apa-itu-kanker-ovarium-dan-gejalanya

Apa Itu Kanker Ovarium? Kenali Tanda Awal dan Faktor Risikonya

29/06/2026Bumame

Pahami gejala kanker ovarium dan kapan sebaiknya melakukan pemeriksaan.

Ketika mendengar kata kanker ovarium, banyak wanita menganggap kondisi ini hanya perlu dikhawatirkan jika memiliki riwayat keluarga tertentu. Padahal, kanker ovarium dapat terjadi pada siapa saja dan sering kali tidak menunjukkan gejala yang khas pada tahap awal.

World Health Organization (WHO) menjelaskan bahwa kanker ovarium sering kali tidak menimbulkan gejala yang spesifik pada tahap awal, sehingga keluhan yang muncul dapat menyerupai kondisi kesehatan lain dan berpotensi terabaikan.¹

Meski demikian, bukan berarti kanker ovarium tidak dapat dikenali. Memahami tanda-tanda awal dan faktor risikonya dapat membantu wanita lebih peka terhadap perubahan yang terjadi pada tubuh dan mengetahui kapan perlu melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Apa Itu Kanker Ovarium?

Kanker ovarium adalah kanker yang berkembang pada ovarium atau indung telur, yaitu organ reproduksi wanita yang berfungsi menghasilkan sel telur dan hormon reproduksi.

Karena ovarium berada di dalam rongga panggul, perubahan yang terjadi pada organ ini tidak dapat terlihat secara langsung. Akibatnya, gejala yang muncul sering kali tidak spesifik dan mudah disalahartikan sebagai kondisi kesehatan lain yang lebih umum.

Inilah salah satu alasan mengapa kanker ovarium sering baru diketahui setelah berkembang lebih lanjut.

Mengapa Kanker Ovarium Sering Terlambat Diketahui?

Berbeda dengan beberapa penyakit lain yang menunjukkan gejala yang lebih jelas, kanker ovarium sering berkembang dengan keluhan yang tampak ringan.

Pada tahap awal, sebagian wanita mungkin hanya merasakan perut yang lebih sering kembung, cepat kenyang saat makan, atau ketidaknyamanan ringan di area perut bawah. Keluhan tersebut sering dianggap sebagai masalah pencernaan biasa sehingga tidak selalu mendapatkan perhatian khusus.

Karena gejalanya muncul secara perlahan dan menyerupai kondisi lain, banyak wanita tidak menyadari bahwa tubuh sedang memberikan sinyal yang perlu diperiksa lebih lanjut.

Perut Kembung yang Tidak Kunjung Membaik Perlu Diperhatikan

Perut kembung sesekali memang merupakan kondisi yang umum terjadi.

Namun jika perut terasa penuh, membesar, atau kembung terus-menerus tanpa penyebab yang jelas, kondisi tersebut sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai gangguan pencernaan biasa.

Terlebih jika keluhan berlangsung selama beberapa minggu dan terasa berbeda dibandingkan kondisi tubuh biasanya.

Cepat Kenyang Meski Makan Sedikit

Salah satu gejala yang cukup sering dilaporkan pada kanker ovarium adalah rasa cepat kenyang saat makan.

Sebagian wanita merasa porsi makan yang biasanya dapat dihabiskan kini terasa terlalu banyak meskipun tidak ada perubahan pola makan yang signifikan.

Karena gejala ini sering dianggap sepele, banyak orang tidak mengaitkannya dengan kondisi kesehatan yang lebih serius.

Nyeri Panggul Bukan Hanya Masalah Menstruasi

Rasa tidak nyaman pada area panggul memang dapat dipengaruhi oleh banyak hal, termasuk siklus menstruasi.

Namun jika nyeri atau tekanan pada area panggul muncul terus-menerus, tidak berhubungan dengan menstruasi, atau terasa semakin sering, kondisi tersebut perlu mendapatkan perhatian lebih lanjut.

Perubahan Frekuensi Buang Air Kecil

Beberapa wanita dengan kanker ovarium juga melaporkan perubahan kebiasaan buang air kecil.

Misalnya menjadi lebih sering ingin buang air kecil meskipun tidak meningkatkan konsumsi cairan atau tidak mengalami infeksi saluran kemih.

Karena gejala ini dapat muncul pada berbagai kondisi kesehatan lainnya, pemeriksaan tetap diperlukan untuk mengetahui penyebab yang mendasarinya.

Siapa yang Memiliki Risiko Lebih Tinggi?

Tidak ada satu penyebab tunggal yang dapat menjelaskan seluruh kasus kanker ovarium.

Namun terdapat beberapa faktor yang diketahui dapat meningkatkan risiko, seperti pertambahan usia dan riwayat keluarga dengan kanker ovarium atau kanker payudara.

Meski demikian, penting untuk dipahami bahwa kanker ovarium juga dapat terjadi pada wanita yang tidak memiliki faktor risiko yang jelas.

Karena itu, memperhatikan perubahan tubuh tetap penting bagi setiap wanita tanpa memandang usia maupun riwayat kesehatan keluarga.

