Booking layanan Bumame tanpa antri. Klik disini.

Booking layanan Bumame tanpa antri. Klik disini.

Penyebab Biduran: Gejala dan Cara Mengatasi | Bumame
Kembali ke Artikel & Berita

Penyebab Biduran, Gejala, dan Cara Mengatasinya di Rumah

SBAOthers

Apakah Anda pernah merasa tiba-tiba kulit terasa sangat gatal setelah berkeringat, makan sesuatu, atau berada di tempat yang terlalu panas? Lalu beberapa saat kemudian, terdapat bentol kemerahan yang membuat Anda ingin terus menggaruk tangan Anda? Kondisi ini bisa jadi mengindikasikan salah satu penyebab biduran.

Sebenarnya, penyebab biduran cukup beragam serta tidak selalu berhubungan dengan alergi. Dalam dunia medis, biduran ditandai dengan munculnya bentol/wheal (benjolan sementara di kulit) yang umumnya terasa gatal dan bisa menghilang atau berulang.

Apa Itu Biduran (Urtikaria)?

Urtikaria atau biduran merupakan gangguan kulit yang terjadi saat sel mast, atau sel kekebalan tubuh yang banyak berada di jaringan kulit, mengalami aktivasi serta melepaskan beragam zat kimia, khususnya histamin.

Pelepasan zat tersebut menjadikan pembuluh darah kecil di kulit melebar serta meningkatkan kebocoran cairan pada jaringan di sekitarnya. Kondisi ini berakibat pada terbentuknya kemerahan, bentol yang menonjol, dan umumnya terasa gatal.

Biduran bisa Anda bedakan berdasarkan lamanya keluhan. Umumnya, urtikaria akut berlangsung tidak lebih dari enam minggu, sementara urtikaria kronis dapat berlangsung lebih dari enam minggu, ditambah keluhannya muncul secara berulang.

Untuk kasus kronis, masalah yang muncul bisa berupa chronic spontaneous urticaria (urtikaria kronis spontan), biduran yang muncul tanpa ada pemicu yang bisa diketahui secara jelas.

Bentol biduran juga mempunyai ciri khas yang cukup jelas. Umumnya, satu bentol bisa menghilang dalam kurun waktu kurang dari 24 jam tanpa meninggalkan bekas, meski bentol baru juga berpotensi muncul pada bagian tubuh lain.

Sementara itu, biduran yang dialami beberapa orang juga disertai angioedema, yaitu pembengkakan yang berlangsung lebih dalam di jaringan kulit, seperti di kelopak mata, bibir, tangan, atau kaki.

Penyebab Biduran dan Faktor Risiko

Mengetahui penyebab biduran bisa membantu Anda mengenali pola kemunculan gejalanya. Akan tetapi, penting untuk Anda pahami bahwa tidak semua kasus mempunyai satu penyebab yang dapat langsung Anda temukan, khususnya pada biduran kronis.

1. Alergi Makan

Makanan tertentu bisa memicu biduran pada orang yang mempunyai alergi. Beberapa makanan yang terkenal bisa mengakibatkan reaksi alergi yaitu telur, kacang merah, susu, kacang polong, kerang, ikan, gandum, dan kedelai.

Untuk alergi makanan yang dimediasi oleh immunoglobulin E (IgE), sistem imun tubuh akan mengenali protein tertentu pada makanan sebagai ancaman. Hal ini mengakibatkan pelepasan mediator seperti histamin.

Biduran karena alergi makanan biasanya muncul cukup cepat setelah mengonsumsi makanan yang menjadi pemicu. Maka dari itu, mencatat makanan yang Anda konsumsi sebelum keluhan muncul bisa membantu dokter dalam mencari hubungan antara paparan dan gejala.

