Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Kista Ginjal: Penyebab, Gejala, dan Kapan Berbahaya
Kembali ke Artikel & Berita

Kista Ginjal: Penyebab, Gejala, dan Kapan Berbahaya

SBAOthers

Seorang pria berusia 52 tahun membaca hasil USG perut dari pemeriksaan kesehatan tahunannya. Ada satu catatan singkat, tampak kista di ginjal kiri. Karena tidak merasakan keluhan apa pun, ia justru bingung harus berbuat apa.

Kabar baiknya, sebagian besar kista ginjal tergolong sederhana dan tidak mengganggu kerja ginjal. Sebagian kecil lainnya perlu dipantau karena menimbulkan keluhan, membutuhkan pemeriksaan lanjutan, atau berkaitan dengan penyakit ginjal lain.

Berikut penjelasan jenis, penyebab, gejala, tanda yang perlu diperiksakan, serta cara dokter memastikan dan menangani kista ginjal.

Apa Itu Kista Ginjal?

Kista ginjal adalah kantong berisi cairan yang terbentuk di satu atau kedua ginjal, dengan jumlah satu atau banyak. Jenis yang umum ditemukan disebut kista ginjal sederhana atau simple renal cyst. Bentuknya bulat atau lonjong, dengan ukuran sebesar kacang polong hingga bola golf.

Ginjal bertugas menyaring darah dan membuang sisa metabolisme lewat urine. Pada kista sederhana, ukuran, struktur ginjal, dan fungsinya umumnya tetap terjaga, berbeda dengan kista pada penyakit ginjal genetik.

Penyebab Kista Ginjal Berbeda Menurut Jenisnya

Penyebab kista ginjal sederhana belum dipahami secara jelas, tetapi kista ini makin sering ditemukan seiring usia. Dua jenis lainnya punya penyebab yang lebih jelas:

  • Penyakit ginjal polikistik. Polycystic kidney disease (PKD) disebabkan mutasi gen yang umumnya diturunkan dari orang tua. Pedoman nasional Kementerian Kesehatan mencatat penyakit kista ginjal yang diturunkan sebagai salah satu penyebab penyakit ginjal kronis.

  • Kista ginjal didapat. Acquired cystic kidney disease muncul pada orang dengan penyakit ginjal kronis atau gagal ginjal. Kista lebih sering ditemukan pada pasien dialisis atau cuci darah, dan pemicunya adalah penyakit ginjal yang mendasarinya.

Siapa yang Lebih Berisiko Mengalaminya?

Faktor yang berkaitan dengan kista ginjal antara lain:

  • Usia 50 tahun ke atas. Dalam satu studi besar yang dikutip NIDDK, sekitar 1 dari 10 orang memiliki kista ginjal sederhana. Pada usia 50 tahun ke atas, angkanya mendekati 1 dari 5 orang.

  • Jenis kelamin laki-laki. Kista sederhana lebih sering ditemukan pada pria. Satu studi mencatat pria dua kali lebih mungkin memilikinya dibanding wanita.

  • Penyakit ginjal kronis dan cuci darah jangka panjang. Peluang munculnya kista naik seiring lamanya cuci darah. NIDDK mencatat hampir 60 persen orang yang menjalani cuci darah selama 2 sampai 4 tahun mengalaminya.

Gejala Kista Ginjal yang Bisa Muncul

Kista ginjal sederhana umumnya tidak menimbulkan gejala, walau cenderung membesar dan bertambah jumlahnya seiring usia. Keluhan biasanya baru muncul bila kista cukup besar, terinfeksi, atau pecah.

1. Nyeri di Pinggang atau Sisi Tubuh

Kista yang besar bisa menekan tulang atau organ di sekitarnya sehingga timbul nyeri di pinggang atau sisi tubuh. Karena sakit pinggang punya banyak penyebab, nyeri yang menetap perlu diperiksakan agar sumbernya jelas.

