Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Kenapa Sering Mengantuk? Cara Menelusuri Penyebab dan Mengatasinya
Kembali ke Artikel & Berita

Kenapa Sering Mengantuk? Cara Menelusuri Penyebab dan Mengatasinya

SBATips Kesehatan

Rapat baru dimulai pukul dua siang, kopi sudah habis segelas, tetapi mata tetap terasa berat. Banyak orang menganggapnya efek kerja yang menumpuk.

Kantuk yang datang hampir setiap hari bisa menurunkan suasana hati, energi, dan konsentrasi. Rasa lelah yang berat juga meningkatkan risiko kecelakaan, termasuk saat Anda menyetir.

Artikel ini memilah penyebabnya ke dalam kebiasaan sehari-hari, gangguan tidur, dan kondisi tubuh, lengkap dengan tabel pola keluhan, tanda kapan perlu ke dokter, dan langkah yang bisa dimulai malam ini.

Kenapa Sering Mengantuk Walau Merasa Sudah Tidur?

Jawaban singkatnya, tidur Anda belum memulihkan tubuh. Jamnya mungkin kurang, tidurnya sering terputus oleh gangguan tidur, atau ada kondisi kesehatan yang menguras tenaga. Orang dewasa rata-rata membutuhkan 7 sampai 9 jam tidur, dan rasa lelah yang terus muncul di siang hari menandakan tidur Anda kemungkinan belum cukup.

Mengantuk berarti dorongan untuk tertidur, sedangkan lelah berarti tenaga terasa habis walau mata masih terjaga. Kantuk berat di siang hari yang terus berulang disebut excessive daytime sleepiness. Bila keluhan ini bertahan meski tidur malam sudah cukup, dokter akan menelusuri kemungkinan gangguan tidur, termasuk hipersomnia.

Kebiasaan Sehari-hari yang Membuat Mata Berat

Kelompok ini berkaitan dengan rutinitas harian, sehingga perbaikannya bisa dimulai dari rumah.

1. Jam Tidur Kurang dari Kebutuhan

Lembur, menonton serial, atau perjalanan jauh sering memangkas tidur menjadi kurang dari 7 jam. Bila terjadi hampir setiap malam, tubuh kekurangan waktu pemulihan dan rasa lelah muncul sepanjang hari. Patokan jam tidur normal berdasarkan usia membantu menilai kecukupan tidur Anda. NHS juga menyarankan bangun di jam yang sama setiap hari, termasuk setelah malam yang kurang nyenyak.

2. Kafein, Alkohol, Rokok, dan Makan Larut Malam

Kafein, alkohol, dan nikotin termasuk penyebab umum sulit tidur. Kopi sore hari membantu Anda bertahan di kantor, tetapi tidur malam bisa memendek sehingga kantuk kembali keesokan harinya. Makan porsi besar larut malam juga mengganggu tidur, sementara alkohol berkaitan dengan sleep apnea atau henti napas saat tidur.

3. Jam Biologis Bergeser karena Kerja Shift dan Layar Gawai

Kerja shift dan jet lag membuat jam tidur berpindah-pindah, sehingga kantuk muncul di waktu yang tidak sesuai jadwal. Menatap ponsel atau televisi menjelang tidur juga berpengaruh, karena cahaya biru dari layar membuat otak lebih terjaga. Kemenkes menganjurkan berhenti memakai gawai minimal satu jam sebelum tidur.

Gangguan Tidur yang Membuat Kantuk Bertahan

Bila kebiasaan sudah diperbaiki tetapi kantuk tetap datang, gangguan tidur perlu dipertimbangkan.

4. Insomnia

Insomnia berarti seseorang rutin sulit terlelap, sering terbangun, atau bangun dini hari lalu tidak bisa tidur lagi. Akibatnya, ia tetap lelah setelah bangun, mudah tersinggung, dan sulit berkonsentrasi. Stres, kecemasan, depresi, suara bising, dan kamar yang panas termasuk penyebab insomnia yang umum. Bila berlangsung berbulan-bulan, insomnia perlu dibicarakan dengan dokter.

