Hampir semua orang punya tahi lalat di tubuhnya, baik di wajah, lengan, maupun punggung. Karena tidak menimbulkan rasa sakit, kebanyakan dari kita membiarkannya begitu saja dan jarang memerhatikannya.
Namun, masih jarang orang yang tahu mengapa bintik kecil ini bisa muncul di kulit. Alasannya adalah bahwa sebagian besar bintik ini memang tidak berbahaya dan hanyalah bagian alami dari kulit.
Meski hampir semua bintik ini tidak berbahaya, ada kalanya munculnya bintik ini menandakan kondisi kesehatan tertentu di tubuh. Oleh karena itu, Anda perlu tahu kapan bintik ini tidak berbahaya atau menjadi penanda masalah kesehatan.
Apa Itu Tahi Lalat?
Tahi lalat adalah pertumbuhan bintik pada kulit yang terbentuk dari kumpulan sel penghasil pigmen. Dalam istilah medis, bintik ini dikenal dengan nama nevus atau nevi apabila jumlahnya banyak.
Warna bintik ini bisa cokelat, hitam, atau sewarna kulit, dan bisa muncul sendiri maupun berkelompok. Pigmen inilah yang membuat bintik ini tampak lebih gelap dibandingkan dengan kulit di sekitarnya. Pada sebagian orang, bintik ini bahkan bisa tumbuh di lapisan selaput lendir tubuh mereka.
Sebagian besar tahi lalat muncul pada masa kanak-kanak dan 20 tahun pertama kehidupan seseorang. Kebanyakan orang dewasa memiliki sekitar 10 hingga 40 bintik ini di tubuh mereka.
Seiring berjalannya waktu, tahi lalat bisa menjadi terlihat lebih menonjol atau justru memudar perlahan sampai hilang. Perubahan yang perlahan seperti ini pada umumnya adalah hal yang wajar dan tidak berbahaya.
Tahi lalat bisa muncul di hampir semua bagian tubuh, termasuk area yang jarang terlihat. Sebagian bahkan bisa tumbuh di kulit kepala, telapak tangan, atau telapak kaki. Bahkan, ada juga rambut halus yang tumbuh di atas bintiknya dalam beberapa kasus tertentu.
Jenis Tahi Lalat dan Gejalanya
Kemunculan tahi lalat di kulit bisa terbagi menjadi jenis, yaitu normal dan yang mencurigakan. Pada jenis yang normal biasanya berbentuk bulat atau oval dengan tepi yang jelas.
Warnanya juga cenderung merata dan ukurannya umumnya kecil, yaitu di bawah 6 mm. Kemudian, bentuknya bisa datar atau menonjol dan tidak mudah berubah dalam waktu singkat.
Untuk membantu mengenali tahi lalat yang berpotensi berbahaya, dunia medis menggunakan panduan sederhana bernama ABCDE. Dengan panduan ini, siapa saja bisa mengetahui ciri-ciri tahi lalat yang patut mereka waspadai sebagai gejala masalah kesehatan.
Pemeriksaan ABCDE mencakup:
A (Asymmetry): periksa apakah bentuk tahi lalat asimetris.
B (Border): perhatikan apakah tepinya tidak rata, kabur, atau tidak teratur.
C (Color): amati apakah warnanya tidak merata atau berbeda-beda dalam satu tahi lalat.
D (Diameter): periksa apakah ukurannya lebih dari 6 mm.
E (Evolving): perhatikan apakah bentuk, ukuran, warna, atau kondisinya berubah seiring waktu.
Saat menyadari munculnya bintik baru di tubuh, perlu diingat bahwa tidak semua bercak gelap di kulit bersifat berbahaya. Itu karena beberapa bercak bisa muncul karena sebab lain, misalnya bintik merah pada kulit setelah demam.
Penyebab dan Faktor Risikonya
Tahi lalat terbentuk ketika sel penghasil pigmen berkumpul di satu titik dan bukan menyebar merata. Paparan sinar matahari berlebihan menjadi salah satu faktor yang paling sering memengaruhinya.
Warna bintik ini bisa kemudian lebih menggelap saat terkena sinar matahari, saat hamil, atau saat pubertas. Faktor keturunan juga berperan, terutama pada orang yang punya banyak bintik di keluarganya.
