Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Penyakit Nefritis
Kembali ke Artikel & Berita

Penyakit Nefritis: Ciri-Ciri dan Penyebabnya | Bumame

SBAOthers

Pernah mengalami warna urin yang berubah tiba-tiba? Kondisi ini sebenarnya normal terjadi setelah konsumsi makanan, minuman, atau obat tertentu. Namun, jika hal ini berlangsung terus-menerus dan disertai dengan keluhan lain, bisa jadi tanda adanya masalah pada ginjal, seperti penyakit nefritis. Apa itu nefritis?

Nefritis merupakan radang pada ginjal yang terjadi karena berbagai faktor mulai dari ada infeksi hingga gangguan pada sistem imun. Artikel ini akan menguraikan penyebab, gejala, diagnosis, hingga cara pengobatannya sebagai bahan referensi untuk menghadapinya. 

Apa Itu Penyakit Nefritis?

Nefritis adalah radang atau pembekakan pada ginjal yang bisa mengganggu fungsi ginjal dalam menyaring darah dan mengatur keseimbangan cairan tubuh sehingga membuat darah dan protein masuk ke urine. Peradangan ini bisa terjadi pada bagian tertentu ginjal, seperti glomerulus atau jaringan di sekitar tubulus.

Nefritis dapat disebabkan oleh infeksi, penyakit autoimun, efek obat-obatan tertentu, maupun kondisi medis lain. Jenis nefritis dan gejalanya pun bisa berbeda-beda. Ada pula kasus penyakit nefritis tanpa gejala yang jelas dan baru diketahui melalui pemeriksaan urine atau darah.

Jenis-Jenis Nefritis

Secara umum, jenis-jenis penyakit nefritis bisa dibedakan berdasarkan lokasi peradangan dan penyebabnya. Berikut ini uraiannya.

  • Glomerulonefritis, yaitu radang atau kerusakan yang terjadi di bagian glomerulus ginjal (bagian yang berfungsi untuk menyaring darah), sehingga membuat darah atau protein masuk ke dalam urin.

  • Nefritis Interstisial, yaitu radang yang terjadi di bagian jaringan interstisial (ruang di antara tubulus ginjal) dan tubulus itu sendiri (bagian yang berfungsi membantu ginjal menyaring darah dan mengatur penyerapan zat-zat tertentu sebelum urine terbentuk).

  • Pielonefritis, yaitu radang pada ginjal akibat dari infeksi atau serangan bakteri yang menyebar dari saluran kemih atau kandung kemih ke ginjal. 

  • Lupus nefritis, radang atau kerusakan ginjal akibat komplikasi serius dari penyakit lupus, yang mana sistem imun menyerang jaringan tubuh sendiri termasuk ginjal.

Ciri-Ciri Nefritis

Ciri-ciri penyakit nefritis bisa berbeda, tergantung dari jenis, sebab, bagian ginjal yang terkena, dan tingkat keparahannya. Tapi, umumnya orang yang terkena nefritis akan merasakan gejala seperti berikut.

  • Warna urine berubah, seperti menjadi merah muda, merah, hingga kecokelatan karena adanya darah dalam urine.

  • Urine menjadi berbusa, karena ada peningkatan protein dalam urine. 

  • Jumlah dan pola buang air kecil berubah.

  • Muncul bengkak di wajah, tangan, kaki hingga pergelangan kaki karena terjadi penumpukan cairan. 

  • Tekanan darah naik.

  • Demam dan nyeri pinggang.

  • Menjadi mudah lelah.

  • Mual dan muntah.

  • Sesak napas, terutama saat penumpukan cairan sudah cukup berat.

Penyebab Nefritis

Penyakit nefritis bisa terjadi karena berbagai faktor, mulai dari ada masalah di sistem imun, adanya infeksi, hingga mengonsumsi obat-obatan tertentu. Untuk lebih jelasnya, berikut faktor penyebabnya.

  • Gangguan sistem imun, seperti mengidap autoimun yang membuat sistem imun tubuh menyerang bagian tubuh sendiri seperti jaringan ginjal sehingga membuatnya meradang. 

  • Infeksi bakteri, virus, atau mikroorganisme tertentu, seperti serangan E. coli di saluran kemih yang bisa menyebar hingga ke ginjal sehingga menimbulkan pielonefritis. Selain itu, infeksi streptokokus dan hepatitis B atau C juga bisa menimbulkan radang ginjal.

