Booking layanan Bumame tanpa antri. Klik disini.

Booking layanan Bumame tanpa antri. Klik disini.

Ruam Parah Setelah Minum Obat? Kenali Steven Johnson Syndrome Sejak Dini
Kembali ke Artikel & Berita

Ruam Parah Setelah Minum Obat? Kenali Steven Johnson Syndrome Sejak Dini

Oak Circle

Ruam yang Makin Menyebar Setelah Minum Obat Bukan Sekadar Alergi Biasa

Ruam merah setelah minum obat sering dianggap sebagai alergi biasa. Padahal, jika ruam disertai demam, nyeri kulit, luka pada mulut, atau mata terasa terbakar, kondisi tersebut perlu segera diperiksa.
Steven Johnson Syndrome adalah reaksi serius yang menyerang kulit dan selaput lendir. Kondisi ini tergolong jarang, tetapi dapat berkembang dengan cepat dan membutuhkan penanganan medis segera.
Menurut Mayo Clinic, Steven-Johnson Syndrome (SJS) paling sering berkaitan dengan reaksi terhadap obat tertentu, meskipun infeksi juga dapat menjadi pemicu. Kondisi ini dapat diawali gejala seperti demam dan ruam menyerupai flu sebelum muncul ruam yang menyebar, lepuh, serta kerusakan pada lapisan kulit.[1]

Mengenal Steven-Johnson Syndrome

Steven-Johnson Syndrome merupakan kondisi serius yang menyebabkan lapisan terluar kulit mengalami kerusakan dan terlepas. Selain kulit, kondisi ini dapat menyerang selaput lendir, seperti bagian dalam mulut, mata, hidung, dan organ genital.
SJS berbeda dengan reaksi alergi kulit ringan. Kondisinya dapat berkembang dalam waktu singkat dan menyebabkan kehilangan cairan, infeksi, hingga komplikasi pada mata atau organ lainnya.
SJS juga memiliki kondisi yang lebih berat, yaitu toxic epidermal necrolysis (TEN), ketika kerusakan kulit terjadi pada area tubuh yang lebih luas.

Gejala Steven-Johnson Syndrome yang Perlu Diwaspadai

Gejala SJS biasanya tidak langsung berupa lepuh atau kulit mengelupas. Kondisi dapat dimulai dengan keluhan yang menyerupai infeksi atau flu.
Beberapa tanda yang perlu diperhatikan meliputi:
  • Demam
  • Tubuh terasa lelah
  • Sakit tenggorokan
  • Nyeri atau rasa terbakar pada mata
  • Kulit terasa nyeri
  • Muncul ruam merah atau keunguan yang menyebar
  • Lepuhan pada kulit
  • Luka atau lepuhan pada mulut
  • Mata merah dan terasa sakit
  • Luka pada area genital
  • Kulit mengelupas
Menurut Mayo Clinic, gejala awal dapat muncul satu hingga tiga hari sebelum ruam berkembang. Ketika kondisi semakin berat, lepuhan dan pengelupasan kulit dapat muncul pada area yang terdampak.[1]
Karena gejala awalnya dapat menyerupai penyakit lain, perubahan pada kulit setelah penggunaan obat perlu diperhatikan, terutama jika disertai demam atau luka pada selaput lendir.

Penyebab Steven-Johnson Syndrome

SJS paling sering dipicu oleh reaksi tubuh terhadap obat tertentu. Namun, infeksi juga dapat menjadi salah satu pemicunya.
Beberapa kelompok obat yang diketahui dapat berkaitan dengan SJS antara lain:
  • Obat untuk kejang
  • Obat tertentu untuk asam urat, seperti allopurinol
  • Beberapa jenis antibiotik
  • Obat golongan sulfonamida
  • Obat pereda nyeri tertentu
Reaksi tidak selalu muncul tepat setelah obat diminum. Menurut Mayo Clinic, SJS yang dipicu obat dapat muncul ketika obat masih digunakan atau bahkan hingga sekitar dua minggu setelah penggunaannya dihentikan.[1]
Karena itu, penting untuk mengingat obat apa saja yang baru dikonsumsi ketika muncul ruam atau keluhan kulit yang tidak biasa.

