Booking layanan Bumame tanpa antri. Klik disini.

Booking layanan Bumame tanpa antri. Klik disini.

Penyebab Gonore
Kembali ke Artikel & Berita

Penyebab Gonore: Gejala, Penularan, dan Harga Tes

SBA

Pernahkah Anda merasakan perih yang aneh saat buang air kecil atau mendapati cairan aneh yang keluar dari kemaluan? Kalau ternyata cairan aneh itu keluar, maka bisa jadi Anda menderita gonore yang disebabkan oleh bakteri.

Anda tidak perlu takut akan penyakit gonore. Meski gonore terlihat menyeramkan, itu adalah infeksi yang bisa disembuhkan asalkan tahu penyebab gonore. Memilih untuk memeriksakan diri ke dokter untuk konsultasi tentang gonore akan sangat membantu mengatasi infeksi gonore lebih cepat.

Apa Itu Gonore?

Gonore adalah sejenis penyakit menular seksual (PMS) yang disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae. Bakteri ini suka menyerang bagian tubuh yang hangat dan lembap seperti saluran kencing, leher rahim, dubur, tenggorokan, bahkan mata.

Bakteri ini biasanya menular lewat hubungan seksual, yang membuat gonore juga termasuk ke kelompok infeksi menular seksual.

Meskipun tergolong infeksi menular yang terdengar mengerikan, gonore termasuk penyakit yang bisa disembuhkan. Berhubung penyebab gonore berasal dari infeksi bakteri dan bukan virus, masalah ini umumnya bisa dituntaskan dengan antibiotik. 

Tapi kekurangannya, gonore termasuk jenis infeksi yang tidak punya gejala apa pun di tahap awal. Penderita sering kali tidak menyadari bahwa tubuh mereka telah terinfeksi sampai akhirnya timbul keluhan yang lebih parah atau terjadi komplikasi pada organ reproduksi.

Bakteri gonore sering kali bisa menulari diri sendiri dan pasangan tanpa disadari. Dari situ, penderitanya sering kali lengah sampai mereka akhirnya mengalami rasa sakit dan terbakar di kemaluan saat kencing.

Penyebab Gonore dan Cara Penularannya

Penyebab gonore sebenarnya hanya satu, yaitu bakteri Neisseria gonorrhoeae. Yang lebih penting untuk Anda pahami justru bagaimana bakteri ini berpindah dari satu orang ke orang lain.

Jalur utama penularannya adalah melalui hubungan seksual tanpa pengaman dengan orang yang terinfeksi. Ini mencakup hubungan seksual secara vaginal, anal, maupun oral. Bakteri gonore hidup di dalam cairan tubuh seperti sperma dan cairan vagina, jadi melakukan kontak langsung dengan cairan tersebut berisiko menularkan infeksi.

Menariknya, penularan tidak hanya terjadi melalui penetrasi, karena kontak antarcairan tubuh saja sudah cukup berisiko.

Selain lewat hubungan seksual, ada jalur lain yang sering luput dari perhatian. Ibu yang mengidap gonore juga bisa menularkannya ke bayi saat proses persalinan, ketika bayi melewati jalan lahir.

Penularan ini berisiko menyebabkan infeksi mata serius pada bayi. Pada orang dewasa, hal yang sama dapat terjadi jika tangan yang telah terpapar cairan infeksius digunakan untuk mengucek mata.

Untungnya, gonore tidak bisa menular lewat kontak sosial biasa seperti berpelukan, berjabat tangan, berbagi alat makan, atau memakai toilet umum. Bakteri Neisseria gonorrhoeae tidak mampu bertahan hidup lama di luar tubuh manusia, sehingga aktivitas harian tersebut sepenuhnya aman dari risiko penularan.

Setelah mengetahui cara penyebaran gonore yang sebenarnya, Anda bisa merespons penyakit menular seksual secara lebih bijak, tanpa disertai kepanikan atau stigma keliru yang kerap berkembang.

Faktor yang Bisa Membuat Risiko Gonore Meningkat

Penyebab gonore bisa menyerang siapa saja yang aktif secara seksual, tanpa memandang usia, gender, maupun status sosial. Meski begitu, ada beberapa kondisi yang membuat risikonya jauh lebih tinggi. Mengenali faktor-faktor ini bisa membantu Anda menilai kapan sebaiknya harus lebih waspada.

  1. Berganti-ganti pasangan seksual. Semakin banyak pasangan, semakin besar peluang bertemu seseorang yang membawa infeksi tanpa disadari.

  2. Tidak menggunakan kondom. Berhubungan seksual tanpa memakai pengaman bisa meningkatkan risiko terkena berbagai jenis infeksi menular seksual, termasuk gonore.

