Penyebab-dan-gejala- keputihan-saat-hamil

Kenali Penyebab dan Gejala Keputihan Saat Hamil

28/07/2026Bumame

Keputihan Saat Hamil Tidak Selalu Berbahaya. Kenali Mana yang Masih Normal dan Tanda yang Perlu Diwaspadai.

Keputihan merupakan salah satu perubahan yang sering dialami selama kehamilan. Kondisi ini umumnya terjadi akibat perubahan hormon dan peningkatan aliran darah ke area vagina. Meski sering kali normal, keputihan saat hamil juga dapat menjadi tanda adanya infeksi yang memerlukan penanganan segera, terutama jika disertai bau menyengat, perubahan warna, atau rasa gatal.

Karena itu, penting bagi ibu hamil untuk memahami perbedaan antara keputihan yang normal dan keputihan yang perlu diwaspadai agar kesehatan ibu maupun janin tetap terjaga.

Menurut World Health Organization (WHO), infeksi pada masa kehamilan yang tidak ditangani dengan baik dapat meningkatkan risiko komplikasi bagi ibu maupun janin. Pemeriksaan sejak dini membantu memastikan penyebab keluhan dan menentukan penanganan yang tepat.[1]

Apakah Keputihan Saat Hamil Normal?

Ya. Sebagian besar keputihan selama kehamilan merupakan kondisi yang normal.

Keputihan saat hamil dikenal sebagai leukorea, yaitu cairan yang diproduksi lebih banyak akibat meningkatnya kadar hormon estrogen dan aliran darah ke area panggul.

Keputihan ini berfungsi membantu menjaga kebersihan vagina sekaligus melindungi saluran reproduksi dari infeksi.

Jumlah keputihan biasanya akan semakin meningkat menjelang waktu persalinan.

Ciri-Ciri Keputihan Normal Saat Hamil

Keputihan normal umumnya memiliki karakteristik sebagai berikut:

  • Berwarna bening atau putih susu.

  • Bertekstur encer atau sedikit kental.

  • Tidak berbau menyengat.

  • Tidak menyebabkan gatal atau nyeri.

  • Keluar dalam jumlah yang dapat bertambah seiring usia kehamilan.

Selama tidak disertai keluhan lain, keputihan seperti ini biasanya tidak memerlukan pengobatan khusus.

Kapan Keputihan Saat Hamil Harus Diwaspadai?

Ibu hamil sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter apabila keputihan disertai salah satu atau beberapa tanda berikut.

1. Berwarna Hijau atau Kuning

Perubahan warna menjadi kuning pekat atau hijau dapat menandakan adanya infeksi bakteri atau infeksi menular seksual.

2. Berbau Menyengat

Keputihan yang berbau amis atau tidak sedap dapat menjadi tanda bacterial vaginosis atau infeksi lainnya.

3. Menyebabkan Gatal atau Perih

Rasa gatal, panas, atau nyeri pada area vagina sering kali berkaitan dengan infeksi jamur maupun infeksi bakteri.

4. Bertekstur Menggumpal

Keputihan yang menyerupai susu basi atau keju umumnya mengarah pada infeksi jamur (Candida).

5. Disertai Nyeri Saat Buang Air Kecil

Keluhan ini dapat menunjukkan adanya infeksi saluran kemih atau infeksi pada area genital.

6. Keluar Darah

Keputihan yang bercampur darah, terutama apabila terjadi dalam jumlah banyak atau disertai nyeri perut, perlu segera diperiksakan.

7. Cairan Keluar Terus-Menerus

Apabila cairan yang keluar sangat encer, sulit dikendalikan, dan terus mengalir, kondisi ini perlu dibedakan dengan kebocoran air ketuban sehingga memerlukan pemeriksaan segera.

Penyebab Keputihan Abnormal Saat Hamil

Selain perubahan hormon, keputihan yang tidak normal dapat disebabkan oleh beberapa kondisi, seperti:

  • Infeksi jamur (Candida).

  • Bacterial vaginosis.

  • Infeksi menular seksual, seperti trikomoniasis, gonore, atau klamidia.

  • Infeksi saluran kemih yang menyebar ke area genital.

  • Iritasi akibat penggunaan sabun atau produk pembersih kewanitaan tertentu.

Penyebab pasti hanya dapat diketahui melalui pemeriksaan oleh tenaga medis.

Bagaimana Dokter Menentukan Penyebab Keputihan?

