Pernah sedang duduk santai, bekerja di depan laptop, atau baru selesai makan, lalu tiba-tiba merasa sakit dada bagian tengah? Keluhan seperti dada terasa nyeri, panas, tertekan, atau seperti ditusuk cukup sering membuat seseorang langsung berpikir tentang penyakit jantung. Wajar jika hal itu menimbulkan kekhawatiran.
Namun, sakit di bagian tengah dada tidak selalu berarti masalah jantung. Ada berbagai kondisi yang dapat menimbulkan keluhan serupa, mulai dari asam lambung, otot yang tegang, hingga kecemasan. Meski begitu, keluhan ini juga tidak sebaiknya diabaikan, terutama jika munculnya tiba-tiba dan terasa berat.
Organ di Area Dada Bagian Tengah
Area tengah dada berada di sekitar tulang dada atau sternum. Di balik dan di sekitar area ini terdapat beberapa organ serta jaringan penting, sehingga rasa sakit di lokasi yang sama bisa berasal dari sumber yang berbeda.
Salah satu organ yang perlu diperhatikan adalah jantung. Jantung berada sedikit ke kiri dari garis tengah dada dan bekerja memompa darah ke seluruh tubuh. Gangguan pada aliran darah ke otot jantung dapat menyebabkan nyeri atau rasa tidak nyaman di dada.
Di belakang tulang dada juga terdapat kerongkongan (esofagus), yaitu saluran yang membawa makanan dari mulut menuju lambung. Nyeri pada area kerongkongan umumnya disebabkan oleh naiknya asam lambung yang memicu sensasi panas atau nyeri di tengah dada yang terkadang sulit dibedakan dari keluhan jantung.
Selain itu, area dada tengah juga terdapat paru-paru dan saluran pernapasan. Gangguan tertentu pada paru-paru maupun selaput yang membungkusnya dapat menimbulkan nyeri dada, terutama ketika menarik napas dalam atau batuk.
Jaringan di sekitar dada, termasuk otot dan tulang rawan yang menghubungkan tulang rusuk dengan tulang dada, juga dapat menjadi sumber rasa sakit. Oleh karena itu, menilai lokasi nyerinya saja belum cukup untuk menentukan penyebab pastinya.
Penyebab Umum Sakit Dada Bagian Tengah
Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan nyeri dada, terutama di bagian tengah, di antaranya sebagai berikut.
1. Asam Lambung
Salah satu penyebab sakit dada bagian tengah yang cukup umum adalah naiknya asam lambung ke kerongkongan, yang sering dikenal sebagai GERD atau gastroesophageal reflux disease.
Keluhannya dapat berupa rasa panas atau terbakar di tengah dada, terutama setelah makan dalam jumlah banyak, berbaring setelah makan, atau mengonsumsi makanan tertentu. Sebagian orang juga mengeluhkan rasa asam atau pahit di mulut, sendawa lebih sering, atau sensasi seperti ada sesuatu yang naik dari lambung ke tenggorokan.
Nyeri akibat asam lambung memang dapat terasa mirip dengan nyeri dada lainnya. Karena itu, jangan langsung menyimpulkan bahwa semua rasa panas di dada pasti berasal dari lambung, terutama jika keluhannya baru pertama kali terjadi atau terasa berbeda dari biasanya.
2. Ketegangan atau Cedera Otot
Otot dada juga bisa menjadi sumber rasa sakit. Kondisi ini dapat terjadi setelah berolahraga, mengangkat benda berat, melakukan gerakan berulang, atau postur tubuh yang buruk yang dipertahankan terlalu lama.
Nyeri otot biasanya lebih terasa ketika bagian dada ditekan atau ketika tubuh melakukan gerakan tertentu. Istirahat dapat membantu mengurangi keluhan, meskipun tingkat nyerinya bisa berbeda pada setiap orang.
3. Kecemasan dan Stres
Ketika seseorang sedang cemas atau mengalami stres berat, tubuh dapat memberikan respons fisik, berupa jantung berdebar lebih cepat, napas menjadi pendek atau cepat, dan otot-otot ikut menegang. Efek tersebut membuat dada terasa sesak dan tidak nyaman.