  • Mengonsumsi antibiotik dan obat anti inflamasi yang bisa membuat kerusakan di jaringan ginjal.

  • Terpapar zat berbahaya seperti timbal dan kadmium dalam jangka waktu lama, yang bisa merusak jaringan ginjal sehingga mengganggu fungsinya.

  • Ada faktor genetik, misalnya mengidap sindrom Alport sehingga membuat ada kelainan di struktur ginjal.

Diagnosis Nefritis

Penyakit nefritis tidak bisa langsung didiagnosis hanya dengan melihat gejalanya. Pasien akan dinilai dulu keluhan dan riwayat kesehatannya, obat yang dikonsumsi, kemudian cek fisik, pengecekan di laboratorium, dan tes penunjang untuk mendiagnosis penyakit ini. Pengecekan tersebut meliputi beberapa tes berikut.

  • Cek urine, untuk mengetahui apakah ada darah, protein, sel darah putih, atau perubahan lain pada urine yang menunjukkan gangguan ginjal. Jika diperlukan, dokter juga akan melanjutkan pengecekan dengan kultur urine untuk tahu apakah ada infeksi bakteri tertentu di ginjal.

  • Cek darah, yang biasanya meliputi pengukuran kreatinin (salah satu zat sisa dari ginjal) dan eGFR untuk mengevaluasi fungsi filter dari ginjal. Selain itu, jika nefritis diduga karena infeksi, biasanya juga akan dilakukan kultur darah, untuk tahu jenis mikroorganisme yang menginfeksi ginjal.

  • Pengecekan dengan pencitraan atau USG untuk tahu kondisi fisik ginjal seperti ukuran, bentuk, dan strukturnya sehingga bisa memastikan penyebab gangguan ginjal sebenarnya.

  • Biopsi ginjal atau mengambil sampel jaringan ginjal dalam jumlah sedikit untuk menentukan jenis dan tingkat peradangan yang terjadi. Biasanya pengukuran ini dilakukan oleh dokter hanya jika pengecekan lain belum cukup untuk memastikan hasil diagnosis.

Selain itu, dokter juga bisa mempertimbangkan pengecekan lain berdasarkan faktor risiko penyakit ginjal, seperti diabetes dan tekanan darah tinggi, untuk mendapatkan hasil diagnosis lebih akurat. 

Pengobatan Nefritis

Secara umum, pengobatan penyakit nefritis tergantung dari jenis, penyebab, tingkat keparahan dan kondisi kesehatan pasien. Namun umumnya, mengobati penyakit ini bisa dilakukan dengan: 

  • Mengatasi penyebabnya, misalnya jika radang terjadi karena infeksi bakteri, maka dokter biasanya akan memberikan antibiotik. Sedangkan jika karena gangguan pada sistem imun, maka dokter akan memberikan kortikosteroid atau obat imunosupresan. 

  • Mengatur tekanan darah dan penumpukan cairan, misalnya melalui pemberian ACE inhibitor seperti lisinopril, ARB seperti losartan, serta diuretik seperti furosemid untuk membantu mengurangi kelebihan cairan.

  • Dialisis atau terapi pengganti fungsi ginjal, terutama jika nefritis menyebabkan penurunan fungsi ginjal berat atau gagal ginjal

  • Menjaga pola makan, seperti kurangi asupan garam, protein, kalium, atau cairan  untuk membantu mengurangi beban kerja ginjal.

Kapan Harus ke Dokter?

Sebaiknya langsung cek ke dokter jika sudah muncul gejala penyakit nefritis seperti urine berwarna merah dan berbusa, jumlah urine yang sedikit,  mual muntah, sesak napas, hingga tubuh bengkak. 

Selain itu, jika memiliki faktor risiko gangguan ginjal seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit imun, perlu melakukan pengecekan kesehatan rutin untuk menghindari komplikasi.

Cek Fungsi Ginjal Bumame: Cara Kenali Risiko Nefritis Sejak Dini

Cek fungsi ginjal menjadi salah satu cara mencegah komplikasi penyakit nefritis, sehingga sebaiknya dilakukan secara berkala. Salah satu pengecekan yang direkomendasikan adalah paket fungsi ginjal Bumame. 

