Oak Circle
Leptospirosis Bisa Muncul Setelah Terpapar Air Terkontaminasi, Kenali Gejalanya
Leptospirosis adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Leptospira. Bakteri ini dapat menyebar melalui urine hewan yang mengontaminasi air atau tanah. Seseorang dapat terinfeksi ketika kulit yang terluka atau selaput lendir bersentuhan dengan lingkungan yang terkontaminasi.
Penyakit ini lebih berisiko terjadi setelah seseorang beraktivitas di lingkungan yang tergenang atau memiliki sanitasi buruk. Paparan juga dapat terjadi saat membersihkan area yang terkontaminasi urine hewan.
Gejala leptospirosis dapat menyerupai penyakit lain sehingga terkadang sulit dikenali hanya berdasarkan keluhan. Pemeriksaan medis diperlukan untuk memastikan penyebabnya.
Penyebab Leptospirosis
Penyebab utama leptospirosis adalah infeksi bakteri Leptospira. Bakteri tersebut dapat ditemukan pada urine hewan yang terinfeksi dan kemudian mencemari lingkungan.
Penularan pada manusia dapat terjadi ketika seseorang bersentuhan dengan air, tanah, atau lumpur yang telah terkontaminasi. Risiko dapat meningkat ketika terdapat luka atau goresan pada kulit.
Paparan juga dapat terjadi melalui kontak dengan urine atau jaringan hewan yang terinfeksi. Beberapa hewan yang dapat membawa bakteri tersebut antara lain tikus, anjing, dan hewan ternak.
Setelah masuk ke tubuh, bakteri dapat menyebabkan infeksi dengan tingkat keparahan yang berbeda. Masa munculnya gejala umumnya berkisar 2–30 hari setelah paparan.
Faktor Risiko Leptospirosis
Risiko terkena leptospirosis meningkat ketika seseorang sering berada di lingkungan yang memungkinkan kontak dengan air atau tanah yang terkontaminasi urine hewan.
Beberapa aktivitas yang dapat meningkatkan risiko antara lain:
- Beraktivitas atau bekerja di area yang sering tergenang air
- Kontak dengan air banjir atau lumpur
- Bekerja di lingkungan dengan sanitasi yang kurang baik
- Memiliki kontak dekat dengan hewan yang dapat membawa bakteri
- Membersihkan area yang mungkin terkontaminasi urine hewan
- Melakukan aktivitas di tanah atau air tanpa perlindungan yang memadai
Setelah banjir atau hujan deras, genangan air dapat membawa berbagai kontaminan dari lingkungan sekitar. Karena itu, penggunaan perlindungan seperti sepatu atau sarung tangan ketika harus berada di lingkungan berisiko dapat membantu mengurangi paparan.
Gejala Leptospirosis
Gejala leptospirosis dapat muncul beberapa hari setelah seseorang terpapar bakteri. Keluhannya cukup beragam dan dapat menyerupai infeksi lainnya.
Beberapa gejala yang umum meliputi:
- Demam
- Sakit kepala
- Nyeri otot
- Menggigil
- Mual atau muntah
- Diare
- Nyeri perut
- Kelelahan
- Mata merah
- Kulit dan bagian putih mata menguning
Pada sebagian orang, gejalanya dapat membaik sementara sebelum kembali memburuk. Infeksi yang lebih berat dapat menyebabkan gangguan pada ginjal atau hati, gangguan pernapasan, hingga meningitis.
Karena gejala awalnya tidak spesifik, riwayat paparan terhadap air banjir, lumpur, atau lingkungan yang mungkin terkontaminasi menjadi informasi penting ketika berkonsultasi dengan dokter.
Diagnosis Leptospirosis
Diagnosis leptospirosis dilakukan berdasarkan gejala, riwayat paparan, serta pemeriksaan laboratorium. Dokter dapat mempertimbangkan leptospirosis jika seseorang mengalami gejala yang sesuai setelah berada di lingkungan berisiko.
