Booking layanan Bumame tanpa antri. Klik disini.

Booking layanan Bumame tanpa antri. Klik disini.

10 Fungsi Hati bagi Tubuh dan Cara Menjaga Kesehatannya
Kembali ke Artikel & Berita

10 Fungsi Hati bagi Tubuh dan Cara Menjaga Kesehatannya

Redaksi Bumame

Hati Punya Ratusan Peran bagi Tubuh, Kenali 10 Fungsi Utamanya dan Cara Menjaga Kesehatannya

Hati atau liver merupakan salah satu organ vital yang bekerja hampir tanpa henti. Organ ini terlibat dalam ratusan proses tubuh, mulai dari mengolah nutrisi yang berasal dari makanan hingga membantu membuang zat yang tidak lagi dibutuhkan tubuh.
Karena perannya begitu luas, gangguan pada hati dapat memengaruhi berbagai sistem tubuh. Cleveland Clinic menjelaskan bahwa hati menjalankan ratusan fungsi penting dan tubuh tidak dapat bertahan tanpa fungsi hati yang memadai.
Menariknya, gangguan hati tidak selalu langsung menimbulkan keluhan. Karena itu, memahami fungsi hati juga penting agar kamu mengetahui mengapa kesehatan organ ini perlu dijaga bahkan ketika tubuh terasa sehat.

Mengenal Hati dan Letaknya dalam Tubuh

Hati merupakan organ besar yang terletak di bagian kanan atas rongga perut, tepat di bawah diafragma.
Organ ini berhubungan erat dengan sistem pencernaan dan peredaran darah. Darah yang membawa nutrisi dari saluran pencernaan akan melewati hati sehingga berbagai zat dapat diproses, disimpan, diubah, atau diteruskan sesuai kebutuhan tubuh.
Hubungan antara kesehatan dan fungsi hati inilah yang membuat kondisi liver dapat memengaruhi kesehatan tubuh secara luas.
Lalu, sebenarnya apa saja pekerjaan hati?

10 Fungsi Hati bagi Tubuh

Hati bukan hanya berfungsi sebagai "penyaring racun". Perannya jauh lebih kompleks karena mencakup metabolisme, penyimpanan energi, pembentukan berbagai protein, hingga produksi empedu.
Berikut 10 fungsi hati yang penting diketahui.

1. Memproses Nutrisi dari Makanan

Setelah makanan dicerna, berbagai nutrisi akan diserap dan masuk ke aliran darah. Hati kemudian membantu memproses karbohidrat, protein, dan lemak agar dapat digunakan tubuh.
Bumame juga menjelaskan hati berperan sebagai pusat pengolahan lemak, protein, dan karbohidrat.

2. Membantu Mengatur Kadar Gula Darah

Hati membantu menjaga ketersediaan energi dengan menyimpan glukosa dalam bentuk glikogen.
Ketika tubuh membutuhkan energi, cadangan tersebut dapat diubah kembali menjadi glukosa. Sebaliknya, setelah makan, sebagian glukosa dapat disimpan sehingga kadar gula darah tetap terkontrol.

3. Menghasilkan Empedu

Salah satu fungsi hati yang penting dalam sistem pencernaan adalah menghasilkan empedu.
Empedu membantu proses pencernaan dan penyerapan lemak. Gangguan aliran empedu juga dapat memengaruhi pembuangan bilirubin dan menyebabkan perubahan seperti kulit atau mata menjadi kuning.

4. Memproses Zat yang Tidak Dibutuhkan Tubuh

Hati membantu memproses berbagai zat yang masuk ke tubuh, termasuk obat, alkohol, serta hasil samping metabolisme.
Namun, istilah "detoksifikasi" bukan berarti hati membutuhkan produk atau minuman detoks khusus. Organ ini memang secara alami memiliki sistem untuk memproses berbagai zat agar dapat digunakan atau dikeluarkan tubuh.

5. Membantu Metabolisme Lemak dan Kolesterol

Hati memiliki peran besar dalam metabolisme lemak.
Organ ini membantu memproduksi dan mengatur kolesterol serta memproses lemak yang dibutuhkan sebagai sumber energi maupun komponen berbagai sel tubuh.
Ketika keseimbangan metabolisme terganggu, lemak juga dapat menumpuk di hati dan berkembang menjadi fatty liver.

6. Membentuk Protein Penting dalam Darah

Hati memproduksi berbagai protein yang dibutuhkan tubuh.
Salah satunya adalah albumin, yaitu protein utama dalam plasma darah yang membantu menjaga cairan tetap berada di dalam pembuluh darah dan membawa berbagai zat ke seluruh tubuh.
Hati juga menghasilkan sejumlah protein yang berperan dalam proses pembekuan darah.