Serangan panik juga dapat menyebabkan nyeri dada mendadak dan disertai jantung berdebar, gemetar, pusing, atau rasa takut. Meski begitu, jangan langsung menganggap nyeri dada sebagai akibat kecemasan hanya karena sedang banyak pikiran. Penyebab medis perlu dipertimbangkan, jika gejalanya baru atau belum pernah diperiksa.
Penyebab yang Perlu Diwaspadai
Walaupun banyak penyebab sakit dada bagian tengah yang relatif ringan, ada beberapa kondisi yang membutuhkan perhatian lebih serius, yakni sebagai berikut.
1. Gangguan Jantung
Nyeri akibat gangguan jantung dapat terasa seperti tekanan, tertindih, diremas, penuh, atau berat di tengah dada. Rasa tidak nyaman juga dapat menjalar ke lengan, bahu, punggung, leher, rahang, atau bagian atas perut.
Keluhan tersebut dapat muncul ketika seseorang beraktivitas dan membaik setelah beristirahat, tetapi pada kondisi tertentu nyeri juga dapat muncul saat sedang beristirahat.
Tidak semua orang mengalami nyeri dada yang khas. Pada sebagian orang, khususnya kelompok tertentu, gangguan jantung dapat lebih menonjolkan keluhan seperti sesak napas, keringat dingin, mual, kelelahan, atau rasa tidak nyaman yang sulit dijelaskan.
2. Gangguan Paru-paru
Beberapa masalah pada paru atau selaput paru juga dapat menyebabkan sakit dada bagian tengah. Keluhan bisa terasa lebih kuat ketika menarik napas dalam, batuk, atau bergerak. Contohnya adalah infeksi paru dan peradangan pada selaput paru.
Selain itu, terdapat juga gejala tambahan seperti batuk, demam, sesak napas, atau perubahan pola pernapasan. Karena penyebabnya sangat beragam, sakit dada yang berulang atau tidak kunjung membaik sebaiknya diperiksa oleh tenaga medis.
Gejala Penyerta yang Menandakan Kondisi Darurat
Sakit dada bagian tengah perlu diwaspadai apabila disertai gejala tertentu. Segera cari pertolongan medis apabila nyeri atau tekanan di dada:
muncul tiba-tiba dan terasa berat atau semakin kuat;
menjalar ke lengan, bahu, punggung, leher, atau rahang;
disertai sesak napas atau sulit bernapas;
disertai keringat dingin;
disertai mual atau muntah;
disertai pusing berat, lemas, atau hampir pingsan;
disertai jantung berdebar hebat atau irama jantung terasa tidak teratur;
membuat seseorang sulit beraktivitas atau berbicara karena sesak;
terjadi pada seseorang yang memiliki faktor risiko penyakit jantung, diabetes, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, obesitas, kebiasaan merokok, atau riwayat penyakit jantung.
Cek Kesehatan Metabolik dengan Pemeriksaan di Bumame
Jika merasakan keluhan sakit dada di bagian tengah, perlu lebih diperhatikan lagi kesehatannya karena gejala ini dapat berkaitan dengan kesehatan jantung. Meskipun pemeriksaan darurat diperlukan jika terjadi keluhan akut, pemeriksaan awal sebagai upaya evaluasi jantung serta mengantisipasi kondisi gawat darurat seperti serangan jantung juga tidak kalah penting.
Guna membantu memetakan risiko kesehatan jangka panjang, manfaatkan Paket MCU Metabolisme Tubuh dari Bumame. Mulai dari harga Rp1.780.000, pemeriksaan ini mencakup beberapa parameter yang berkaitan dengan metabolisme tubuh, termasuk profil lipid lengkap untuk mengidentifikasi dan mengantisipasi faktor risiko kardiovaskular lebih awal.
Kapan Harus Segera ke Dokter atau UGD?
Jika sakit dada bagian tengah berlangsung beberapa menit, berulang, semakin berat, atau disertai sesak dan gejala lainnya, sebaiknya jangan mencoba mendiagnosisnya sendiri.
Segera ke UGD bila nyeri dada terasa berat dan disertai sesak napas, keringat dingin, pingsan, atau nyeri yang menjalar. Dalam situasi seperti ini, prioritasnya adalah mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis secepat mungkin.
