Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Vaskulitis
Kembali ke Artikel & Berita

Vaskulitis: Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya

SBAOthers

Vaskulitis merupakan kondisi di mana terjadi pembengkakan di dalam saluran darah. Kondisi ini bisa menjadi tanda adanya penyakit serius namun penanganan yang tepat akan menurunkan risiko kesehatan yang terjadi. Artikel ini akan membahas tentang penyebab, gejala, dan pengobatan yang bisa dilakukan.

Apa itu Vaskulitis?

Vaskulitis adalah kelompok penyakit yang ditandai oleh peradangan pada dinding pembuluh darah, baik arteri maupun vena. Peradangan dapat menyebabkan dinding pembuluh menebal, membengkak, menyempit, melemah, atau tersumbat oleh gumpalan darah. Hal tersebut membuat peredaran darah terhambat dan jika terlalu lama dibiarkan maka bisa merusak fungsi organ dan bisa terjadi komplikasi.

Kondisi ini bisa menyebabkan seseorang mengalami iskemia (gangguan aliran darah ke jaringan atau organ), nekrosis (kematian dini pada sel), dan trombosis (adanya gumpalan darah dalam pembuluh darah).

Vaskulitis sebenarnya bisa menyerang siapa saja. Risikonya bergantung pada jenis peradangan dan faktor penyebabnya. Beberapa tipe tidak memerlukan penanganan medis untuk sembuh, namun kebanyakan tipe membutuhkan evaluasi dan penanganan medis untuk mencegah kerusakan organ dan mengurangi risiko kekambuhan.

Tipe-Tipe Vaskulitis

Ada lebih dari 30 tipe vaskulitis yang berbeda, berikut adalah beberapa jenisnya:

  • Giant cell arteritis (GCA) atau atau arteritis sel raksasa, merupakan peradangan pada arteri besar dan sedang, terutama arteri di kepala dan di sekitar pelipis.

  • Penyakit Behçet, merupakan gangguan autoimun yang menyebabkan peradangan khususnya di area mulut dan genital.

  • Penyakit Kawasaki, adalah kondisi peradangan pada dinding pembuluh darah (arteri) yang menyerang anak-anak.

  • Granulomatosis dengan poliangiitis (GPA), adalah tipe peradangan pembuluh darah kecil dan sedang yang sering memengaruhi saluran pernapasan serta ginjal.

  • Penyakit Buerger atau tromboangiitis obliterans, adalah peradangan dan penyumbatan yang terjadi di area kaki dan tangan dan biasanya erat kaitannya dengan merokok.

  • Cryoglobulinemia, adalah kondisi ketika protein abnormal dapat mengendap saat suhu dingin yang mengakibatkan peradangan pembuluh darah.

  • Vaskulitis IgA, merupakan peradangan darah yang diakibatkan oleh penumpukan antibodi imunoglobulin A (IgA).

  • Arteritis Takayasu, yaitu peradangan pada aorta dan cabang-cabang utamanya yang dapat menyebabkan penebalan, penyempitan, atau penyumbatan pembuluh sehingga aliran darah terganggu.

Gejala Vaskulitis

Berikut adalah beberapa gejala umum yang muncul dan patut diwaspadai:

  • Kesusahan bernapas;

  • Batuk-batuk;

  • Kebas, khususnya di area tangan dan kaki;

  • Memar atau muncul benjolan;

  • Demam;

  • Kelelahan;

  • Nyeri sendi;

  • Nyeri bagian perut;

  • Urine keruh atau mengandung darah.

Adapun beberapa gejala lain yang muncul ketika vaskulitis menyerang organ tertentu dalam tubuh, antara lain:

  • Pada saluran pencernaan, berupa nyeri di perut setelah makan dan ada darah di feses.

  • Pada telinga, berupa pusing, terdengar bunyi berdengung, dan kehilangan kemampuan mendengar secara tiba-tiba.

  • Pada mata, berupa mata merah, gatal dan panas, penglihatan menjadi berbayang, hingga terjadi kebutaan tiba-tiba di salah satu atau kedua mata.

  • Pada tangan dan kaki, seperti terjadi kebas dan lemas serta telapak kaki dan tangan mengalami bengkak atau mengeras.

  • Pada paru-paru, berupa kesusahan bernapas atau batuk berdarah.

  • Pada kulit, berupa pendarahan di bawah kulit dan bisa muncul seperti lebam dan juga terjadi benjolan.

