Booking layanan Bumame tanpa antri. Klik disini.

Booking layanan Bumame tanpa antri. Klik disini.

Apa Penyebab Vertigo
Kembali ke Artikel & Berita

Apa Penyebab Vertigo: Gejala, Harga, dan Cara Mencegah

SBA

Apakah Anda pernah tiba-tiba merasa seluruh ruangan berputar, padahal Anda sedang duduk diam? Walau Anda bisa mengira kalau ini hanya pusing biasa, itu bisa saja merupakan gejala vertigo.

Dari sini, kita perlu tahu apa penyebab vertigo dan cara penanganannya yang tepat. Selama Anda tahu penyebabnya, dokter bisa membantu Anda menangani vertigo itu sampai sembuh.

Apa Itu Vertigo?

Vertigo adalah sensasi tubuh yang terjadi ketika Anda atau lingkungan sekitar seolah bergerak dengan sendirinya, bahkan ketika Anda sedang diam. Anda bisa mengalami sensasi tersebut karena adanya gangguan pada sistem keseimbangan tubuh Anda. 

Sistem keseimbangan tubuh ini terdiri dari telinga bagian dalam, mata, dan saraf yang terhubung ke otak. Ketika salah satu bagian sistem tersebut mengalami gangguan, otak menerima sinyal yang membingungkan soal posisi tubuh Anda. Akibat gangguan itu, Anda akan merasa pusing berputar, kehilangan keseimbangan, dan sulit berdiri dengan tegak.

Kita juga perlu tahu bahwa vertigo sebenarnya bukan sebuah penyakit tersendiri, karena vertigo bisa menandakan ada masalah kesehatan lain di dalam tubuh Anda. Meski orang lanjut usia memiliki risiko vertigo yang lebih tinggi daripada kelompok usia lainnya, siapa saja bisa mengalami vertigo.

Karena itu, mengetahui gejala dan akar penyebabnya menjadi langkah awal yang sangat penting. Jika mampu memahami sumber masalahnya, penanganan yang Anda lakukan pun bisa lebih tepat sasaran.

Apa Penyebab Vertigo yang Paling Umum?

Apa penyebab vertigo yang bisa terjadi dan apa saja contohnya? Berikut penjelasan sederhananya agar Anda lebih mudah memahami masing-masing kondisinya.

1. Gangguan Telinga Dalam atau BPPV

Penyebab vertigo yang paling sering ditemui adalah kondisi bernama BPPV (Benign Paroxysmal Positional Vertigo) atau gangguan keseimbangan pada telinga dalam yang memicu rasa pusing berputar mendadak ketika posisi kepala berubah. 

Di dalam telinga manusia ada kristal kecil bernama otolit yang membantu tubuh menjaga keseimbangan. Kadang, kristal ini bergeser dari tempat asalnya ke saluran keseimbangan di telinga. Bergesernya kristal ini bisa membuat Anda merasa berputar saat menggerakkan kepala.

Vertigo akibat BPPV biasanya hanya terjadi selama beberapa saat, terutama saat bangun tidur, menunduk, atau memutar kepala secara tiba-tiba. Kristal telinga itu bisa bergeser karena usia, cedera di kepala, atau infeksi.

Selain itu, diabetes dan kurang olahraga dalam waktu lama juga bisa menyebabkan pergeseran tersebut. Meski terkesan mengganggu, BPPV umumnya tidak berbahaya dan bisa ditangani dengan baik. Gejala vertigo ini biasanya hanya berlangsung beberapa detik hingga kurang dari satu menit saja.

2. Migrain Vestibular

Migrain vestibular adalah penyebab vertigo kedua yang paling sering dialami banyak orang. Kondisi ini merupakan gangguan saraf yang memicu rasa berputar dan hilang keseimbangan. Menariknya, migrain vestibular tidak selalu disertai dengan sakit kepala yang berat.

Serangannya bisa berlangsung beberapa menit hingga beberapa jam pada penderitanya. Penderita sering merasa sensitif terhadap cahaya terang dan suara yang bising. Bila Anda kerap mengalami migrain, kondisi ini bisa menjadi salah satu penyebabnya.

Beberapa pemicunya antara lain kurang tidur, stres, serta makanan tertentu yang memicu migrain, seperti MSG, keju tua, daging olahan, kafein, hingga cokelat.

3. Gangguan Saraf dan Kondisi Lain

Selain telinga dan migrain, vertigo juga bisa berasal dari gangguan pada saraf. Peradangan pada saraf keseimbangan di telinga bisa memicu vertigo yang cukup berat. Kondisi ini biasanya muncul mendadak dan sering disertai rasa mual serta muntah.

