D 25-OH Total di Bumame mulai dari Rp350.000. Biaya dapat berbeda tergantung fasilitas kesehatan, jenis pemeriksaan, dan paket yang dipilih. Pemeriksaan vitamin D dapat membantu mengevaluasi status vitamin D, tetapi tidak dapat digunakan sendirian untuk mendiagnosis Paget's disease.

Apakah penderita Paget's disease boleh berolahraga?

Penderita Paget's disease umumnya tetap dapat berolahraga, tetapi jenis dan intensitas aktivitas perlu disesuaikan dengan kondisi tulang serta risiko patah tulang. Dokter atau fisioterapis dapat membantu menentukan aktivitas yang sesuai untuk menjaga kekuatan otot, keseimbangan, dan mobilitas.