Pentingnya Vitamin C untuk daya tahan tubuh

Vitamin C: Pengertian, Manfaat, dan Dosis yang Dibutuhkan Tubuh

29/07/2026Bumame

Aktivitas padat sering kali membuat tubuh kelelahan disertai penurunan daya tahan tubuh, seperti mudah terkena flu dan infeksi. Kondisi ini tidak bisa terhindarkan meski sudah tidur cukup dan mengurangi aktivitas, bahkan pada beberapa orang mulai muncul memar tanpa sebab sampai mengalami gusi berdarah setiap kali menyikat gigi. 

Jika Anda mengalami gejala ini, bisa jadi termasuk dalam kondisi kekurangan vitamin C. Vitamin C atau asam askorbat merupakan suplemen yang berperan penting dalam menjaga sistem kekebalan tubuh dan melawan penyakit. Selengkapnya, baca penjelasan di bawah ini untuk mengetahui manfaat dan dosis yang dibutuhkan tubuh. 

Apa Itu Vitamin C?

Sebagian besar orang pasti sudah familiar dengan vitamin C, yaitu suplemen yang disebut sebagai perisai tubuh dalam melawan berbagai infeksi, virus, dan penyakit. 

Di masa Covid-19 lalu, mengkonsumsi vitamin ini dianjurkan untuk meningkatkan sistem imun dan sumber antioksidan. Dengan dosis tertentu, Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) sempat merekomendasikan penggunaan vitamin ini untuk terapi penderita pneumonia Covid-19. 

Hal ini dilakukan karena ketika respons imun tubuh terganggu akibat virus. Vitamin C mampu membatasi kerusakan pada pembuluh darah yang disebabkan oleh radikal bebas. 

Lantas, apa pentingnya vitamin ini bagi kesehatan tubuh secara keseluruhan?

Vitamin C atau dikenal sebagai asam askorbat memegang peran penting dalam menjaga kekebalan tubuh. Askorbat termasuk jenis vitamin yang larut dalam air dan  tidak bisa diproduksi sendiri oleh tubuh. 

Karena tidak dapat memproduksi sendiri layaknya mamalia lain, tubuh manusia memperoleh vitamin C dari makanan dan suplemen. Bahkan, beberapa orang yang membutuhkan kadar dosis lebih tinggi melakukan infus vitamin C dan suntik supaya langsung diserap oleh tubuh. 

Vitamin ini juga membantu menyerap zat besi yang dapat mencegah anemia dan membantu mengatur sel-sel tubuh.

Manfaat Vitamin C

Banyak manfaat yang terkandung dalam asam askorbat. Salah satu fungsi pentingnya adalah membentuk jaringan kulit, tendon, ligamen, dan pembuluh darah yang berguna dalam proses penyembuhan luka. Selain itu, berikut manfaat lain dari vitamin ini.

1. Mempertahankan Sistem Kekebalan Tubuh

Manfaat utama asam askorbat adalah meningkatkan sistem kekebalan tubuh dengan mendukung berbagai fungsi seluler, baik bawaan maupun adaptif, dan terakumulasi dalam sel fagosit yang menggerakkan sel menuju titik infeksi sehingga mampu membunuh mikroba. 

Vitamin ini juga mampu merangsang sel darah putih dan antioksidan yang bertugas melindungi tubuh dari infeksi, bakteri, virus, sampai radikal bebas. 

2. Mengelola Tekanan Darah

Sebuah penelitian menyebutkan bahwa vitamin C sangat diperlukan oleh penderita hipertensi karena mampu memperbaiki lapisan pembuluh darah (endotel) yang rentan mengalami gangguan akibat radikal bebas sehingga tidak bisa bekerja dengan baik. 

Tugas askorbat di sini bukan secara langsung mengurangi tekanan darah, tetapi menangkal radikal bebas tersebut sehingga sel bisa bekerja secara maksimal dan pembuluh darah berfungsi dengan baik. 

