Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Pemanasan Sebelum Lari: Gerakan, Durasi, dan Cara Memulai Lari dengan Nyaman
Kembali ke Artikel & Berita

Pemanasan Sebelum Lari: Gerakan, Durasi, dan Cara Memulai Lari dengan Nyaman

SBATips Kesehatan

Sepatu sudah terikat dan jam tangan siap merekam. Banyak orang lalu langsung berlari kencang dari depan pagar, atau hanya menyentuh ujung kaki beberapa detik sebelum berangkat. Kilometer pertama pun terasa berat, napas tersengal, dan betis seperti tertarik.

Menurut artikel Kemenkes tentang kesalahan saat lari pagi, memacu kecepatan sejak langkah pertama bisa membuat tekanan darah naik mendadak karena tubuh belum siap menerima beban. Sendi kaki pun lebih berisiko cedera.

Artikel ini membahas urutan pemanasan khusus untuk lari, gerakan dinamis yang bisa dicoba, durasinya, waktu yang tepat untuk peregangan statis, cara melewati kilometer pertama, dan tanda untuk berhenti lalu menemui dokter.

Apakah Pemanasan Sebelum Lari Benar-Benar Perlu?

Pemanasan membantu tubuh berpindah dari keadaan diam ke kerja yang lebih berat. Kemenkes menggambarkannya sebagai sinyal bagi jantung dan otot agar bangun perlahan dan siap beraktivitas. Saat otot digerakkan secara aktif, aliran darah meningkat dan suhu otot naik, sehingga otot menjadi lebih lentur. Ayo Sehat Kemenkes menambahkan, gerakan yang diulang dan melibatkan seluruh anggota tubuh membuat sendi, otot, dan tendon atau jaringan penghubung otot dengan tulang lebih lemas.

Pemanasan adalah satu bagian dari pencegahan cedera. Cedera otot dan sendi pada pelari juga dipicu beban latihan yang berlebihan, teknik lari yang kurang tepat, dan sepatu yang tidak sesuai. Contohnya tendonitis atau peradangan tendon, shin splints atau nyeri di sepanjang tulang kering, dan plantar fasciitis atau peradangan jaringan ikat di telapak kaki. Kemenkes menganjurkan pemanasan, pendinginan, serta teknik dan perlengkapan yang tepat untuk mencegahnya.

Gambaran umum tentang manfaat pemanasan sebelum olahraga juga berlaku di sini. Untuk lari, fokusnya ada pada pinggul, bokong, paha, betis, dan telapak kaki yang bekerja di setiap langkah. Persiapan ini membantu Anda menikmati manfaat lari untuk kesehatan lebih lama.

Berapa Menit Pemanasan yang Cukup?

Kemenkes menyarankan 5 sampai 10 menit pemanasan sebelum berlari, berupa jalan santai atau gerakan peregangan yang ringan. Rutinitas pemanasan dari NHS, layanan kesehatan nasional Inggris, berlangsung setidaknya 6 menit, dan durasinya boleh ditambah bila tubuh terasa membutuhkannya.

Sebelum sesi lari cepat atau lomba, beri waktu lebih panjang. Sebagai gambaran, panduan Kemenkes tentang cedera olahraga menyebut pemanasan untuk menyiapkan otot sebelum gerakan inti membutuhkan 15 sampai 20 menit. Cleveland Clinic juga mencatat bahwa gerakan dinamis saja mungkin belum cukup menyiapkan tubuh untuk aktivitas berintensitas tinggi. Masukkan waktu ini ke dalam persiapan lari maraton Anda.

Urutan Pemanasan Lari dalam Tiga Tahap

Urutan berikut bergerak dari gerakan ringan ke gerakan yang menyerupai lari:

  1. Naikkan denyut jantung perlahan. Mulailah dengan jalan santai atau jalan di tempat sekitar 3 menit sambil mengayunkan lengan. Napas dan denyut jantung akan naik sedikit demi sedikit.

  2. Gerakkan sendi dan otot yang dipakai berlari. Pilih beberapa gerakan dinamis di bawah ini dan ulangi masing-masing sesuai jumlah yang disarankan. Cleveland Clinic menjelaskan bahwa gerakan dinamis meniru pola gerak olahraga yang akan dilakukan, sehingga otot seperti berlatih lebih dulu.

  3. Mulai berlari dengan tempo pelan. Gunakan beberapa menit pertama untuk jogging ringan, lalu naikkan kecepatan secara bertahap. Cara ini menghindari lonjakan dari diam ke lari kencang, yang menurut Kemenkes bisa menaikkan tekanan darah secara tiba-tiba dan memicu cedera.

Gerakan Dinamis untuk Menyiapkan Kaki dan Pinggul

Gerakan dinamis menggerakkan sendi dan otot secara aktif dengan posisi yang terus berganti. Bila keseimbangan belum stabil, berpeganganlah pada dinding, pagar, atau tiang.

1. Jalan di Tempat dengan Ayunan Lengan

Berjalanlah di tempat sekitar 3 menit, lalu lanjutkan dengan melangkah maju dan mundur. Ayunkan lengan seirama langkah dengan siku menekuk dan kepalan tangan longgar.

