Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Sayuran yang Tidak Boleh Dimakan Penderita Kanker Payudara: Memilah Mitos dan Fakta
Kembali ke Artikel & Berita

Sayuran yang Tidak Boleh Dimakan Penderita Kanker Payudara: Memilah Mitos dan Fakta

SBATips Kesehatan

Begitu seorang anggota keluarga didiagnosis kanker payudara, pesan berantai di grup keluarga biasanya ikut berdatangan. Isinya daftar larangan, mulai dari tahu dan tempe, brokoli, kol, sampai bayam. Tak lama kemudian, piring makan hanya berisi nasi dan kuah bening.

Larangan yang terlalu luas bisa mempersempit pilihan makanan, padahal sayur termasuk bagian pola makan sehat yang dianjurkan. Di sisi lain, ada penyesuaian yang memang perlu, terutama saat daya tahan tubuh sedang turun selama pengobatan.

Artikel ini membahas apakah ada sayur yang benar-benar dilarang, mitos seputar kedelai dan sayuran tertentu, kapan sayur perlu diatur sementara, cara menyiapkannya dengan aman, serta kapan perlu bertanya kepada dokter.

Adakah Sayur yang Dilarang bagi Semua Penderita Kanker Payudara?

Jawaban singkatnya, sayur tetap dianjurkan. American Cancer Society (ACS) mencatat bahwa penyintas kanker payudara yang lebih banyak makan sayur, buah, biji-bijian utuh, ayam, dan ikan cenderung hidup lebih lama. Artikel Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tentang kanker payudara juga menganjurkan sayuran hijau dan brokoli dikonsumsi secara rutin.

Yang perlu diatur biasanya adalah cara sayur disiapkan dan waktu memakannya. Saat jumlah sel darah putih sedang rendah, misalnya, sayur mentah yang tidak dicuci bersih lebih berisiko membawa kuman. Perut yang mudah kembung juga bisa membuat porsi sayur tertentu perlu dikurangi.

ACS menambahkan bahwa belum jelas apakah pola makan tertentu bisa menurunkan risiko kanker payudara kambuh. Karena itu, daftar pantangan yang beredar sebaiknya dicocokkan dulu dengan dokter onkologi atau ahli gizi yang mengetahui kondisi dan jenis pengobatan pasien.

Mitos Kedelai dan Sayuran yang Sering Beredar

Sebagian larangan berangkat dari kekhawatiran yang bisa dipahami, tetapi tidak semuanya didukung bukti.

Benarkah Tahu dan Tempe Memicu Kanker Kambuh?

Kedelai mengandung isoflavon, senyawa alami yang bisa bekerja mirip hormon estrogen di dalam tubuh. Sebagian kanker payudara tumbuh dipengaruhi hormon, sehingga kedelai sering ikut dicurigai. Menurut ACS, kekhawatiran ini berasal dari penelitian lama pada tikus dan mencit yang diberi isoflavon dosis tinggi. Hewan pengerat juga mengolah senyawa ini secara berbeda dari manusia.

Pada manusia, efek kedelai cenderung netral atau justru dikaitkan dengan risiko kanker payudara yang lebih rendah, terutama di negara Asia yang terbiasa makan kedelai sepanjang hidup. Bagi penyintas, ACS menyebut makanan dari kedelai tampaknya tidak menambah risiko kanker payudara kambuh. Tahu, tempe, dan susu kedelai tetap bisa menjadi pilihan makanan tinggi protein.

Suplemen kedelai berbeda ceritanya. Kadar isoflavon di dalamnya bisa jauh lebih tinggi daripada makanan, dan buktinya bagi penyintas kanker payudara belum jelas. ACS juga tidak merekomendasikan suplemen kedelai untuk pencegahan kanker.

Apakah Brokoli, Kol, dan Kembang Kol Berbahaya?