3. Merawat Kulit 

Bukan hanya menangkal virus dan penyakit, vitamin ini terbukti mampu menjaga kesehatan kulit melalui zat antioksidannya yang berguna untuk membentuk kolagen. 

Sebenarnya, secara alami kulit manusia menyimpan vitamin C di bagian epidermis dan dermis untuk mendukung produksi kolagen. Akan tetapi seiring bertambah usia, terlebih sering terkena paparan sinar UV, kadarnya bisa menurun. 

Akibatnya, produksi kolagen juga ikut menurun padahal perannya sangat penting untuk menjaga kekuatan sekaligus elastisitas kulit. 

4. Mempercepat Proses Penyembuhan Luka

Proses penyembuhan luka memerlukan banyak protein seperti kolagen agar luka segera menutup. Nah, vitamin ini mampu mendorong produksi kolagen sehingga jaringan yang rusak bisa segera diperbaiki dan luka dapat disembuhkan dengan cepat. 

5. Menjaga Kekuatan Tulang

Selain pada kulit, kolagen juga dibutuhkan dalam proses pembentukan tulang. Vitamin C mirip seperti tukang kayu yang bertugas membangun serta menyusun kerangka protein demi mempertahankan kekuatan tulang. 

Tanpa adanya asam askorbat yang cukup, produksi kolagen tidak akan berkembang maksimal, seperti menjadi lemah hingga tidak dapat mendukung mineralisasi.

Kemampuan ini sangat dibutuhkan bagi lansia, khususnya wanita, yang sudah memasuki masa menopause yang rentan mengalami pengeroposan tulang.

6. Mencegah Infeksi Pernapasan

Seperti penjelasan sebelumnya bahwa vitamin ini sangat berperan besar terhadap kesehatan pernapasan. Bahkan, ketika pandemi Covid-19 yang menyerang hampir seluruh dunia beberapa tahun lalu, para tenaga medis memanfaatkan vitamin C untuk terapi pneumonia dan menjaga kekebalan tubuh dari serangan virus. 

Di samping itu, pada kondisi flu biasa secara umum, asam askorbat ini juga berperan penting dalam mengurangi tingkat keparahan gejala dan sedikit memperpendek durasi sakitnya. Pada beberapa penelitian, vitamin ini juga terbukti mampu mencegah tertularnya Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Sumber Vitamin C

Tubuh tidak bisa memproduksi asam askorbat sendiri. Oleh karena itu, mencukupi kebutuhan vitamin ini menjadi sangat penting dengan cara mengonsumsi buah-buahan, seperti jeruk, tomat, kiwi, stroberi, dan mangga. Pada sayur-sayuran, bisa Anda dapatkan dari brokoli, kembang kol, dan paprika. 

Selain pada makanan, vitamin ini juga hadir dalam bentuk suplemen kesehatan yang sudah banyak dijual di pasaran. Suplemen ini tersedia dalam berbagai macam bentuk, seperti tablet hisap, kunyah, kapsul, kapsul lunak, bahkan beberapa orang ada yang memilih injeksi atau suntik vitamin. 

Saat  akan mengkonsumsi vitamin ini, berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu adalah langkah yang bijak. Meskipun secara umum aman dikonsumsi dan tidak memerlukan resep khusus dari dokter, kelebihan dosis asam askorbat akan tetap memicu berbagai masalah kesehatan lainnya.

Dosis yang Dibutuhkan oleh Tubuh

Lalu, berapa dosis yang tepat untuk mengkonsumsi vitamin C secara rutin?

Kementerian Kesehatan RI merekomendasikan dosis ini berbeda-beda, tergantung faktor usia dan jenis kelamin. Pada anak-anak usia 1-9 tahun, kebutuhan vitaminnya cukup 40-45 mg per hari. Usia 10-15 tahun anak laki-laki membutuhkan 50-75 mg per hari, sementara perempuan 50-65 mg per hari. 

