Booking layanan Bumame tanpa antri. Klik disini.

Booking layanan Bumame tanpa antri. Klik disini.

Kencing nanah
Kembali ke Artikel & Berita

Kencing Nanah: Gejala, Penyebab, dan Harga Tes

SBA

Perih saat buang air kecil mungkin seperti keluhan sepele bagi sebagian orang, apalagi jika terjadi hanya sesekali. Tapi, jika keluhan tersebut disertai dengan keluarnya cairan tidak normal dari penis atau vagina hingga pendarahan, sebaik tidak Anda abaikan. Pasalnya, ini bisa saja tanda masalah kencing nanah. Apa itu?

Kencing nanah adalah salah satu infeksi menular seksual yang terjadi karena bakteri dan bisa menyerang siapa saja. Lebih jelasnya, artikel ini akan menguraikan gejala, penyebab, hingga saran pemeriksaan sebagai bahan acuan untuk menanganinya.

Apa Itu Kencing Nanah?

Kencing nanah, atau biasanya disebut juga dengan gonore, merupakan salah satu dari daftar penyakit yang ditanggung BPJS dan termasuk infeksi menular seksual (IMS) akibat bakteri, yang biasanya ditandai dengan keluarnya cairan berwarna putih, kuning, hingga kehijauan dari alat kelamin. Selain alat kelamin, gonore juga bisa menginfeksi anus, mata, serta tenggorokan

Penyebab dan Cara Penularannya

Secara umum, kencing nanah disebabkan karena infeksi bakteri Neisseria gonorrhoeae dan bersifat sangat menular. Penularannya bisa melalui beberapa hal berikut: 

  1. Hubungan seks vaginal, atau hubungan seksual yang dilakukan melalui vagina. Umumnya, risiko penularan dari pria ke wanita dengan cara ini cenderung lebih besar, karena cairan ejakulasi pria yang terinfeksi biasanya mengandung jutaan bakteri yang bisa berpindah ke pasangannya.

  2. Hubungan seks anal, yaitu hubungan seksual yang dilakukan melalui anus. Adapun risiko penularan dengan cara ini sangat besar karena anus tidak memiliki cairan pelumas alami, sehingga risiko luka pada jaringannya saat ada gesekan lebih besar. Dari luka inilah bakteri bisa lebih mudah masuk dan menginfeksi tubuh.

  3. Seks oral, yaitu hubungan seksual yang melibatkan mulut. Adapun penularannya terjadi saat ada kontak antara mulut dengan area genital yang terinfeksi, dan jika ada cairan mani keluar, kemudian tertelan, bisa menginfeksi area tenggorokan. 

  4. Penularan dari ibu ke bayi yang melalui persalinan normal, karena saat bayi melawati jalan lahir, bakteri gonore yang ada di jalur tersebut berpotensi menyerang mata atau tertelan oleh bayi.

Gejala Kencing Nanah pada Pria dan Wanita

Gejala gonore bisa berbeda pada setiap orang tergantung lokasi infeksi dan kondisi tubuh masing-masing.

1. Pada Pria

Gejala kencing nanah pada pria biasanya lebih mudah untuk dikenali daripada wanita. Adapun gejalanya yaitu: 

  • Rasa perih atau terbakar ketika kencing.

  • Keluar cairan warna putih, kuning, hingga kehijauan dari saluran penis.

  • Nyeri atau iritasi di ujung penis.

  • Testis terasa nyeri hingga bengkak.

2. Pada Wanita

Gonore pada wanita sering kali tidak menunjukkan gejala sehingga sering dianggap infeksi vagina atau saluran kemih biasa. Tapi, jika gejalanya muncul, bisa berupa:

  • Perih hingga ada rasa terbakar ketika buang air kecil.

  • Keputihan berlebihan atau cairan vagina yang keluar lebih banyak daripada biasanya.

  • Perdarahan tanpa sebab yang pasti.

  • Nyeri di bawah perut hingga panggul.

3. Infeksi di Anus

Pada infeksi di anus, gejala yang muncul antara laki-laki dan perempuan hampir mirip. Adapun gejalanya yaitu:

  • Gatal hingga nyeri di area anus.

  • Keluar cairan sampai pendarahan dari anus.

  • Perih saat buang air besar.

Faktor Risiko Kencing Nanah

Pada dasarnya, siapa pun yang aktif secara seksual punya peluang terkena gonore lebih besar. Tapi, peluang ini semakin meningkat jika memiliki faktor risiko berikut.

  • Sering berganti-ganti pasangan.

  • Melakukan hubungan seks di usia muda, yaitu kurang dari 25 tahun.

  • Tidak memakai alat kontrasepsi seperti kondom saat berhubungan seksual.

  • Sistem imun lemah sehingga mudah terinfeksi gonore.

