Booking layanan Bumame tanpa antri. Klik disini.

Booking layanan Bumame tanpa antri. Klik disini.

Tumor Jinak
Kembali ke Artikel & Berita

Tumor Jinak: Ciri, Penyebab, dan Bedanya

SBAOthers

Pada suatu hari, pernahkah Anda tidak sengaja menemukan benjolan kecil di lengan atau leher yang rasanya lunak dan tidak sakit? Biasanya, orang akan langsung merasa waswas atau takut karena merasa benjolan itu tidak ada sebelumnya di lengan atau leher.

Padahal, benjolan seperti itu belum tentu berbahaya dan sering kali tergolong tumor jinak. Walau kata tumor memang terdengar mengerikan, tidak semuanya berarti mengindikasikan gejala kanker. Tumor yang tidak ganas ini terkenal sebagai jenis jinak atau non-ganas dan kita perlu tahu apa bedanya dengan tumor ganas.

Apa Itu Tumor Jinak dan Bedanya dengan Tumor Ganas?

Setiap hari tubuh memproduksi sel baru untuk menggantikan sel lama yang sudah mati. Kadang proses ini tidak berjalan mulus, sehingga sel dapat tumbuh terlalu banyak atau tidak mati tepat waktu.

Kumpulan sel yang jumlahnya berlebihan inilah yang akhirnya membentuk gumpalan jaringan yang disebut tumor. Tumor jinak adalah pertumbuhan sel tidak normal yang bukan merupakan gejala kanker dan tidak akan membahayakan nyawa. 

Berbedanya halnya dengan tumor ganas yang sering berkaitan dengan kanker. Perbedaan utamanya adalah kemampuan mereka untuk menyebar ke seluruh tubuh. 

Tumor ganas bisa menjalar ke jaringan sehat dan menyebar lewat darah atau getah bening. Sebaliknya, tumor non-ganas tumbuh lebih lambat dan memiliki batas tepi yang jelas. 

Selain itu, tumor jinak hanya tumbuh di satu tempat dan tidak meluas ke bagian tubuh yang lain. Meski begitu, sebagian kecil tumor tertentu tetap perlu dipantau karena bisa berubah sifat.

Contohnya, polip usus pada kasus tertentu bisa berkembang menjadi kanker bila dibiarkan. Itulah kenapa dokter biasanya akan mengangkat polip yang ditemukan di usus untuk alasan kesehatan. Namun, perlu ditegaskan, kejadian tumor non-ganas yang berubah menjadi ganas tergolong jarang terjadi.

Penyebab dan Faktor Risiko Tumor Jinak

Sampai sekarang, para ahli sebenarnya masih belum tahu apa yang menyebabkan munculnya tumor non-ganas di tubuh. Yang pasti, tumor terbentuk saat ada gangguan pada proses pertumbuhan dan kematian sel di tubuh. 

Faktor genetik atau riwayat keluarga sering punya peran cukup besar dalam menyebabkan terjadinya jenis tumor non-ganas. Kemudian, paparan radiasi dan peradangan kronis di tubuh juga bisa membuat tumor ini muncul di bagian tertentu dari tubuh.

Infeksi tertentu karena bakteri atau virus juga bisa membuat tumor ini muncul di tubuh. Selain itu, ketidakseimbangan hormon dalam tubuh bisa memicu tumbuhnya tumor tertentu. Contohnya, ada tumor non-ganas yang bernama fibroadenoma yang bisa muncul di payudara yang ukurannya bisa berubah tergantung pada siklus hormon.

Di sisi lain, gaya hidup yang tidak terjaga seperti pola makan buruk dan merokok bisa meningkatkan risiko munculnya tumor jinak. Selain itu, tumor non-ganas ini juga bisa muncul jika Anda mengalami paparan terhadap zat kimia berbahaya tertentu.

Walau tumor non-ganas bisa muncul karena faktor-faktor di atas, tumor tersebut kadang bisa muncul tanpa sebab yang jelas. Dalam beberapa kasus tertentu, tumor ini bisa muncul karena adanya cedera atau trauma pada bagian tubuh tertentu.

Usia juga berpengaruh karena sebagian tumor non-ganas lebih sering muncul pada rentang usia tertentu. Sebagai pengingat kembali, memiliki tumor jinak bukan berarti pasti akan terkena kanker nantinya.

Ciri-Ciri Tumor Jinak

Mengenali ciri-ciri tumor jinak membantu Anda membedakannya dari benjolan yang lebih perlu diwaspadai. Meski begitu, Anda tetap butuh penjelasan dokter untuk tahu apakah tumor itu jinak atau ternyata tumor ganas yang harus segera ditangani.

