Malnutrisi bisa terjadi ketika seseorang sulit makan dengan cukup, lalu berat badan yang tidak naik-naik, atau justru malah mengonsumsi makanan berlebihan tapi gizinya masih saja tidak seimbang. Kondisi ini bisa saja dialami anak ataupun orang dewasa dan tidak selalu akan terlihat dari bentuk tubuh.
Lantas, apa saja gejalanya? Bagaimana cara mengetahui kapan pemeriksaan kesehatan diperlukan? Mari simak lebih dalam lewat artikel berikut!
Apa Itu Malnutrisi?
Malnutrisi adalah kondisi saat asupan energi ataupun zat gizi seseorang mengalami kekurangan, kelebihan, ataupun sampai ketidakseimbangan. Kondisi ini juga mencakup kekurangan gizi, kekurangan vitamin dan mineral, serta kelebihan gizi yang bisa berkontribusi pada berat badan berlebih dan juga obesitas.
Jadi, kondisi ini tidak selalu berarti tubuh terlalu kurus. Sebab, ada beberapa jenis ketidakseimbangan nutrisi, meliputi overnutrition. Di mana hal tersebut dapat menyebabkan obesitas.
Pada anak, kekurangan gizi bisa terlihat dari berat badan yang sulit untuk bertambah ataupun tinggi badan yang tidak sesuai pada pola pertumbuhan. Jika memang berlangsung lama, kondisi ini bisa menghambat pertumbuhan dan juga perkembangan.
Selain itu, satu dari orang dewasa dapat mengalami ketidakseimbangan nutrisi. Pada orang dewasa, masalah ini bisa menyebabkan penurunan berat badan, berkurangnya kekuatan otot, sampai tubuh yang lebih rentan terhadap penyakit.
Gejala Malnutrisi yang Perlu Dikenali
Gejala masalah ini bergantung pada jenis dan juga tingkat keparahan ketidakseimbangan gizi. Beberapa tanda yang perlu Anda perhatikan adalah sebagai berikut.
Berat badan turun tanpa direncanakan ataupun sampai sulit bertambah.
Nafsu makan berkurang ataupun tidak tertarik pada makanan.
Mudah lelah, lemas, dan juga kurang bertenaga.
Lebih sering sakit ataupun sampai membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih.
Sulit berkonsentrasi dan juga merasa kedinginan lebih sering.
Pada anak, berat badan yang tidak naik-naik sesuai harapan ataupun pertumbuhan melambat.
Perlu Anda pahami, seseorang tetap bisa mengalami kekurangan zat gizi meskipun berat badannya normal ataupun berlebih. Misalnya, menerapkan pola makan tinggi kalori tetapi masih rendah vitamin, mineral, protein, ataupun zat gizi penting lainnya. Hal tersebut juga bisa menyebabkan kebutuhan nutrisi tubuh tidak terpenuhi.
Maka dari itu, penilaian ketidakseimbangan nutrisi tidak cukup hanya dengan melihat bentuk tubuh. Orang tua juga bisa membaca panduan tanda gangguan tumbuh kembang anak agar bisa lebih memahami bagaimana pentingnya memantau pertumbuhan dan juga perkembangan secara berkala.
Penyebab Malnutrisi dan Faktor Risikonya
Kondisi ini bisa terjadi karena adanya berbagai faktor, mulai dari pola makan hingga kondisi kesehatan yang dapat mengganggu penyerapan zat gizi. Penyebabnya sendiri perlu dipahami agar penanganannya bisa disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing orang.
1. Asupan Makanan Tidak Mencukupi atau Tidak Seimbang
Melewatkan waktu makan, menjalani diet terlalu ketat, ataupun kurang mengonsumsi sumber protein, vitamin, dan juga mineral bisa meningkatkan risiko kekurangan gizi. Keterbatasan akses terhadap makanan bergizi juga bisa berpengaruh.
2. Penyakit yang Memengaruhi Nafsu Makan dan Penyerapan Nutrisi
Penyakit kronis, gangguan pencernaan, diare yang sering dan berkepanjangan, ataupun muntah berulang juga bisa mengurangi asupan maupun penyerapan zat gizi. Pada beberapa kondisi, kebutuhan energi tubuh juga bisa saja meningkat sehingga asupan biasanya tidak lagi mencukupi.