Semakin bertambah usia, kebutuhan vitamin mulai meningkat hingga fase lansia, yaitu 90 mg per hari untuk laki-laki dan 75 mg per hari untuk perempuan. Kondisi ini tentu  berbeda dengan perokok aktif yang membutuhkan tambahan 35 mg per hari ketimbang bukan perokok.

Dampak Kekurangan Vitamin C

Orang yang kekurangan vitamin ini rentan mengalami berbagai macam masalah kesehatan. Berikut rangkuman efek kekurangan asupan asam askorbat.

1. Mudah Lelah

Salah satu efek yang paling sering terjadi adalah tubuh mudah lelah akibat terhambatnya proses pembakaran lemak menjadi energi. Penyerapan zat besi yang terhambat juga turut memicu kelelahan meskipun sudah tidur cukup dan mengurangi aktivitas.

2. Gigi dan Gusi Berdarah

Orang yang kekurangan asam askorbat kerap mengalami gusi berdarah setiap menyikat gigi. Untuk itu, mereka membutuhkan vitamin yang mampu mendorong pembentukan kolagen sehingga bisa memperbaiki jaringan gusi dan gigi agar semakin kuat.

Sebaliknya, kekurangan vitamin C bisa memicu pembengkakan pada gusi dan rentan terkena infeksi. Dalam kondisi yang lebih parah, kondisi ini dapat mengakibatkan penyakit skorbut, alias defisiensi vitamin C parah, yang membuat gusi berdarah dan gigi mudah lepas. 

3. Rentan Terkena Penyakit

Seseorang yang kekurangan vitamin C sebaiknya melakukan konsultasi dan pemeriksaan ke dokter. Pasalnya, kondisi ini bisa membuat daya tahan tubuh melemah sehingga rentan terkena infeksi atau virus, seperti flu dan pneumonia. 

Pada kondisi lebih parah, kekurangan vitamin ini bisa menyebabkan munculnya penyakit skorbut. Penyakit ini juga ditandai dengan gejala demam, tubuh semakin lemas, nafsu makan hilang, mual, hingga diare. Apabila tidak mendapat penanganan dengan tepat, skorbut berpotensi menimbulkan komplikasi serius pada organ tubuh.

4. Tubuh Mudah Memar

Bagian tubuh yang memar secara tiba-tiba bisa jadi karena kekurangan kolagen dalam tubuh. Berkurangnya kolagen ini mampu meningkatkan risiko pecahnya pembuluh darah yang membuat darah bocor sehingga kulit menjadi memar. 

Nah, karena tubuh membutuhkan kolagen yang cukup untuk melindungi pembuluh darah, penting sekali untuk mencukupi kebutuhan asam askorbat dengan mengonsumsi makanan bergizi dan suplemen tambahan. 

Kapan Harus ke Dokter?

Penanganan yang cepat dan tepat pada defisiensi vitamin C perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya kondisi lebih parah, seperti skorbut. Anda perlu menemui dokter apabila mengalami gejala kelelahan tanpa sebab atau kulit mudah memar pada benturan ringan.

Keharusan menemui dokter akan semakin besar saat mengalami gejala yang mengarah ke skorbut, seperti gigi goyang,  gusi mudah berdarah, atau luka lama sembuh.

Salah satunya solusi dari masalah ini memang diharuskannya memenuhi asupan yang mengandung banyak vitamin C. Namun dengan segera menemui dokter saat mendapatkan gejala-gejala tadi, dokter dapat memberikan penanganan medis tepat dan suplemen tambahan sesuai dosis yang aman.

Immune Booster Bumame: Langkah Tepat Menjaga Kekebalan Tubuh

Mengubah pola makan dengan menu makanan sehat adalah kunci memenuhi kebutuhan gizi setiap hari. Di samping makanan sehat, Anda perlu mendukung sistem kekebalan tubuh dengan efektif seperti melakukan immune booster.

Bumame punya salah satu solusinya, yaitu V-Boost Strength Booster yang merupakan injeksi multivitamin untuk memperkuat imunitas dan mengembalikan energi setelah tubuh bekerja keras dalam jangka waktu lama. Injeksi multivitamin ini dapat memenuhi kebutuhan vitamin, termasuk vitamin C, lebih cepat ketimbang suplemen oral. 