7. Menyimpan Vitamin dan Mineral

Selain mengolah nutrisi, hati juga berfungsi sebagai tempat penyimpanan beberapa vitamin dan mineral.
Cadangan tersebut dapat digunakan kembali ketika tubuh membutuhkannya sehingga membantu menjaga berbagai fungsi tubuh tetap berjalan.

8. Membantu Mengolah Bilirubin

Bilirubin merupakan zat yang terbentuk dari pemecahan sel darah merah.
Hati memproses bilirubin agar kemudian dapat dikeluarkan melalui empedu. Jika fungsi hati atau aliran empedu terganggu, bilirubin dapat menumpuk dalam darah dan memicu jaundice atau penyakit kuning.

9. Membantu Sistem Pertahanan Tubuh

Hati juga menjadi bagian dari sistem pertahanan tubuh.
Organ ini memiliki sel imun yang membantu mengenali dan membersihkan mikroorganisme maupun material tertentu yang masuk melalui aliran darah dari saluran pencernaan.

10. Membantu Menjaga Keseimbangan Metabolisme Tubuh

Berbagai fungsi hati sebenarnya saling berhubungan.
Pengaturan gula darah, metabolisme lemak dan protein, penyimpanan nutrisi, produksi protein darah, serta pemrosesan berbagai zat membuat hati berperan sebagai salah satu pusat metabolisme tubuh.
Inilah sebabnya gangguan fungsi hati dapat memberikan dampak yang cukup luas terhadap kesehatan.

Tanda Gangguan Fungsi Hati yang Perlu Diperhatikan

Gangguan hati pada tahap awal dapat tidak menimbulkan gejala yang spesifik. Keluhan biasanya bergantung pada jenis penyakit dan tingkat kerusakan hati.
Beberapa tanda yang dapat muncul antara lain mudah lelah, kehilangan nafsu makan, mual, rasa tidak nyaman pada perut kanan atas, urine berwarna lebih gelap, tinja pucat, serta kulit atau bagian putih mata yang menguning.
Pada hepatitis A, misalnya, Bumame mencatat keluhan dapat berupa kelelahan, demam, kehilangan nafsu makan, mual, nyeri perut, urine gelap, tinja pucat, hingga jaundice.
Gejala tersebut tidak spesifik untuk satu penyakit. Berbagai penyakit liver dapat memberikan keluhan yang berbeda sehingga diagnosis tetap memerlukan pemeriksaan medis.
Sirosis juga dapat menyebabkan gangguan yang lebih berat. Bumame menjelaskan kerusakan kronis pada kondisi ini dapat berkembang hingga menyebabkan komplikasi seperti ascites dan ensefalopati hepatik.

Langkah Menjaga Fungsi Hati Tetap Sehat

Tidak diperlukan metode detoks khusus untuk menjaga hati. Kebiasaan sehari-hari justru menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko gangguan liver.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan meliputi:
  1. Menjaga berat badan dalam rentang sehat.
  2. Mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang.
  3. Membatasi konsumsi alkohol.
  4. Rutin melakukan aktivitas fisik.
  5. Tidak mengonsumsi obat atau suplemen secara berlebihan tanpa indikasi.
  6. Menjaga kebersihan untuk mengurangi risiko infeksi.
  7. Melakukan vaksinasi hepatitis sesuai rekomendasi.
  8. Tidak berbagi jarum atau benda pribadi yang berisiko terkena darah.
  9. Melakukan pemeriksaan kesehatan sesuai faktor risiko.
  10. Mengontrol kondisi metabolik seperti diabetes dan kolesterol.
Kamu juga dapat membaca lebih lanjut mengenai cara menjaga fungsi hati dan menerapkan pola makan untuk kesehatan hati sebagai bagian dari kebiasaan jangka panjang.

Pemeriksaan untuk Mengetahui Kondisi Fungsi Hati

Kondisi hati tidak selalu dapat diketahui hanya berdasarkan gejala. Pemeriksaan darah dapat membantu melihat adanya perubahan pada parameter yang berkaitan dengan hati.
Salah satu pemeriksaan yang umum digunakan adalah SGOT atau AST dan SGPT atau ALT.
SGOT ditemukan tidak hanya di hati, tetapi juga pada jaringan seperti jantung dan otot. Sementara itu, SGPT lebih banyak ditemukan pada hati sehingga peningkatannya lebih berkaitan dengan gangguan atau kerusakan sel hati.
Karena itu, hasil SGOT maupun SGPT tidak sebaiknya dibaca secara terpisah untuk mendiagnosis penyakit tertentu.
Bumame juga menjelaskan pemeriksaan fungsi hati dapat melibatkan parameter SGOT, SGPT, dan Gamma GT untuk membantu mengevaluasi kondisi hati.
Untuk memahami masing-masing parameter tersebut, kamu dapat membaca lebih lanjut mengenai tes SGOT dan SGPT.