Tumor tidak ganas ini biasanya tumbuh perlahan dan tidak berkembang dengan cepat dalam waktu singkat. Kemudian, tumor ini punya bentuk yang cenderung bulat dengan batas tepi yang jelas dan rata.

Jika Anda coba raba, tumor non-ganas biasanya terasa lunak atau kenyal dan bisa digerakkan di bawah kulit. Biasanya, hampir semua tumor non-ganas sebenarnya tidak akan menimbulkan rasa nyeri. Banyak orang bahkan tidak menyadari keberadaannya sampai tidak sengaja meraba benjolan tersebut.

Tidak seperti tumor ganas, ukuran tumor non-ganas juga cenderung stabil dan tidak membesar dengan cepat dalam hitungan minggu. Meski demikian, beberapa tumor ini bisa tumbuh cukup besar jika Anda biarkan begitu saja tanpa pemeriksaan. Saat ukurannya besar, tumor bisa menekan organ di sekitarnya dan menimbulkan keluhan tertentu.

Lokasi Umum Tumor Jinak Muncul di Tubuh

Tumor non-ganas bisa tumbuh hampir di mana saja, mulai dari kulit, otot, kelenjar, hingga organ dalam. Beberapa jenis dan lokasi tertentu lebih sering ditemui dibandingkan dengan yang lain.

Lipoma adalah contoh tumor jinak paling umum dijumpai yang berbentuk gumpalan lemak lunak dan tumbuh di bawah kulit. Lipoma biasanya muncul di punggung, bahu, leher, atau lengan.

Ada juga fibroadenoma, yaitu tumor non-ganas payudara yang paling sering dialami perempuan muda berusia 15 hingga 35 tahun. Karena tumor non-ganas memiliki penampilan yang sama dengan gejala kanker payudara, ada baiknya Anda juga mempelajari apa beda tumor dan kanker payudara.

Di area rahim, tumor non-ganas yang muncul disebut mioma atau fibroid yang tumbuh dari jaringan otot dinding rahim. Mioma tergolong tumor non-ganas yang umum, meski dalam kasus tertentu bisa menimbulkan keluhan jika ukurannya terlalu besar. Kadang-kadang, mioma bisa menjadi mioma geburt yang langka. 

Selain itu, tumor non-ganas juga bisa muncul di kelenjar tiroid dan kulit dalam bentuk tahi lalat. Jika munculnya di usus, maka tumor ini akan berbentuk polip yang tumbuh di dinding dalam usus. Bahkan tumor non-ganas pun bisa muncul di otak, dan letaknya membuat penanganannya perlu perhatian khusus. 

Setiap lokasi punya karakteristik berbeda, sehingga gejalanya pun bisa sangat bervariasi antar penderita. Ada tumor di otak yang tidak punya gejala sama sekali, tapi ada juga yang bisa menimbulkan keluhan tergantung ukuran dan letaknya.

Diagnosis Tumor Jinak

Untuk memastikan sebuah benjolan tergolong jinak atau tidak, dokter tidak bisa hanya mengandalkan rabaan. Beberapa pemeriksaan perlu dilakukan untuk melihat ukuran, bentuk, dan sifat tumor secara lebih jelas.

Ketika memeriksa kondisi Anda, dokter biasanya akan memulai dengan tanya jawab tentang riwayat kesehatan dan pemeriksaan fisik pada benjolan. Setelah itu, dokter biasanya akan merekomendasikan pencitraan seperti USG supaya bisa melihat isi di dalam tumor.

Lewat pemeriksaan USG, dokter bisa melihat apakah benjolan tumor itu berisi cairan seperti kista atau berupa massa padat. 

Jika ternyata dokter merasa bahwa benjolan harus diperiksa lebih jauh, dokter mungkin akan menyarankan CT scan atau MRI untuk gambaran yang lebih rinci. Jika masih ragu apakah tumor tergolong jinak atau tidak, dokter bisa melakukan biopsi untuk memastikan kembali hasilnya.

Biopsi adalah pengambilan sampel jaringan kecil untuk diperiksa di bawah mikroskop oleh ahli. Dari situlah dokter bisa memastikan apakah tumor benar-benar jinak atau butuh penanganan lanjutan.

Jika yang dialami adalah tumor lemak seperti lipoma, pencitraan saja sering sudah cukup untuk menentukan jenis tumornya. Dokter baru akan menyarankan biopsi apabila ada bagian tumor yang terlihat tidak biasa saat pemeriksaan. Dengan begitu, dokter bisa membantu memutuskan tindakan yang paling tepat.