Faktor yang Meningkatkan Risiko SJS

Tidak semua orang yang mengonsumsi obat pemicu akan mengalami SJS. Beberapa faktor dapat meningkatkan risikonya, seperti:
  • Pernah mengalami Steven-Johnson Syndrome sebelumnya
  • Memiliki riwayat keluarga dengan SJS
  • Sistem kekebalan tubuh melemah
  • Mengalami infeksi tertentu
  • Memiliki variasi genetik tertentu yang berkaitan dengan risiko reaksi terhadap obat
Riwayat reaksi terhadap obat juga penting disampaikan kepada dokter sebelum mendapatkan pengobatan berikutnya.
Jika sebelumnya pernah mengalami ruam atau reaksi alergi setelah mengonsumsi obat tertentu, jangan mengabaikannya. Anda dapat membaca informasi mengenai mengenal tes alergi untuk memahami bagaimana evaluasi alergi dilakukan sesuai kondisi dan jenis reaksinya.

Diagnosis Steven-Johnson Syndrome

SJS tidak dapat dipastikan hanya dengan melihat jenis ruam. Dokter akan mengevaluasi kondisi kulit, riwayat kesehatan, obat yang sedang atau baru saja dikonsumsi, serta gejala lain yang menyertai.
Menurut Mayo Clinic, diagnosis dapat melibatkan pemeriksaan fisik dan peninjauan riwayat penggunaan obat. Pada kondisi tertentu, dokter dapat melakukan biopsi kulit untuk membantu memastikan diagnosis dan menyingkirkan penyebab lain. Pemeriksaan darah atau kultur juga dapat dilakukan sesuai kondisi pasien.[1]
Jika terdapat riwayat alergi berulang, pemeriksaan untuk mencari pemicu alergi dapat dilakukan berdasarkan pertimbangan tenaga medis. Bumame menyediakan panel alergi anak yang dirancang untuk membantu mengidentifikasi alergen spesifik pada anak. Pemeriksaan ini bukan pemeriksaan untuk mendiagnosis SJS, tetapi dapat digunakan untuk evaluasi alergi sesuai indikasi.
Untuk keluhan alergi berulang pada anak maupun orang dewasa, tersedia pula IgE Atopy Panel Indonesia yang memeriksa respons IgE terhadap berbagai alergen. Pemeriksaan ini juga tidak digunakan untuk memastikan SJS, sehingga hasilnya tetap perlu diinterpretasikan bersama tenaga medis.

Pengobatan Steven-Johnson Syndrome

Steven-Johnson Syndrome merupakan kondisi yang membutuhkan penanganan medis segera. Jika dokter mencurigai obat sebagai pemicunya, obat tersebut perlu dihentikan sesuai arahan medis.
Penanganan umumnya dilakukan di rumah sakit dan berfokus pada menjaga kondisi tubuh selama kulit mengalami proses pemulihan. Pasien dapat membutuhkan:
  • Penggantian cairan dan elektrolit
  • Perawatan luka dan kulit
  • Pengendalian nyeri
  • Perawatan mata jika selaput mata terdampak
  • Dukungan nutrisi
  • Obat tertentu sesuai kondisi dan pertimbangan dokter
  • Penanganan infeksi jika terjadi komplikasi
Menurut Mayo Clinic, SJS biasanya membutuhkan perawatan di rumah sakit, bahkan dapat memerlukan perawatan intensif atau unit khusus luka bakar pada kondisi tertentu.[1]
Pemulihan dapat berlangsung selama beberapa minggu hingga beberapa bulan, tergantung tingkat keparahan dan komplikasi yang terjadi.

Komplikasi yang Perlu Diwaspadai

SJS dapat menyebabkan komplikasi karena kerusakan kulit dan selaput lendir yang luas. Beberapa komplikasi yang dapat terjadi meliputi:
  • Dehidrasi akibat kehilangan cairan
  • Infeksi berat atau sepsis
  • Gangguan mata
  • Gangguan penglihatan
  • Gangguan pernapasan
  • Perubahan warna atau jaringan parut pada kulit
Komplikasi mata menjadi salah satu perhatian penting karena SJS dapat menyebabkan peradangan, mata kering, sensitif terhadap cahaya, hingga gangguan penglihatan.
Karena itu, SJS bukan kondisi yang tepat untuk ditangani sendiri di rumah.

Kapan Harus Segera Mendapatkan Pertolongan Medis?