2. Demam disertai Nyeri

Kista yang terinfeksi bisa menimbulkan demam, nyeri, dan nyeri tekan di area ginjal. Gejalanya mirip infeksi ginjal, sehingga demam yang datang bersama nyeri pinggang perlu segera diperiksa dokter.

3. Darah dalam Urine

Kista yang pecah atau berdarah bisa menimbulkan nyeri dan hematuria, yaitu darah dalam urine. Kencing berdarah punya banyak kemungkinan penyebab, jadi kondisi ini perlu diperiksakan ke dokter.

4. Tekanan Darah Naik

Pada kasus yang jarang, kista ginjal sederhana bisa menyebabkan hipertensi atau tekanan darah tinggi. Beberapa studi menunjukkan pengeluaran cairan atau pengangkatan kista mungkin membantu menurunkannya. Pada PKD, tekanan darah tinggi termasuk tanda sekaligus komplikasi penyakitnya.

Komplikasi yang Perlu Diketahui

Komplikasi kista sederhana jarang terjadi. Selain infeksi dan perdarahan, kista yang besar bisa menghambat aliran darah atau urine di ginjal maupun ureter, saluran urine dari ginjal ke kandung kemih.

PKD termasuk salah satu penyebab gagal ginjal karena bisa menurunkan fungsi ginjal. Penyakit ini juga bisa memunculkan kista di hati serta gangguan pembuluh darah di otak dan jantung. Pada kista ginjal didapat, peluang tumor ganas ginjal lebih tinggi dibanding populasi umum, walau peluang penyebarannya lebih rendah dibanding kanker ginjal lain.

Kista Sederhana, Ginjal Polikistik, dan Kista Didapat, Apa Bedanya?

Banyak orang bertanya apakah kista di hasil USG sama dengan penyakit ginjal polikistik. Ketiga jenis berikut sama-sama berupa kantong cairan di ginjal, dengan asal dan dampak yang berbeda.

Aspek

Kista sederhana

Ginjal polikistik (PKD)

Kista ginjal didapat

Asal

Penyebab belum jelas, makin sering seiring usia

Mutasi gen, umumnya diturunkan

Muncul pada penyakit ginjal kronis atau gagal ginjal

Ukuran ginjal

Umumnya tetap

Bisa membesar

Normal atau lebih kecil

Fungsi ginjal

Umumnya tetap baik

Bisa menurun hingga gagal ginjal

Sudah menurun sebelum kista muncul

Penanganan umum

Dipantau, ditangani bila bergejala

Memperlambat penurunan fungsi ginjal

Dipantau, termasuk kemungkinan tumor

Tabel ini membantu mengenali pola yang umum dan bukan alat diagnosis.

Kapan Kista Ginjal Perlu Diperiksakan ke Dokter?

Kista sederhana tanpa keluhan umumnya tidak memerlukan tes atau pengobatan lanjutan. Konsultasikan ke dokter bila Anda mengalami kondisi berikut:

  • Nyeri pinggang yang menetap atau makin berat. Nyeri bisa berasal dari kista yang membesar atau dari kondisi lain seperti batu ginjal. Pemeriksaan membantu memastikan sumbernya.

  • Demam, menggigil, dan nyeri pinggang. Kombinasi ini bisa menandakan kista yang terinfeksi atau infeksi saluran kemih yang mengenai ginjal. Keduanya perlu segera diperiksa.

  • Urine berdarah. Darah dalam urine bisa berasal dari kista yang pecah, infeksi saluran kemih, atau kondisi lain. Dokter perlu menelusuri penyebabnya.

  • Laporan USG menyarankan evaluasi lanjutan. Bila dokter membutuhkan informasi tambahan untuk memastikan diagnosis, ia bisa meminta CT scan atau MRI. Pemeriksaan ini membantu menyingkirkan kemungkinan tumor.

