Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Tes Urine untuk Apa? Kenali Fungsi, Jenis, hingga Cara Membaca Hasilnya
Kembali ke Artikel & Berita

Tes Urine untuk Apa? Kenali Fungsi, Jenis, hingga Cara Membaca Hasilnya

ab3bf4ca-8ed2-4d91-a98c-d07a51e0fc3dmedical check up

Saat medical check up, petugas biasanya memberikan wadah kecil dan meminta Anda menampung urine. Prosesnya cepat, sehingga banyak orang tidak sempat bertanya tes urine untuk apa dan apa saja yang dilihat dari sampel itu.

Urine membawa zat sisa yang disaring ginjal dari darah. Perubahan kecil di dalamnya bisa memberi petunjuk tentang infeksi, kerja ginjal, kadar gula, hingga fungsi hati, termasuk saat tubuh terasa sehat.

Berikut penjelasan tentang fungsi, jenis, persiapan, dan prosedur tes urine, cara membaca hasilnya, hingga bedanya dengan tes urine narkoba.

Tes Urine untuk Apa Saja?

Tes urine atau urinalisis adalah pemeriksaan sampel urine untuk menilai tampilan, kepekatan, dan kandungannya. Dokter memakainya untuk menyaring, membantu mendiagnosis, dan memantau berbagai kondisi berikut:

  • Kesehatan ginjal. Protein dalam jumlah besar atau darah di urine bisa menjadi petunjuk gangguan ginjal. Pada penyakit ginjal yang sudah diketahui, tes berkala membantu dokter memantau kondisi dan pengobatannya.

  • Tanda infeksi. Tes urine bisa menemukan bakteri, darah, atau sel nanah yang mengarah ke infeksi saluran kemih (ISK). Adanya nitrit atau leukosit esterase juga bisa menandakan infeksi ini.

  • Kadar gula. Normalnya, gula atau glukosa di urine terlalu sedikit untuk terdeteksi. Bila gula ditemukan, dokter biasanya meminta tes gula darah untuk menilai kemungkinan diabetes.

  • Kehamilan. Tes urine termasuk pemeriksaan rutin selama kehamilan. Pada ibu hamil, hasilnya membantu memantau protein, gula, dan tanda ISK.

  • Penyaringan umum. Tes ini sering masuk dalam medical check up, persiapan operasi, atau pemeriksaan saat rawat inap. Tujuannya menyaring gangguan seperti diabetes, penyakit ginjal, dan gangguan hati.

Jenis Tes Urine yang Umum Dilakukan

Tes urine rutin meliputi pengamatan tampilan, tes dipstick, dan pemeriksaan mikroskopis bila diperlukan. Dokter bisa menambah pemeriksaan lain sesuai kebutuhan.

Pengamatan Tampilan

Petugas laboratorium menilai warna dan kejernihan urine dengan mata. Warna normal berkisar dari kuning muda hingga kuning pekat, tergantung kepekatan urine. Urine keruh atau berbau tidak biasa bisa menandakan masalah seperti infeksi.

Tes Dipstick

Strip plastik berisi bantalan zat kimia dicelupkan ke urine dan berubah warna bila mendeteksi zat tertentu. Tes ini menilai keasaman (pH), kepekatan, protein, gula, keton, bilirubin, darah, serta tanda infeksi berupa nitrit dan leukosit esterase.

Pemeriksaan Mikroskopis

Urine diputar dengan mesin, lalu endapannya diamati di bawah mikroskop. Petugas mencari sel darah putih, sel darah merah, bakteri, jamur, kristal, dan silinder, yaitu gumpalan protein berbentuk tabung. Kristal tertentu bisa menjadi petunjuk batu ginjal.

Kultur Urine

Kultur urine adalah pembiakan bakteri dari sampel urine untuk mengetahui jenis bakteri penyebab infeksi dan antibiotik yang sesuai. Dokter bisa memintanya bila tes urine rutin menunjukkan tanda infeksi atau keluhan terus berulang.

Tes Kehamilan

Tes kehamilan juga memakai sampel urine. Zat yang dicari berbeda dan berada di luar daftar tes urine rutin, sehingga tes kehamilan perlu diminta tersendiri.

Kapan Dokter Meminta Tes Urine?

Selain pada pemeriksaan rutin dan kontrol kehamilan, dokter biasanya meminta tes urine dalam dua keadaan berikut:

  • Ada keluhan. Nyeri perut, nyeri punggung, buang air kecil yang sering atau terasa sakit, dan urine berdarah termasuk alasan tes ini diminta. Hasilnya membantu dokter mencari penyebab keluhan.

  • Pemantauan penyakit. Orang dengan penyakit ginjal, ISK, atau diabetes bisa diminta menjalani tes urine berkala. Tes ini kerap menjadi bagian dari pemeriksaan ginjal bersama tes lain.