2. Alergi/Reaksi terhadap Obat

Obat juga tergolong salah satu penyebab biduran, baik lewat reaksi alergi maupun mekanisme non alergi. Aspirin, antibiotik tertentu, serta obat antiinflamasi nonsteroid (non-steroidal anti-inflammatory drugs/NSAID) juga tergolong kelompok yang bisa berhubungan dengan kemunculan biduran pada sebagian orang.

Reaksi tidak selalu berarti Anda mengalami alergi terhadap seluruh obat dalam kelompok tertentu. Untuk itu, obat yang dicurigai sebaiknya tidak Anda hentikan atau coba kembali tanpa mendapatkan arahan medis.

3. Cuaca Dingin, Panas, dan Perubahan Suhu

Perubahan suhu juga dapat menjadi penyebab biduran. Beberapa orang mengalami urtikaria saat tubuh menjadi terlalu panas, seperti setelah mandi air panas, berolahraga, demam, atau berkeringat banyak. Kondisi tersebut bisa berhubungan dengan cholinergic urticaria, yaitu jenis urtikaria yang muncul saat suhu tubuh meningkat.

Sebaliknya, air atau paparan udara dingin bisa menjadi pemicu cold urticaria atau biduran yang muncul ketika kulit sudah terpapar suhu rendah. Jenis ini tergolong inducible urticaria, atau biduran yang muncul karena rangsangan tertentu yang berasal dari aktivitas fisik atau lingkungan.

4. Stres dan Kondisi Emosional

Stres emosional memang tidak selalu menjadi pemicu biduran, tetapi bisa memperburuk keluhan pada beberapa orang. Aktivasi sistem saraf serta beragam respons tubuh saat mengalami stres diduga bisa berpengaruh terhadap aktivitas sel mast serta memperberat gejala yang sebelumnya sudah ada.

Maka dari itu, Anda mungkin bisa memperhitungkan biduran lebih sering terlihat atau terasa lebih berat saat kurang tidur, banyak tekanan, atau mempunyai masalah emosional. Meski begitu, sebaiknya stres tidak langsung Anda anggap sebagai satu-satunya penyebab biduran tanpa melihat faktor yang lain.

5. Gesekan, Tekanan Gas, atau Goresan pada Kulit

Gesekan dan tekanan juga bisa mengakibatkan jenis biduran tertentu. Misalnya, tergesek pakaian ketat, kulit yang digaruk, atau terkena tekanan dalam waktu tertentu bisa menyebabkan bentol pada orang yang terkena urtikaria karena rangsangan fisik atau dermographism.

6. Infeksi

Infeksi, khususnya infeksi virus, juga dapat disertai biduran akut. Infeksi saluran pernapasan, misalnya, bisa mendahului munculnya bentol pada beberapa orang. Sementara itu, beberapa infeksi juga berkaitan dengan urtikaria.

Ini membuat biduran tidak selalu menandakan bahwa seseorang mengalami alergi. Terlebih ketika bentol muncul saat tubuh terkena infeksi, dokter akan melihat keseluruhan kondisi sebelum memutuskan apa yang menjadi pemicunya.

7. Sengatan atau Gigitan Serangga

Sengatan atau gigitan serangga bisa memicu reaksi kulit, termasuk urtikaria. Pada reaksi yang dimediasi alergi, bentol bisa muncul dalam waktu yang relatif singkat setelah paparan.

Ketika biduran muncul setelah Anda tersengat dan disertai dengan pembengkakan di wajah, penurunan kesadaran, dan kesulitan bernapas, maka kondisi tersebut harus segera mendapatkan pertolongan medis.

Gejala Biduran

Biduran mempunyai beberapa tanda yang terlihat cukup khas. Akan tetapi, tingkat keluhannya bisa berbeda pada setiap orang.

1. Bentol Merah dan Gatal yang Bisa Berpindah

Gejala yang paling umum yaitu munculnya wheal atau bentol yang terasa gatal. Bentol bisa berwarna kemerahan atau lebih pucat daripada kulit di sekitarnya dengan ukuran yang berbeda-beda.

