Booking layanan Bumame tanpa antri. Klik disini.

Booking layanan Bumame tanpa antri. Klik disini.

Suntik Vitamin C untuk Apa? Kenali Manfaat, Risiko, dan Prosedurnya
Kembali ke Artikel & Berita

Suntik Vitamin C untuk Apa? Kenali Manfaat, Risiko, dan Prosedurnya

Redaksi Bumame

Butuh Asupan Vitamin C? Kenali Manfaat Suntik Vitamin C dan Kapan Bisa Dilakukan

Vitamin C merupakan salah satu nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh. Nutrisi ini berperan dalam pembentukan kolagen, mendukung fungsi sistem imun, membantu proses penyembuhan luka, serta meningkatkan penyerapan zat besi dari makanan nabati. Tubuh manusia tidak dapat memproduksi vitamin C sendiri sehingga kebutuhan hariannya perlu diperoleh dari makanan atau sumber lainnya.
Selain melalui makanan dan suplemen oral, vitamin C juga dapat diberikan melalui jalur intravena dalam kondisi tertentu. Cara pemberian ini memungkinkan vitamin C masuk langsung ke aliran darah.
Namun, apakah semua orang membutuhkan suntik vitamin C dan apakah manfaatnya lebih baik dibandingkan vitamin C oral?

Mengenal Suntik Vitamin C dan Cara Pemberiannya

Suntik vitamin C adalah pemberian vitamin C atau asam askorbat melalui injeksi atau infus, sehingga zat tersebut masuk ke tubuh tanpa melalui proses penyerapan di saluran pencernaan.
Pemberian vitamin C secara intravena menghasilkan konsentrasi vitamin C dalam darah yang jauh lebih tinggi dibandingkan pemberian secara oral. National Institutes of Health (NIH) menjelaskan bahwa tubuh mengontrol konsentrasi vitamin C yang diperoleh secara oral melalui proses penyerapan dan ekskresi, sementara pemberian intravena dapat menghasilkan konsentrasi plasma yang jauh lebih tinggi.
Meski demikian, kadar vitamin C yang lebih tinggi dalam darah tidak berarti suntik vitamin C otomatis lebih baik untuk semua orang. Kebutuhan dan metode pemberian tetap harus mempertimbangkan kondisi kesehatan serta tujuan penggunaannya.

Manfaat Vitamin C bagi Kesehatan Tubuh

Vitamin C memiliki sejumlah fungsi biologis penting. Namun, manfaat vitamin C sebagai nutrisi perlu dibedakan dari klaim manfaat pemberian vitamin C melalui infus atau injeksi.

1. Mendukung Fungsi Sistem Imun

Vitamin C berkontribusi terhadap fungsi normal sistem imun dan bekerja sebagai antioksidan yang membantu melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas.
Karena peran tersebut, vitamin C sering dikaitkan dengan infus vitamin untuk daya tahan tubuh. Namun, pemberian vitamin melalui infus tidak sebaiknya dianggap sebagai pengganti pola makan, tidur, aktivitas fisik, atau penanganan medis yang diperlukan.

2. Membantu Pembentukan Kolagen

Vitamin C dibutuhkan dalam proses biosintesis kolagen. Kolagen merupakan protein yang menjadi bagian dari kulit, pembuluh darah, tulang, dan jaringan ikat lainnya. Vitamin C juga berperan dalam proses penyembuhan luka.

3. Membantu Penyerapan Zat Besi

Vitamin C membantu meningkatkan penyerapan zat besi non-heme, yaitu bentuk zat besi yang banyak ditemukan dalam makanan nabati.

4. Berperan sebagai Antioksidan

Vitamin C merupakan antioksidan yang membantu melindungi komponen sel dari kerusakan oksidatif.
Peran tersebut merupakan bagian dari fungsi vitamin C bagi tubuh dan bukan berarti pemberian vitamin C dosis tinggi dapat mencegah atau mengobati semua penyakit.

5. Membantu Memenuhi Kebutuhan Vitamin C

Vitamin C juga digunakan untuk mencegah atau mengatasi kadar vitamin C yang rendah. Namun, pada orang yang kebutuhan nutrisinya sudah terpenuhi melalui makanan, tambahan vitamin C belum tentu memberikan manfaat kesehatan ekstra.
Karena itu, memahami peran vitamin C untuk kesehatan lebih penting daripada sekadar berfokus pada metode pemberiannya.