Deteksi Dini Benjolan di Tubuh Bersama Bumame

Menemukan benjolan di tubuh memang bisa membuat cemas, tapi Anda tidak perlu menebak-nebak sendiri. Meski hampir semua tumor non-ganas tidak berbahaya, memastikannya lewat pemeriksaan tetap merupakan langkah yang bijak.

Bumame menghadirkan layanan Skrining Kanker Payudara untuk membantu Anda memeriksa kondisi payudara secara lebih menyeluruh. Layanan ini berguna terutama bila Anda ingin tahu apakah benjolan itu sifatnya jinak atau ganas.

Meski skrining ini sangat berguna, perlu Anda ingat bahwa pemeriksaan ini bukan bentuk pengobatan, melainkan langkah untuk mengenali kondisi tubuh. Melakukan pemeriksaan secara berkala bisa sangat membantu Anda untuk mengetahui apakah kondisi Anda semakin membaik atau justru memburuk.

Kapan Harus ke Dokter?

Sebagian besar tumor non-ganas memang tidak berbahaya dan bahkan tidak membutuhkan penanganan khusus. Namun, ada beberapa kondisi yang sebaiknya membuat Anda segera memeriksakan diri ke dokter.

Segera periksa bila benjolan tumbuh dengan cepat atau berubah ukuran dalam waktu singkat. Waspadai juga bila benjolan terasa keras, tidak bisa digerakkan, atau bentuknya tidak beraturan. Benjolan yang menimbulkan rasa nyeri atau mengganggu fungsi organ tubuh juga perlu segera Anda periksakan.

Perubahan warna kulit di area benjolan atau munculnya luka terbuka yang tak kunjung sembuh juga patut Anda waspadai. Apalagi, jika tumor itu sudah menekan saraf, jangan Anda biarkan begitu saja.

Pantau Selalu Tumor Jinak di Tubuh Anda

Meski tumor non-ganas jarang menimbulkan masalah, Anda tetap perlu memantaunya secara berkala. Jangan pernah ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga medis bila Anda merasa khawatir dengan benjolan yang baru muncul.

Memahami tubuh sendiri adalah bentuk perhatian terbaik yang bisa Anda berikan untuk kesehatan Anda. Konsultasikan masalah kesehatan Anda dengan Bumame jika Anda menemukan adanya benjolan aneh di tubuh atau bila ingin mencari saran pemeriksaan tepat sesuai dengan kondisi lain yang sedang dialami.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240


Referensi:

Cleveland Clinic. (2024). Tumor. 

Cleveland Clinic. (2024). Benign Tumor. 

U.S. National Library of Medicine (MedlinePlus). (2025). Benign Tumors.

National Cancer Institute. (2026). What Is Cancer?


Ditinjau secara medis oleh dr. Denizha Irfani

Frequently Asked Question

Apa itu tumor jinak?
Tumor jinak adalah pertumbuhan sel abnormal yang bukan merupakan kanker dan umumnya hanya tumbuh di satu bagian tubuh. Tumor ini biasanya berkembang lebih lambat dan memiliki batas tepi yang jelas. 
Apa saja penyebab dan faktor risiko tumor jinak?
Penyebab tumor jinak belum diketahui secara pasti, tetapi dapat berkaitan dengan faktor genetik, riwayat keluarga, radiasi, peradangan kronis, infeksi, ketidakseimbangan hormon, gaya hidup, zat kimia tertentu, cedera, dan usia. 
Apa saja ciri-ciri tumor jinak?
Tumor jinak biasanya tumbuh perlahan, berbentuk bulat dengan batas yang jelas, terasa lunak atau kenyal, dapat digerakkan, dan umumnya tidak menimbulkan nyeri. 
Bagaimana cara mengetahui apakah suatu benjolan merupakan tumor jinak?
Dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik dan pencitraan seperti USG untuk melihat bentuk serta isi benjolan. Jika diperlukan, pemeriksaan dapat dilanjutkan dengan CT scan, MRI, atau biopsi untuk memastikan sifat tumor. 
Kapan benjolan perlu diperiksakan ke dokter?

Benjolan perlu diperiksa jika tumbuh atau berubah ukuran dengan cepat, terasa keras, sulit digerakkan, bentuknya tidak beraturan, menimbulkan nyeri, mengganggu fungsi organ, atau disertai perubahan kulit dan luka yang sulit sembuh.