Persiapan Sebelum Tes Urine

Bila hanya menjalani tes urine, Anda bisa makan dan minum seperti biasa. Bila ada tes lain di hari yang sama, ikuti petunjuk puasa dari petugas. Beberapa hal berikut membantu hasil lebih akurat:

  • Urine pagi. Dokter kadang meminta urine pertama di pagi hari karena lebih pekat. Hindari minum air berlebihan sebelum tes, karena urine yang terlalu encer bisa membuat hasil kurang akurat.

  • Urine porsi tengah. Aliran pertama dibuang ke toilet, lalu aliran berikutnya ditampung. Cara ini mengurangi bakteri dari kulit yang ikut masuk ke sampel.

  • Kebersihan. Cuci tangan dengan sabun, lalu bersihkan area kemaluan dengan tisu steril. Wanita membersihkan dari depan ke belakang, sedangkan pria membersihkan ujung penis.

Bagaimana Sampel Urine Diambil?

Di klinik, petugas memberikan wadah steril dan tisu pembersih. Anda menampung urine porsi tengah hingga kira-kira setengah wadah atau sesuai permintaan petugas, menutup wadah rapat tanpa menyentuh bagian dalamnya, lalu menyerahkannya.

Pada kondisi tertentu, tenaga kesehatan mengambil urine dengan kateter, yaitu selang tipis yang dimasukkan lewat saluran kencing ke kandung kemih. Setelah sampel diserahkan, Anda bisa langsung kembali beraktivitas.

Cara Membaca Hasil Tes Urine

Lembar hasil memuat nama pemeriksaan, hasil Anda, dan nilai rujukan. Hasil bisa berupa angka, kata negatif atau positif, atau deskripsi seperti kuning dan jernih. Perlu diingat, nilai rujukan bergantung pada laboratorium dan dokter, jadi bandingkan hasil dengan rentang yang tercantum di lembar Anda. Berikut komponen yang umum diperiksa:

Komponen

Yang dinilai

Temuan tidak biasa bisa berkaitan dengan

Warna dan kejernihan

Tampilan urine

Keruh bisa mengarah ke infeksi, sedangkan merah hingga cokelat bisa berasal dari darah, makanan, atau obat

Protein

Protein yang lolos ke urine

Gangguan ginjal bila jumlahnya besar atau menetap

Glukosa

Gula dalam urine

Kemungkinan diabetes yang perlu dicek lewat tes gula darah

Keton

Sisa pembakaran lemak

Diabetes yang belum terkendali, puasa lama, atau diet sangat rendah karbohidrat

Darah

Sel darah merah dalam urine

Infeksi, batu ginjal, gangguan ginjal, atau darah haid yang ikut tertampung

Leukosit esterase

Enzim dari sel darah putih

Peradangan atau infeksi di saluran kemih

Nitrit

Zat hasil olahan bakteri

Infeksi bakteri di saluran kemih, meski hasil negatif belum menyingkirkan infeksi

Bilirubin

Sisa pemecahan sel darah merah

Gangguan hati atau saluran empedu

Kristal dan silinder

Endapan di bawah mikroskop

Kristal tertentu mengarah ke batu ginjal, dan silinder tertentu ke gangguan ginjal

Gunakan tabel ini sebagai gambaran umum. Dokter menafsirkan hasil bersama riwayat dan pemeriksaan lain.

Protein dalam jumlah besar bisa membuat urine berbusa, sedangkan darah bisa membuatnya tampak merah atau cokelat. Meski begitu, warna urine juga dipengaruhi makanan dan obat.

Satu hasil yang tidak biasa belum tentu berarti ada penyakit. Dokter menilainya bersama keluhan, riwayat kesehatan, obat yang diminum, dan tes lain. Hasil normal juga tidak selalu berarti tubuh bebas masalah, karena penyakit bisa masih terlalu awal untuk terdeteksi atau urine terlalu encer.

Faktor yang Bisa Memengaruhi Hasil

Kondisi berikut bisa membuat hasil tampak positif padahal tidak ada masalah, atau sebaliknya:

  • Haid. Darah haid yang ikut tertampung bisa membuat hasil darah dalam urine tampak positif, dan keputihan bisa mengganggu hasil. Dokter bisa menyarankan tes dijadwalkan ulang setelah haid selesai.

  • Obat dan makanan. Beberapa obat bisa mengubah warna urine atau mengganggu reaksi tes dipstick. Makanan seperti buah bit juga bisa membuat urine kemerahan. Sampaikan obat yang Anda minum, dan hentikan obat hanya bila dokter memintanya.

  • Vitamin dan suplemen. Suplemen vitamin C bisa membuat hasil darah, gula, dan nitrit tampak negatif walaupun zat tersebut ada. Sebagian vitamin B juga bisa mengubah warna urine.

  • Dehidrasi. Kurang minum membuat urine lebih pekat dan berwarna kuning gelap. Kondisi ini juga bisa menaikkan kadar protein dalam urine.

  • Olahraga berat. Aktivitas fisik yang berat bisa memicu sedikit protein atau darah di urine untuk sementara. Sampaikan kepada dokter bila Anda berolahraga berat menjelang tes.