Ketiga sayuran ini berasal dari kelompok yang sama dan sering masuk daftar larangan, apalagi bila dimakan mentah. Keluhan yang lebih sering muncul sebenarnya perut kembung. National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK) menjelaskan bahwa brokoli, kembang kol, dan kerabatnya, juga kacang-kacangan, mengandung karbohidrat yang dipecah bakteri di usus besar. Proses inilah yang menghasilkan gas.

Gas ini berkaitan dengan kenyamanan pencernaan dan bisa dialami siapa saja. Bila perut sedang mudah begah, NIDDK menyarankan makan dalam porsi lebih kecil dengan frekuensi lebih sering. Kemenkes sendiri memasukkan brokoli ke dalam makanan kaya antioksidan yang dianjurkan untuk dikonsumsi rutin.

Haruskah Semua Sayur Mentah Dihindari?

Jawabannya bergantung pada daya tahan tubuh. Kemoterapi bisa menurunkan jumlah sel darah putih, sel yang membantu tubuh melawan infeksi. Kondisi saat sel darah putih jenis neutrofil rendah disebut neutropenia, dan dokter memantaunya lewat tes darah.

Pada fase ini, National Cancer Institute (NCI) menyebut pasien mungkin diminta hanya makan buah dan sayur yang bisa dikupas, atau mencuci semua sayur mentah dengan sangat bersih. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) juga menggolongkan sayur segar yang tidak dicuci, termasuk selada dan sayuran daun lain, sebagai pilihan yang lebih berisiko. Lalapan yang tidak dicuci bersih termasuk dalam kelompok ini, dan dokter yang menentukan kapan lalapan boleh kembali dimakan.

Lebih Amankah Jus Sayur Mentah dan Ekstrak Sayur?

Jus sayur sering dianggap cara praktis memenuhi kebutuhan sayur. Bagi orang yang sedang menjalani kemoterapi atau radioterapi, CDC memasukkan jus yang tidak dipasteurisasi ke daftar makanan yang lebih berisiko. Bila tetap ingin meminumnya, jus tersebut perlu dididihkan minimal 1 menit lebih dulu.

Ekstrak sayur dalam bentuk kapsul atau bubuk juga perlu dibicarakan dengan dokter. ACS menyebut belum ada suplemen gizi yang terbukti jelas membantu menurunkan risiko kanker payudara bertambah parah.

Penyesuaian Sayur Mengikuti Fase Pengobatan

Kanker payudara bisa ditangani dengan operasi pengangkatan tumor seperti lumpektomi atau mastektomi, kemoterapi, radioterapi, atau terapi hormon. Ragam jenis dan pengobatan kanker payudara ini membuat kebutuhan tiap pasien berbeda. Efek samping obat kemoterapi, misalnya, bisa menurunkan daya tahan tubuh.

Tabel berikut merangkum situasi yang umum dan penyesuaiannya.

Situasi

Yang Perlu Diatur

Pilihan yang Lebih Aman

Sel darah putih rendah selama kemoterapi atau radioterapi

Tauge atau kecambah mentah, lalapan dan selada yang tidak dicuci, jus sayur yang tidak dipasteurisasi

Kecambah yang dimasak, sayur yang dicuci lalu dimasak, jus yang dididihkan minimal 1 menit

Perut mudah kembung atau begah

Brokoli, kol, kembang kol, dan kacang-kacangan dalam porsi besar

Porsi lebih kecil dengan jadwal makan lebih sering

Ingin memakai suplemen atau ramuan

Suplemen kedelai, isoflavon, atau ekstrak sayur

Sayur dan kedelai dalam bentuk makanan, suplemen setelah berdiskusi dengan dokter

Masa pemulihan dan setelah pengobatan

Alkohol dan berat badan berlebih

Sayur, buah, biji-bijian utuh, ayam, dan ikan, ditambah aktivitas fisik sesuai arahan dokter

Tabel ini membantu mengenali pola yang umum dan bukan alat diagnosis.