2. Ayunan Kaki ke Depan dan Belakang

Tumpukan berat badan pada satu kaki, lalu ayunkan kaki yang lain ke depan dan ke belakang. Naikkan ayunan sedikit demi sedikit hingga sekitar 30 cm dari lantai, dan kencangkan otot bokong saat kaki terayun ke belakang. Lakukan 10 sampai 20 ayunan, lalu ganti kaki. Ayunan ke samping bisa ditambahkan untuk menggerakkan pinggul ke arah lain.

3. Putaran Pinggul

Angkat satu lutut ke depan, lalu putar lutut membentuk lingkaran dengan poros di sendi pinggul. Lakukan 8 sampai 10 putaran searah jarum jam, lalu 8 sampai 10 putaran ke arah sebaliknya, kemudian ulangi pada kaki yang lain. Gerakan ini membantu mengurangi rasa kaku di pinggul dan bokong sebelum berlari.

4. Angkat Lutut ke Arah Tangan

Berdiri tegak, lalu angkat lutut secara bergantian hingga menyentuh tangan yang berlawanan. NHS menyarankan sekitar 30 kali dalam 30 detik. Jaga perut tetap kencang, punggung lurus, dan lutut kaki tumpuan sedikit ditekuk.

5. Lunge sambil Berjalan

Berdirilah dengan kaki selebar pinggul, ambil satu langkah besar ke depan, lalu turunkan badan hingga kedua lutut menekuk dan lutut belakang melayang sedikit di atas tanah. Dorong kaki depan untuk melangkah ke lunge berikutnya. Gerakan ini meregangkan otot betis, paha belakang, dan paha depan. Bila lutut terasa nyeri saat menekuk, hentikan gerakan ini.

6. Jinjit dan Bertumpu pada Tumit Bergantian

Angkat kedua tumit hingga bertumpu pada ujung jari kaki dan tahan sejenak. Turunkan tumit, lalu langsung bertumpu pada tumit dengan jari kaki terangkat dan tahan sedetik. Ulangi gerakan bergulir ini 10 sampai 20 kali untuk menyiapkan betis dan telapak kaki. Betis yang tetap kencang setelah pemanasan perlu diperhatikan karena nyeri betis punya beragam penyebab.

Peregangan Statis Lebih Cocok Setelah Lari

Peregangan statis berarti meregangkan otot sejauh mungkin lalu menahan posisi itu, biasanya 30 sampai 90 detik, seperti membungkuk untuk menyentuh ujung kaki. Saat dilakukan sebelum olahraga, otot belum hangat. Cleveland Clinic mengutip penelitian yang menemukan satu kali peregangan statis bisa menurunkan kekuatan maksimal, tenaga, dan performa otot sesudahnya. Makin lama peregangan ditahan, makin besar pengaruhnya pada performa.

Bila Anda tetap ingin memakainya sebelum lari, jadikan bagian dari pemanasan dinamis yang lengkap dan tahan sekitar 15 sampai 30 detik saja. Waktu yang lebih cocok adalah setelah lari. Kemenkes menyarankan pendinginan dengan berjalan kaki 5 sampai 10 menit tanpa langsung duduk, lalu peregangan seluruh badan untuk membantu otot dan jantung kembali ke keadaan semula. Peregangan setelah lari juga membantu mencegah otot terasa kaku.

Biarkan Kilometer Pertama Berjalan Pelan

Tahap akhir pemanasan terjadi saat Anda mulai berlari. Kesalahan yang sering terjadi adalah langsung berlari kencang begitu keluar rumah. Ayo Sehat Kemenkes menyebut banyak pemula terlalu bersemangat sehingga berlari lebih jauh dari kemampuannya. Akibatnya, napas terasa tidak kuat, tubuh cepat lelah, dan kaki sakit.

Bagi pemula, metode walk and run atau selang-seling jalan kaki dan lari membantu intensitas awal tetap sesuai kemampuan tubuh. Posisi tubuh juga berpengaruh, jadi usahakan punggung tegak, bahu santai, dan mata memandang ke depan. Pemahaman tentang pace lari dan tips agar tidak cepat lelah saat berlari membantu Anda menjaga tempo tetap nyaman. Bila Anda baru mulai aktif bergerak, persiapan olahraga untuk pemula bisa menjadi titik awal.

Tanda untuk Berhenti dan Menemui Dokter

Hentikan pemanasan atau lari saat itu juga bila muncul nyeri atau tubuh terasa tidak enak. Setelah itu, perhatikan tanda berikut:

  • Keluhan di dada, sesak, atau pingsan. Dada yang nyeri atau tidak nyaman, jantung berdebar atau tidak teratur, napas sesak, badan lemas, sakit kepala, dan pingsan termasuk gejala yang perlu segera diperiksakan. Pergilah ke IGD saat itu juga bila nyeri dada datang tiba-tiba dan tidak hilang, menjalar ke lengan, leher, rahang, perut, atau punggung, atau disertai tubuh berkeringat, mual, kepala terasa ringan, atau sesak napas.

