Oak Circle
Kesemutan di kaki bisa muncul setelah duduk terlalu lama, tetapi jika sering terjadi tanpa alasan yang jelas, ada beberapa kondisi yang perlu diperhatikan. Gangguan saraf, diabetes, hingga masalah tertentu pada tubuh dapat menjadi penyebabnya.
Kesemutan atau parestesia merupakan sensasi seperti ditusuk jarum, geli, kebas, atau mati rasa pada bagian tubuh tertentu. Keluhan ini paling sering terasa di kaki atau tangan dan dapat berlangsung sementara maupun menetap.
Kesemutan sementara sering terjadi ketika posisi tubuh memberikan tekanan pada saraf dalam waktu tertentu. Misalnya, duduk bersila atau tidur dalam posisi yang membuat kaki tertekan. Setelah posisi diubah, sensasi biasanya berangsur menghilang.
Namun, kaki yang sering kesemutan tanpa pemicu yang jelas perlu diperhatikan. Kesemutan yang berulang dapat berkaitan dengan gangguan saraf, diabetes, kekurangan vitamin tertentu, atau kondisi kesehatan lainnya.
Penyebab Umum Kaki Sering Kesemutan
Posisi tubuh menjadi salah satu penyebab yang paling umum. Duduk atau tidur dalam posisi tertentu terlalu lama dapat menekan saraf dan menyebabkan kaki terasa kebas atau kesemutan.
Tekanan pada saraf juga dapat terjadi akibat saraf terjepit atau masalah pada tulang belakang. Keluhan biasanya dapat terasa pada area tertentu dan terkadang menjalar dari punggung atau pinggang menuju kaki.
Beberapa penyebab lainnya meliputi:
- Duduk atau berdiri dalam posisi yang sama terlalu lama
- Saraf tertekan atau terjepit
- Kekurangan vitamin tertentu, terutama vitamin B12
- Konsumsi alkohol berlebihan
- Efek samping obat tertentu
- Gangguan pada saraf tepi
Kesemutan yang muncul setelah berada dalam posisi tertentu dan segera membaik setelah bergerak biasanya tidak perlu dikhawatirkan. Namun, jika keluhan terus berulang atau semakin sering, penyebabnya perlu diperiksa.
Aktivitas fisik juga dapat membantu menjaga kesehatan secara keseluruhan. Kebiasaan berjalan kaki setiap hari kunci hidup sehat dapat menjadi salah satu bagian dari gaya hidup aktif.
Penyebab yang Perlu Diwaspadai
Kesemutan pada kaki yang menetap dapat menjadi tanda adanya gangguan saraf. Salah satu kondisi yang perlu diperhatikan adalah neuropati diabetik, yaitu kerusakan saraf yang dapat terjadi akibat diabetes.
Kadar gula darah yang tinggi dalam jangka panjang dapat merusak saraf dan pembuluh darah kecil yang memasok saraf. Neuropati perifer akibat diabetes umumnya memengaruhi kaki dan tungkai. Gejalanya dapat berupa kesemutan, rasa terbakar, mati rasa, nyeri, atau kelemahan.
Selain diabetes, gangguan saraf juga dapat berkaitan dengan kekurangan vitamin B12, penyakit ginjal, konsumsi alkohol berlebihan, atau penggunaan obat tertentu.
Kesemutan yang disertai pembengkakan pada kaki juga perlu diperhatikan. Informasi mengenai kaki bengkak dapat membantu mengenali beberapa kondisi yang dapat menyebabkan keluhan tersebut.
Gejala Penyerta yang Perlu Diperhatikan
Perhatikan gejala lain yang muncul bersama kesemutan. Informasi ini dapat membantu dokter menentukan kemungkinan penyebab dan pemeriksaan yang diperlukan.
