Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Penyakit Graves: Gejala dan Penyebabnya
Kembali ke Artikel & Berita

Mengenal Penyakit Graves: Gejala dan Penyebab

SBAOthers

Berat badan turun drastis padahal porsi makan tetap sama? Kondisi seperti ini bisa saja terjadi, terutama jika Anda sudah menjalani aktivitas fisik yang berat. Tapi, jika sebaliknya, dan disertai gejala seperti jantung berdebar serta tangan gemetar, ini bisa jadi tanda Anda mengalami penyakit Graves.

Grave's disease adalah gangguan autoimun yang membuat kelenjar tiroid memproduksi hormon tiroid secara berlebihan sehingga menimbulkan gejala-gejala tersebut. Lalu, bagaimana cara mengatasinya? Mari bahas secara lengkap,i mulai gejala, penyebab, hingga cara pengobatannya!

Apa Itu Penyakit Graves?

Penyakit Graves adalah penyakit autoimun yang bisa membuat kelenjar tiroid memproduksi hormon tiroid secara berlebihan, sehingga menimbulkan hipertiroidisme. 

Kondisi ini bisa terjadi karena sistem imun malah memproduksi antibodi yang akan merangsang kelenjar tiroid untuk bekerja lebih aktif dari normalnya. Tapi, selain berefek pada tiroid, penyakit ini juga bisa menyebabkan gangguan pada mata dan kulit.

Gejala Penyakit Graves

Gejala penyakit ini utamanya muncul akibat dari kelebihan hormon tiroid yang membuat berbagai proses tubuh berlangsung lebih cepat dari normalnya. Adapun gejala yang dimaksud antara lain:

  • Berat badan turun karena kadar hormon tiroid yang tinggi bisa meningkatkan metabolisme tubuh, sehingga kalori dan energi yang digunakan oleh tubuh lebih cepat, meskipun nafsu makan tetap.

  • Jantung berdebar, tangan sering gemetar, serta mudah gugup, cemas, dan tersinggung karena hormon tiroid yang meningkat bisa merangsang kerja jantung dan sistem saraf.

  • Sulit tidur, karena tubuh menjadi lebih aktif dan sulit rileks.

  • Mudah lelah, otot melemah, lebih mudah berkeringat, dan tidak tahan panas, karena kelebihan hormon tiroid bisa meningkatkan metabolisme dan produksi panas tubuh. 

  • Lebih sering buang air besar atau diare, karena kelebihan hormon tiroid bisa meningkatkan aktivitas saluran pencernaan.

  • Rambut menjadi menipis atau mudah rontok, akibat dari perubahan metabolisme dan siklus pertumbuhan rambut terganggu ketika hormon tiroid berlebihan.

  • Menstruasi menjadi tidak teratur atau bahkan lebih sedikit dari biasanya, karena kadar hormon tiroid yang terlalu berlebihan bisa mengganggu keseimbangan hormon reproduksi.

  • Leher tampak membesar atau timbul gondok, karena antibodi pada penyakit Graves bisa merangsang kelenjar tiroid untuk bekerja lebih aktif sehingga ukurannya pun menjadi lebih besar.

  • Mata tampak menonjol, kering, terasa berpasir, merah, bengkak, hingga lebih sensitif terhadap cahaya, yang bisa terjadi akibat dari adanya peradangan dan pembengkakan jaringan di sekitar mata jika penyakit ini menyerang mata.

  • Penglihatan kabur atau ganda serta mata terasa nyeri terutama saat pembengkakan jaringan di sekitar mata menjadi semakin berat.

  • Kulit di tulang kering menjadi tebal, kemerahan, atau terlihat bengkak, yang biasanya terjadi saat penyakit ini menyerang kulit.

Penyebab Penyakit Graves

Pada umumnya, penyakit ini terjadi karena gangguan autoimun yang mana sistem imun secara keliru memproduksi antibodi yang merangsang kelenjar tiroid untuk memproduksi hormon tiroid secara berlebihan. Penyebab pasti hal ini terjadi belum diketahui secara pasti, tapi risiko biasanya akan lebih tinggi pada orang dengan kondisi berikut.

  • Riwayat keluarga yang punya anggota keluarga dengan penyakit Graves atau penyakit autoimun lainnya, karena penyakit ini bisa diturunkan.

  • Punya penyakit autoimun lain, seperti diabetes tipe 1 atau vitiligo. Seseorang yang punya satu penyakit autoimun berisiko mengalami penyakit autoimun lainnya. 

  • Kehamilan atau masa setelah melahirkan, karena perubahan imun tubuh selama dan setelah hamil pada sebagian orang bisa berefek pada aktivitas penyakit autoimun. 

  • Menderita stres fisik atau emosional berat, kondisi ini bisa berefek pada respons sistem imun dan diduga menjadi salah satu pemicu munculnya penyakit autoimun.

  • Paparan iodium dalam jumlah tinggi, terutama pada orang yang sudah punya gangguan tiroid, karena iodium punya peranan penting dalam memproduksi hormon tiroid.

Apakah Penyakit Graves Bisa Sembuh?