  • Nyeri otot yang disertai bengkak. Pada cedera olahraga, nyeri muncul saat serat otot atau tendon mulai robek, lalu bisa disertai bengkak, kemerahan, rasa panas, dan gerak yang terbatas. Pada pelari, strain atau cedera otot tertarik hingga robek sering mengenai hamstring, yaitu otot paha belakang. Salah satu prinsip utama penanganannya adalah RICE, yaitu mengistirahatkan bagian yang sakit, mengompresnya dengan es, membalutnya dengan tekanan, dan meninggikan posisinya. Periksakan diri bila keluhan tidak membaik atau kaki sulit menumpu.

  • Lutut yang nyeri atau terasa goyah. Nyeri lutut yang menetap perlu diperiksakan ke dokter. Lutut yang terasa goyah setelah terkilir juga perlu dinilai, karena robekan ligamen, termasuk cedera ACL, bisa membuat sendi tidak stabil.

Sebelum memulai program lari, mintalah saran dokter bila Anda ragu dengan tingkat kebugaran, memiliki kondisi kesehatan tertentu atau cedera, sedang tidak enak badan, baru menjalani operasi atau mengalami serangan jantung, sedang hamil, atau baru melahirkan.

Pemeriksaan Darah untuk Melengkapi Persiapan Berlari

Pemanasan menyiapkan otot dan sendi. Adapun kadar elektrolit, gula darah, profil lemak darah, dan kerja ginjal terbaca lewat tes darah. Bagi Anda yang mulai rutin berlari, Paket Pelari & Pesepeda dari Bumame mencakup pemeriksaan natrium, kalium, klorida, ureum, kreatinin, kolesterol HDL, kolesterol LDL, trigliserida, kolesterol total, dan glukosa puasa. Sebelum tes, Anda perlu berpuasa 8 sampai 12 jam dan tetap boleh minum air mineral. Tes bisa dilakukan secara Walk In atau Home Care.

Beri Tubuh Waktu Bersiap sebelum Langkah Pertama

Jalan beberapa menit, gerakkan pinggul dan kaki, lalu biarkan kilometer pertama berjalan pelan. Simpan peregangan statis untuk setelah lari, dan dengarkan sinyal tubuh setiap kali berlatih. Kebiasaan kecil ini membuat rutinitas lari lebih nyaman dijalani.

Untuk bertanya seputar pemeriksaan sebelum rutin berlari, hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi

  1. Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, Kementerian Kesehatan RI — Ketahui Kesalahan Apa Saja Saat Olahraga Lari Pagi

  2. Kementerian Kesehatan RI, Ayo Sehat — Memulai Berlari Bagi Pemula

  3. Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, Kementerian Kesehatan RI — Mencegah dan Mengatasi Cedera Olahraga

  4. Kementerian Kesehatan RI, Ayo Sehat — Cara Menjaga Kesehatan Jantung dengan Aktivitas Fisik

  5. NHS — How to Warm Up Before Exercising

  6. Cleveland Clinic — Dynamic vs. Static Stretching: Is One Better?

  7. Harvard Health Publishing — Try This: Warm-Up for Walking and Running

  8. NHS — Chest Pain

Ditinjau secara medis oleh dr. Andika Yusuf Ramadhan, M.Biomed

Frequently Asked Question

Berapa lama pemanasan sebelum lari sebaiknya dilakukan?

Kementerian Kesehatan menyarankan pemanasan selama 5–10 menit sebelum berlari. Untuk sesi lari cepat atau lomba, durasi dapat diperpanjang sesuai kebutuhan hingga tubuh terasa siap.

Gerakan pemanasan apa yang cocok sebelum lari?

Gerakan yang bisa dilakukan meliputi jalan di tempat, ayunan kaki, putaran pinggul, angkat lutut ke arah tangan, lunge sambil berjalan, serta jinjit dan bertumpu pada tumit secara bergantian. Lakukan setiap gerakan dengan pelan dan terkontrol.

Apakah boleh melakukan peregangan statis sebelum lari?

Peregangan statis boleh dilakukan secara singkat, sekitar 15–30 detik, sebagai bagian dari pemanasan dinamis yang lengkap. Peregangan statis berdurasi lebih lama lebih cocok dilakukan setelah lari.

Apakah jalan kaki sudah termasuk pemanasan sebelum lari?

Ya, jalan santai atau jalan di tempat merupakan tahap awal pemanasan. Setelah sekitar tiga menit, lanjutkan dengan gerakan dinamis untuk menyiapkan otot dan sendi, kemudian mulai berlari dengan tempo pelan.

Kapan nyeri saat pemanasan perlu diperiksakan ke dokter?

Hentikan pemanasan jika muncul nyeri. Periksakan diri bila nyeri tidak membaik, disertai bengkak, atau membuat kaki sulit menumpu. Nyeri dada yang menetap atau disertai sesak napas memerlukan pertolongan medis segera di IGD.