5. Sleep Apnea

Sleep apnea terjadi ketika napas berhenti lalu mulai lagi berulang kali saat tidur. Tidur pun sering terputus tanpa disadari, sehingga penderitanya sangat lelah di siang hari, sulit fokus, dan kadang bangun dengan sakit kepala. Dengkuran keras disertai suara tersengal termasuk ciri sleep apnea yang lebih mudah diamati orang yang tidur di dekat Anda. Kemenkes mencatatnya sebagai penyakit penyerta obesitas, dan risikonya juga berkaitan dengan leher besar, rokok, alkohol, serta amandel besar.

6. Narkolepsi

Narkolepsi adalah gangguan saraf kronis yang mengganggu kemampuan otak mengatur siklus tidur dan bangun. Penderitanya bisa merasa segar saat bangun, lalu diserang kantuk berat secara mendadak di siang hari. Sebagian mengalami katapleksi, yaitu otot tiba-tiba lemas saat tertawa, takut, atau marah. Gejala biasanya mulai muncul di usia 7 sampai 25 tahun.

Kondisi Tubuh yang Terasa seperti Kantuk

Beberapa kondisi membuat tubuh cepat kehabisan tenaga, dan keluhannya sering disebut ngantuk walau rasanya lebih dekat ke lemas.

7. Anemia

Anemia terjadi ketika sel darah merah atau kadar hemoglobin lebih rendah dari normal, sehingga oksigen ke jaringan berkurang dan badan terasa lemas. Kemenkes merangkum gejala ringannya sebagai 5L, yaitu lesu, letih, lemah, lelah, dan lalai atau susah fokus. Penyebabnya antara lain kekurangan zat besi, asam folat, atau vitamin B12, kehilangan darah saat menstruasi, dan penyakit kronis. Pucat, jantung berdebar, dan mudah sesak termasuk ciri-ciri anemia yang perlu diperiksa.

8. Hipotiroid

Hipotiroid terjadi ketika kelenjar tiroid kurang menghasilkan hormon yang mengatur pemakaian energi, sehingga banyak fungsi tubuh melambat. Keluhannya berupa mudah lelah, berat badan naik, tidak tahan dingin, kulit kering, dan depresi. Kondisi ini lebih sering dialami perempuan dan orang berusia di atas 60 tahun, dan gejala hipotiroid bisa tidak disadari selama berbulan-bulan karena berkembang lambat.

9. Gula Darah Tinggi

Pada diabetes, glukosa sulit masuk ke sel untuk diolah menjadi energi, sehingga sel kekurangan tenaga walau gula darah tinggi. Rasa lelah termasuk gejala umumnya, bersama sering haus, sering buang air kecil, mudah lapar, dan pandangan kabur. Pada diabetes tipe 2, gejala bisa muncul perlahan atau tidak terasa, sehingga mengenali ciri-ciri diabetes membantu menentukan kapan perlu tes gula darah.

10. Stres dan Depresi

Saat stres, tubuh melepaskan hormon kortisol dan adrenalin. Stres yang berlangsung berminggu-minggu bisa muncul sebagai lemas, gangguan tidur, dan sulit fokus. Bila rasa murung dan lelah membuat Anda sulit beraktivitas, penanganan depresi bersama dokter atau psikolog bisa membantu.

Cocokkan Pola Kantuk dengan Kemungkinan Penyebabnya

Catat kapan kantuk muncul dan keluhan yang menyertainya, lalu cocokkan dengan pola berikut.