V-Boost Strength Booster mampu menjaga kekebalan tubuh yang aman karena bahan sudah teruji secara klinis dan terdaftar di BPOM.

Menariknya, Anda tidak perlu repot datang ke klinik untuk injeksi vitamin. Cukup gunakan layanan home care gratis untuk area Jadetabek dengan tambahan layanan konsultasi dokter supaya mendapatkan rekomendasi vitamin yang sesuai kebutuhan. 

Selain itu, ada pula V-Boost Immune Booster yang juga bisa dipilih untuk menaikkan imun, memulihkan stamina, dan mencerahkan kulit dalam waktu singkat. Proses injeksi vitamin ini tidak memakan banyak waktu, dan biaya lebih hemat Rp200.000 lebih terjangkau dari V-Boost Strength Booster.

Kelebihan lainnya, semua layanan vitamin booster di Bumame dilengkapi dengan perlindungan asuransi tanpa ada tambahan biaya. Sudah saatnya beralih pada hidup sehat dengan menyiapkan nutrisi seimbang melalui pola makan dan vitamin booster terbaik. 

Kelebihan Vitamin C Apakah Bahaya?

Lalu, bagaimana dengan kelebihan vitamin C, apakah juga berbahaya?

Pada dasarnya, vitamin ini aman dikonsumsi. Akan tetapi mengonsumsi terlalu banyak, yaitu lebih dari 2.000 mg per hari, bisa menimbulkan efek samping, seperti kram perut, diare, dan mual, karena tubuh tidak mampu menyerap kelebihan vitamin tersebut. 

Di sisi lain, dalam dosis tinggi, vitamin ini justru berkontribusi membentuk batu ginjal. Kondisi ini rentan terjadi pada orang yang memiliki gangguan ginjal. Pada ibu hamil, kelebihan vitamin ini juga bisa berpengaruh pada bayi yang baru lahir.

Tips Menjaga Imun Tubuh Selain Mencukupi Kebutuhan Vitamin C

Untuk menjaga imun tubuh agar tetap sehat di tengah aktivitas padat, Anda perlu mengikuti langkah-langkah berikut ini:

  • Mengonsumsi makanan tinggi vitamin lain dan antioksidan;

  • Mengurangi tingkat stres karena berpengaruh terhadap produksi antibodi dan sel darah putih dalam tubuh;

  • Olahraga teratur;

  • Biasakan tidur cukup; dan

  • Selalu menjaga kebersihan.

Sudahkah Anda Mencukupi Kebutuhan Vitamin C?

Asam askorbat merupakan jenis asupan yang perlu dipenuhi dengan baik karena kandungannya yang mampu menjaga sistem imun agar tubuh tidak mudah tumbang. Oleh sebab itu, mulai sekarang, Anda perlu mencukupi kebutuhan vitamin ini melalui makanan sehat maupun suplemen tambahan dengan dosis yang sudah direkomendasikan.

Jika perlu, konsultasikan kesehatan Anda secara rutin bersama dokter untuk mengetahui kondisi dan vitamin apa yang tepat bagi tubuh. Terutama bagi ibu hamil, anak-anak, dan perokok aktif yang membutuhkan asupan vitamin lebih banyak ketimbang orang normal. Yuk, jaga kesehatan tubuh dari sekarang!

Lokasi Klinik Bumame

1. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

4. Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

Referensi

1. Kementerian Kesehatan RS Kariadi. Kepoin Yuk Vitamin C!

2.Jurnal Pengabdian Masyarakat Humanity and Medicine. 2021.  Edukasi Peran Vitamin C dalam Pencegahan COVID-19 melalui Media Sosial.

3. Compromise Journal: Community Proffesional Service Journal Universitas Mutiara Indonesia. (2023). Sosialisasi Tentang Pentingnya Vitamin C untuk Kesehatan Tubuh dan Donor Darah di Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan.

