Redaksi Bumame
Gula Darah Mulai Tinggi tapi Belum Diabetes? Ini Saatnya Kenali Prediabetes
Kadar gula darah yang lebih tinggi dari normal tidak selalu berarti seseorang sudah mengalami diabetes. Ada kondisi yang disebut prediabetes, yaitu ketika kadar gula darah meningkat tetapi belum mencapai batas diagnosis diabetes.
Kondisi ini penting diperhatikan karena prediabetes meningkatkan risiko berkembang menjadi diabetes tipe 2. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) juga menjelaskan bahwa prediabetes berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit jantung dan stroke.
Kabar baiknya, perkembangan prediabetes menuju diabetes tipe 2 bukan sesuatu yang selalu pasti terjadi. Perubahan gaya hidup dapat membantu menurunkan risiko sekaligus memperbaiki pengendalian gula darah.
Mengenal Prediabetes dan Kondisi Gula Darah
Prediabetes adalah kondisi ketika kadar glukosa dalam darah berada di atas batas normal, tetapi belum cukup tinggi untuk dikategorikan sebagai diabetes.
National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK) menjelaskan bahwa prediabetes terjadi ketika kadar glukosa darah lebih tinggi dari normal tetapi belum mencapai tingkat yang digunakan untuk mendiagnosis diabetes.
Prediabetes berkaitan erat dengan cara tubuh menggunakan insulin. Insulin merupakan hormon yang diproduksi pankreas dan membantu glukosa dari darah masuk ke dalam sel untuk digunakan sebagai energi.
Ketika tubuh mulai mengalami resistensi insulin, sel otot, lemak, dan hati tidak merespons insulin dengan baik. Akibatnya, tubuh membutuhkan lebih banyak insulin untuk membantu mengendalikan kadar glukosa darah.
Memahami peran insulin dalam tubuh penting karena gangguan respons terhadap insulin menjadi salah satu mekanisme utama di balik perkembangan prediabetes dan diabetes tipe 2.
Prediabetes juga berbeda dari jenis-jenis diabetes seperti diabetes tipe 1, diabetes tipe 2, maupun diabetes gestasional. Prediabetes merupakan kondisi yang menunjukkan peningkatan risiko, terutama terhadap diabetes tipe 2.
Gejala Prediabetes yang Perlu Dikenali
Prediabetes sering kali tidak menimbulkan gejala yang jelas.
CDC menyebut seseorang dapat mengalami prediabetes selama bertahun-tahun tanpa mengetahui kondisinya karena tidak terdapat tanda atau gejala yang jelas.
Inilah salah satu alasan pemeriksaan gula darah penting, khususnya bagi orang dengan faktor risiko.
Jika kadar gula darah terus meningkat hingga berkembang menjadi diabetes tipe 2, beberapa keluhan dapat mulai muncul, seperti sering buang air kecil, mudah haus dan lapar, berat badan turun tanpa disengaja, mudah lelah, atau penglihatan kabur.
Munculnya ciri-ciri diabetes tipe 2 perlu menjadi alasan untuk berkonsultasi dengan dokter dan melakukan pemeriksaan, bukan digunakan untuk mendiagnosis kondisi sendiri.
Faktor yang Meningkatkan Risiko Prediabetes
Tidak ada satu penyebab tunggal prediabetes.
Kondisi ini umumnya berkembang ketika tubuh tidak lagi menggunakan insulin secara efektif. Pada tahap awal, pankreas dapat menghasilkan lebih banyak insulin untuk mengimbangi resistensi tersebut.
Namun, apabila sel tubuh semakin sulit merespons insulin dan pankreas tidak mampu menghasilkan insulin dalam jumlah yang cukup untuk mempertahankan kadar gula darah normal, kadar glukosa dapat mulai meningkat.
Beberapa faktor dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami prediabetes dan diabetes tipe 2, termasuk:
- Memiliki berat badan berlebih atau obesitas.
- Kurang melakukan aktivitas fisik.
- Memiliki orang tua atau saudara kandung dengan diabetes tipe 2.
- Pernah mengalami diabetes gestasional.
- Memiliki kondisi tertentu yang berkaitan dengan resistensi insulin.
Memiliki satu atau beberapa faktor risiko tidak berarti seseorang pasti mengalami prediabetes. Pemeriksaan gula darah tetap diperlukan untuk mengetahuinya.