Dokter akan menanyakan warna, bau, jumlah, serta lama keluhan yang dialami.

Apabila diperlukan, dokter dapat melakukan:

  • Pemeriksaan fisik pada area genital.

  • Pemeriksaan sampel cairan vagina.

  • Pemeriksaan urine apabila dicurigai terdapat infeksi saluran kemih.

  • Pemeriksaan laboratorium lain sesuai indikasi.

Pemeriksaan ini bertujuan menentukan penyebab keputihan sehingga pengobatan dapat diberikan secara tepat.

Cara Menjaga Kebersihan Area Kewanitaan Selama Hamil

Beberapa langkah sederhana berikut dapat membantu menjaga kesehatan area kewanitaan selama kehamilan:

  • Gunakan pakaian dalam berbahan katun yang mudah menyerap keringat.

  • Ganti pakaian dalam apabila terasa lembap.

  • Bersihkan area genital dari depan ke belakang setelah buang air.

  • Hindari penggunaan sabun berpewangi atau produk pembersih vagina tanpa anjuran dokter.

  • Jangan melakukan douching karena dapat mengganggu keseimbangan bakteri baik di vagina.

Menjaga kebersihan area kewanitaan dapat membantu mengurangi risiko terjadinya infeksi.

Periksakan Keluhan Keputihan Saat Hamil di Bumame

Keputihan selama kehamilan memang sering kali merupakan kondisi yang normal. Namun, apabila disertai perubahan warna, bau yang menyengat, rasa gatal, atau nyeri, pemeriksaan perlu segera dilakukan agar penyebabnya dapat diketahui.

Di Bumame, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter mengenai keluhan yang dialami selama kehamilan. Jika diperlukan, dokter akan merekomendasikan pemeriksaan laboratorium maupun pemeriksaan penunjang lainnya sesuai kondisi ibu dan janin.

Mengalami keputihan yang tidak biasa selama kehamilan? Konsultasikan dengan tim medis Bumame melalui WhatsApp untuk mendapatkan informasi mengenai layanan pemeriksaan yang sesuai. Klik di sini untuk chat WhatsApp Bumame.

Kenali Perbedaan Keputihan Normal dan Tidak Normal Saat Hamil

Keputihan merupakan perubahan yang umum terjadi selama kehamilan. Meski sebagian besar bersifat normal, ibu hamil tetap perlu mengenali tanda-tanda yang dapat mengarah pada infeksi atau komplikasi kehamilan.

Apabila keputihan berubah warna, berbau tidak sedap, atau disertai keluhan lain, jangan menunda untuk berkonsultasi dengan dokter agar kesehatan ibu dan janin tetap terjaga.

Sumber

  1. World Health Organization. Recommendations on antenatal care for a positive pregnancy experience.

  2. American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG). Vaginitis.

Lokasi Klinik Bumame

  • Klinik Bumame Cideng
    JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10160

  • Klinik Bumame TB Simatupang
    1, Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12550

  • Klinik Bumame BSD
    Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kec. Serpong, Tangerang, Banten 15310

  • Klinik Bumame Puri Indah
    Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23, Kembangan, Jakarta Barat 11610

Ditinjau oleh: dr. Muhammad Reza Kurniawan

FAQ

Apakah keputihan saat hamil selalu normal?

Tidak. Keputihan yang bening atau putih susu tanpa bau biasanya normal. Namun, jika berubah warna, berbau menyengat, atau disertai gatal dan nyeri, kondisi tersebut perlu diperiksakan.

Bagaimana ciri keputihan normal saat hamil?

Keputihan normal umumnya berwarna bening atau putih susu, tidak berbau, tidak menyebabkan gatal, dan jumlahnya dapat meningkat selama kehamilan.

Apakah infeksi vagina saat hamil berbahaya?

Beberapa infeksi dapat meningkatkan risiko komplikasi pada kehamilan apabila tidak ditangani. Karena itu, pemeriksaan sejak dini sangat penting.

Apakah ibu hamil boleh menggunakan pembersih kewanitaan?

Sebaiknya gunakan air bersih dan hindari produk berpewangi atau douching tanpa anjuran dokter karena dapat mengganggu keseimbangan bakteri alami di vagina.

Kapan saya harus segera ke dokter?

Segera lakukan pemeriksaan jika keputihan berwarna hijau, kuning, atau bercampur darah, berbau menyengat, disertai gatal, nyeri, demam, atau diduga merupakan kebocoran air ketuban.