Sebagian tahi lalat membutuhkan perhatian lebih dibandingkan yang lain karena ciri-cirinya. Misalnya, tahi lalat bawaan sejak lahir yang berukuran besar memiliki risiko gangguan kesehatan yang sedikit lebih tinggi.
Tahi lalat atipikal yang bentuknya tidak beraturan juga sering berkaitan dengan risiko gangguan kesehatan tertentu. Selain bentuk, orang dengan banyak tahi lalat atau beberapa yang berjenis atipikal perlu lebih memerhatikan kesehatan kulitnya.
Riwayat keluarga dengan kanker kulit (melanoma) juga menjadi faktor yang meningkatkan kewaspadaan. Namun, adanya faktor risiko tidak berarti pasti ada kanker kulit, sehingga siapa pun tetap perlu memeriksakan kulitnya jika diperlukan.
Orang dengan warna kulit cerah pada umumnya termasuk orang yang berisiko mengalami melanoma. Namun, orang dengan warna kulit lebih gelap cenderung lebih sering mengalami melanoma tingkat lanjut yang lebih sulit penanganannya.
Diagnosis dan Pemeriksaan
Ketika melakukan pemeriksaan tahi lalat, dokter kulit yang berpengalaman biasanya akan memulai dengan pengamatan langsung. Dokter akan menilai bentuk, warna, ukuran, dan perubahan yang terjadi pada bintik itu. Jika muncul bintik yang mencurigakan, dokter bisa menyarankan pemeriksaan lebih lanjut.
Anda juga bisa melakukan pemeriksaan mandiri di rumah setiap bulan untuk memantau perubahan sejak dini. Saat pemeriksaan mandiri, Anda bisa menggunakan panduan ABCDE sebagai acuan sederhana. Memotret bintik tersebut dari waktu ke waktu juga membantu Anda melihat ada atau tidaknya perubahan yang drastis.
Jika Anda menemukan bintik yang mencurigakan, sebaiknya jangan tunda untuk berkonsultasi dengan dokter kulit. Semakin cepat dokter melakukan pemeriksaan, semakin cepat dokter bisa menangani bintik tersebut jika ternyata Anda mengalami gangguan kesehatan tertentu.
Dokter mungkin akan perlu mengambil sampel jaringan kulit untuk pemeriksaan laboratorium dalam beberapa kasus tertentu. Pemeriksaan ini penting untuk mengetahui apakah bintik itu tidak berbahaya atau perlu perhatian khusus.
Apabila telah muncul bintik yang mencurigakan di kulit Anda, pertimbangkan untuk menggunakan layanan MCU Skin Panel Core dari Bumame. Layanan ini adalah gabungan dari 6 jenis tes untuk memeriksa faktor alergi, hormon, metabolik, dan nutrisi yang berkaitan dengan kulit Anda.
Karena kesehatan kulit berkaitan dengan kesehatan organ dalam, layanan ini bertujuan untuk memeriksa fungsi organ vital seperti jantung dan hati. Selain itu, layanan ini juga bisa memeriksa rata-rata gula darah Anda selama 2-3 bulan terakhir dan kadar gula darah setelah puasa.
Anda bisa mendapatkan layanan ini baik di rumah atau di salah satu klinik Bumame tergantung kesanggupan waktu Anda. Begitu selesai, Anda bisa mendapatkan hasilnya dalam waktu lebih dari 1x24 jam.
Penanganan Tahi Lalat
Sebagian besar tahi lalat tidak memerlukan pengobatan apa pun karena memang tidak berbahaya. Dokter biasanya hanya menyarankan pemantauan untuk bintik yang terlihat normal dan stabil. Saat bintik itu sudah terlihat mencurigakan, dokter bisa mengangkatnya untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Meskipun banyak produk pengangkat tahi lalat dijual bebas, sebaiknya hindari penggunaannya tanpa konsultasi dokter. Cara ini berisiko menyebabkan infeksi dan dapat menutupi masalah kesehatan yang lebih serius.