Benarkah penyakit tiroid bisa sembuh? Secara umum, penyakit tiroid ini bisa dikendalikan dan bisa mengalami remisi, yaitu kondisi saat gejala dan kadar hormon tiroid menjadi normal kembali dalam jangka waktu tertentu tanpa pengobatan. 

Tapi, remisi tidak selalu berarti penyakit sudah hilang sepenuhnya, karena Graves bisa kambuh kembali pada sebagian orang. Artinya, tidak bisa sembuh total sehingga pengobatan dan pemeriksaan rutin sesuai anjuran dokter sangat disarankan.

Diagnosis Penyakit Graves dengan Tes Hormon Tiroid

Dalam mendiagnosis penyakit ini, tidak cukup hanya dengan melihat gejalanya, sebaliknya diperlukan pengecekan fisik dan beberapa pengecekan hormon tiroid melalui sampel darah. Berikut di antaranya.

  • Tes TSH (thyroid-stimulating hormone): Tujuannya untuk mengukur hormon yang diproduksi oleh kelenjar pituitari yang merangsang tiroid untuk memproduksi hormon T4 dan T3. 

Jika hasil pengukuran menunjukkan kadar TSH yang rendah bisa menunjukkan hipertiroidisme, tetapi belum bisa memastikan bahwa penyebabnya adalah Graves.

  • Pengecekan free T4 (FT4): Untuk mengukur hormon T4 yang tersedia dan akan digunakan oleh tubuh. Pada hipertiroidisme, kadar FT4 biasanya naik, sehingga jika jumlahnya tinggi, bisa berarti menderita penyakit Graves.

  • Tes T3: Mengukur kadar hormon T3 atau triiodotironin, yang biasanya dokter lakukan jika masih mencurigai hipertiroidisme meskipun kadar FT4 normal. Sebab, pada beberapa orang, kadar T3 bisa meningkat lebih dahulu.

  • Tes antibodi tiroid: Terutama TRAb atau TSI, yang umumnya dilakukan untuk memastikan bahwa hipertiroidisme disebabkan oleh Graves. Pasalnya, pada Graves, antibodi merangsang kelenjar tiroid untuk memproduksi hormon secara berlebihan.

Jika hasil tes darah tersebut belum cukup untuk menentukan penyebabnya, dokter biasanya akan melakukan pengecekan tambahan, seperti USG tiroid atau tes penyerapan iodium radioaktif. Tujuannya untuk benar-benar tahu apakah Anda terkena Graves atau tidak.

Pengobatan Penyakit Graves

Secara umum, cara pengobatan penyakit ini akan berbeda pada setiap orang dan ditentukan berdasarkan kondisi tiroid, usia, kondisi mata, adanya penyakit lain, serta rencana kehamilan. Namun, Graves biasanya diobati dengan cara berikut.

  • Pemberian obat antitiroid, seperti methimazole, untuk mengurangi produksi hormon tiroid. Bisa diberikan selama sekitar 12-18 bulan atau lebih, tergantung respons terhadap pengobatan. 

  • Pemberian obat beta-blocker, yaitu obat yang bisa mengurangi efek hormon tiroid berlebih pada jantung dan sistem saraf. Obat ini biasanya digunakan pada penderita yang mengalami gejala seperti jantung berdebar, denyut jantung cepat, tangan gemetar, dan rasa cemas.

  • Terapi radioiodine, umumnya dengan memberikan iodium radioaktif untuk merusak sel tiroid yang terlalu aktif. 

  • Operasi tiroidektomi, yaitu pengangkatan sebagian besar atau seluruh kelenjar tiroid. Pada umumnya, dilakukan jika penderita sudah mengalami hipertiroidisme berat atau gondok berukuran besar.

  • Mengatur pola makan, dengan memperbanyak makanan bergizi seimbang yang menyediakan protein, kalori, kalsium, vitamin D, dan zat gizi lainnya. Tujuannya untuk memenuhi kebutuhan tubuh yang meningkat akibat dari metabolisme yang menjadi lebih aktif. 

  • Hindari konsumsi yodium secara berlebihan, terutama dari suplemen atau produk dengan yodium tinggi. Sebab, yodium bisa merangsang produksi hormon tiroid dan memperburuk hipertiroidisme pada kondisi tertentu.

  • Batasi kafein, terutama jika mengalami jantung berdebar, tangan gemetar, cemas, atau sulit tidur, karena ini bisa memperburuk gejala tersebut.

  • Kurangi merokok dan asap rokok, terutama jika Anda mengalami gejala penyakit mata Graves, sebab bisa memperburuk gangguan mata yang dialami.

  • Menjaga waktu istirahat dan mengelola stres, misalnya dengan tidur yang cukup, melakukan aktivitas yang sesuai kemampuan, dan menggunakan teknik relaksasi. Langkah ini memang tidak mengobati, tetapi dapat membantu mengurangi keluhan seperti kelelahan, sulit tidur, dan rasa cemas.