  • Riwayat keluarga PKD atau menjalani cuci darah. Pedoman nasional Kementerian Kesehatan mencantumkan riwayat keluarga PKD sebagai salah satu alasan dilakukannya USG ginjal. Pada pasien cuci darah, sebagian dokter menganjurkan skrining kanker ginjal dengan CT scan atau MRI setelah 3 tahun.

Nyeri hebat yang datang tiba-tiba, atau demam tinggi disertai menggigil, perlu segera ditangani di IGD.

Bagaimana Dokter Memastikan Jenis Kista?

Kista ginjal sering ditemukan saat USG atau CT scan dilakukan untuk keperluan lain. Dokter lalu memakai pencitraan dan tes laboratorium untuk menyingkirkan masalah yang lebih serius, termasuk sebagian jenis kanker ginjal. Pemeriksaannya meliputi:

  • USG perut. Ultrasonografi memakai gelombang suara yang aman dan tidak nyeri untuk menghasilkan gambar ginjal. Pemeriksaan ini bisa menemukan kista sekaligus memperlihatkan ukuran dan bentuk ginjal.

  • CT scan dan MRI. Keduanya bisa memperlihatkan kista maupun tumor di ginjal, dan MRI memberi gambar yang lebih detail tanpa sinar-X. Dokter terkadang memakai zat kontras agar struktur ginjal tampak lebih jelas.

  • Tes darah dan urine. Dokter bisa meminta tes fungsi ginjal untuk melihat apakah kerja ginjal terpengaruh. Pedoman nasional Kementerian Kesehatan menyebut urinalisis sebagai langkah pertama deteksi dini penyakit ginjal kronis.

Bila hasilnya sesuai kista sederhana, umumnya tidak diperlukan tes atau pengobatan tambahan. Dokter mungkin menganjurkan USG berkala untuk memantau perubahan.

Memantau Kerja Ginjal Lewat Tes Darah dan Urine

PKD dan kista ginjal didapat berkaitan erat dengan penurunan fungsi ginjal, yang pada tahap awal biasanya tanpa gejala, sehingga tes darah dan urine dipakai untuk mengetahui seberapa baik ginjal menyaring darah.

Bila dokter menyarankan pemantauan fungsi ginjal, pemeriksaannya tersedia dalam Paket Fungsi Ginjal di Bumame. Paket ini berisi ureum, kreatinin dengan perhitungan eGFR atau perkiraan laju penyaringan ginjal, asam urat, dan urine lengkap. Urine lengkap membantu melihat protein atau darah dalam urine, sedangkan kista itu sendiri tetap dilihat lewat USG atau pencitraan lain. Layanan tersedia lewat Home Care atau di klinik, dengan hasil dalam 1x24 jam yang dilengkapi interpretasi medis. Untuk jadwal dan persiapan, hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.

Pilihan Penanganan Sesuai Kondisi

Kista sederhana tanpa keluhan umumnya cukup dipantau. Tindakan dipertimbangkan bila kista menimbulkan nyeri, infeksi, atau sumbatan. Pilihannya antara lain:

  • Skleroterapi. Dengan panduan USG, dokter mengeluarkan cairan kista lewat jarum, lalu menyuntikkan larutan alkohol agar kista tidak mudah terisi lagi. Prosedur ini biasanya memakai anestesi lokal tanpa rawat inap.

  • Operasi laparoskopi. Untuk kista yang besar, dokter bedah mengeluarkan cairannya lalu mengangkat atau membakar jaringan luarnya. Prosedur ini bisa memerlukan bius total dan rawat inap 1 sampai 2 hari.

  • Penanganan infeksi dan perdarahan. Infeksi pada kista ditangani dengan antibiotik. Perdarahan atau infeksi yang menetap bisa memerlukan pengeluaran cairan, dan pada kasus yang jarang, pengangkatan sebagian atau seluruh ginjal.

  • Penanganan PKD. Fokusnya memperlambat penurunan fungsi ginjal lewat pengendalian tekanan darah. Bila perubahan gaya hidup belum cukup, dokter bisa meresepkan obat golongan ACE inhibitor atau ARB.