Kondisi yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Suntik Vitamin C

Tidak semua orang membutuhkan vitamin C melalui injeksi atau infus.
Pada kondisi medis tertentu, vitamin dapat diberikan melalui jalur intravena berdasarkan penilaian tenaga kesehatan. Namun, penggunaan IV vitamin sebagai layanan wellness pada orang sehat masih memiliki bukti manfaat yang terbatas.
Cleveland Clinic menjelaskan bahwa penelitian mengenai efektivitas IV vitamin therapy sebagai metode untuk meningkatkan kesehatan secara umum masih belum memberikan kesimpulan yang kuat. Terapi ini juga tidak sebaiknya digunakan untuk menggantikan pola makan sehat maupun pengobatan yang diresepkan dokter.
Karena itu, sebelum mendapatkan suntik atau infus vitamin, sebaiknya informasikan kepada tenaga kesehatan mengenai penyakit yang dimiliki, obat yang sedang dikonsumsi, riwayat alergi, serta suplemen yang sedang digunakan.

Risiko dan Efek Samping Suntik Vitamin C

Vitamin merupakan zat yang dibutuhkan tubuh, tetapi bukan berarti pemberian melalui infus bebas risiko.
Risiko terapi vitamin intravena dapat berkaitan dengan proses pemasangan infus maupun kandungan yang diberikan. Cleveland Clinic menyebut risiko IV vitamin therapy dapat meliputi memar atau infeksi pada lokasi jarum, interaksi dengan obat, serta masalah akibat pemberian vitamin dalam jumlah yang terlalu tinggi.
Vitamin C dosis tinggi sendiri perlu diperhatikan pada orang dengan kondisi tertentu. Cleveland Clinic mencantumkan riwayat batu ginjal, diabetes, anemia, serta defisiensi glucose-6-phosphate dehydrogenase (G6PD) sebagai beberapa kondisi yang perlu diinformasikan kepada tenaga kesehatan sebelum penggunaan vitamin C.
Asupan vitamin C yang terlalu tinggi juga dapat menimbulkan keluhan seperti mual, diare, dan kram perut. NIH menetapkan tolerable upper intake level vitamin C dari makanan dan suplemen sebesar 2.000 mg per hari untuk orang dewasa, meskipun batas tersebut tidak berlaku dengan cara yang sama pada terapi vitamin C yang diberikan di bawah pengawasan dokter.
Itulah sebabnya dosis dan metode pemberian vitamin C sebaiknya tidak ditentukan sendiri.

Prosedur dan Penentuan Dosis Suntik Vitamin

Prosedur bergantung pada jenis vitamin serta metode pemberiannya. Pada pemberian intravena, tenaga kesehatan akan memasang akses pada pembuluh darah dan memberikan cairan sesuai dosis serta durasi yang telah ditentukan.
Dosis tidak dapat disamaratakan karena perlu mempertimbangkan kandungan produk, tujuan pemberian, usia, serta kondisi kesehatan.
Sebelum tindakan, tenaga kesehatan juga perlu mengetahui riwayat penyakit, alergi, dan obat-obatan yang sedang digunakan untuk mengurangi risiko kontraindikasi atau interaksi.
Bumame sendiri menyediakan beberapa jenis suntik vitamin booster dengan kandungan yang berbeda sesuai kebutuhan. Karena komposisinya tidak sama, manfaat dan aturan penggunaannya juga perlu dibedakan.

Perbedaan Infus Vitamin C dan Suplemen Oral

Perbedaan paling mendasar terletak pada cara vitamin masuk ke tubuh.
Vitamin C oral harus melewati saluran pencernaan dan proses penyerapan sebelum masuk ke sirkulasi. Sementara itu, pemberian intravena memasukkan vitamin langsung ke aliran darah.
NIH menjelaskan bahwa vitamin C oral memiliki mekanisme tubuh yang membatasi konsentrasi vitamin C dalam plasma. Sebaliknya, pemberian intravena dapat menghasilkan kadar vitamin C dalam darah yang jauh lebih tinggi.
Namun, konsentrasi yang lebih tinggi bukan berarti semua orang akan mendapatkan manfaat yang lebih besar.
Untuk kebutuhan sehari-hari, vitamin C dapat diperoleh dari berbagai makanan seperti buah sitrus, paprika, kiwi, brokoli, stroberi, dan tomat. Kebanyakan orang yang mengonsumsi makanan beragam dapat memenuhi kebutuhan vitamin C melalui pola makan.
Karena itu, perbandingan infus vs suplemen vitamin oral sebaiknya tidak hanya mempertimbangkan kecepatan masuknya vitamin ke tubuh, tetapi juga kebutuhan kesehatan masing-masing orang.

Peran Suntik Vitamin C Dibandingkan Suplemen

Tidak selalu.
Jika kebutuhan vitamin C dapat dipenuhi melalui makanan, seseorang mungkin tidak membutuhkan suplementasi tambahan. Suplemen oral dapat dipertimbangkan dalam kondisi tertentu, sedangkan pemberian melalui injeksi atau infus sebaiknya berdasarkan kebutuhan dan evaluasi tenaga kesehatan.
Cleveland Clinic menegaskan bahwa IV vitamin therapy tidak seharusnya dianggap sebagai pengganti pola makan sehat atau kebiasaan hidup yang mendukung kesehatan.
Karena itu, metode pemberian vitamin sebaiknya dipilih berdasarkan kebutuhan, bukan sekadar anggapan bahwa pemberian melalui infus pasti lebih efektif.