Peradangan saraf ini umumnya dipicu oleh infeksi virus di area telinga bagian dalam. Gejalanya bisa terasa cukup berat pada awalnya, namun perlahan membaik dalam beberapa hari.

Dalam kasus yang lebih jarang, vertigo bisa berkaitan dengan masalah di otak. Contohnya seperti gangguan aliran darah, cedera kepala, atau kondisi saraf lainnya. Vertigo jenis ini umumnya menimbulkan gejala yang lebih berat dan perlu perhatian khusus. Meski begitu, kasus seperti ini jarang terjadi.

Faktor yang Bisa Memicu Vertigo Kambuh

Selain faktor-faktor di atas, ada beberapa hal yang bisa membuat vertigo kambuh kembali. Oleh sebab itu, mengenali apa penyebab vertigo dan pemicunya bisa membantu Anda mengurangi risiko vertigo di kemudian hari.

Perubahan posisi kepala secara mendadak adalah pemicu yang paling sering terjadi. Gerakan seperti bangun terlalu cepat atau menoleh tiba-tiba bisa membuat Anda berada dalam kondisi seperti sedang berputar-putar.

Tidak hanya itu, kurang tidur dan kelelahan juga bisa membuat tubuh lebih rentan terkena vertigo. Tubuh yang sedang lelah juga bisa membuat sistem keseimbangan bekerja tidak optimal seperti biasanya.

Stres dan rasa cemas yang berlebihan juga bisa memicu vertigo. Saat merasa stres dan cemas yang berlebihan, tubuh Anda bisa mengalami sakit kepala dan pusing. Untungnya, Anda bisa belajar cara menjaga kesehatan mental di tengah kesibukan supaya Anda terhindar dari vertigo.

Selain itu, konsumsi kafein secara berlebihan dan dehidrasi juga bisa memicu kambuhnya vertigo karena terganggunya keseimbangan cairan tubuh Anda. 

Walau terlihat sepele, hal-hal kecil ini bisa menjadi petunjuk supaya Anda bisa menghindari vertigo di masa mendatang.

Gejala yang Menyertai Vertigo

Vertigo yang ditandai dengan perasaan berputar atau melayang yang muncul tiba-tiba jarang datang sendirian karena biasanya ada gejala lain yang juga terjadi secara bersamaan. Berikut beberapa gejala selain vertigo yang sering terjadi:

  • Mual dan terkadang disertai muntah.

  • Hilangnya keseimbangan yang membuat sulit berjalan lurus.

  • Rasa denging di telinga.

  • Telinga terasa penuh oleh sesuatu.

  • Keringat dingin dan tubuh terasa lemas.

Bedanya Vertigo dengan Pusing Biasa

Meski terlihat mirip, vertigo tidak sama dengan pusing biasa. Pusing biasa terasa seperti kepala ringan, berkunang-kunang, atau ingin pingsan. Tidak seperti vertigo, pusing ini terjadi saat Anda kurang makan, kelelahan, atau berdiri terlalu cepat.

Secara medis, keluhan pusing sebenarnya bisa dibagi menjadi empat jenis yang berbeda. Selain vertigo, ada juga jenis yang disebut presinkop, disekuilibrium, dan pusing samar.

Presinkop adalah rasa seperti mau pingsan, biasanya karena aliran darah ke otak menurun sementara. Kondisi ini sering muncul saat Anda berdiri terlalu cepat, dehidrasi, atau melewatkan waktu makan.

Sementara itu, disekuilibrium adalah rasa tidak seimbang saat berjalan tanpa sensasi berputar. Keluhan ini lebih terasa di kaki dan sering memburuk saat Anda berada di tempat gelap.

Adapun pusing samar terasa seperti kepala melayang, berkabut, dan sulit dijelaskan dengan kata-kata. Jenis ini kerap berkaitan dengan kecemasan, kelelahan, atau kondisi psikologis lainnya.

Meski keempatnya sama-sama termasuk contoh-contoh pusing, cara penanganan masing-masing tetap berbeda. Vertigo umumnya mengarah pada masalah telinga dalam, sedangkan presinkop lebih berkaitan dengan sirkulasi darah.

Makanya, Anda bisa bercerita selengkap mungkin kepada dokter tentang apa penyebab vertigo supaya pihaknya tahu cara menanganinya dengan tepat. Selain itu, ketahui juga penyebab pusing dan kapan harus memeriksakan kondisi Anda ke dokter.

Periksakan Kesehatan Anda Bersama Bumame

Vertigo bukanlah gejala pusing yang bisa dibiarkan begitu saja hanya karena itu adalah pusing yang bisa hilang dengan sendirinya. Alasannya karena vertigo bisa menunjukkan adanya masalah kesehatan lain di dalam tubuh, seperti ketidakseimbangan hormon atau gangguan metabolisme.