  • Kontaminasi dan sampel lama. Bakteri dari kulit bisa membuat leukosit esterase dan nitrit tampak positif. Sampel yang terlalu lama di suhu ruang juga bisa berubah karena bakteri berkembang biak.

Tes Urine Narkoba Berbeda dengan Tes Urine Medis

Banyak orang mengenal tes urine lewat pemeriksaan narkoba di tempat kerja, sekolah, atau instansi. Keduanya memakai sampel urine, tetapi tujuan dan zat yang dicari berbeda.

Tes urine medis menilai penanda kesehatan, seperti protein, gula, sel darah, dan tanda infeksi. Tes narkoba mencari sisa zat tertentu atau hasil olahannya di dalam urine. Keduanya dipesan secara terpisah, sehingga hasil tes urine rutin tidak memuat informasi tentang narkoba.

Untuk keperluan administrasi, tanyakan kepada instansi terkait jenis tes narkoba yang diminta dan zat apa saja yang perlu diperiksa.

Pemeriksaan Urine Rutin sebagai Langkah Dasar

Ginjal menyaring zat sisa dari darah dan membuangnya lewat urine, sehingga tes urine rutin menjadi pemeriksaan dasar yang dokter minta untuk menilai ginjal, infeksi saluran kemih, dan gula.

Bumame menyediakan pemeriksaan Urine Lengkap yang memeriksa antara lain glukosa, protein, bilirubin, pH, leukosit, dan keton. Bicarakan hasilnya dengan dokter, terutama bila ada keluhan atau nilai di luar rujukan. Untuk mengatur jadwal, Anda bisa hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.

Kapan Sebaiknya Berkonsultasi ke Dokter?

Periksakan diri bila buang air kecil terasa nyeri atau panas, frekuensinya meningkat meski urine yang keluar sedikit, atau urine tampak keruh, berbau menyengat, atau bercampur darah. Keluhan tersebut termasuk gejala ISK dan perlu dinilai dokter.

Cari pertolongan medis di hari yang sama bila keluhan disertai demam tinggi, menggigil, nyeri pinggang hebat, mual, atau muntah, karena kombinasi ini bisa menandakan infeksi ginjal. Konsultasi juga diperlukan bila hasil tes di luar nilai rujukan atau perubahan warna dan bau urine tidak kunjung hilang.

Jadikan Cek Urine Bagian dari Pemeriksaan Rutin

Tes urine mudah dijalani, persiapannya sederhana, dan hasilnya memberi petunjuk tentang ginjal, saluran kemih, kadar gula, hingga hati. Sertakan tes ini dalam pemeriksaan kesehatan rutin dan bicarakan hasilnya bersama dokter. Semakin dini diketahui, semakin luas pilihan penanganannya. Untuk pertanyaan seputar jadwal pemeriksaan, Anda bisa chat CS Bumame.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi

  1. Kementerian Kesehatan RI, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. Kenali Apa itu Infeksi Saluran Kemih. Retrieved 23 September 2026 from https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/4177

  2. Mayo Clinic. Urinalysis. Retrieved 23 September 2026 from https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/urinalysis/about/pac-20384907

  3. MedlinePlus. Urinalysis. Retrieved 23 September 2026 from https://medlineplus.gov/urinalysis.html

  4. Testing.com. Routine Urinalysis Test: Order Online, See Results. Retrieved 23 September 2026 from https://www.testing.com/tests/urinalysis/

  5. Cleveland Clinic. Urinalysis: What It Is, Purpose, Procedure, Results & Types. Retrieved 23 September 2026 from https://my.clevelandclinic.org/health/diagnostics/17893-urinalysis

  6. StatPearls, NCBI Bookshelf. Urinalysis. Retrieved 23 September 2026 from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK557685/

Ditinjau secara medis oleh dr. Andika Yusuf Ramadhan, M.Biomed

Frequently Asked Question

Tes urine untuk apa saja?
Tes urine membantu menilai kesehatan ginjal, mencari tanda infeksi saluran kemih, memberi petunjuk soal kadar gula, dan memantau kehamilan. Tes ini juga sering masuk dalam pemeriksaan kesehatan rutin.
Apakah perlu puasa sebelum tes urine?
Bila hanya menjalani tes urine, Anda bisa makan dan minum seperti biasa. Ikuti petunjuk puasa bila ada tes darah atau tes lain di hari yang sama.
Mengapa tes urine memakai urine pagi dan porsi tengah?
Urine pagi lebih pekat, sedangkan urine porsi tengah mengurangi bakteri kulit yang ikut tertampung. Keduanya membantu hasil lebih akurat.
Bolehkah tes urine saat haid?
Darah haid bisa ikut tertampung dan membuat hasil darah dalam urine tampak positif. Beri tahu petugas atau dokter, karena tes bisa dijadwalkan ulang setelah haid selesai.
Apakah tes urine rutin bisa mendeteksi narkoba?
Tes urine rutin tidak memeriksa narkoba. Pemeriksaan narkoba memakai tes urine terpisah yang mencari sisa zat tertentu.