Pemeriksaan untuk Mendiagnosis Prediabetes
Karena sering tidak menimbulkan gejala, prediabetes diketahui melalui pemeriksaan darah.
Beberapa pemeriksaan yang dapat digunakan adalah HbA1c, gula darah puasa, dan oral glucose tolerance test atau OGTT.
Tes HbA1c
HbA1c memberikan gambaran rata-rata kadar gula darah selama sekitar tiga bulan terakhir.
Hasil HbA1c secara umum dikategorikan sebagai berikut:
| Hasil HbA1c | Interpretasi |
| Di bawah 5,7% | Normal |
| 5,7–6,4% | Prediabetes |
| 6,5% atau lebih | Diabetes |
Gula Darah Puasa
Pemeriksaan dilakukan setelah berpuasa setidaknya selama delapan jam.
| Gula Darah Puasa | Interpretasi |
| 99 mg/dL atau lebih rendah | Normal |
| 100–125 mg/dL | Prediabetes |
| 126 mg/dL atau lebih | Diabetes |
Karena kedua pemeriksaan melihat gula darah dengan pendekatan berbeda, memahami tes HbA1c dan gula darah puasa dapat membantu mengetahui fungsi masing-masing.
Diagnosis tidak sebaiknya dilakukan sendiri hanya dengan membandingkan angka laboratorium. Pada kondisi tertentu, dokter dapat melakukan pemeriksaan ulang atau menggunakan tes lain untuk mengonfirmasi hasil.
Peluang Mengembalikan Gula Darah pada Prediabetes ke Rentang Normal
Prediabetes dapat dikelola dan perkembangan menuju diabetes tipe 2 dapat dicegah atau ditunda pada banyak orang.
Salah satu bukti penting berasal dari Diabetes Prevention Program yang dilakukan NIDDK. Penelitian tersebut menemukan bahwa perubahan gaya hidup yang mencakup penurunan berat badan sekitar 7% dan aktivitas fisik 150 menit per minggu menurunkan risiko berkembangnya diabetes tipe 2 sebesar 58% pada peserta berisiko tinggi.
Artinya, menemukan prediabetes lebih awal memberi kesempatan untuk melakukan perubahan sebelum kadar gula darah semakin meningkat.
Langkah Mencegah Prediabetes Berkembang Menjadi Diabetes
Tujuan utama setelah mengetahui adanya prediabetes adalah memperbaiki faktor yang dapat dikendalikan dan menjaga kadar gula darah.
1. Perbaiki Pola Makan
Prioritaskan makanan dengan kandungan nutrisi yang baik, seperti sayuran, buah utuh, sumber protein, dan biji-bijian utuh. Konsumsi makanan dan minuman tinggi gula tambahan juga perlu dibatasi.
2. Tingkatkan Aktivitas Fisik
Aktivitas fisik membantu tubuh menggunakan glukosa sekaligus meningkatkan sensitivitas terhadap insulin.
NIDDK menyebut perubahan gaya hidup dalam Diabetes Prevention Program mencakup aktivitas fisik intensitas sedang selama setidaknya 150 menit setiap minggu.
3. Kelola Berat Badan
Bagi orang dengan kelebihan berat badan, penurunan berat badan dalam jumlah yang tidak terlalu besar sekalipun dapat memberikan manfaat.
Dalam Diabetes Prevention Program, target penurunan sekitar 7% berat badan awal dikombinasikan dengan aktivitas fisik terbukti menurunkan risiko diabetes secara signifikan.
4. Lakukan Pemeriksaan Berkala
Karena prediabetes dapat terjadi tanpa gejala, pemeriksaan berkala membantu mengetahui apakah kadar gula darah tetap stabil, membaik, atau justru meningkat.
5. Konsultasikan Faktor Risiko dengan Dokter
Tidak semua orang membutuhkan strategi yang sama. Dokter dapat mempertimbangkan usia, berat badan, riwayat keluarga, hasil pemeriksaan, dan kondisi kesehatan lainnya sebelum memberikan rekomendasi.
Penerapan cara alami menurunkan risiko diabetes tetap perlu berfokus pada perubahan gaya hidup yang memiliki dasar ilmiah, bukan menggantikan pengobatan atau rekomendasi dokter dengan terapi yang belum terbukti.