Pilihan Suntik Vitamin di Bumame

Bumame memiliki beberapa pilihan layanan vitamin booster dengan komposisi yang berbeda.
Salah satunya adalah suntik vitamin untuk energi melalui V-Boost Energy Booster. 
Bumame memiliki beberapa pilihan layanan vitamin booster dengan komposisi dan manfaat yang berbeda sesuai kebutuhan tubuh.
Untuk kamu yang mencari asupan vitamin C, Bumame menyediakan pilihan vitamin booster yang mengandung vitamin C sebagai salah satu komponen utamanya. Vitamin C berperan sebagai antioksidan serta mendukung fungsi sistem imun dan pembentukan kolagen.
Selain kandungan vitamin, pemilihan jenis suntik atau infus vitamin sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi kesehatan masing-masing. Konsultasi dengan dokter dapat membantu menentukan jenis vitamin booster yang lebih sesuai.
Selain itu, Bumame memiliki rangkaian Vitamin Booster dengan kandungan yang berbeda. Informasi mengenai jenis injeksi vitamin di Bumame dapat digunakan untuk membandingkan pilihan sebelum menentukan layanan yang sesuai.
Sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu kebutuhan vitamin dengan tenaga kesehatan agar pilihan produk disesuaikan dengan kondisi tubuh dan bukan semata-mata berdasarkan manfaat yang diharapkan.

Pilih Vitamin Sesuai Kebutuhan Tubuh

Suntik vitamin C merupakan salah satu metode pemberian vitamin C langsung ke tubuh. Meski vitamin C memiliki peran penting dalam fungsi imun, pembentukan kolagen, penyerapan zat besi, dan perlindungan antioksidan, pemberian melalui injeksi atau infus tidak otomatis diperlukan oleh semua orang.
Kebutuhan vitamin tetap perlu mempertimbangkan pola makan, kondisi kesehatan, kemungkinan defisiensi, serta rekomendasi tenaga medis.
Jika kamu tertarik melakukan vitamin booster, Bumame menyediakan suntik vitamin dengan kandungan vitamin C yang dapat membantu memenuhi kebutuhan vitamin sesuai kondisi tubuh.
Jika masih bingung menentukan jenis vitamin yang sesuai dengan kebutuhan tubuh, kamu dapat chat gratis dengan dokter untuk konsultasi agar kondisi dapat dievaluasi dan kamu mendapatkan rekomendasi langkah selanjutnya.

Sumber: National Institutes of Health (NIH) Office of Dietary Supplements, Cleveland Clinic, National Library of Medicine

Lokasi Klinik Bumame

Klinik Bumame Cideng JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10160
Klinik Bumame TB Simatupang 1, Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12550
Klinik Bumame BSD Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kec. Serpong, Tangerang, Banten 15310 Klinik Bumame Puri Indah Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23, Kembangan, Jakarta Barat 11610

Ditinjau secara medis oleh dr. Arina Dyga Putri

Frequently Asked Question

Suntik vitamin C untuk apa?
Vitamin C memiliki fungsi dalam pembentukan kolagen, mendukung sistem imun, membantu penyerapan zat besi, dan berperan sebagai antioksidan. Namun, kebutuhan pemberian melalui suntikan atau infus perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatan.
Apakah suntik vitamin C lebih baik daripada suplemen?
Tidak selalu. Pemberian intravena dapat menghasilkan konsentrasi vitamin C dalam darah yang lebih tinggi daripada oral, tetapi hal tersebut tidak otomatis berarti manfaatnya lebih besar bagi semua orang.
Apakah suntik vitamin C aman?
Pemberian vitamin melalui intravena tetap memiliki risiko, seperti memar atau infeksi di lokasi pemasangan jarum, interaksi obat, serta risiko terkait dosis yang terlalu tinggi. Karena itu, tindakan sebaiknya dilakukan oleh tenaga kesehatan.

Apakah vitamin C bisa meningkatkan daya tahan tubuh?
Vitamin C memang berperan dalam fungsi normal sistem imun. Namun, vitamin C bukan pengganti pola makan sehat, tidur cukup, aktivitas fisik, vaksinasi, atau pengobatan medis ketika diperlukan.

Apakah semua orang membutuhkan suntik vitamin?
Tidak. Kebutuhan vitamin berbeda pada setiap orang dan dipengaruhi pola makan serta kondisi kesehatan. Penggunaan infus vitamin sebagai terapi wellness pada orang sehat juga masih memiliki bukti manfaat yang terbatas.