Pemeriksaan Bisa Memberi Jawaban yang Anda Butuhkan

Banyak wanita baru mencari bantuan medis setelah gejala mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.

Padahal pemeriksaan tidak selalu berarti seseorang mengalami penyakit serius. Dalam banyak kasus, pemeriksaan justru membantu memberikan kepastian mengenai kondisi yang dialami dan mengurangi kekhawatiran yang muncul akibat ketidakpastian.

Semakin cepat suatu perubahan dievaluasi, semakin cepat pula penyebabnya dapat diketahui.

Jika Masih Ragu, Pemeriksaan Dapat Membantu Memberikan Kepastian

Gejala kanker ovarium sering menyerupai berbagai kondisi kesehatan lain yang lebih umum. Karena itu, sulit mengetahui penyebabnya hanya berdasarkan gejala yang dirasakan.

Pemeriksaan kesehatan dapat membantu memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi organ reproduksi wanita sekaligus menjadi bagian dari upaya deteksi dini.

Daripada terus menebak-nebak penyebab keluhan yang dialami, pemeriksaan dapat membantu memberikan kepastian yang lebih objektif.

Skrining Kanker Ovarium di Bumame

Sebagai bagian dari upaya deteksi dini kesehatan wanita, Bumame menyediakan layanan Skrining Kanker Ovarium.

Layanan ini mencakup pemeriksaan penanda tumor (tumor marker) CEA dan CA 125 melalui sampel darah. Pemeriksaan ini membantu memberikan gambaran tambahan mengenai kondisi kesehatan reproduksi wanita dan dapat menjadi bagian dari pemantauan kesehatan secara berkala, terutama bagi wanita dengan faktor risiko tertentu. Hasil pemeriksaan dievaluasi bersama dokter untuk membantu menentukan langkah kesehatan berikutnya.

Pemeriksaan ini membantu mengevaluasi kondisi kesehatan reproduksi wanita secara lebih menyeluruh dan dapat menjadi pilihan bagi wanita yang ingin melakukan pemantauan kesehatan secara berkala, memiliki faktor risiko tertentu, atau mengalami keluhan yang memerlukan evaluasi lebih lanjut.

Harga mulai dari Rp1.315.000.

FAQ

Q: Apa itu kanker ovarium?

A: Kanker ovarium adalah kanker yang berkembang pada ovarium atau indung telur, yaitu organ reproduksi wanita yang berfungsi menghasilkan sel telur dan hormon reproduksi.

Q: Apa gejala awal kanker ovarium?

A: Beberapa gejala yang sering dilaporkan antara lain perut kembung yang menetap, cepat kenyang, nyeri panggul, dan perubahan frekuensi buang air kecil.

Q: Apakah gejala kanker ovarium selalu mudah dikenali?

A: Tidak. Gejalanya sering kali tidak spesifik dan menyerupai kondisi kesehatan lain sehingga dapat terlewatkan.

Q: Siapa yang berisiko mengalami kanker ovarium?

A: Risiko dapat meningkat pada individu dengan riwayat keluarga tertentu, pertambahan usia, atau faktor kesehatan lainnya.

Q: Kapan perlu melakukan pemeriksaan?

A: Jika mengalami gejala yang berlangsung terus-menerus, berulang, atau terasa berbeda dari biasanya, pemeriksaan kesehatan dapat membantu mengetahui penyebab yang mendasarinya.

Konsultasikan Pemeriksaan Kesehatan Wanita Bersama Bumame

Jika Anda mengalami keluhan yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi atau ingin mengetahui jenis pemeriksaan yang sesuai dengan kebutuhan Anda, konsultasikan langsung melalui WhatsApp Bumame.

Tim Bumame siap membantu memberikan informasi mengenai layanan skrining kanker ovarium dan pemeriksaan kesehatan wanita yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Mengenali Perubahan Lebih Awal Adalah Langkah yang Berharga

Kanker ovarium memang sering sulit dikenali karena gejalanya tidak selalu khas. Namun bukan berarti kondisi ini tidak dapat diwaspadai.

Dengan memahami tanda-tanda yang perlu diperhatikan dan tidak mengabaikan perubahan yang terasa tidak biasa, setiap wanita dapat mengambil langkah yang lebih proaktif dalam menjaga kesehatan reproduksinya. Pemeriksaan yang dilakukan lebih awal juga dapat membantu memberikan kepastian sekaligus ketenangan mengenai kondisi kesehatan yang dialami.

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Andika Yusuf Ramadhan, M.Biomed yang berpraktik di Klinik Bumame.

Sumber:

  1. World Health Organization (WHO). Ovarian cancer. Tersedia di: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/cancer

Lokasi Klinik Bumame

Klinik Bumame Cideng JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10160

Klinik Bumame TB Simatupang 1, Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12550

Klinik Bumame BSD Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kec. Serpong, Tangerang, Banten 15310

Ditinjau oleh: dr. Muhammad Reza Kurniawan