3. Kondisi yang Meningkatkan Kebutuhan Gizi
Anak dalam masa pertumbuhan, ibu hamil, dan juga orang yang sedang pulih dari penyakit biasanya memiliki kebutuhan gizi yang sangat perlu diperhatikan. Jika memang kebutuhan tersebut tidak terpenuhi, maka risiko malnutrisi bisa meningkat.
4. Faktor Sosial dan Kebiasaan Sehari-hari
Keterbatasan ekonomi, kesulitan menyiapkan makanan, masalah kesehatan mental, ataupun kondisi yang membuat seseorang merasa sangat kesulitan makan secara mandiri juga bisa meningkatkan risiko.
Karena penyebabnya ini tidak selalu berkaitan dengan pilihan makanan, penanganannya terkadang memerlukan dukungan keluarga, tenaga kesehatan, dan juga pemerintah.
Bagaimana Malnutrisi Didiagnosis?
Diagnosis dilakukan dengan menilai kondisi tubuh, perubahan berat badan, pola makan, dan juga riwayat kesehatan. Nantinya, dokter ataupun tenaga kesehatan bisa mengukur berat dan tinggi badan, menilai indeks massa tubuh (IMT) pada orang dewasa.
Selain itu, pada anak, dokter akan mengevaluasi perkembangannya menggunakan standar pertumbuhan sesuai usia. Pemeriksaan laboratorium juga sangat disarankan jika memang ada dugaan kekurangan zat gizi tertentu ataupun penyakit yang mendasarinya. Jenis tes ditentukan berdasarkan gejala dan juga hasil pemeriksaan awal.
Pada anak yang memang membutuhkan pemantauan lebih menyeluruh, orang tua dapat mempertimbangkan paket pemeriksaan tumbuh kembang anak Bumame. Paket ini sudah mencakup sejumlah pemeriksaan laboratorium untuk bisa menilai aspek kesehatan yang memang berkaitan dengan pertumbuhan.
Namun, ini bukan pengganti evaluasi dokter ataupun penilaian gizi secara menyeluruh. Hasil pemeriksaan masih perlu ditafsirkan bersama kondisi klinis agar langkah berikutnya sesuai dengan kebutuhan masing-masing anak.
Cara Mengatasi Malnutrisi
Penanganan bergantung pada penyebab, tingkat keparahan, usia, dan juga kondisi kesehatan seseorang. Perbaikan pola makan juga bisa membantu, tetapi orang dengan kekurangan gizi berat ataupun penyakit yang mendasari mungkin tetap membutuhkan pendampingan medis.
Beberapa langkah yang bisa dilakukan meliputi.
Memperbaiki pola makan. Konsumsi makanan beragam yang mencakup sumber karbohidrat, protein, lemak sehat, sayuran, dan juga buah sesuai kebutuhan tubuh.
Menyesuaikan asupan dengan kebutuhan. Anak, orang dewasa, sampai lansia bisa memiliki kebutuhan gizi yang berbeda. Maka ahli gizi bisa membantu menyusun rencana makan yang sesuai.
Mengatasi penyebab yang mendasari. Jika memang malnutrisi berkaitan dengan gangguan pencernaan, penyakit kronis, ataupun masalah kesehatan lainnya, maka kondisi tersebut masih perlu dievaluasi dan ditangani.
Menggunakan suplemen sesuai anjuran. Suplemen vitamin, mineral, ataupun nutrisi tambahan mungkin akan dibutuhkan pada kondisi tertentu, tapi tidak semua orang akan memerlukannya. Penggunaan sebaiknya berdasarkan pada penilaian tenaga kesehatan.
Sedangkan pada kasus kekurangan gizi berat, peningkatan asupan perlu dilakukan dengan adanya pengawasan medis karena kebutuhan dan toleransi tubuh bisa berbeda. Jangan hanya mengandalkan suplemen ataupun perubahan pola makan saja jika memang berat badan terus turun ataupun kondisi fisik semakin lemah.
Cara Mencegah Malnutrisi
Pencegahan bisa Anda mulai dengan pemenuhan gizi yang sesuai kebutuhan dan juga pemantauan kondisi kesehatan secara berkala. Langkah berikut bisa membantu Anda.
Konsumsi makanan beragam dan seimbang, termasuk adanya sumber protein, sayuran, buah, dan juga makanan pokok.
