Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

penyebab-dan-gejala-pneumonia
Kembali ke Artikel & Berita

Pneumonia: Penyebab, Gejala dan Pengobatan

ab3bf4ca-8ed2-4d91-a98c-d07a51e0fc3dVaksin Others

Pneumonia: Penyebab, Gejala dan Pengobatan

Batuk yang tak kunjung reda disertai demam dan napas yang terasa lebihberat dari biasanya sering dianggap sebagai flu biasa yang akan membaik dengansendirinya. Namun, kombinasi gejala seperti ini juga bisa menjadi tanda pneumonia,infeksi paru-paru yang perlu ditangani dengan tepat agar tidak berkembang lebihjauh.

Memahami pneumonia sejak dini penting dilakukan, bukan untuk membuat Andacemas berlebihan, tetapi agar Anda tahu kapan gejala yang muncul sudah perludiperiksakan ke dokter dan tidak cukup hanya diobati sendiri di rumah.

Apa Itu Pneumonia?

Menurut Kemenkes RI, pneumonia adalah infeksi yang mengobarkan kantongudara di salah satu atau kedua paru-paru, yang dapat disebabkan oleh berbagaiorganisme, termasuk bakteri, virus, dan jamur. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)menjelaskan bahwa saat pneumonia terjadi, kantong-kantong udara atau alveolusdi paru-paru terisi cairan atau nanah, sehingga pernapasan terasa berat danasupan oksigen ke dalam tubuh berkurang.

WHO juga menjelaskan bahwa infeksi ini umumnya menyebar melalui kontaklangsung dengan orang yang terinfeksi, misalnya lewat percikan droplet saatbatuk atau bersin. Karena itu, menjaga jarak dan kebersihan tangan menjadilangkah sederhana yang cukup efektif untuk mengurangi risiko penularan.

Jenis-Jenis Pneumonia

Kemenkes RI mengelompokkan pneumonia berdasarkan tempat terjadinyainfeksi, yaitu pneumonia komunitas yang paling umum terjadi di luar fasilitaskesehatan, pneumonia yang didapat selama perawatan di rumah sakit, danpneumonia aspirasi akibat makanan atau cairan yang tidak sengaja terhirup kesaluran napas.

Selain berdasarkan tempat infeksi, pneumonia juga bisa dibedakanberdasarkan pola peradangannya di paru. Salah satu jenis yang cukup seringditemukan, terutama pada anak-anak, adalah bronkopneumonia, yaitu peradangan berbentukbercak di sekitar bronkus dan alveolus.

Pneumonia: Penyebab, Gejala dan Pengobatan

Penyebab Pneumonia

Pneumonia paling sering disebabkan oleh infeksi bakteri, terutamaStreptococcus pneumoniae dan Haemophilus influenzae, maupun infeksi virusseperti influenza, RSV, dan virus corona penyebab COVID-19. Pada kondisitertentu, infeksi jamur juga dapat memicu pneumonia, terutama pada orang dengandaya tahan tubuh yang lemah.

Selain infeksi, pneumonia juga bisa terjadi akibat aspirasi, yaitukondisi ketika makanan, cairan, atau muntahan tidak sengaja masuk ke salurannapas alih-alih ke kerongkongan. Kondisi ini lebih sering ditemukan pada orangdengan gangguan menelan atau kesadaran yang menurun.

Faktor Risiko: Siapa yangPerlu Lebih Waspada?

WHO mengelompokkan beberapa kelompok yang berisiko lebih tinggi mengalamipneumonia, yaitu anak-anak berusia di bawah 2 tahun, orang dewasa berusia 65tahun ke atas, perokok, serta orang dengan penyakit kronis atau sistemkekebalan tubuh yang lemah. Kelompok ini disarankan untuk lebih waspadaterhadap gejala awal dan tidak menunda pemeriksaan bila keluhan muncul.