Segera cari pertolongan medis jika muncul ruam yang menyebar setelah mengonsumsi obat, terutama jika disertai demam, kulit terasa sakit, lepuhan, kulit mengelupas, luka pada mulut, atau mata terasa terbakar.
Mayo Clinic menegaskan bahwa SJS merupakan kondisi darurat medis dan membutuhkan penanganan segera.
Jangan menunggu ruam menjadi semakin luas dan jangan mencoba mengobati sendiri dengan mengonsumsi obat tambahan tanpa arahan tenaga medis.
Jika keluhan yang muncul masih berupa reaksi alergi berulang dan belum mengarah pada tanda kegawatan, Anda juga dapat membaca alergi bisa terjadi pada siapa saja untuk memahami berbagai pemicu dan gejala alergi.

Pentingnya Mencatat Riwayat Reaksi terhadap Obat

Orang yang pernah mengalami SJS akibat obat tertentu perlu menyimpan informasi mengenai obat yang menjadi pemicunya. Informasi ini penting untuk disampaikan kepada dokter pada pemeriksaan atau pengobatan berikutnya.
Jika SJS pernah terjadi akibat obat, penggunaan kembali obat pemicu dapat meningkatkan risiko terjadinya reaksi yang lebih berat. Karena itu, riwayat reaksi obat sebaiknya tidak hanya diingat sendiri, tetapi juga dicatat dan diberitahukan kepada tenaga kesehatan.
Bagi orang tua yang ingin mengetahui informasi kesehatan anak secara lebih menyeluruh, Bumame juga menyediakan DNAset Kids. Pemeriksaan ini dapat memberikan informasi mengenai sejumlah karakteristik genetik dan respons terhadap obat, tetapi bukan pemeriksaan untuk mendiagnosis atau memastikan Steven-Johnson Syndrome.

Pemeriksaan Kesehatan di Bumame

Steven-Johnson Syndrome membutuhkan evaluasi medis langsung karena diagnosis dan penanganannya tidak dapat dilakukan hanya berdasarkan pemeriksaan alergi biasa.
Bumame menyediakan berbagai layanan pemeriksaan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan, termasuk pemeriksaan untuk membantu menelusuri pemicu alergi. Pemilihan pemeriksaan sebaiknya dilakukan berdasarkan keluhan dan rekomendasi tenaga medis.
Jika muncul ruam berat setelah penggunaan obat, terutama ketika disertai demam, nyeri kulit, lepuhan, luka pada mulut, atau gangguan pada mata, jangan menunda pertolongan medis.
Untuk konsultasi mengenai pemeriksaan yang sesuai dengan kondisi Anda, hubungi tim medis Bumame melalui WhatsApp Bumame.

Sumber

  1. Mayo Clinic. Stevens-Johnson Syndrome – Symptoms & Causes; Stevens-Johnson Syndrome – Diagnosis & Treatment.


Lokasi Klinik Bumame

Klinik Bumame Cideng JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10160
Klinik Bumame TB Simatupang 1, Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12550
Klinik Bumame BSD Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kec. Serpong, Tangerang, Banten 15310 Klinik Bumame Puri Indah Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23, Kembangan, Jakarta Barat 11610

Ditinjau secara medis oleh dr. Febe Rangga Saba Pong Tambing

Frequently Asked Question

Steven Johnson Syndrome adalah penyakit apa?
Steven-Johnson Syndrome adalah reaksi serius yang menyerang kulit dan selaput lendir. Kondisi ini sering berkaitan dengan obat tertentu dan membutuhkan penanganan medis segera.
Apa gejala awal Steven-Johnson Syndrome?
Gejala awal dapat berupa demam, tubuh terasa lelah, sakit tenggorokan, atau mata terasa terbakar. Setelah itu dapat muncul ruam, lepuhan, nyeri kulit, serta luka pada mulut atau bagian tubuh lainnya.
Apakah Steven-Johnson Syndrome disebabkan oleh alergi?
SJS merupakan reaksi serius yang paling sering berkaitan dengan obat tertentu, tetapi mekanismenya berbeda dari alergi ringan pada kulit. Diagnosis membutuhkan evaluasi medis.
Apakah Steven-Johnson Syndrome bisa sembuh?
SJS dapat pulih dengan penanganan yang tepat, tetapi proses pemulihan dapat berlangsung beberapa minggu hingga bulan. Tingkat keparahan dan komplikasi akan memengaruhi lama pemulihan.
Apa yang harus dilakukan jika muncul ruam setelah minum obat?
Jika ruam menyebar atau disertai demam, nyeri kulit, lepuhan, luka pada mulut, kulit mengelupas, atau gangguan pada mata, segera cari pertolongan medis. Jangan menunggu gejala menjadi semakin berat.