Selain sayur, pantangan makanan setelah kemoterapi juga mencakup daging, ikan, dan telur yang belum matang sempurna. NCI menganjurkan ketiga bahan ini dimasak hingga matang selama pengobatan.

Cara Menyiapkan Sayur agar Tetap Aman Dimakan

Kebersihan dapur ikut menentukan keamanan sayur, terutama saat daya tahan tubuh sedang lemah. Langkah berikut mengacu pada anjuran Kemenkes dan CDC:

  • Cuci tangan sebelum menyiapkan makanan. Kemenkes menganjurkan cuci tangan dengan benar minimal 20 detik sebelum menyentuh makanan. Kebiasaan ini berlaku untuk siapa pun yang memasak bagi pasien.

  • Cuci sayur sebelum diolah. Kemenkes menyarankan sayur dan buah dicuci dengan air matang sebelum diolah. Bagi orang dengan daya tahan tubuh lemah, CDC menyebut sayur yang dicuci lalu dimasak sebagai pilihan yang lebih aman.

  • Masak tauge hingga matang. Tauge kerap disajikan setengah matang dalam soto, pecel, atau gado-gado. CDC menggolongkan kecambah mentah atau kurang matang sebagai makanan berisiko bagi orang dengan daya tahan tubuh lemah, sedangkan kecambah yang dimasak lebih aman.

  • Pisahkan bahan mentah dari makanan matang. Kemenkes menganjurkan daging, unggas, ikan, makanan laut, dan telur mentah dipisahkan dari makanan matang. Cara ini mengurangi peluang kuman dari bahan mentah berpindah ke sayur yang siap dimakan.

  • Simpan pada suhu yang aman. Kemenkes menganjurkan bahan makanan disimpan di bawah 5°C atau di atas 60°C. Sisa sayur matang sebaiknya tidak dibiarkan lama di suhu ruang.

Alkohol, Berat Badan, dan Aktivitas Fisik Ikut Berperan

Perhatian pada sayur kadang membuat faktor lain terlupakan. Kemenkes menyebut pola makan sehat, berat badan yang sehat, olahraga teratur, serta menghindari rokok dan alkohol berlebihan bisa membantu mengurangi risiko kanker payudara.

  • Alkohol. Konsumsi alkohol berhubungan dengan risiko kanker payudara yang lebih tinggi karena alkohol menaikkan kadar estrogen. Bagi penyintas, ACS menyarankan sebaiknya tidak minum alkohol.

  • Berat badan. Kelebihan berat badan hingga obesitas, terutama setelah menopause, menaikkan kadar estrogen karena jaringan lemak ikut menghasilkan hormon ini. ACS juga mencatat banyak penelitian yang mengaitkan berat badan berlebih dengan risiko kanker payudara kambuh.

  • Aktivitas fisik. Aktivitas fisik rutin bisa menurunkan kadar estrogen dan insulin, dua hormon yang berperan dalam perkembangan kanker payudara. ACS mencatat hubungan yang konsisten antara aktivitas fisik dan risiko yang lebih rendah pada penyintas. Diskusikan jenis dan intensitasnya dengan tim dokter sebelum memulai program baru.

Kapan Perlu Menghubungi Dokter atau Ahli Gizi?

Hubungi tim dokter yang menangani bila pasien mengalami kondisi berikut:

  • Demam 38°C atau lebih selama kemoterapi. NCI menyebut demam sebagai salah satu tanda infeksi. Infeksi selama pengobatan kanker perlu penanganan medis segera, jadi hubungi tim dokter saat itu juga atau datang ke IGD.

  • Keluhan pencernaan yang tidak membaik. Perut kembung, mual, atau diare yang menetap bisa membuat asupan makan berkurang. Dokter atau ahli gizi bisa menyesuaikan pilihan sayur dan lauk agar tetap nyaman dimakan.