  • Mengidap penyakit seksual lain seperti sifilis, klamidia, herpes genital, trikomoniasis, hingga bacterial vaginosis, karena ada potensi transmisi.

Komplikasi Kencing Nanah Jika Tidak Diobati

Gonore yang tidak diatasi dengan cepat  bisa menyebar dan memunculkan berbagai komplikasi serius, antara lain:

  • Penyakit radang panggul (PID), yaitu infeksi pada organ reproduksi wanita seperti rahim, saluran telur, hingga ovarium. Jika tidak ditangani dengan baik bisa menyebabkan kemandulan, kehamilan ektopik, dan nyeri panggul jangka panjang.

  • Radang di bagian epididimitis, yaitu saluran di belakang testis, yang bisa memunculkan gejala nyeri dan pembengkakan pada skrotum serta pada kasus tertentu bisa menyebabkan mandul.

  • Infeksi gonokokal diseminata, yaitu kondisi di mana bakteri sudah menyebar ke aliran darah dan menginfeksi bagian tubuh lain. Dalam kondisi serius, penyebaran ini bisa menimbulkan penyakit seperti septic arthritis (infeksi sendi), meningitis (radang pada selaput otak dan sumsum tulang belakang), serta endokarditi (infeksi di lapisan dalam jantung).

  • Gangguan penglihatan pada anak, karena ibu hamil yang mengidap gonore bisa menularkannya ke anak saat persalinan, dan jika menginfeksi mata bisa berisiko menyebabkan gangguan penglihatan bahkan kebutaan pada anak.

Bagaimana Cara Diagnosis Kencing Nanah?

Untuk mendiagnosis gonore, melihat gejala saja tentu tidak cukup, Anda perlu melakukan pengecekan ke dokter dengan biaya sekitar Rp800.000-an. Pada tahap pertama pemeriksaan ini, biasanya akan melalui konsultasi dan pemeriksaan fisik terlebih dahulu di area keluhan, kemudian akan dilakukan beberapa tes seperti berikut.

1. Tes Urin

Ini adalah pengecekan gonore yang dilakukan dengan mengambil sampel urin penderita. Adapun pada pria, sampel yang digunakan biasanya urin aliran pertama karena bakteri gonore biasanya ada di saluran uretra.

Sampel urin tersebut kemudian dibawa ke laboratorium untuk diperiksa. Pemeriksaan dilakukan dengan metode NAAT (nucleic acid amplification test), yaitu tes yang bisa deteksi materi genetik bakteri dengan tingkat sensitivitas yang tinggi.

Jika hasil tes menunjukkan materi genetik mirip dengan Neisseria gonorrhoeae maka artinya positif terkena gonore.

2. Tes Swab

Sesuai namanya, tes ini dilakukan dengan mengambil sampel berupa cairan atau sekret di bagian yang dicurigai terinfeksi gonore seperti vagina, leher rahim, rektum, hingga tenggorokan. 

Caranya cukup dengan mengambil sampel dengan alat berbentuk kapas kecil atau swab kemudian diperiksa di laboratorium untuk deteksi apakah ada bakteri Neisseria gonorrhoeae atau tidak.

Pengecekan laboratorium yang dilakukan bisa berupa NAAT atau kultur bakteri. Tapi, kultur bakteri biasanya akan dilakukan jika perlu cek sensitivitas antibiotik atau ada dugaan bakteri gonore resisten terhadap obat tertentu.

Perlu diperhatikan bahwa seseorang yang menderita penyakit kencing nanah mungkin juga punya faktor risiko yang sama dengan IMS lainnya seperti HIV. Oleh karena itu, dokter biasanya akan menyarankan pemeriksaan HIV dan IMS lainnya untuk mengecek apakah ada infeksi lain yang menyertai sehingga Anda bisa benar-benar tahu kondisi kesehatan reproduksi secara menyeluruh.

Paket Cek HIV di Bumame: Cara Kenali Risiko IMS dengan Lebih Baik

Gonore bukan satu-satunya infeksi menular seksual yang perlu diwaspadai. Anda juga perlu memerhatikan jenis IMS lainnya, terutama HIV, karena infeksi ini termasuk salah satu risiko utama dari hubungan seksual tanpa pengaman. 

Untuk pemeriksaan, Anda bisa mencoba Paket HIV di Bumame. Ini adalah layanan pengecekan HIV dengan cara mengambil sampel darah tubuh, untuk kemudian di analisis di laboratorium untuk deteksi tanda HIV. Pengecekannya dilakukan oleh tenaga profesional, sehingga pastinya aman.

Dari segi biaya, paket ini tersedia mulai dari Rp515.000. Anda juga bisa memilih layanan walk-in di klinik atau homecare, sehingga lebih fleksibel menyesuaikan kebutuhan. Selain itu, tersedia konsultasi dokter sebagai layanan opsional yang dapat membantu Anda memahami hasil pemeriksaan dan menentukan langkah selanjutnya.