Komplikasi dari Vaskulitis

Jika tidak ditangani dengan tepat, vaskulitis dapat menyebabkan berbagai komplikasi akibat terganggunya aliran darah dan kerusakan pada organ. Komplikasi juga dapat muncul sebagai efek samping pengobatan yang digunakan untuk mengendalikan peradangan. Berikut beberapa komplikasi yang dapat berkaitan dengan vaskulitis maupun pengobatannya:

  • Kerusakan organ, bisa terjadi karena beberapa tipe tertentu tidak mendapatkan penanganan medis.

  • Pembekuan darah dan aneurisma. Peradangan dapat mempersempit pembuluh darah dan memicu terbentuknya gumpalan darah. Peradangan juga dapat melemahkan dinding pembuluh sehingga mengembang dan membentuk aneurisma (penonjolan abnormal pada dinding pembuluh darah).

  • Kebutaan, bisa terjadi pada penderita GCA yang tidak mendapatkan penanganan.

  • Infeksi, yang bisa berasal dari pengobatan dan bisa menurunkan sistem kekebalan darah.

Apakah Vaskulitis Termasuk Autoimun?

Vaskulitis merupakan salah satu jenis penyakit autoimun, di mana sistem kekebalan tubuh menyerang pembuluh darah yang sehat. Peradangan seharusnya terjadi karena tubuh melawan virus yang masuk namun di kondisi ini sistem kekebalan tubuh menyerang pembuluh darah yang sehat. 

Selain itu, kondisi ini juga bisa menjadi masalah ringan yang hanya menyerang kulit hingga menjadi masalah yang lebih serius yang bisa menimbulkan gangguan fungsi organ.

Penyebab dan Faktor Risiko Vaskulitis

Sebenarnya tidak ada yang bisa memastikan apa penyebab pasti vaskulitis dan mengapa sistem kekebalan tubuh bisa menyerah peredaran darah yang sehat. Namun, berikut adalah beberapa penyebab yang bisa menjadi pemantik terjadinya peradangan darah.

  • Infeksi, seperti hepatitis B dan hepatitis C;

  • Penyakit autoimun yang lain, seperti rheumatoid arthritis, lupus, dan skleroderma;

  • Efek samping obat;

  • Kanker darah.

Vaskulitis bisa terjadi kepada siapapun. Namun, ada beberapa faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami kondisi ini.

  • Usia. Giant cell arteritis (GCA) ini sering terjadi di lansia yang berumur lebih dari 50 tahun, sedangkan penyakit Kawasaki kerap menyerang anak di bawah 5 tahun. 

  • Riwayat keluarga. Jenis vaskulitis seperti penyakit Behçet, GPA, dan penyakit Kawasaki bisa berasal dari garis keturunan. 

  • Gaya hidup. Mengonsumsi kokain dan merokok meningkatkan risiko penyakit Buerger.

  • Pengobatan. Obat-obatan yang mengandung hydralazine, allopurinol, minocycline, dan propylthiouracil bisa menyebabkan vaskulitis.

  • Infeksi. Seseorang yang menderita hepatitis B dapat berkaitan dengan poliarteritis nodosa, sedangkan hepatitis C dapat berkaitan dengan cryoglobulinemia.

  • Kondisi imun. Seseorang yang memiliki riwayat penyakit autoimun tertentu dapat berisiko mengalami vaskulitis sekunder.

  • Jenis kelamin. GCA lebih sering terjadi pada perempuan sedangkan penyakit Buerger sering terjadi pada laki-laki.

Diagnosis Lewat Tes D-Dimer dan Tes Laboratorium Lain

Diagnosis bisa dilakukan setelah melalui beberapa tes berikut untuk dokter bisa menyimpulkan penyakit yang diderita.

  • Tes D-Dimer, merupakan tes darah untuk mengetes apakah seseorang memiliki kondisi pembekuan darah yang tidak normal.

  • Biopsi, dilakukan untuk mengecek jaringan di organ. Biopsi bisa dilakukan ke beberapa organ yang dicurigai mengalami vaskulitis. 

  • Laju endap darah (LED), untuk mengetahui seberapa cepat darah mengendap di dasar tabung reaksi. Biasanya juga dipengaruhi oleh kondisi seperti anemia dan hypergammaglobulinemia.

  • C-reactive protein, untuk mengukur protein yang diproduksi oleh hati dalam menangani pembekakan.

