Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Spirometri: Kenali Cara Kerja, Persiapan, hingga Arti Hasil Tes Fungsi Paru
Kembali ke Artikel & Berita

Spirometri: Kenali Cara Kerja, Persiapan, hingga Arti Hasil Tes Fungsi Paru

ab3bf4ca-8ed2-4d91-a98c-d07a51e0fc3dmedical check up

Napas yang cepat tersengal saat naik tangga sering dianggap tanda kurang olahraga. Batuk yang muncul hampir setiap pagi pun kerap dianggap urusan cuaca, lalu dibiarkan berbulan-bulan.

Keluhan napas yang menetap perlu dicari penyebabnya, karena gangguan pada saluran napas dan paru sulit dibedakan dari keluhan saja. Di sinilah spirometri berperan. Tes napas sederhana ini membantu dokter menilai kerja paru lewat angka.

Artikel ini membahas apa yang diukur spirometri, kapan dokter memintanya, persiapan dan jalannya tes, hingga cara hasilnya dibaca.

Apa Itu Spirometri?

Spirometri adalah tes napas untuk menilai seberapa baik paru-paru bekerja. Tes ini mengukur jumlah udara yang bisa Anda tarik dan embuskan, serta seberapa cepat udara tersebut keluar. American Lung Association menyebutnya sebagai jenis tes fungsi paru yang umum dipakai.

Alatnya bernama spirometer, yaitu mesin yang tersambung ke corong tiup dan mencatat volume serta kecepatan embusan napas Anda. Tes biasanya dilakukan oleh petugas terlatih di klinik, rumah sakit, atau laboratorium fungsi paru. Hasilnya menggambarkan satu sisi penting dari fungsi paru-paru, yaitu kemampuan mengalirkan udara masuk dan keluar.

Tiga Angka Utama dalam Hasil Spirometri

Tiga angka berikut biasanya menjadi perhatian utama dokter dalam laporan spirometri:

  • FVC (forced vital capacity). Angka ini adalah jumlah total udara yang bisa Anda embuskan dengan kuat setelah menarik napas sedalam mungkin. Bayangkan paru sebagai balon yang ditiup penuh lalu dikosongkan. FVC yang lebih rendah dari perkiraan bisa menandakan paru tidak bisa mengembang penuh.

  • FEV1 (forced expiratory volume in one second). Angka ini adalah jumlah udara yang keluar pada detik pertama embusan. Mayo Clinic menyebut FEV1 yang lebih rendah menandakan hambatan yang lebih besar pada saluran napas.

  • Rasio FEV1/FVC. Rasio ini menunjukkan berapa bagian dari seluruh udara yang bisa dikeluarkan pada detik pertama. Bersama dua angka lainnya, rasio ini membantu dokter mengenali pola gangguan napas.

Setiap angka dibandingkan dengan nilai perkiraan untuk orang dengan usia, jenis kelamin, dan tinggi badan yang sama. Kemenkes juga menyebut hasil uji fungsi paru perlu disesuaikan dengan ketiga faktor tersebut.

Kapan Dokter Menyarankan Spirometri?

Beberapa situasi yang membuat dokter meminta spirometri antara lain:

  • Keluhan napas yang menetap. Sesak napas, mengi, dada terasa berat, dan batuk yang tidak kunjung sembuh termasuk alasan umum tes ini diminta. Hasilnya membantu dokter menilai apakah keluhan berasal dari paru, terutama saat penyebab sesak napas belum jelas.

  • Dugaan asma. Dokter bisa meminta tes ini saat keluhan mengarah ke ciri-ciri asma. Menurut Kemenkes, uji fungsi paru bermanfaat untuk memastikan diagnosis, mencari faktor pencetus, dan menilai beratnya asma.

  • Dugaan PPOK dan penyakit paru kronis lain. Tes ini membantu diagnosis penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), bronkitis kronis, emfisema, dan fibrosis paru. Angkanya juga menunjukkan seberapa berat gangguannya.

  • Memantau pengobatan. Pada penyakit paru kronis, tes bisa diulang untuk melihat apakah kondisi membaik atau memburuk. Hasilnya membantu dokter menilai apakah obat dan penanganan asma atau penyakit paru lain sudah bekerja.

  • Sebelum operasi. Tes ini membantu dokter memastikan fungsi paru cukup baik sebelum operasi terencana. Hasilnya juga dipakai untuk memperkirakan risiko gangguan pernapasan terkait operasi.

  • Pekerja yang terpapar debu atau bahan kimia. Sebagian pekerjaan membuat seseorang rutin menghirup debu, asap, atau uap bahan kimia. Spirometri bisa menunjukkan apakah paparan tersebut sudah memengaruhi fungsi paru.

  • Perokok. NHS menyebut tes ini bisa ditawarkan kepada perokok berusia di atas 55 tahun dan orang lain yang berisiko mengalami gangguan paru. Tes ini membantu mengenali perubahan fungsi paru sejak dini.