Perhatikan perubahan berat badan dan juga nafsu makan, terutama jika memang berlangsung terus-menerus.
Pantau pertumbuhan anak secara rutin, termasuk berat badan dan juga tinggi badan sesuai usia.
Cari bantuan ketika mengalami kesulitan makan, penurunan berat badan yang tanpa sebab jelas, ataupun gangguan pencernaan berkepanjangan.
Lakukan pemeriksaan sesuai kebutuhan, apalagi bagi orang yang memiliki penyakit kronis ataupun berisiko mengalami kekurangan zat gizi.
Orang tua juga bisa melakukan pemeriksaan tumbuh kembang anak sejak dini untuk bisa memahami bagaimana pemantauan kesehatan dapat membantu mengenali risiko gangguan pertumbuhan.
Skrining akan membantu dalam mengidentifikasi apa saja hal yang perlu dievaluasi lebih lanjut, tapi masih tidak menjamin semua masalah gizi dapat dicegah.
Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?
Jangan menyepelekan kemungkinan gejala malnutrisi. Konsultasikan kondisi kesehatan jika memang berat badan turun tanpa adanya sebab yang jelas, nafsu makan terus berkurang, tubuh semakin lemah, ataupun anak sampai tidak bertambah berat badan sesuai dengan pola pertumbuhannya.
Pemeriksaan lebih awal akan sangat membantu menemukan penyebab dan juga menentukan dukungan gizi yang tepat. Segeralah cari pertolongan medis jika memang seseorang mengalami penurunan berat, penurunan kesadaran, ataupun tidak bisa makan dan minum dengan cukup.
Gejala tersebut bisa saja menandakan kondisi yang membutuhkan penanganan segera. Jika ingin memantau faktor kesehatan yang berkaitan dengan pertumbuhan anak, maka layanan pemeriksaan tumbuh kembang anak Bumame ini bisa menjadi salah satu pilihan skrining.
Hasilnya dapat membantu menilai kondisi anak. Jika memang ada masalah, Anda pun bisa berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk bisa menilai gejala dan juga menentukan penanganan yang sesuai kondisi. Ayo, kenali setiap tanda pada tubuh Anda dan keluarga demi kesehatan jangka panjang!
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240
Referensi
World Health Organization (WHO) — Malnutrition
National Health Service (NHS) — Malnutrition: Symptoms
National Health Service (NHS) — Malnutrition: Causes
National Health Service (NHS) — Malnutrition: Treatment
Cleveland Clinic — Malnutrition
Mayo Clinic Press — Diet for Longevity: Eating Well to Age Well
Saunders, John & Smith, Trevor — Malnutrition: Causes and Consequences
Ditinjau secara medis oleh dr. Reycha Nabila
Frequently Asked Question
Apa yang dimaksud dengan malnutrisi?
Malnutrisi adalah kondisi ketika asupan energi atau zat gizi mengalami kekurangan, kelebihan, atau ketidakseimbangan yang dapat memengaruhi kesehatan.
Apa saja penyebab malnutrisi?
Malnutrisi dapat disebabkan oleh asupan makanan yang tidak mencukupi atau tidak seimbang, penyakit yang mengganggu nafsu makan dan penyerapan nutrisi, peningkatan kebutuhan gizi, serta faktor sosial dan ekonomi.
Apa saja gejala malnutrisi yang perlu dikenali?
Gejalanya meliputi berat badan turun tanpa sebab jelas atau sulit bertambah, nafsu makan berkurang, mudah lelah, sering sakit, sulit berkonsentrasi, dan pertumbuhan anak yang melambat.
Apakah seseorang dengan berat badan normal bisa mengalami malnutrisi?
Ya. Berat badan normal tidak selalu menunjukkan kebutuhan gizi terpenuhi. Seseorang tetap bisa kekurangan protein, vitamin, mineral, atau zat gizi penting lainnya meskipun berat badannya normal atau berlebih.
Bagaimana cara mencegah malnutrisi?
Pencegahan dapat dilakukan dengan mengonsumsi makanan beragam dan seimbang, memantau berat badan serta nafsu makan, memantau pertumbuhan anak, dan mencari bantuan tenaga kesehatan jika mengalami kesulitan makan atau penurunan berat badan tanpa sebab jelas.