Selain faktor usia dan gaya hidup, orang yang baru saja menjalani rawatinap atau memiliki riwayat penyakit paru sebelumnya, seperti asma atau penyakitparu obstruktif kronik, juga cenderung lebih rentan mengalami komplikasi bilaterkena pneumonia.

Gejala Pneumonia dan Tandayang Tidak Boleh Diabaikan

Gejala pneumonia yang umum meliputi batuk berdahak, demam, menggigil,sesak napas, serta nyeri dada yang terasa lebih tajam saat bernapas dalam ataubatuk. WHO juga mencatat gejala tambahan seperti kelelahan, mual, atau muntah,sementara pada lansia, kebingungan bisa menjadi tanda yang perlu diperhatikanmeskipun gejala khas lainnya belum terlihat jelas.

Karena gejalanya cukup mirip dengan penyakit pernapasan lain, kenali juga cara membedakan gejala asma, pneumonia, danISPA agar Anda tidak salah menilai kondisi yang sedang dialami.

Diagnosis Pneumonia

Dokter biasanya memulai diagnosis dengan pemeriksaan fisik, termasukmendengarkan suara napas melalui stetoskop, dilanjutkan dengan rontgen dada untuk melihat area paru yangterdampak peradangan. Pemeriksaan tambahan seperti tes darah atau kultur dahakjuga bisa dilakukan untuk mengetahui jenis mikroorganisme penyebab infeksi,sehingga pengobatan yang diberikan lebih tepat sasaran.

Pengobatan Pneumonia

Menurut WHO, pneumonia yang disebabkan oleh bakteri umumnya meresponsbaik terhadap antibiotik, dan sebagian besar kasus cukup ditangani denganantibiotik oral tanpa perlu rawat inap. Pada pneumonia yang disebabkan virus,penanganan lebih difokuskan pada perawatan suportif, seperti istirahat cukup,cairan yang memadai, dan obat penurun demam sesuai anjuran dokter.

Untuk kasus yang ditangani rawat jalan, dokter umumnya meresepkanantibiotik golongan tertentu sesuai kondisi pasien, dengan lama pengobatansekitar 5 hingga 7 hari apabila responsnya baik. Jenis dan dosis antibiotik iniperlu ditentukan langsung oleh dokter setelah pemeriksaan, bukan dikonsumsiberdasarkan pengalaman orang lain.

Rawat inap biasanya direkomendasikan pada kasus yang lebih berat,misalnya saat sesak napas signifikan, kadar oksigen menurun, atau kondisi tubuhmelemah secara drastis. Keputusan ini sepenuhnya berada di tangan dokterberdasarkan hasil pemeriksaan menyeluruh, bukan sesuatu yang bisa ditentukansendiri di rumah.

Komplikasi Pneumonia JikaTidak Ditangani

Bila tidak ditangani dengan tepat, pneumonia berpotensi menimbulkankomplikasi serius, seperti infeksi yang menyebar ke aliran darah (bakteremiaatau sepsis), penumpukan cairan di sekitar paru-paru, pembentukan abses paru,hingga gagal napas yang memerlukan bantuan alat bantu napas. Inilah mengapapenanganan sejak gejala awal muncul sangat penting dilakukan.

Pada kasus yang jarang terjadi, peradangan yang cukup luas juga bisamerusak jaringan paru secara lebih permanen. Karena itu, semakin cepatpneumonia terdeteksi dan ditangani, semakin kecil pula risiko komplikasi jangkapanjang yang mungkin timbul.

Pencegahan Pneumonia

WHO merekomendasikan beberapa langkah pencegahan, di antaranya vaksinasi terhadap Hib, pneumokokus, campak, influenza, dan pertusis, menjaga kebersihantangan secara rutin, tidak merokok atau mengurangi paparan polusi udara dalamruangan, serta menjaga sistem imun melalui istirahat cukup, olahraga, dannutrisi seimbang.