Persiapan Sebelum Menjalani Spirometri

Aturan persiapan bisa sedikit berbeda antarfasilitas, jadi ikuti petunjuk dokter atau petugas. Secara umum, Anda akan diminta melakukan hal berikut:

  • Berhenti merokok sementara. Rokok perlu dihindari beberapa jam sebelum tes. Lamanya berbeda antarpanduan, mulai dari 4 sampai 6 jam hingga 24 jam.

  • Hindari makan besar, alkohol, dan olahraga berat. Makan besar sebaiknya dihindari setidaknya 2 jam sebelum tes agar napas dalam tidak terasa berat. Alkohol sebaiknya dihindari setidaknya 4 jam sebelumnya, begitu pula olahraga berat setidaknya 30 menit sebelum tes.

  • Kenakan pakaian longgar. Pakaian yang menekan dada membuat Anda sulit menarik napas dalam. Pilih baju yang nyaman.

  • Tanyakan soal obat hirup. Dokter akan memberi tahu apakah obat hirup atau obat lain perlu dihentikan sementara. Obat harian umumnya tetap diminum kecuali ada instruksi lain.

  • Sampaikan riwayat kesehatan. Beri tahu petugas bila Anda memiliki masalah jantung atau tekanan darah tinggi yang belum terkontrol, baru mengalami serangan jantung atau stroke, baru menjalani operasi mata, dada, atau perut, pernah mengalami paru mengempis (pneumotoraks), atau sedang mengalami infeksi dada. Dokter bisa menunda tes sampai kondisi Anda pulih.

Bagaimana Tes Spirometri Berlangsung?

Sebelum tes, petugas memastikan kondisi Anda cukup baik, lalu mengukur tinggi dan berat badan untuk menghitung nilai perkiraan. Anda kemudian duduk tegak dengan penjepit lembut di hidung agar udara hanya keluar lewat mulut.

Anda diminta menarik napas sedalam mungkin, merapatkan bibir di sekeliling corong, lalu mengembuskan napas sekuat dan secepat mungkin hingga paru terasa kosong. Langkah ini diulang setidaknya tiga kali agar hasilnya konsisten.

Dokter juga bisa meminta tahap tambahan dengan bronkodilator, yaitu obat hirup yang melebarkan saluran napas. Sekitar 15 menit setelah obat dihirup, tes diulang. Perbandingan hasil sebelum dan sesudahnya membantu dokter menilai apakah obat hirup bisa meredakan keluhan Anda.

Tes umumnya berlangsung 15 sampai 45 menit dan tidak menimbulkan nyeri. Meniup kuat berulang kali bisa membuat Anda pusing, lelah, atau batuk sesaat, dan keluhan ini biasanya cepat hilang. Pada orang dengan asma berat, embusan yang dipaksakan bisa memicu batuk dan penyempitan saluran napas, jadi sampaikan riwayat ini sejak awal.

Memahami Hasil Spirometri dan Pola Gangguannya

Hasil spirometri biasanya ditulis sebagai persentase dari nilai perkiraan. Menurut MedlinePlus, hasil dianggap tidak normal bila angkanya jauh lebih rendah dari nilai tersebut.

Sebagai gambaran, Cleveland Clinic menyebut hasil umumnya dianggap normal bila mencapai 80 persen atau lebih dari nilai perkiraan. Batas yang dipakai bisa berbeda, karena nilai rujukan bergantung pada laboratorium dan dokter.

Dokter juga melihat pola hasilnya. Pola obstruktif sering ditemukan pada asma, bronkitis kronis, dan emfisema, sedangkan pola restriktif muncul saat paru tidak bisa mengembang penuh.

Pola

Apa artinya

Contoh kondisi

Obstruktif

Saluran napas menyempit atau rusak, sehingga udara lebih lambat dan sulit dikeluarkan. Angka FEV1 cenderung turun.

Asma, PPOK, bronkitis kronis, emfisema, bronkiektasis

Restriktif

Paru tidak bisa mengembang penuh, misalnya karena jaringan parut, sehingga udara yang ditampung berkurang. Angka FVC cenderung lebih rendah dari perkiraan.

Fibrosis paru, sarkoidosis, skoliosis, kelemahan otot, obesitas berat

Tabel ini membantu memahami perbedaannya secara garis besar. Diagnosis tetap ditegakkan oleh dokter.

American Lung Association menyebut orang dengan paru normal pun sesekali bisa mendapat nilai yang tidak normal. Bila hasil mengarah ke paru yang lebih kecil, dokter bisa meminta tes lanjutan, misalnya pengukuran volume paru. Gambaran paru juga bisa dilihat lewat rontgen dada bila diperlukan.

Apa Saja yang Bisa Memengaruhi Hasil Tes?

Beberapa hal berikut bisa memengaruhi angka yang tercatat:

  • Usaha saat meniup. Tiupan yang kurang kuat atau berhenti terlalu cepat membuat angka tercatat lebih rendah dari kemampuan paru sebenarnya. Karena itu, petugas meminta pengulangan sampai hasilnya konsisten.

  • Bibir yang kurang rapat. Celah di sekitar corong membuat sebagian udara lolos tanpa terukur. MedlinePlus menyebut kondisi ini bisa membuat hasil tidak akurat.