  3. Pasangan dengan status kesehatan tak diketahui. Jadi, apabila Anda tidak mengetahui riwayat kesehatan seksual pasangan, bisa berisiko terinfeksi gonore atau infeksi menular seksual lain.

  4. Punya riwayat infeksi menular seksual. Orang yang pernah terkena satu jenis infeksi menular seksual bisa lebih rentan terinfeksi lagi.

  5. Berbagi alat bantu seksual. Menggunakan alat bantu seksual bergantian tanpa dibersihkan dengan benar juga bisa menularkan bakteri gonore atau penyebab infeksi menular seksual yang lain.

Gejala Gonore pada Pria dan Wanita

Salah satu hal yang paling membuat orang bingung tentang gonore adalah perbedaan gejala yang dialami penderita pria dan wanita. Penyakit lain biasanya punya gejala yang sama entah penderitanya pria atau wanita. Namun, gonore punya gejala yang berbeda.

Pria penderita gonore biasanya memiliki gejala yang lebih mudah dideteksi. Gejala gonore yang paling sering dialami pria adalah keluarnya cairan seperti nanah dari ujung penis, disertai rasa panas atau nyeri saat buang air kecil. 

Ada juga sebagian pria penderita gonore lainnya yang mengalami nyeri atau bengkak pada salah satu buah zakar mereka.

Sementara itu, wanita penderita gonore justru tidak punya gejala yang sama jelasnya seperti penderita pria. Kalaupun muncul, penderitanya sering menganggap gejala itu sebagai gangguan kesehatan lain yang tidak berhubungan dengan gonore.

Gejala gonore yang terjadi pada kaum wanita biasanya adalah keputihan yang tidak normal, nyeri saat berkemih, nyeri di panggul, atau perdarahan di luar siklus haid. Karena itu, banyak wanita baru menyadarinya setelah muncul komplikasi.

Satu hal lagi yang perlu diingat adalah gonore juga bisa menginfeksi tenggorokan dan dubur. Infeksi di tenggorokan biasanya tidak punya gejala apa pun, meski kadang terasa nyeri. Jadi, tidak adanya gejala sama sekali bukan jaminan seseorang benar-benar bebas dari infeksi.

Komplikasi Jika Gonore Dibiarkan

Gonore bukanlah jenis penyakit yang penderitanya bisa biarkan hingga sembuh dengan sendirinya. Jika dibiarkan begitu saja, gonore bisa berakibat pada berbagai masalah kesehatan lainnya.

Gonore pada penderita wanita yang tidak tertangani bisa berujung pada munculnya penyakit radang panggul. Penyakit ini berpotensi memicu kehamilan di luar kandungan dan menurunkan kesuburan. Pada penderita pria, komplikasinya bisa berupa pembengkakan pada saluran di belakang buah zakar. 

Jika penderitanya membiarkan infeksi ini berlarut-larut, bahkan bisa menyebabkan kemandulan, baik pada pria maupun wanita.

Ada juga risiko yang sering kali penderitanya tidak sadari. Jika penderitanya tidak segera mengobati gonore, maka dapat meningkatkan peluang tertular dan menularkan HIV. Peradangan dan luka terbuka pada jaringan organ akibat gonore membuat virus HIV lebih mudah menginfeksi tubuh.

Selain itu, meski tergolong jarang, bakteri gonore berisiko masuk ke dalam pembuluh darah dan menyebar ke seluruh tubuh. Kondisi ini berpotensi memicu demam tinggi, ruam kulit, hingga peradangan sendi yang menimbulkan rasa nyeri parah serta pembengkakan

Belum lagi tantangan resistensi antibiotik yang bisa terjadi, di mana sebagian obat kini mulai kehilangan kemampuannya melawan gonore atau infeksi bakteri lainnya. Inilah kenapa mengobati gonore sendiri tanpa arahan dokter bisa berbahaya sekali, karena bakterinya bisa menjadi semakin kebal terhadap semua pengobatan. 

Fakta inilah yang menegaskan pentingnya penanganan gonore yang tepat sejak awal untuk semua penderitanya. Semakin cepat Anda menangani penyebab gonore dengan benar, semakin kecil pula peluang munculnya komplikasi jangka panjang.

Cegah Gonore dan Infeksi Menular Seksual di Bumame

Berhubung gonore kadang susah dikenali gejalanya, cara paling pasti untuk mengetahuinya adalah lewat pemeriksaan.

Klinik Bumame menyediakan layanan tes Anti-HIV dengan harga Rp515.000, yang bisa menjadi titik awal memeriksa kesehatan seksual Anda. Pemeriksaan ini relevan karena gonore yang tidak tertangani bisa meningkatkan risiko tertular HIV.