Beberapa gejala yang perlu diperhatikan meliputi:
- Mati rasa pada kaki
- Rasa terbakar atau nyeri seperti tertusuk
- Kaki terasa lemah
- Gangguan keseimbangan saat berjalan
- Kesemutan yang semakin sering atau menyebar
- Luka pada kaki yang tidak terasa
- Perubahan warna atau suhu pada kaki
- Sering haus dan buang air kecil
- Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas
Pada neuropati perifer, gejala dapat muncul pada kedua sisi tubuh dan terkadang terasa lebih berat pada malam hari. Jika keluhan disertai luka pada kaki yang tidak terasa, pemeriksaan medis sebaiknya tidak ditunda.
Pengobatan Kaki Sering Kesemutan
Penanganan kaki sering kesemutan bergantung pada penyebabnya. Jika keluhan muncul karena posisi tubuh, mengubah posisi dan menggerakkan kaki secara perlahan dapat membantu mengurangi tekanan pada saraf.
Jika kesemutan berkaitan dengan kondisi medis tertentu, pengobatan perlu diarahkan pada penyebab dasarnya. Pada neuropati akibat diabetes, menjaga kadar gula darah tetap terkendali menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan saraf.
Bagi yang mengalami kesemutan berulang dan memiliki faktor risiko diabetes, pemeriksaan diabetes dapat membantu memantau kondisi gula darah. Pemeriksaan ini dapat menjadi bagian dari evaluasi kesehatan, tetapi hasilnya tetap perlu diinterpretasikan bersama kondisi dan gejala yang dialami.
Perubahan gaya hidup juga dapat membantu menjaga kesehatan tubuh. Aktivitas fisik teratur, pola makan seimbang, membatasi alkohol, serta menjaga berat badan dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan saraf dan metabolisme.
Kapan Harus Periksa ke Dokter
Kaki sering kesemutan sebaiknya diperiksakan jika keluhan muncul terus-menerus, semakin sering, menyebar, atau tidak membaik setelah posisi tubuh diubah.
Pemeriksaan juga diperlukan jika kesemutan disertai mati rasa, kelemahan otot, gangguan keseimbangan, nyeri, atau luka pada kaki yang tidak terasa. Kondisi tersebut dapat berkaitan dengan gangguan saraf yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Jika kesemutan muncul secara tiba-tiba bersama kelemahan pada salah satu sisi tubuh, wajah menurun sebelah, gangguan bicara, atau kebingungan, segera cari pertolongan medis. Gejala tersebut dapat menjadi tanda keadaan darurat seperti stroke.
Jika Anda mengalami kaki sering kesemutan dan ingin mengetahui kemungkinan penyebabnya, konsultasikan keluhan melalui WhatsApp Bumame untuk mendapatkan arahan pemeriksaan yang sesuai.
Sumber:
National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK)
World Health Organization (WHO)
Lokasi Klinik Bumame
Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10160
Klinik Bumame TB Simatupang
1, Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12550
Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kec. Serpong, Tangerang, Banten 15310
Klinik Bumame Puri Indah
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23, Kembangan, Jakarta Barat 11610
Ditinjau secara medis oleh dr. Andika Yusuf Ramadhan, M.Biomed
Frequently Asked Question
Kenapa kaki sering kesemutan?
Kaki sering kesemutan dapat disebabkan oleh posisi tubuh yang menekan saraf, saraf terjepit, kekurangan vitamin tertentu, penggunaan obat tertentu, hingga neuropati yang berkaitan dengan diabetes.
Apakah kaki sering kesemutan bisa menjadi tanda diabetes?
Bisa. Diabetes dapat menyebabkan kerusakan saraf yang menimbulkan kesemutan, mati rasa, rasa terbakar, atau nyeri pada kaki.
Apakah kesemutan pada kaki selalu berbahaya?
Tidak selalu. Kesemutan yang muncul sesekali karena posisi tubuh biasanya akan membaik setelah posisi diubah. Namun, keluhan yang sering muncul atau menetap perlu diperiksa.
Kapan kaki sering kesemutan harus diperiksakan?
Periksakan diri jika kesemutan terus berulang, berlangsung lama, semakin berat, atau disertai nyeri, mati rasa, kelemahan, gangguan keseimbangan, pembengkakan, maupun luka pada kaki.