Pola yang Anda Alami

Arah Penyebab

Langkah Awal

Tidur kurang dari 7 jam di hari kerja

Kurang tidur

Majukan jam tidur, bangun di jam yang sama

Mendengkur keras, tersengal, bangun dengan sakit kepala

Sleep apnea

Minta pasangan mengamati napas, lalu ke dokter

Sulit terlelap atau sering terbangun

Insomnia, stres

Perbaiki rutinitas tidur, ke dokter bila berbulan-bulan

Serangan kantuk mendadak, otot lemas saat tertawa

Narkolepsi

Catat pola tidur 1 sampai 2 minggu, lalu ke dokter

Mudah lelah, pucat, jantung berdebar

Anemia

Tes darah lengkap sesuai saran dokter

Lelah disertai sering haus dan sering buang air kecil

Gula darah tinggi

Tes gula darah sesuai saran dokter

Lelah disertai berat badan naik dan mudah kedinginan

Hipotiroid

Tes fungsi tiroid sesuai saran dokter

Tabel ini membantu mengenali pola yang umum dan bukan alat diagnosis.

Kapan Rasa Kantuk Perlu Diperiksa Dokter?

Segera ke IGD bila rasa sangat lelah disertai sulit bernapas, napas berbau buah, muntah, atau pingsan, khususnya pada penderita diabetes. Kondisi ini bisa menandakan ketoasidosis diabetik, komplikasi gula darah yang perlu segera ditangani.

Buat janji dengan dokter bila Anda mengalami hal berikut:

  • Kantuk menetap walau kebiasaan tidur sudah diperbaiki, atau masalah tidur berlangsung berbulan-bulan.

  • Napas Anda terlihat berhenti saat tidur, atau Anda sering mendengkur keras dan tersengal.

  • Anda pernah hampir tertidur saat menyetir, termasuk tertidur sesaat atau microsleep. Hindari menyetir sampai penyebabnya jelas.

  • Kantuk datang tiba-tiba dan sulit ditahan, atau otot mendadak lemas saat tertawa.

  • Lelah disertai pucat, jantung berdebar, sering haus, atau perubahan berat badan.

  • Lelah dan murung membuat Anda tidak mampu beraktivitas. Bila muncul pikiran untuk mengakhiri hidup, segera cari pertolongan di fasilitas kesehatan.

Pemeriksaan yang Mungkin Dilakukan Dokter

Dokter akan menanyakan pola tidur, obat yang Anda pakai, dan riwayat kesehatan, lalu melakukan pemeriksaan fisik. Anda mungkin diminta mencatat jam tidur dan keluhan selama 1 sampai 2 minggu. Dugaan sleep apnea diperiksa dengan alat yang merekam napas dan detak jantung semalaman, sering kali di rumah. Dugaan narkolepsi diperiksa lewat polisomnografi, yaitu rekaman aktivitas otak, napas, dan gerak mata selama tidur, serta tes kecepatan tertidur. Tes darah membantu menilai anemia, gula darah, dan fungsi tiroid.

Penanganan mengikuti penyebabnya, misalnya perubahan gaya hidup atau alat bantu napas CPAP untuk sleep apnea dan terapi pengganti hormon untuk hipotiroid.

Cek Darah Dasar untuk Menelusuri Penyebab Kantuk

Kadar hemoglobin yang rendah dan gula darah yang tinggi sama-sama bisa membuat tubuh cepat lelah, dan keduanya bisa diperiksa lewat tes darah. Bila dokter menyarankan pemeriksaan dasar, paket Medical Check Up Basic di Bumame mencakup hematologi lengkap termasuk hemoglobin, glukosa puasa, fungsi hati, fungsi ginjal, kolesterol, asam urat, dan urine lengkap. Fungsi tiroid tidak termasuk dalam paket ini, dan dokter bisa menambahkannya bila perlu.

Paket ini memerlukan puasa sebelum pengambilan darah. Untuk mengatur jadwal di klinik atau Home Care, Anda bisa hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.

Langkah Sehari-hari untuk Mengurangi Kantuk

Bila tidak ada tanda yang mengarah ke penyakit tertentu, mulailah dari cara sederhana untuk tidur lebih nyenyak berikut:

  • Jadwal tetap. Bangun di jam yang sama setiap hari, termasuk akhir pekan. Berangkat tidur saat sudah mengantuk.