Langkah-langkah ini tidak menjamin seseorang terbebas sepenuhnya daririsiko pneumonia, tetapi terbukti dapat menurunkan kemungkinan terjadinyainfeksi maupun tingkat keparahannya apabila infeksi tetap terjadi.

Pilihan Vaksin Pneumonia di Bumame

Sebagai salah satu langkah pencegahan, Bumame menyediakan beberapapilihan vaksin pneumonia prevnar 20 yang dirancanguntuk melindungi dari sejumlah tipe bakteri Streptococcus pneumoniae. Anda bisamembaca detail cakupan dan harga terkini masing-masing vaksin dengan berkonsultasi dengan tim dokter kami untuk menentukan pilihanyang paling sesuai.

Pneumonia: Penyebab, Gejala dan Pengobatan

Kapan Harus ke Dokter?

Segera periksakan diri apabila Anda mengalami demam tinggi yang tidakkunjung turun, sesak napas yang semakin memberat, nyeri dada yang tajam saatbernapas atau batuk, atau tubuh yang terasa sangat lemas disertai kebingungan.Pada anak-anak, tanda yang perlu diwaspadai meliputi napas yang jauh lebihcepat dari biasanya, tarikan dinding dada saat bernapas, tidak mau makan atauminum, hingga bibir yang tampak kebiruan.

Menjaga Kesehatan Paru dalamJangka Panjang

Mengenali gejala pneumonia sejak awal membantu Anda mengambil langkahyang tepat sebelum kondisi berkembang lebih serius. Namun, informasi ini tidakdimaksudkan untuk menggantikan pemeriksaan langsung oleh dokter. Kombinasiantara pemeriksaan fisik, riwayat gejala, dan penunjang seperti rontgen dadatetap menjadi cara paling akurat untuk memastikan kondisi paru-paru Anda.


SUMBER:

Kemenkes RI,Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan (Yankes). (2024). Pneumonia.Retrieved from: https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/2709/pneumonia

World HealthOrganization (WHO). (2022). Pneumonia. Retrieved from: https://www.who.int/health-topics/pneumonia/

StatPearls, NCBI Bookshelf. (2024). Community-Acquired Pneumonia.Retrieved from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK430749/

Ditinjau secara medis oleh dr. Muhammad Reza Kurniawan

Frequently Asked Question

Apa itu pneumonia?
Pneumonia adalah infeksi yang menyebabkan peradangan pada kantong udara (alveolus) di salah satu atau kedua paru-paru. Kantong udara ini bisa terisi cairan atau nanah, sehingga pernapasan menjadi tidak nyaman dan asupan oksigen ke tubuh berkurang.
Apa saja ciri-ciri atau gejala utama pneumonia yang perlu diwaspadai?

Gejala utama meliputi batuk berdahak, demam, menggigil, sesak napas, serta nyeri dada yang terasa lebih tajam saat bernapas dalam atau batuk. Pada lansia, gejalanya bisa lebih samar dan kadang hanya berupa kebingungan atau penurunan kesadaran.

Apakah pneumonia menular?
Bisa menular, terutama bila disebabkan oleh virus atau bakteri yang menyebar lewat percikan droplet saat batuk atau bersin. Risiko penularan lebih tinggi pada kontak dekat dan ruangan tertutup, terutama pada orang dengan daya tahan tubuh yang lemah.
Apa penyebab utama pneumonia?
Penyebab utamanya adalah infeksi bakteri seperti Streptococcus pneumoniae dan Haemophilus influenzae, infeksi virus seperti influenza dan RSV, serta jamur pada kondisi tertentu. Pneumonia juga bisa terjadi akibat tersedak makanan atau cairan yang masuk ke saluran napas.
Apakah pneumonia berbeda dengan bronkopneumonia?

Bronkopneumonia adalah salah satu pola atau jenis dari pneumonia, bukan penyakit yang terpisah sama sekali. Bedanya terletak pada pola peradangan di paru. Anda bisa membaca lebih detail di perbedaan bronkopneumonia dan pneumonia.