Salah satu cirinya yaitu bentol bisa menghilang di satu bagian tubuh lalu terlihat muncul di bagian yang lain. Biasanya, satu bentol tidak menetap selama lebih dari 24 jam, meski kemunculan bentol membuat seolah-olah ruam tidak kunjung menghilang.

2. Kulit Panas, Gatal, dan Perih

Rasa gatal adalah keluhan yang sangat umum. Banyak orang yang mengalami biduran akan merasa panas atau tidak nyaman, khususnya saat bentol yang muncul cukup banyak.

Menggaruk secara berlebihan justru bisa menambah terjadinya gesekan di kulit serta menjadi pemicu munculnya bentol baru yang sensitif terhadap rangsangan mekanis.

3. Pembengkakan Lebih Dalam (Angioedema)

Sebagian penderita biduran mengalami angioedema, atau pembengkakan yang terjadi di lapisan kulit lebih dalam. Kondisi tersebut kerap terlihat pada kelopak mata, bibir, pipi, tangan, kaki, maupun area genital.

Ketika pembengkakan di tenggorokan atau lidah disertai dengan suara berubah, sulit bernapas, atau sulit menelan, Anda harus segera mencari pertolongan medis karena bisa jadi reaksi alerginya lebih berat.

Cara Mengatasi Biduran di Rumah

Biduran ringan umumnya bisa membaik dengan sendirinya. Untuk mengurangi rasa gatal, Anda bisa melakukan beberapa cara berikut ini.

  • Kompres kulit menggunakan kain dingin.

  • Hindari mandi dengan air yang terlalu panas.

  • Gunakan pakaian longgar.

  • Jangan menggaruk area yang bentol.

  • Jika perlu, antihistamin bisa Anda gunakan untuk mengendalikan rasa gatal. Namun, penggunanya harus menyesuaikan kondisi serta petunjuk tenaga medis.

Bukan hanya itu, mencatat makanan, aktivitas, obat, suhu lingkungan sekitar, maupun kondisi tertentu sebelum munculnya biduran juga bisa membantu Anda menemukan penyebab biduran. Ketika pemicunya sudah Anda ketahui, menghindarinya dapat membantu mencegah bentol agar tidak muncul kembali.

Diagnosis Medis Biduran

Biasanya, diagnosis dilakukan lewat pemeriksaan kulit serta wawancara dengan dokter tentang kapan bentol muncul, kemungkinan pemicunya, dan berapa lama bertahan. Dokter juga bisa menanyakan seputar obat, makanan, paparan panas atau dingin, aktivitas fisik, infeksi, sampai riwayat keluhan sebelumnya.

Pemeriksaan lab tidak selalu dibutuhkan. Ketika terdapat penyebab atau dugaan alergi tertentu, dokter bisa mempertimbangkan untuk melakukan tes alergi atau tes lain sesuai dengan kondisi pasien.

Sementara pada biduran kronis, pemeriksaan alergi yang dilakukan secara luas ternyata tidak selalu memberi manfaat. Hal ini karena penyebab biduran sering tidak bisa ditemukan secara spesifik.

Kenali Penyebab Biduran Melalui Tes Alergi

Jika biduran berulang serta diduga berhubungan dengan alergi, pemeriksaan bisa membantu mengevaluasi kemungkinan pemicunya. Salah satu opsi yang tepat untuk anak usia 0–15 tahun yaitu Panel Alergi Anak dari Bumame yang membantu mengidentifikasi tingkat sensitivitas terhadap sejumlah alergen.

Bumame menggunakan panel alergen yang disesuaikan dengan kondisi lingkungan serta pola makan anak di Indonesia. Pemeriksaan ini dapat membantu mengidentifikasi alergen dari berbagai kelompok, seperti makanan, serbuk sari, debu, tungau, dan hewan.