Bisakah Kista Ginjal Dicegah?

Kista ginjal sederhana tidak bisa dicegah, dan belum ada cara mencegah PKD. Meski begitu, kebiasaan berikut membantu menjaga kesehatan ginjal sehari-hari dan memperlambat masalah akibat PKD:

  • Aktif bergerak. NIDDK menganjurkan aktivitas fisik 30 menit atau lebih hampir setiap hari untuk membantu mengelola berat badan dan tekanan darah. Penderita PKD sebaiknya berdiskusi dengan dokter sebelum olahraga kontak, karena benturan di punggung atau sisi tubuh bisa membuat kista pecah.

  • Berhenti merokok. Rokok bisa menaikkan tekanan darah dan memperberat kerusakan ginjal. Berhenti merokok juga menurunkan peluang serangan jantung dan stroke.

  • Atur asupan cairan. Minum cairan dalam jumlah yang tepat bisa membantu memperlambat perkembangan PKD. Jumlahnya sebaiknya disesuaikan dengan kondisi ginjal bersama dokter atau ahli gizi.

Deteksi Dini Memberi Lebih Banyak Pilihan

Sebagian besar kista ginjal cukup dikenali dan dipantau. Mengetahui jenis kista dan kondisi fungsi ginjal sejak awal membantu Anda dan dokter memilih langkah yang sesuai. Untuk menjadwalkan pemeriksaan, chat CS Bumame.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi

  1. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/1634/2023 tentang Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Penyakit Ginjal Kronik.

  2. Kementerian Kesehatan RI, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. Kenali Apa Itu Infeksi Saluran Kemih.

  3. National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. Simple Kidney Cysts.

  4. National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. What Is Polycystic Kidney Disease?

  5. National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. Acquired Cystic Kidney Disease.

  6. National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. Chronic Kidney Disease Tests & Diagnosis.

  7. Fung E. MSD Manual Consumer Version. Acquired Kidney Cysts.

Ditinjau secara medis oleh dr. Muhammad Reza Kurniawan

Frequently Asked Question

Apakah kista ginjal berbahaya?

Sebagian besar kista ginjal sederhana tidak berbahaya dan tidak mengganggu fungsi ginjal. Namun, kista yang membesar, terinfeksi, atau pecah dapat menimbulkan komplikasi. Kista akibat penyakit ginjal polikistik juga perlu dipantau karena dapat menurunkan fungsi ginjal.

Apa penyebab kista ginjal?

Penyebab kista ginjal sederhana belum diketahui secara pasti dan kondisinya lebih sering ditemukan seiring bertambahnya usia. Penyakit ginjal polikistik disebabkan mutasi gen yang umumnya diturunkan, sedangkan kista ginjal didapat berkaitan dengan penyakit ginjal kronis atau gagal ginjal.

Apa saja gejala kista ginjal?

Kista ginjal sederhana umumnya tidak menimbulkan gejala. Jika membesar, terinfeksi, atau pecah, kista dapat menyebabkan nyeri pinggang atau sisi tubuh, demam disertai nyeri, darah dalam urine, dan pada kasus tertentu peningkatan tekanan darah.

Apakah kista ginjal harus dioperasi?

Tidak semua kista ginjal memerlukan operasi. Kista sederhana tanpa keluhan biasanya cukup dipantau. Jika menimbulkan nyeri, infeksi, atau sumbatan, dokter dapat mempertimbangkan skleroterapi, operasi laparoskopi, atau penanganan lain sesuai kondisi.

Apa perbedaan kista ginjal sederhana dan penyakit ginjal polikistik?

Kista ginjal sederhana umumnya bertambah sering ditemukan seiring usia dan tidak mengganggu fungsi ginjal. Penyakit ginjal polikistik merupakan kelainan genetik yang menyebabkan banyak kista, dapat memperbesar ginjal, dan berisiko menurunkan fungsi ginjal hingga gagal ginjal.