Pemeriksaan dapat dilakukan dengan mendeteksi DNA bakteri Leptospira dari sampel seperti darah, serum, urine, atau cairan serebrospinal pada kondisi tertentu. Pemeriksaan antibodi terhadap bakteri juga dapat digunakan untuk membantu diagnosis. Jenis pemeriksaan yang dipilih dapat bergantung pada berapa lama gejala sudah berlangsung.
Pemeriksaan laboratorium sebaiknya dilakukan berdasarkan penilaian tenaga medis. Hasil tes perlu diinterpretasikan bersama gejala dan riwayat paparan agar diagnosis tidak hanya bergantung pada satu hasil pemeriksaan.
Pengobatan Leptospirosis
Leptospirosis dapat ditangani dengan antibiotik. Pengobatan yang diberikan bergantung pada tingkat keparahan penyakit dan kondisi pasien.
Penanganan sejak awal dapat membantu mengurangi tingkat keparahan dan durasi penyakit. Pada kondisi yang dicurigai sebagai leptospirosis, dokter dapat mempertimbangkan pemberian antibiotik tanpa menunggu hasil pemeriksaan laboratorium apabila kondisi klinis mendukung.
Pada kasus yang lebih berat, pasien mungkin membutuhkan perawatan di rumah sakit. Penanganan dapat mencakup pemantauan fungsi ginjal, hati, pernapasan, serta kondisi organ lainnya.
Untuk membantu mengetahui kondisi kesehatan setelah mengalami keluhan infeksi, Bumame menyediakan pemeriksaan kesehatan dasar yang mencakup pemeriksaan darah, urine, fungsi hati, fungsi ginjal, dan kadar gula darah. Pemeriksaan ini merupakan pemeriksaan kesehatan umum dan bukan pemeriksaan khusus untuk memastikan leptospirosis.
Kapan Harus Segera ke Dokter
Segera periksakan diri jika muncul demam, nyeri otot, sakit kepala, mual, atau mata dan kulit menguning setelah mengalami kontak dengan air banjir, lumpur, tanah, atau lingkungan yang mungkin terkontaminasi.
Pertolongan medis juga diperlukan jika kondisi semakin berat. Leptospirosis yang tidak ditangani dapat berkembang menjadi gangguan ginjal atau hati, gangguan pernapasan, meningitis, hingga kegagalan beberapa organ.
Jika Anda memiliki riwayat paparan dan mengalami gejala yang mengarah pada leptospirosis, jangan menunda konsultasi. Anda dapat menghubungi WhatsApp Bumame untuk mendapatkan arahan pemeriksaan yang sesuai.
Sumber:
Centers for Disease Control and Prevention (CDC)
Lokasi Klinik Bumame
Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10160
Klinik Bumame TB Simatupang
1, Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12550
Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kec. Serpong, Tangerang, Banten 15310
Klinik Bumame Puri Indah
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23, Kembangan, Jakarta Barat 11610
Ditinjau secara medis oleh dr. Muhammad Reza Kurniawan
Frequently Asked Question
Apa penyebab leptospirosis?
Leptospirosis disebabkan oleh bakteri Leptospira yang dapat menyebar melalui urine hewan yang mengontaminasi air atau tanah.
Apakah leptospirosis bisa menular melalui air banjir?
Ya. Air banjir yang terkontaminasi urine hewan dapat menjadi salah satu sumber paparan bakteri Leptospira, terutama jika masuk melalui luka pada kulit atau kontak dengan selaput lendir.
Apa saja gejala leptospirosis?
Gejala dapat berupa demam, sakit kepala, nyeri otot, menggigil, mual, muntah, diare, nyeri perut, mata merah, serta kulit dan mata menguning.
Apakah leptospirosis bisa sembuh?
Leptospirosis dapat ditangani dengan antibiotik. Penanganan lebih awal penting untuk mengurangi risiko penyakit berkembang menjadi lebih berat.
Kapan harus memeriksakan leptospirosis?
Segera periksa jika mengalami gejala yang sesuai setelah terpapar air, tanah, lumpur, atau lingkungan yang mungkin terkontaminasi urine hewan, terutama jika kondisi semakin memburuk.