  • Obat dan kebiasaan sebelum tes. Obat hirup pelega, rokok, dan makan besar menjelang tes bisa mengubah hasil. Karena itu, petunjuk persiapan perlu diikuti.

  • Kekuatan otot dan berat badan. Otot pernapasan yang lemah bisa membuat hasil tampak tidak normal walaupun parunya sehat. Berat badan yang sangat berlebih juga bisa membatasi pengembangan paru.

  • Usia anak. Tes ini membutuhkan kerja sama untuk mengikuti instruksi meniup. Menurut Kemenkes, pemeriksaan ini biasanya baru bisa dilakukan pada anak berusia di atas 6 sampai 8 tahun.

Pemeriksaan Spirometri dan Rontgen Dada di Bumame

Keluhan napas yang menetap lebih mudah dinilai bila dokter tahu seberapa lancar udara mengalir lewat spirometri sekaligus melihat gambaran paru lewat rontgen dada.

Di Bumame, spirometri tersedia di dalam Paket MCU Paru Premium, sehingga tes fungsi paru bisa dilakukan bersama rontgen dada dan konsultasi dokter. Paket ini berisi konsultasi dokter, pemeriksaan fisik, tes Ishihara, Rontgen-Thorax, Spirometri, Hematologi Lengkap, CRP Kualitatif, IGRA Quantiferon, dan Lung Clear. Untuk pertanyaan seputar pemeriksaan, hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.

Kapan Perlu Konsultasi ke Dokter?

Konsultasikan ke dokter bila pola napas Anda berubah, misalnya sesak saat beraktivitas ringan, mengi, dada terasa berat, atau batuk yang berlangsung lama. Perubahan ini belum tentu serius, dan dokter bisa menilai apakah spirometri diperlukan.

Setelah tes, bicarakan hasilnya dengan dokter sebelum menarik kesimpulan sendiri. Cleveland Clinic menyebut orang dengan penyakit paru kronis mungkin perlu menjalani tes fungsi paru setiap tahun.

Sesak napas berat yang muncul tiba-tiba, apalagi disertai nyeri dada, adalah keadaan darurat. Segera datang ke IGD rumah sakit terdekat.

Kenali Kerja Paru Anda Lebih Awal

Napas yang terasa berat sering sulit dijelaskan dari keluhan saja. Spirometri memberi gambaran terukur tentang kerja paru, sehingga Anda dan dokter bisa memilih langkah yang sesuai. Mengetahui kondisi lebih awal membuka lebih banyak pilihan.

Jika ada pertanyaan seputar tes fungsi paru, chat CS Bumame.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi

  1. Kementerian Kesehatan RI, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. Uji Fungsi Paru. Retrieved 23 September 2026 from https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/124/uji-fungsi-paru

  2. NHS. Spirometry test. Retrieved 23 September 2026 from https://www.nhs.uk/tests-and-treatments/spirometry/

  3. Mayo Clinic. Spirometry. Retrieved 23 September 2026 from https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/spirometry/about/pac-20385201

  4. American Lung Association. What Is Spirometry and Why It Is Done. Retrieved 23 September 2026 from https://www.lung.org/lung-health-diseases/lung-procedures-and-tests/spirometry

  5. MedlinePlus. Pulmonary function tests. Retrieved 23 September 2026 from https://medlineplus.gov/ency/article/003853.htm

  6. Cleveland Clinic. Spirometry: Purpose, Procedure, Risks & Results. Retrieved 23 September 2026 from https://my.clevelandclinic.org/health/diagnostics/17833-spirometry

Ditinjau secara medis oleh dr. Aimee Wineyna

Frequently Asked Question

Apa itu spirometri?
Spirometri adalah tes fungsi paru yang mengukur jumlah udara yang bisa Anda embuskan dan seberapa cepat udara itu keluar. Hasilnya membantu dokter menilai kerja paru dan mencari penyebab keluhan napas.
Siapa yang perlu menjalani tes spirometri?
Dokter biasanya meminta tes ini bila ada sesak, mengi, atau batuk yang menetap, dugaan asma atau PPOK, atau sebelum operasi. Orang dengan penyakit paru kronis dan pekerja yang terpapar debu atau bahan kimia juga bisa memerlukannya.
Apa saja persiapan sebelum tes spirometri?
Hindari merokok, makan besar, alkohol, dan olahraga berat beberapa jam sebelum tes, lalu kenakan pakaian longgar. Tanyakan kepada dokter apakah obat hirup perlu dihentikan sementara.
Apakah tes spirometri terasa sakit?
Tes ini tidak menimbulkan nyeri. Tiupan kuat yang berulang bisa membuat Anda pusing, lelah, atau batuk sesaat, dan keluhan ini biasanya cepat hilang.
Apa beda hasil spirometri obstruktif dan restriktif?
Pola obstruktif menunjukkan udara sulit dikeluarkan karena saluran napas menyempit, sedangkan pola restriktif menunjukkan paru tidak bisa mengembang penuh. Arti hasil tersebut bagi kondisi Anda tetap ditentukan oleh dokter.