Waktu yang Tepat untuk Melakukan Pemeriksaan Gula Darah
Pemeriksaan dapat dipertimbangkan meskipun belum muncul keluhan, terutama jika seseorang memiliki faktor risiko diabetes.
American Diabetes Association merekomendasikan skrining diabetes dan prediabetes bagi seluruh orang dewasa mulai usia 35 tahun. Skrining juga dapat dilakukan lebih awal pada orang dewasa dengan kelebihan berat badan atau obesitas yang memiliki satu atau lebih faktor risiko diabetes.
Pemeriksaan juga sebaiknya dipertimbangkan apabila muncul keluhan yang mengarah pada peningkatan gula darah, terutama ciri-ciri diabetes tipe 2 seperti sering haus, sering buang air kecil, mudah lelah, atau penurunan berat badan tanpa penyebab yang jelas.
Frekuensi pemeriksaan selanjutnya dapat disesuaikan berdasarkan hasil tes dan rekomendasi dokter.
Pemeriksaan Gula Darah di Bumame
Untuk mengetahui kondisi gula darah, Bumame menyediakan beberapa pilihan pemeriksaan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan.
Salah satunya adalah cek gula darah yang mencakup HbA1c dan glukosa puasa bersama sejumlah parameter pemeriksaan kesehatan lainnya.
Bagi yang membutuhkan pemeriksaan kesehatan lebih luas, tersedia pula medical check-up lengkap untuk mengevaluasi berbagai parameter kesehatan dalam satu rangkaian pemeriksaan.
Pemilihan pemeriksaan dapat disesuaikan dengan faktor risiko, riwayat kesehatan, dan rekomendasi tenaga medis.
Kenali Prediabetes Sebelum Berkembang Lebih Lanjut
Prediabetes merupakan tanda bahwa kadar gula darah sudah lebih tinggi dari normal meskipun belum mencapai kriteria diabetes. Karena kondisi ini sering tidak menimbulkan gejala, pemeriksaan menjadi salah satu cara penting untuk mengetahuinya lebih dini.
Perubahan pola makan, peningkatan aktivitas fisik, pengelolaan berat badan, dan pemantauan gula darah dapat membantu mencegah atau menunda perkembangannya menjadi diabetes tipe 2.
Jika ingin mengetahui kondisi gula darah, kamu dapat melakukan pemeriksaan gula darah lengkap di Bumame untuk memeriksa HbA1c dan glukosa puasa bersama parameter kesehatan lainnya.
Jika hasil gula darah berada di atas batas normal atau kamu memiliki faktor risiko diabetes, kamu dapat chat gratis dengan dokter untuk konsultasi agar kondisi dapat dievaluasi dan kamu mendapatkan rekomendasi langkah selanjutnya.
Sumber: Centers for Disease Control and Prevention (CDC), National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK), American Diabetes Association (ADA)
Lokasi Klinik Bumame
Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10160
Klinik Bumame TB Simatupang
1, Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12550
Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kec. Serpong, Tangerang, Banten 15310
Klinik Bumame Puri Indah
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23, Kembangan, Jakarta Barat 11610
Ditinjau secara medis oleh dr. Arina Dyga Putri
Frequently Asked Question
Prediabetes adalah apa?
Prediabetes adalah kondisi ketika kadar gula darah lebih tinggi dari normal tetapi belum mencapai batas diagnosis diabetes. Kondisi ini meningkatkan risiko seseorang mengalami diabetes tipe 2.
Berapa kadar gula darah yang termasuk prediabetes?
HbA1c 5,7–6,4% atau gula darah puasa 100–125 mg/dL termasuk dalam rentang prediabetes.
Apakah prediabetes bisa sembuh?
Kadar gula darah pada orang dengan prediabetes dapat kembali ke rentang normal, terutama melalui perubahan gaya hidup, pengelolaan berat badan, aktivitas fisik, dan pemantauan kesehatan.
Apakah prediabetes harus minum obat?
Tidak semua orang dengan prediabetes membutuhkan obat. Penanganannya disesuaikan dengan tingkat risiko dan kondisi masing-masing. Dokter dapat menentukan apakah perubahan gaya hidup saja cukup atau diperlukan intervensi tambahan.
Apa yang terjadi jika prediabetes dibiarkan?
Prediabetes dapat berkembang menjadi diabetes tipe 2 dan juga berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit jantung serta stroke. Karena sering tidak bergejala, pemantauan kadar gula darah penting dilakukan.