  • Kamar gelap dan tenang. Redupkan lampu menjelang tidur dan jauhkan gawai minimal satu jam sebelumnya.

  • Batasi pemicu. Hentikan kopi, teh, alkohol, dan rokok setidaknya 6 jam sebelum tidur. Hindari makan porsi besar larut malam.

  • Bergerak aktif. Lakukan aktivitas fisik minimal 30 menit, 5 kali seminggu. Selesaikan olahraga setidaknya 4 jam sebelum tidur.

  • Hati-hati dengan obat tidur. Obat tidur bebas yang mengandung antihistamin bisa menimbulkan kantuk saat beraktivitas. Obat tidur tanpa saran dokter juga bisa memperberat sleep apnea.

Tidur Cukup Membuat Hari Terasa Lebih Ringan

Kantuk yang sering datang adalah sinyal tubuh yang layak ditelusuri. Mulailah dari jam tidur dan kebiasaan malam, catat polanya, lalu konsultasikan ke dokter bila tanda-tanda di atas muncul. Deteksi dini memberi lebih banyak pilihan. Untuk pertanyaan seputar pemeriksaan, Anda bisa chat CS Bumame.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi

  1. NHS. Insomnia.

  2. NHS. Sleep Apnoea.

  3. National Institute of Neurological Disorders and Stroke. Narcolepsy.

  4. National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. Hypothyroidism (Underactive Thyroid).

  5. National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. Symptoms & Causes of Diabetes.

  6. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Anemia.

  7. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Apa Itu Stres: Gejala, Penyebab, Pencegahan dan Pengobatan.

  8. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Penyakit Penyerta Akibat Obesitas.

Ditinjau secara medis oleh dr. Reycha Nabila

Frequently Asked Question

Kenapa sering mengantuk padahal sudah tidur 8 jam?

Tidur 8 jam belum tentu memulihkan tubuh jika tidur sering terputus, misalnya akibat sleep apnea atau insomnia. Kebiasaan mengonsumsi kafein dan alkohol menjelang tidur juga dapat mengganggu kualitas tidur. Selain itu, anemia, hipotiroid, dan gula darah tinggi bisa menyebabkan tubuh cepat lelah.

Berapa jam tidur yang dibutuhkan orang dewasa agar tidak mudah mengantuk?

Orang dewasa rata-rata membutuhkan 7–9 jam tidur setiap malam. Kebutuhan setiap orang dapat berbeda. Selain durasi, jadwal tidur yang teratur dan kualitas tidur yang baik juga berperan dalam menjaga energi serta konsentrasi sepanjang hari.

Apakah sering mengantuk bisa menjadi tanda anemia?

Bisa. Anemia dapat menyebabkan tubuh kekurangan pasokan oksigen yang optimal ke jaringan sehingga muncul rasa lemas, mudah lelah, dan sulit berkonsentrasi. Gejala lain dapat berupa pucat, jantung berdebar, atau sesak. Pemeriksaan darah, termasuk hemoglobin, membantu memastikan diagnosis.

Kapan rasa kantuk berlebihan perlu diperiksakan ke dokter?

Periksakan diri jika kantuk menetap meski kebiasaan tidur sudah diperbaiki, Anda mendengkur keras disertai napas tersengal, atau kantuk datang mendadak dan sulit ditahan. Jika pernah hampir tertidur saat menyetir, hindari mengemudi sampai penyebabnya diketahui. Segera cari pertolongan medis jika kelelahan disertai sesak napas atau pingsan.

Apakah tidur siang bisa membantu mengatasi rasa mengantuk?

Tidur siang singkat dan terjadwal dapat membantu sebagian orang, termasuk penderita narkolepsi. Namun, tidur siang bisa mengganggu tidur malam pada orang yang mengalami insomnia. Sesuaikan kebiasaan ini dengan kondisi tidur Anda dan konsultasikan dengan dokter jika kantuk terus berulang.