  • Tes urine, untuk mengecek adanya protein, sel darah merah, dan gumpalan darah dan menganalisis apakah vaskulitis sudah menyerang ginjal.

  • CT scan, untuk mengambil gambar pada anatomi tubuh seseorang.

  • MRI, cara lain dalam mendapatkan gambar dalam tubuh untuk membantu proses diagnosis.

  • Tes ANCA (Anti-Neutrophil Cytoplasmic Antibody), termasuk pemeriksaan darah untuk mendeteksi sistem kekebalan tubuh yang menyerang sel darah putih. 

  • Angiogram, hasil gambar pembuluh darah atau jantung yang dihasilkan melalui pemeriksaan angiografi.

Pengobatan Vaskulitis

Penangan yang dilakukan biasanya untuk mengontrol iritasi dan pembengkakan yang terjadi. Selain itu, pengobatan juga dilakukan untuk menangani beberapa kondisi yang terjadi akibat vaskulitis. Berikut adalah beberapa pengobatan yang biasa dokter anjurkan.

  • Pengobatan kortikosteroid yang mengandung hormon steroid yang berguna untuk mengontrol pembekakan.

  • Pengobatan imunosupresan untuk mencegah sel kekebalan tubuh menyerang sel yang sehat dengan menurunkan aktivitasnya.

  • ACE inhibitors (Angiotensin-Converting Enzyme inhibitor) untuk menurunkan tekanan darah tinggi dan mengobati gagal jantung.

  • Operasi, dapat dipertimbangkan jika vaskulitis menyebabkan aneurisma terlebih jika berisiko pecah. Tindakan ini juga dapat diperlukan jika terjadi penyempitan atau penyumbatan arteri yang mengganggu aliran darah ke jaringan atau organ.

Kapan Harus Waspada?

Sangat penting untuk selalu melakukan kunjungan ke dokter ketika seseorang telah terdiagnosis mengalami vaskulitis. Namun, berikut adalah beberapa kondisi yang memerlukan penanganan segera.

  • Pandangan kabur atau kehilangan penglihatan total.

  • Keringat di malam hari tanpa henti.

  • Kesemutan yang tidak kunjung usai.

  • Dagu terasa nyeri ketika makan.

  • Ada darah dalam feses.

Beberapa tipe vaskulitis bisa menyebabkan komplikasi yang serius seperti stroke dan kebutaan. Maka dari itu, pengecekan sejak dini sangat penting untuk menurunkan risiko komplikasi.

Cek Darah Sejak Dini untuk Cegah Komplikasi Vaskulitis

Tes darah sejak awal merupakan langkah penting untuk mendeteksi adanya masalah dalam tubuh. Tes D-Dimer adalah salah satu tes darah yang bisa dijalani untuk mendiagnosis penyebab darah yang mudah menggumpal dan bisa menjadi pertanda awal vaskulitis.

Bumame menyediakan tes D-Dimer dengan harga yang terjangkau, hanya Rp820.000,00. Hubungi Whatsapp Bumame untuk keperluan konsultasi dan penjadwalan tindakan dengan mudah.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Source:

  1. Cleveland Clinic. (2023). Vasculitis

  2. Health Direct. (2025). Vasculitis

  3. Mayo Clinic. (2025). Vasculitis

  4. National Health Service. (2026). Vasculitis

  5. Cleveland Clinic. (2021). D-Dimer Test

  6. John Hopkins Vasculitis Center. (2026). Diagnosing Vasculitis.

Ditinjau secara medis oleh dr. Denizha Irfani

Frequently Asked Question

Apa itu vaskulitis?
Vaskulitis adalah kelompok penyakit yang ditandai peradangan pada dinding pembuluh darah, baik arteri maupun vena, yang dapat mengganggu aliran darah.
Apa saja gejala vaskulitis?
Gejalanya dapat berupa kesulitan bernapas, batuk, kebas, demam, kelelahan, nyeri sendi dan perut, serta urine keruh atau mengandung darah.
Apa penyebab vaskulitis?
Penyebabnya belum dapat dipastikan, tetapi dapat berkaitan dengan infeksi, penyakit autoimun lain, efek samping obat, dan kanker darah.
Bagaimana cara mendiagnosis vaskulitis?
Bagaimana cara mendiagnosis vaskulitis?
Apakah vaskulitis bisa sembuh?
Secara umum vaskulitis tidak dapat sembuh total, tetapi gejalanya dapat dikendalikan dengan pengobatan atau operasi sesuai kondisi.