Perlu diperhatikan, tes HIV ini tidak digunakan untuk mendeteksi gonore. Jadi, jika Anda mengalami gejala yang mengarah ke gonore, pemeriksaan yang lebih tepat adalah tes gonore melalui swab atau urin.

Kapan Harus Periksa ke Dokter?

Kencing nanah tidak selalu memunculkan gejala, sehingga pengecekan kesehatan rutin lebih disarankan sebagai langkah pencegahannya. Namun, pengecekan menjadi wajib jika sudah mendapati beberapa gejala berikut ini.

  • Nyeri saat buang air kecil.

  • Keluar cairan abnormal di alat kelamin.

  • Demam yang disertai nyeri, bengkak pada sendi, ruam di beberapa bagian tubuh, luka yang nyeri hingga bernanah, atau gangguan penglihatan. Kondisi tersebut bisa menjadi tanda infeksi telah menyebar ke aliran darah dan memerlukan penanganan medis segera.

Saatnya Jaga Kesehatan Area Reproduksi Anda

Kencing nanah atau gonore merupakan infeksi menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae. Gejalanya bisa berupa nyeri saat buang air kecil dan keluarnya cairan dari alat kelamin, tetapi pada sebagian orang juga tidak mengalami gejala sama sekali. 

Oleh karena itu, selain jauhi penyebab atau faktor risikonya, sebaiknya Anda juga lakukan cek kesehatan secara rutin sebagai cara deteksi infeksi lebih awal dan mencegah penularannya.

Namun alangkah lebih baik lagi jika Anda juga pahami jenis penyakit lainnya seperti kencing berbusa, penyakit PPOK, kencing batu, penyakit liver, kencing manis, hingga penyakit kolesterol. Jadi, Anda bisa lebih waspada terhadap perubahan pada tubuh dan mengambil langkah yang tepat untuk menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan. 

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

Referensi:

  1. Primaya Hospital. (2024). Kencing Nanah: Gejala, Mencegah dan Mengobati.

  2. Kemenkes Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan (2022). Gonore (Kencing Nanah).  

  3. Ciputra Hospital. (2022). Bagaimana Cara Penularan Penyakit Gonore? Kenali Penyebabnya.

  4. Primaya Hospital. (2022). Penyakit Gonore: Gejala, Mencegah dan Mengobati.

  5. CDC. (2025). About Gonorrhea.

  6. Siloam Hospitals. (2024). Gonore (Kencing Nanah) - Penyebab, Gejala, dan Penanganannya.

  7. Universitas Ciputra. (2026). STD Gonore (Kencing Nanah).

  8. Stanford Medicine. (2026). Complications from Gonorrhea.

  9. AutoimunCare. (2025). Waspada, 4 Kerusakan Permanen Akibat Gonore.

  10. Stanford Medicine. (2026). Gonorrhea: Diagnosis.

  11. Rumah Sakit Royal Progress. (2024). Mengenal Kencing Nanah, Penyakit Menular Seksual yang Perlu Diwaspadai.

  12. Chye Clinic. (2020). Gonorrhoea Testing & Treatment | STD clinic.

Ditinjau secara medis oleh dr. Arina Dyga Putri

Frequently Asked Question

Apa itu kencing nanah atau gonore?
Kencing nanah atau gonore adalah infeksi menular seksual yang disebabkan bakteri Neisseria gonorrhoeae. Infeksi ini dapat menyerang alat kelamin, anus, mata, maupun tenggorokan. 
Apa saja gejala kencing nanah pada pria dan wanita?
Pada pria, gejalanya dapat berupa perih saat buang air kecil, keluarnya cairan putih hingga kehijauan, serta nyeri atau bengkak pada testis. Pada wanita, gejala dapat berupa perih saat buang air kecil, keputihan berlebihan, perdarahan, dan nyeri panggul. 
Bagaimana kencing nanah dapat menular?
Gonore dapat menular melalui hubungan seksual vaginal, anal, atau oral dengan orang yang terinfeksi. Infeksi juga dapat ditularkan dari ibu ke bayi saat persalinan. 
Apa yang terjadi jika kencing nanah tidak diobati?
Gonore yang tidak ditangani dapat menyebabkan komplikasi seperti penyakit radang panggul, epididimitis, infeksi yang menyebar ke aliran darah, hingga gangguan penglihatan pada bayi.
Bagaimana cara mendiagnosis kencing nanah?
Diagnosis gonore dapat dilakukan melalui tes urin atau tes swab dari area yang dicurigai terinfeksi. Pemeriksaan laboratorium dapat menggunakan metode NAAT atau kultur bakteri sesuai kebutuhan.