Selain itu, Bumame juga menyediakan rangkaian tes infeksi menular seksual yang lebih lengkap dengan harga mulai dari Rp148.000. Paket ini mencakup pemeriksaan gonore lewat kultur urine, sifilis, klamidia, hepatitis, hingga HPV.

Bagusnya lagi, Anda bisa melakukan skrining menyeluruh dalam satu kali kunjungan. Dengan begitu, Anda akan mendapat gambaran utuh tentang status kesehatan seksual dalam sekali pemeriksaan saja.

Selama menjalani pemeriksaan, Anda tidak perlu khawatir karena seluruh data dan hasil medis Anda terjamin kerahasiaannya.

Bila Anda masih ragu memilih jenis pemeriksaan yang sesuai, Anda bisa mempelajari perbedaan tes HIV dan tes IMS terlebih dahulu agar paham manfaat masing-masing. Rangkaian tes ini juga bisa dijadikan sebagai bagian dari cek kesehatan pranikah bagi Anda dan pasangan yang sedang mempersiapkan pernikahan.

Namun jika ingin mencari jenis pemeriksaan lainnya, Anda bisa konsultasi dengan tim Bumame untuk menentukan paket yang paling sesuai dengan Anda.

Kapan Harus Tes dan ke Dokter?

Kunci untuk menjalani hidup yang sehat adalah segera pergi ke dokter sebelum makin parah. Sama halnya dengan mengetahui penyebab gonore yang bisa membantu Anda menangani gonore dengan lebih cepat kalau ternyata tengah terinfeksi.

Kapan saja Anda mengalami cairan tidak normal dari organ intim, nyeri saat berkemih, atau nyeri panggul yang mengganggu, Anda perlu segera memeriksakannya. Dalam pemeriksaan dokter biasanya mengambil sampel urine atau cairan dari area yang terinfeksi, lalu memeriksanya di laboratorium.

Lindungi Kehidupan Seks Anda Bersama dengan Pasangan

Bagi Anda yang aktif secara seksual, Anda bisa melakukan pemeriksaan kesehatan seksual rutin supaya tetap aman. Mengajak pasangan untuk menjalani tes bersama juga sangat dianjurkan agar Anda berdua terhindar dari gonore maupun infeksi seksual lainnya. Langkah ini penting supaya Anda berdua tidak saling menularkan kembali setelah pengobatan selesai. 

Pemeriksaan kesehatan seksual Anda bukanlah sesuatu yang memalukan. Justru itu adalah bentuk tanggung jawab dan rasa sayang pada diri sendiri serta pasangan. Buat pesan janji temu ke klinik Bumame jika Anda ingin memeriksakan kesehatan seksual Anda!

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

Referensi:

World Health Organization. (2025). Gonorrhoea (Neisseria gonorrhoeae infection).

Yayasan Spiritia. (2024). Gonore (infeksi Neisseria gonorrhoeae).

Primaya Hospital. (2022). Penyakit Gonore: Gejala, Mencеgah dan Mengobati.

Springer, C., & Salen, P. (2026). Gonorrhea. StatPearls Publishing.

Ditinjau secara medis oleh dr. Arina Dyga Putri

Frequently Asked Question

Apa itu gonore dan apa penyebabnya?
Gonore adalah infeksi menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae. Bakteri ini umumnya menyerang area tubuh yang hangat dan lembap seperti saluran kencing, leher rahim, dubur, tenggorokan, dan mata. 
Bagaimana gonore dapat menular?
Gonore terutama menular melalui hubungan seksual vaginal, anal, atau oral dengan orang yang terinfeksi. Penularan juga dapat terjadi dari ibu ke bayi saat persalinan. 
Apa saja gejala gonore pada pria dan wanita?
Pada pria, gejalanya dapat berupa keluarnya cairan seperti nanah dari penis dan nyeri saat buang air kecil. Pada wanita, gejala dapat berupa keputihan tidak normal, nyeri saat berkemih, nyeri panggul, atau perdarahan di luar siklus haid. 
4. Apa risiko jika gonore tidak segera diobati?
Gonore yang tidak ditangani dapat menyebabkan penyakit radang panggul, gangguan kesuburan, komplikasi pada saluran reproduksi, serta meningkatkan risiko tertular atau menularkan HIV.
Kapan perlu melakukan tes gonore?
Pemeriksaan perlu dilakukan jika mengalami cairan tidak normal dari organ intim, nyeri saat buang air kecil, atau nyeri panggul yang mengganggu. Diagnosis dapat dilakukan dengan mengambil sampel urine atau cairan dari area yang terinfeksi untuk diperiksa di laboratorium.