Tes Fungsi Hati di Bumame

Pemeriksaan fungsi hati dapat dipertimbangkan sebagai bagian dari medical check up, terutama bila terdapat faktor risiko, penggunaan obat tertentu, riwayat penyakit hati, atau hasil pemeriksaan sebelumnya yang perlu dipantau.
Bumame memiliki tes fungsi hati untuk membantu mengevaluasi kondisi liver melalui pemeriksaan laboratorium.
Selain pemeriksaan khusus, fungsi hati juga menjadi salah satu komponen dalam sejumlah paket medical check up Bumame. Sebagai contoh, MCU Basic mencakup pemeriksaan darah terhadap fungsi hati bersama fungsi ginjal, profil lemak, dan gula darah.
Perlu diingat bahwa hasil tes fungsi hati bukan diagnosis tunggal. Nilai yang tidak normal dapat memiliki berbagai penyebab sehingga interpretasinya perlu mempertimbangkan gejala, riwayat kesehatan, obat yang dikonsumsi, dan pemeriksaan lain bila diperlukan.

Jaga Fungsi Hati Sebelum Muncul Keluhan

Hati memiliki banyak tugas penting, mulai dari mengolah nutrisi, menghasilkan empedu, menyimpan energi, membentuk protein, hingga membantu memproses zat yang tidak lagi dibutuhkan tubuh. Karena sebagian gangguan hati dapat berkembang tanpa gejala yang jelas pada tahap awal, kesehatan liver sebaiknya tidak baru diperhatikan ketika keluhan muncul.
Jika ingin mengetahui kondisi liver, kamu dapat melakukan pemeriksaan kesehatan hati di Bumame. Pemeriksaan laboratorium dapat membantu memberikan gambaran mengenai parameter yang berkaitan dengan fungsi dan kondisi hati.
Jika kamu mengalami keluhan yang mengarah pada gangguan hati, memiliki faktor risiko, atau bingung menentukan pemeriksaan yang sesuai, kamu dapat chat gratis dengan dokter untuk konsultasi agar kondisi dapat dievaluasi dan kamu mendapatkan rekomendasi langkah selanjutnya.

Sumber: Cleveland Clinic, National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK), Johns Hopkins Medicine

Lokasi Klinik Bumame

Klinik Bumame Cideng JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10160
Klinik Bumame TB Simatupang 1, Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12550
Klinik Bumame BSD Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kec. Serpong, Tangerang, Banten 15310 Klinik Bumame Puri Indah Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23, Kembangan, Jakarta Barat 11610

Ditinjau secara medis oleh dr. Muhammad Reza Kurniawan

Frequently Asked Question

Apa fungsi utama hati?
Hati memiliki banyak fungsi, termasuk memproses nutrisi, mengatur metabolisme, menghasilkan empedu, menyimpan energi dan nutrisi, membentuk protein tertentu, serta memproses berbagai zat yang masuk ke tubuh.
Apakah hati berfungsi membuang racun?
Hati membantu memproses obat, alkohol, dan berbagai hasil metabolisme sehingga zat tersebut dapat diubah atau dikeluarkan tubuh. Namun, proses ini tidak berarti tubuh memerlukan minuman atau produk "detoks" khusus.
Apakah gangguan hati selalu menimbulkan gejala?
Tidak. Beberapa penyakit hati dapat berkembang tanpa gejala yang jelas pada tahap awal. Pemeriksaan kesehatan dapat membantu menemukan perubahan yang belum menimbulkan keluhan.
Apa tes darah untuk mengecek hati?
Beberapa parameter yang umum digunakan antara lain SGOT/AST, SGPT/ALT, Gamma GT, bilirubin, albumin, dan parameter lainnya sesuai tujuan pemeriksaan.
Apakah SGOT dan SGPT tinggi pasti berarti penyakit hati?
Tidak selalu. SGOT juga terdapat pada jaringan selain hati, sementara peningkatan SGPT pun tetap harus dinilai bersama kondisi klinis dan pemeriksaan lainnya. Karena itu, hasil pemeriksaan sebaiknya diinterpretasikan oleh tenaga medis.