Sementara itu, jika nyeri relatif ringan tetapi sering berulang, muncul setelah makan, berkaitan dengan aktivitas tertentu, atau berlangsung selama beberapa hari, buatlah janji temu dengan dokter untuk mengevaluasi pemicu keluhannya.
Pemeriksaan Penunjang yang Disarankan
Pemeriksaan untuk sakit dada bagian tengah disesuaikan dengan penyebab yang dicurigai. Simak penjelasannya berikut ini!
1. CT Scan
Pemindaian sinar-X ini digunakan untuk membantu mendeteksi kondisi serius di rongga dada, seperti bekuan darah di paru-paru atau robekan pada pembuluh darah besar. Jenis pemeriksaan ini biasanya dipilih bila gejala dan hasil pemeriksaan awal mengarah ke gangguan pada paru, aorta, atau struktur dada lainnya.
2. Kateterisasi Jantung
Tindakan medis ini bertujuan untuk melacak penyumbatan pembuluh darah dengan memasukkan selang kateter tipis melalui pembuluh di tangan atau paha menuju jantung.
3. Tes Fungsi Paru
Evaluasi komprehensif ini dilakukan untuk mengukur kapasitas aliran udara di paru-paru guna memastikan apakah keluhan nyeri dada berkaitan dengan masalah kesehatan organ pernapasan pasien.
4. Endoskopi
Metode pemeriksaan dengan menggunakan selang berkamera fleksibel untuk memeriksa saluran pencernaan atas jika nyeri dada dicurigai berasal dari gangguan asam lambung.
5. Ekokardiografi
Pemindaian gelombang suara untuk mengamati struktur jantung dan katupnya secara mendalam sekaligus menilai seberapa baik efektivitas kerja fungsi pompa darahnya.
6. Foto Rontgen Dada
Pemeriksaan dengan penyinaran sinar-x dosis rendah untuk memvisualisasikan kontur jantung serta mendeteksi kelainan paru seperti kondisi kolaps atau penumpukan cairan.
7. Elektrokardiografi (EKG)
Tes elektrokardiografi adalah tes rekam aktivitas kelistrikan organ jantung untuk mengidentifikasi secara cepat apakah sensasi nyeri dada dipicu oleh kejadian serangan jantung.
Jangan Panik, tetapi Jangan Mengabaikan
Sakit dada bagian tengah memang bisa membuat khawatir. Namun, penyebabnya tidak selalu merupakan kondisi serius. Pengaruh naiknya asam lambung, munculnya ketegangan otot, dan kecemasan juga dapat menimbulkan sensasi nyeri di dada tengah.
Yang penting adalah mengenali pola keluhan dan memerhatikan gejala yang menyertai. Nyeri yang terasa berat, tidak hilang, menjalar, atau disertai sesak napas, keringat dingin, pusing, dan mual sebaiknya segera diperiksa oleh tenaga medis.
Untuk keluhan yang datang berulang atau bila ada faktor risiko yang belum pernah dicek, lakukan pemeriksaan kesehatan untuk memahami kondisi tubuh dengan lebih baik. Jadi, tidak perlu merasa takut saat mendapati rasa nyeri di dada. Cukup lebih peka terhadap sinyal tubuh dan tahu kapan waktunya mencari bantuan.
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240
References:
National Library of Medicine. (2023). Anatomy, Thorax, Mediastinum.
National Library of Medicine. (2025). Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) and Risk of Incident Acute Myocardial Infarction: A Systematic Review and Meta‐Analysis of Cohort Studies.
Musculoskeletal Sports and Spine Disorders. (2018). Musculoskeletal Chest Pain.
Journal of Psychosomatic Research. (2020). Chest pain, depression and anxiety in coronary heart disease: Consequence or cause? A prospective clinical study in primary care.
American Heart Journal. (2025). Chest pain and coronary artery disease in cardiac amyloidosis: Prevalence, mechanisms, and clinical implications.
International Journal of Osteopathic Medicine. (2026). Chest wall pain: implications for musculoskeletal and respiratory health care.
Ditinjau secara medis oleh dr. Arina Dyga Putri
.jpg&w=3840&q=75)