4. Eat for Health. (2006). Vitamin C.

5.AHAISA Journals. (2002). Blood Pressure Effect of Vitamin C: What’s the Key Questions?

6.Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat. (2024). Mengenal Vitamin C.

7. Better Bones. (2026). Best Vitamin C for Osteoporosis: Dr. Brown’s Complete Guide.

8. Harvard Health Publishing. (2025). Myths and Truths about Vitamin C.

9. UPT Puskesmas Pelangan. (2025). Waspadai Penyakit yang Disebabkan oleh Kekurangan Vitamin C.

10.Universitas Gadjah Mada Fakultas Kedokteran Gigi. (2024). Apakah Konsumsi Vitamin C Dapat Mencegah Penyakit Gusi?.

11. Bisht S, Sina RE, Patel P. (2026). Vitamin C (Ascorbic Acid). Treasure Island (FL): StatPearls Publishing.

Ditinjau oleh: dr. Reycha Nabila

FAQ Seputar Vitamin C

Apa itu vitamin C?

Vitamin C atau asam askorbat adalah vitamin yang larut dalam air dan tidak dapat diproduksi sendiri oleh tubuh. Karena itu, kebutuhan vitamin C harus dipenuhi melalui makanan atau suplemen. Vitamin ini berperan penting dalam menjaga sistem kekebalan tubuh serta membantu penyerapan zat besi.

Apa saja manfaat vitamin C bagi tubuh?

Vitamin C memiliki berbagai manfaat, seperti membantu menjaga sistem kekebalan tubuh, mendukung kesehatan pembuluh darah, membantu pembentukan kolagen untuk kulit, mempercepat penyembuhan luka, menjaga kekuatan tulang, serta membantu mengurangi keparahan gejala infeksi saluran pernapasan.

Berapa kebutuhan vitamin C setiap hari?

Kebutuhan vitamin C berbeda berdasarkan usia dan jenis kelamin. Pada orang dewasa, kebutuhan hariannya adalah sekitar 90 mg untuk laki-laki dan 75 mg untuk perempuan. Perokok aktif memerlukan tambahan sekitar 35 mg per hari dibandingkan bukan perokok.

Apa saja sumber vitamin C?

Vitamin C dapat diperoleh dari buah-buahan seperti jeruk, tomat, kiwi, stroberi, dan mangga, serta sayuran seperti brokoli, kembang kol, dan paprika. Selain itu, vitamin C juga tersedia dalam berbagai bentuk suplemen, seperti tablet, kapsul, maupun injeksi.

Apa yang terjadi jika tubuh kekurangan vitamin C?

Kekurangan vitamin C dapat menyebabkan tubuh mudah lelah, gusi berdarah, daya tahan tubuh menurun sehingga lebih mudah terkena infeksi, serta kulit lebih mudah memar. Pada kondisi yang berat, kekurangan vitamin C dapat menyebabkan skorbut.

Kapan sebaiknya berkonsultasi ke dokter terkait vitamin C?

Sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter jika mengalami kelelahan tanpa sebab yang jelas, kulit mudah memar, gusi sering berdarah, gigi goyang, atau luka yang sulit sembuh agar mendapatkan penanganan dan rekomendasi suplemen sesuai kebutuhan.

Apakah kelebihan vitamin C berbahaya?

Mengonsumsi vitamin C dalam jumlah berlebihan, yaitu lebih dari 2.000 mg per hari, dapat menimbulkan efek samping seperti kram perut, diare, dan mual. Pada dosis tinggi, vitamin C juga dapat meningkatkan risiko terbentuknya batu ginjal.

Selain mencukupi vitamin C, bagaimana cara membantu menjaga daya tahan tubuh?

Selain memenuhi kebutuhan vitamin C, daya tahan tubuh dapat dijaga dengan mengonsumsi makanan kaya vitamin dan antioksidan, mengelola stres, rutin berolahraga, tidur yang cukup, serta menjaga kebersihan.