Alasan estetika biasanya memang sering jadi pendorong mengapa produk tersebut banyak beredar. Walaupun sah-sah saja untuk menghilangkan bintik tersebut, Anda perlu melakukannya sesuai konsultasi dokter terlebih dahulu.
Cara Mencegah Tahi Lalat
Walaupun tidak selalu bisa mencegah munculnya tahi lalat, Anda bisa menurunkan risiko munculnya bintik tersebut yang bermasalah.
Cara pertama adalah melindungi kulit dari paparan sinar matahari berlebihan. Gunakan tabir surya, pakaian pelindung, dan hindari paparan matahari secara langsung saat tengah hari. Kebiasaan ini membantu menjaga kulit tetap sehat sekaligus menurunkan risiko kerusakan kulit.
Merawat kulit dengan baik juga membantu Anda lebih peka terhadap perubahan apa pun yang muncul. Selain itu, memeriksa kulit secara rutin juga bisa membantu Anda mengenali bintik yang baru atau yang berubah.
Anda juga bisa membiasakan diri untuk memeriksa kulit secara mandiri di depan cermin setiap bulan. Perhatikan area yang jarang terlihat, seperti punggung, dengan bantuan cermin atau orang lain.
Kapan Harus ke Dokter?
Sebaiknya temui dokter jika tahi lalat mengalami perubahan warna, ukuran, atau bentuk secara jelas. Bintik yang berdarah, gatal, atau terasa nyeri juga perlu segera diperiksa.
Munculnya bintik baru setelah usia 30 tahun juga butuh pemeriksaan. Luka pada kulit yang tidak kunjung sembuh juga menjadi tanda adanya gangguan kesehatan yang perlu Anda waspadai.
Pemeriksaan lebih awal bisa membantu dokter memastikan kondisi bintik itu dengan lebih cepat dan melakukan deteksi dini terhadap berbagai keluhan pada tubuh. Sementara itu, orang dengan riwayat kanker kulit dalam keluarga sebaiknya perlu memeriksakan kulitnya secara berkala.
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240
Referensi:
Cleveland Clinic — Moles
National Cancer Institute — Common Moles, Dysplastic Nevi, and Risk of Melanoma
Cleveland Clinic — ABCDEs of Melanoma: Skin Self-Exam
MedlinePlus, U.S. National Library of Medicine — Moles
Centers for Disease Control and Prevention — Skin Cancer Prevention
Ditinjau secara medis oleh dr. Talitha Amalia
Frequently Asked Question
Apakah tahi lalat berbahaya?
Sebagian besar tahi lalat tidak berbahaya. Namun, tahi lalat yang mengalami perubahan bentuk, ukuran, atau warna, serta yang berdarah, gatal, atau terasa nyeri, perlu diperiksa dokter untuk memastikan kondisinya.
Tahi lalat normal seperti apa?
Tahi lalat normal umumnya berbentuk bulat atau oval, memiliki tepi yang jelas, berwarna relatif merata, dan berukuran kurang dari 6 mm. Bentuknya bisa datar atau menonjol dan biasanya tidak banyak berubah dalam waktu singkat.
Apakah tahi lalat bisa hilang?
Ya, sebagian tahi lalat dapat memudar secara perlahan seiring waktu. Jika ingin menghilangkannya, konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu agar metode yang digunakan aman dan kondisi tahi lalat dapat dinilai. Hindari penggunaan produk penghilang tahi lalat tanpa arahan dokter karena berisiko menyebabkan infeksi.
Kapan perlu mewaspadai tahi lalat?
Waspadai tahi lalat yang bentuk, warna, atau ukurannya berubah, memiliki tepi tidak beraturan, menunjukkan beberapa warna, atau mengalami perdarahan, gatal, dan nyeri. Panduan ABCDE dapat membantu mengenali tanda yang perlu diperiksa dokter kulit.
Bagaimana cara memantau tahi lalat di rumah?
Periksa kulit secara mandiri setiap bulan, termasuk area yang sulit terlihat seperti punggung, kulit kepala, telapak tangan, dan telapak kaki. Gunakan panduan ABCDE untuk memperhatikan perubahan bentuk, tepi, warna, diameter, dan kondisi tahi lalat dari waktu ke waktu. Temui dokter jika menemukan perubahan yang mencurigakan.