  • Ragu dengan daftar pantangan yang beredar. Bawa daftar tersebut saat kontrol. Dokter atau ahli gizi bisa memilah mana yang relevan dengan fase pengobatan yang sedang dijalani.

  • Ingin mencoba suplemen, ramuan herbal, atau diet khusus. ACS menyarankan diskusi dengan tim dokter sebelum memakai suplemen gizi jenis apa pun. Dokter bisa menilai manfaat dan risikonya bersama pengobatan yang sedang berjalan.

Hadirkan Sayur di Piring dan Sesuaikan Bersama Tim Dokter

Sayur tetap punya tempat di piring penderita kanker payudara. Penyesuaian yang perlu biasanya bergantung pada fase pengobatan dan keluhan yang sedang muncul. Tahu dan tempe bisa tetap menjadi lauk, sedangkan suplemen dan diet khusus sebaiknya dibicarakan dulu dengan dokter onkologi atau ahli gizi.

Bagi anggota keluarga, mengenali gejala awal kanker payudara dan menjalani skrining kanker payudara sesuai saran dokter bisa menjadi langkah berikutnya. Deteksi dini memberi lebih banyak pilihan. Bila Anda ingin berdiskusi soal medical check up untuk keluarga, hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi

  1. American Cancer Society — Can I Lower My Risk of Breast Cancer Progressing or Coming Back?

  2. Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, Kementerian Kesehatan RI — Deteksi Dini Kanker Payudara Breast Cancer Semakin Cepat Semakin Besar Peluang Sembuh.

  3. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Ayo Sehat — Kanker Payudara.

  4. American Cancer Society — Soy and Cancer Risk, Our Expert's Advice.

  5. National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK) — Eating, Diet, & Nutrition for Gas in the Digestive Tract.

  6. National Cancer Institute (NCI) — Infection and Neutropenia during Cancer Treatment.

  7. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) — Safer Food Choices for People With Weakened Immune Systems.

  8. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Ayo Sehat — Menghindari Keracunan Makanan, Tips Keamanan Pangan untuk Keluarga di Rumah.

Ditinjau secara medis oleh dr. Aimee Wineyna

Frequently Asked Question

Sayuran apa yang tidak boleh dimakan penderita kanker payudara?

Tidak ada sayuran yang dilarang untuk semua penderita kanker payudara. Pembatasan biasanya bersifat sementara, misalnya tauge mentah dan sayuran yang tidak dicuci saat sel darah putih rendah. Penyesuaian sebaiknya mengikuti arahan dokter atau ahli gizi.

Apakah penderita kanker payudara boleh makan tahu dan tempe?

Boleh. American Cancer Society menyebut makanan dari kedelai seperti tahu dan tempe tampaknya tidak meningkatkan risiko kanker payudara kambuh. Namun, suplemen kedelai atau isoflavon sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter karena buktinya masih belum jelas.

Apakah brokoli dan kol berbahaya bagi penderita kanker payudara?

Brokoli, kol, dan kembang kol tidak secara umum dilarang. Sayuran tersebut dapat menyebabkan gas atau kembung pada sebagian orang. Jika keluhan muncul, cobalah mengurangi porsinya dan makan lebih sering dalam jumlah kecil.

Bolehkah penderita kanker payudara makan lalapan saat kemoterapi?

Saat sel darah putih rendah, sayuran mentah yang tidak dicuci dengan baik berisiko membawa kuman. Dokter mungkin menyarankan sayuran yang dicuci lalu dimasak sampai matang, sampai kondisi daya tahan tubuh membaik.

Apakah jus sayur aman diminum saat kemoterapi?

Jus sayur yang tidak dipasteurisasi berisiko bagi orang dengan daya tahan tubuh lemah. Menurut CDC, jus tersebut perlu dididihkan minimal satu menit sebelum diminum. Tanyakan kepada dokter mengenai pilihan yang sesuai selama pengobatan.