  • Cek kesehatan secara rutin untuk memonitoring kadar TSH, FT4, dan/atau T3 serta melihat respons tubuh terhadap pengobatan yang dilakukan. Sehingga, jika ada masalah, pengendalian bisa langsung disesuaikan untuk meningkatkan keberhasilannya. 

Kapan Harus ke Dokter?

Pengecekan ke dokter sebaiknya dilakukan jika Anda mengalami gejala yang mengarah ke penyakit Graves. Contohnya seperti jantung berdebar, berat badan turun tanpa sebab yang jelas, tangan gemetar, mudah berkeringat atau tidak tahan panas, sulit tidur, serta leher tampak membesar.

Namun, pengecekan menjadi harus dan bahkan perlu ke IGD jika sudah mengalami gejala jantung berdetak sangat cepat, demam tinggi, kebingungan, penurunan kesadaran, muntah atau diare berat, sesak nafas, hingga pingsan. 

Pasalnya, ini menjadi tanda thyroid storm, yaitu komplikasi hipertiroidisme yang bisa mengancam nyawa dan membutuhkan penanganan segera.

Cek Hormon Tiroid untuk Mengetahui Kondisi Tiroid!

Kesimpulannya, penyakit Graves adalah masalah autoimun yang bisa membuat kelenjar tiroid memproduksi hormon tiroid secara berlebih sehingga menimbulkan hipertiroidisme. Gejalanya bisa meliputi jantung berdebar, berat badan turun, hingga gangguan pada mata.

Sebaiknya, penyakit ini Anda kendalikan dengan pengobatan yang sesuai seperti pemberian obat antitiroid, terapi radioiodine, hingga operasi, untuk mencegah komplikasi serius. Alangkah lebih baik lagi jika Anda melakukan pengecekan hormon tiroid secara rutin untuk tahu kadar hormon dan memantau respons pengobatan.

Salah satunya melalui paket hormon tiroid Bumame, yang menyediakan pengecekan Free T4 dan TSHs. Pemeriksaan ini bisa membantu mengevaluasi fungsi kelenjar tiroid Anda. Hubungi Bumame sekarang untuk booking layanan!

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi:

  1. Rumah Sakit Onkologi Surabaya. (2023). Kupas Tuntas Graves Disease. 

  2. Cleveland Clinic. (2025). Graves’ Disease: What It Is, Symptoms & Treatment. 

  3. National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. (2021). Graves’ Disease. 

  4. Rumah Sakit Pusat Pertamina. (2024). Penyakit Graves: Ketika Kelenjar Tiroid Bekerja Terlalu Keras. 

  5. Mandjur. (2026). Penyakit Graves: Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Pencegahannya. 

  6. Care Hospitals. Graves Disease: Symptoms, Causes and Treatment. 

  7. Rumah Sakit Pondok Indah. (2025). Apakah Penyakit Tiroid Bisa Disembuhkan? Ketahui Penanganannya. 

  8. Apollo Hospitals. (2025). Thyroid Test. 

  9. ColumbiaDoctors. (2024). What’s the Best Way to Treat Graves’ Disease? 

  10. Clayman Thyroid Center. (2026). When to See a Thyroid Nodule Specialist. 

Ditinjau secara medis oleh dr. Muhammad Reza Kurniawan

Frequently Asked Question

Apa itu penyakit Graves?
Penyakit Graves adalah penyakit autoimun yang membuat kelenjar tiroid memproduksi hormon tiroid secara berlebihan sehingga menyebabkan hipertiroidisme. Kondisi ini juga dapat memengaruhi mata dan kulit.
Apa saja gejala penyakit Graves?
Gejalanya dapat berupa berat badan turun, jantung berdebar, tangan gemetar, mudah cemas, sulit tidur, mudah lelah, banyak berkeringat, tidak tahan panas, diare, rambut rontok, menstruasi tidak teratur, dan leher membesar. Penyakit Graves juga dapat menyebabkan mata menonjol, kering, merah, atau mengalami gangguan penglihatan.
Apa penyebab penyakit Graves?
Penyebab pasti penyakit Graves belum diketahui, tetapi kondisi ini terjadi ketika sistem imun secara keliru menghasilkan antibodi yang merangsang kelenjar tiroid. Risikonya dapat meningkat karena riwayat keluarga, penyakit autoimun lain, kehamilan atau masa setelah melahirkan, stres berat, serta paparan iodium dalam jumlah tinggi.
Apakah penyakit Graves bisa sembuh?
Penyakit Graves dapat dikendalikan dan mengalami remisi, yaitu kondisi ketika gejala dan kadar hormon tiroid kembali normal dalam periode tertentu. Namun, remisi tidak selalu berarti penyakit hilang sepenuhnya karena Graves dapat kambuh kembali.
Bagaimana cara mengobati penyakit Graves?
Pengobatan dapat meliputi obat antitiroid, beta-blocker, terapi radioiodine, atau operasi tiroidektomi, tergantung kondisi masing-masing. Pengaturan pola makan, membatasi kafein dan iodium berlebihan, menghindari rokok, mengelola stres, serta pemeriksaan hormon secara rutin juga dapat membantu pengendalian kondisi.