Pemeriksaan tersebut bukanlah pengobatan biduran. Hasilnya tetap harus dikaitkan dengan gejala dan riwayat kesehatan, serta dikonsultasikan kepada tenaga medis sehingga mendapatkan interpretasi secara tepat.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera lakukan pemeriksaan medis ketika biduran disertai dengan pembengkakan pada bibir, wajah, lidah, tenggorokan, pusing berat, kesulitan bernapas, atau merasa akan pingsan. Kondisi ini bisa menjadi tanda anafilaksis, yaitu reaksi alergi berat yang memerlukan penanganan secepatnya.

Anda juga perlu berkonsultasi ketika biduran berlangsung selama lebih dari 6 minggu, menyebar luas, sering kambuh, atau mengganggu aktivitas sehari-hari.

Kenali Pemicu, Kendalikan Biduran

Penyebab biduran bisa karena obat, alergi, perubahan suhu, infeksi, tekanan pada kulit, dan faktor lainnya. Mengenali pola kemunculan gejala serta mencatat kemungkinan pemicu bisa membantu dalam menentukan langkah berikutnya.

Ketika keluhan berulang atau sulit untuk dikendalikan, pemeriksaan medis bisa menjadi opsi yang tepat untuk memastikan penyebab serta penanganan yang sesuai dengan kondisi Anda.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi:

  1. American Academy of Allergy, Asthma & Immunology. (2026). Skin Allergy Symptoms, Diagnosis, Treatment & Management.

  2. Kolkhir, P., Bonnekoh, H., Metz, M., & Maurer, M. (2024). Chronic Spontaneous Urticaria: A Review. JAMA, 332(17), 1464–1477.

  3. DermNet New Zealand. (2023). Urticaria (Hives): A Complete Overview

  4. MSD Manual Professional Edition. (2026). Urticaria

  5. Maurer, M., et al. (2024). An Algorithm for the Diagnosis and Treatment of Chronic Inducible Urticaria, 2024 Update. Allergy, 79(9), 2573–2576.

Ditinjau secara medis oleh dr. Aimee Wineyna

Frequently Asked Question

Apa itu biduran dan bagaimana cirinya?
Biduran atau urtikaria adalah gangguan kulit akibat aktivasi sel mast dan pelepasan histamin, yang menyebabkan bentol kemerahan, menonjol, dan gatal. Satu bentol umumnya dapat menghilang dalam waktu kurang dari 24 jam, meski bentol baru dapat muncul di bagian tubuh lain. 
Apa saja penyebab biduran?
Penyebab biduran cukup beragam, seperti alergi makanan atau obat, perubahan suhu, stres, gesekan atau tekanan pada kulit, infeksi, serta sengatan atau gigitan serangga. Pada biduran kronis, pemicu spesifik juga tidak selalu dapat diketahui. 
Apa saja gejala biduran yang perlu diperhatikan?
Gejala umumnya berupa bentol merah atau pucat yang terasa gatal, panas, atau perih dan dapat berpindah ke bagian tubuh lain. Sebagian orang juga mengalami angioedema berupa pembengkakan pada kelopak mata, bibir, tangan, kaki, atau area lainnya. 
Bagaimana cara mengatasi biduran di rumah?

Biduran ringan dapat dibantu dengan kompres dingin, menghindari mandi air terlalu panas, mengenakan pakaian longgar, dan tidak menggaruk kulit. Antihistamin juga dapat digunakan untuk mengurangi gatal dengan menyesuaikan kondisi dan petunjuk tenaga medis. 

Kapan biduran perlu diperiksakan ke dokter?
Segera cari pertolongan medis jika biduran disertai pembengkakan pada bibir, wajah, lidah, atau tenggorokan, kesulitan bernapas, pusing berat, atau merasa akan pingsan. Pemeriksaan juga diperlukan jika biduran berlangsung lebih dari enam minggu, sering kambuh, menyebar luas, atau mengganggu aktivitas.