Jika mengalami gejala vertigo, Anda sangat disarankan untuk memeriksakan diri agar penyebab pastinya dapat diketahui. Selain itu, penting juga untuk mendeteksi potensi risiko kesehatan lain yang mungkin menyertai.

Bumame menghadirkan paket Medical Check Up Basic dan Cek Hormon yang bisa membantu Anda memantau kesehatan secara lebih lengkap. Anda bisa mendapatkan pemeriksaan dasar tubuh sekaligus evaluasi kadar hormon Anda secara lengkap hanya dengan harga layanan Rp1.810.000,00.

Setelah hasil pemeriksaannya keluar, Anda dan dokter bisa memahami akar keluhan masalah kesehatan yang sedang dialami dengan lebih baik. Layanan ini juga disertai dengan konsultasi dokter, jadi bisa Anda manfaatkan untuk keperluan evaluasi kesehatan secara mendalam.

Meski paket ini tujuannya bukan untuk mengobati vertigo sampai sembuh, jenis pemeriksaan ini sangat berguna untuk mengetahui gangguan kesehatan yang sedang dialami, termasuk yang belum bergejala.

Seluruh proses pemeriksaan itu dilakukan dengan nyaman dan didampingi oleh tenaga medis profesional dari Bumame.

Kapan Anda Harus Periksa ke Dokter?

Vertigo biasanya akan menghilang dengan sendirinya jika Anda mendapat waktu istirahat yang cukup. Namun, Anda perlu pergi ke dokter jika vertigo disertai beberapa gejala tertentu. Kenali gejala-gejala berikut supaya Anda bisa segera mendapatkan penanganan yang sesuai.

  • Vertigo berlangsung lama dan tidak kunjung membaik.

  • Terjadinya sakit kepala yang hebat.

  • Mengalami kesulitan saat berbicara, melihat, atau menggerakkan tubuh.

  • Tiba-tiba tangan atau kaki merasa begitu lemah.

  • Terjadi setelah Anda mengalami cedera atau benturan di kepala.

Apabila mengalami gejala di atas, maka sudah waktunya Anda memeriksakan diri ke dokter ahlinya. Jangan ragu berkonsultasi dengan tenaga medis bila Anda tidak yakin tentang apa penyebab vertigo.

Menangani vertigo sejak dini membantu Anda kembali beraktivitas dengan lebih nyaman dan aman. Selain memeriksakan diri ke dokter, menjaga tidur cukup dan mengelola stres juga sangat membantu. Hindari pula menggerakkan kepala secara mendadak agar risiko serangan vertigo bisa Anda kurangi.

Bila perlu arahan pemeriksaan lebih lanjut, hubungi kontak resmi Bumame untuk konsultasi gratis dan dapatkan saran perawatan terbaik untuk masalah kesehatan Anda!

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

Referensi:

Cleveland Clinic. (2026). Vertigo: Symptoms, Causes & Treatment.

Cleveland Clinic. (2026). Vestibular Disorders: Symptoms, Causes & Treatment.

Cleveland Clinic Journal of Medicine. (2022). Benign paroxysmal positional vertigo: Effective diagnosis and treatment.

Cleveland Clinic. (2026). Vestibular Migraines: Symptoms, Causes & Treatment.

Cleveland Clinic. (2026). Vestibular Neuritis: Symptoms, Causes & Treatment.

Cleveland Clinic. (2025). Vertigo vs. Dizziness: How To Tell Them Apart.

Muncie, H. L., Sirmans, S. M., & James, E. (2017). Dizziness: Approach to Evaluation and Management. American Family Physician.

Ditinjau secara medis oleh dr. Febe Rangga Saba Pong Tambing

Frequently Asked Question

Apa penyebab vertigo yang paling umum?
Penyebab vertigo yang umum antara lain BPPV atau gangguan telinga dalam, migrain vestibular, serta gangguan saraf.
Apa saja faktor yang dapat memicu vertigo kambuh?
Vertigo dapat kambuh akibat perubahan posisi kepala secara mendadak, kurang tidur, kelelahan, stres, konsumsi kafein berlebihan, dan dehidrasi.
Apa saja gejala yang biasanya menyertai vertigo?
Gejala vertigo dapat meliputi mual, muntah, kehilangan keseimbangan, telinga berdenging atau terasa penuh, keringat dingin, dan tubuh lemas.
Apa perbedaan vertigo dengan pusing biasa?
Vertigo menimbulkan sensasi berputar atau melayang, sedangkan pusing biasa dapat terasa seperti kepala ringan, berkunang-kunang, atau ingin pingsan.