Dalam paket ini sudah mencakup pengecekan ureum, kreatinin, eGFR, asam urat, dan urine lengkap. Cek ureum dan kreatinin bisa membantu mengevaluasi fungsi ginjal, sedangkan eGFR bisa memperkirakan bagaimana kemampuan ginjal dalam menyaring darah. 

Lalu, cek asam urat bisa tahu kadar asam urat dalam darah hubungannya dengan fungsi ginjal, kemudian cek urine lengkap bisa mendeteksi adanya darah, protein, dan sel darah putih di urine yang bisa menjadi tanda adanya gangguan di saluran kemih atau ginjal. Dengan kata lain, melalui paket ini Anda bisa mendapatkan gambaran menyeluruh tentang kondisi ginjal.

Selain itu, tersedia konsultasi dokter yang bisa dimanfaatkan untuk diskusi terkait hasil pemeriksaan dan menentukan langkah berikutnya jika muncul hasil yang tidak normal. Semua pemeriksaan tadi hanya dihargai mulai dari Rp225.000 dan sudah tersedia layanan homecare untuk cek fungsi ginjal tanpa perlu ke klinik.

Jaga Kesehatan Ginjal dengan Cek Kesehatan Rutin

Penyakit nefritis umumnya ditandai dengan urine berubah warna, berbusa, dan ada bengkak di bagian tubuh tertentu. Penyebabnya pun beraneka ragam, mulai dari karena gangguan imun, infeksi, hingga penggunaan obat tertentu. 

Untuk itulah, pemeriksaan ginjal secara rutin di Bumame sangat dianjurkan untuk bisa mengenali fungsi ginjal dan mendeteksi jika ada gangguan sejak dini. Mulai lebih peduli terhadap kesehatan ginjal Anda dengan rutin cek kesehatan. 

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi:

  1. UPMC Life Changing Medicine. (2025). Nephritis. 

  2. Medical News Today. (2023). What to know about nephritis. 

  3. Siloam Hospital. (2025). Kenali Gejala Radang Ginjal, Ini Tanda-Tandanya!. 

  4. Tua Saude. (2026). Nephritis: Causes, Symptoms & Treatment.

  5. National Kidney Federation. (2025). Interstitial Nephritis. 

  6. American Family Physician. (2003). Diagnosis and Management of Acute Interstitial Nephritis. 

  7. HSS. (2021). Lupus Nephritis: What You Should Know About Lupus and Kidney Disease.

Ditinjau secara medis oleh dr. Arina Dyga Putri

Frequently Asked Question

Apa itu nefritis?
Nefritis adalah peradangan atau pembengkakan pada ginjal yang dapat mengganggu fungsi ginjal dalam menyaring darah dan mengatur keseimbangan cairan tubuh. Kondisi ini dapat menyebabkan darah atau protein masuk ke dalam urine.
Apa saja gejala nefritis?
Gejala nefritis dapat berbeda berdasarkan jenis dan tingkat keparahannya. Beberapa tanda yang dapat muncul adalah urine berwarna merah atau kecokelatan, urine berbusa, perubahan jumlah urine, pembengkakan, tekanan darah meningkat, demam, nyeri pinggang, mudah lelah, mual, muntah, dan sesak napas.
Apa penyebab nefritis?
Nefritis dapat disebabkan oleh gangguan sistem imun, infeksi bakteri atau virus, penggunaan obat-obatan tertentu, paparan zat berbahaya, maupun faktor genetik. Jenis nefritis yang terjadi dapat berbeda bergantung pada bagian ginjal yang mengalami peradangan dan penyebabnya.
Bagaimana cara mendiagnosis dan mengobati nefritis?
Diagnosis dapat dilakukan melalui pemeriksaan urine, darah, pencitraan atau USG, dan dalam kondisi tertentu biopsi ginjal. Pengobatan disesuaikan dengan penyebab dan tingkat keparahan, seperti antibiotik untuk infeksi, obat untuk gangguan sistem imun, pengaturan tekanan darah dan cairan, hingga dialisis pada kondisi berat.
Apakah nefritis bisa sembuh dan dicegah?
Nefritis dapat sembuh tergantung jenis dan tingkat kerusakan ginjal, terutama pada kondisi akut yang mendapat penanganan tepat. Risikonya dapat diminimalkan dengan menjaga kesehatan ginjal, mengendalikan tekanan darah dan diabetes, menghindari penggunaan obat tanpa anjuran dokter, serta melakukan pemeriksaan rutin.