Ketika sedang mandi atau menggunakan celana, pernahkah Anda tiba-tiba merasakan sesuatu yang mengganjal di area lipatan paha? Setelah diraba ternyata terdapat benjolan di selangkangan yang cukup mengganggu. Munculnya benjolan ini memang kerap sekali memunculkan kekhawatiran akan adanya penyakit serius.
Padahal, belum tentu semua benjolan yang muncul di tubuh itu berbahaya. Sebab, itu merupakan bentuk respons alami tubuh terhadap infeksi di bagian tertentu. Namun, Anda perlu memahami apa saja penyebab benjolan di selangkang, serta perbedaan benjolan jinak dan berbahaya. Sehingga benjolan dapat teratasi dengan benar.
Penyebab Benjolan di Selangkangan
Secara anatomi, struktur jaringan pada area selangkangan atau ingenital cukup kompleks, yaitu meliputi saraf, kelenjar getah bening, pembuluh darah, dan saluran otot. Oleh karena itu, penyebab munculnya benjolan di selangkangan juga cukup beragam. Berikut rincian penjelasannya.
1. Pembengkakan Kelenjar Getah Bening
Kelenjar getah bening di dalam bagian selangkangan bertugas menyaring bakteri dan virus yang berbahaya di area kaki, panggul, dan area genital. Jadi, apabila di selangkangan mengalami pembengkakan dan membentuk benjolan, artinya tubuh sedang melawan infeksi di sekitar area tersebut.
2. Hernia Inguinalis
Hernia inguinalis terjadi ketika sebagian organ dalam perut, yaitu usus halus atau jaringan lemak usus, mengalami penurunan. Sehingga terlihat menonjol keluar melalui saluran dinding perut bawah ke area selangkangan. Ini disebabkan oleh otot perut bawah yang seharusnya menahan organ dalam (usus) tersebut justru melemah.
Benjolan di selangkangan terlihat besar saat berdiri, batuk, atau mengejan. Namun terlihat mengecil ketika sedang berbaring. Hernia inguinalis ini umum terjadi pada pria, karena terdapat saluran sperma. Sedangkan wanita juga bisa mengalami hal serupa, terutama pada bentuk panggul yang lebih lebar, namanya hernia femoralis.
3. Kista Epidermoid
Kista merupakan benjolan non-kanker berupa kantong yang terletak di bawah kulit. Umumnya bisa terbentuk karena adanya sumbatan pada bagian kelenjar minyak di bawah permukaan kulit atau folikel rambut. Sumbatan tersebut berupa tumpukan sel-sel kulit mati yang terjebak di kelenjar minyak. Bentuknya bulat dan kenyal atau lunak.
4. Bisul
Bisul dapat muncul akibat adanya infeksi bakteri Staphylococcus aureus pada folikel rambut di kulit selangkangan. Jika peradangannya semakin parah, maka akan terbentuk abses (penumpukan nanah). Sehingga, kulit menjadi merah dan nyeri apabila bergesekan dengan pakaian.
5. Infeksi Menular Seksual
Jenis-jenis infeksi menular seksual yang dapat menyebabkan benjolan di selangkangan adalah sifilis, herpes, klamidia, gonore, dan kutil kelamin. Infeksi-infeksi tersebut disebabkan oleh virus dan bakteri yang masuk dan menyebar melalui cairan limfa. Akibatnya, kelenjar getah bening meradang dan membengkak.
6. Lipoma
Lipoma adalah benjolan lemak yang tumbuh di antara lapisan kulit dan otot. Bentuknya lunak dan dapat bergeser jika ditekan jari. Benjolan ini tidak menimbulkan rasa sakit karena bersifat jinak. Namun, jika sudah membesar dan mengenai saraf, maka bisa saja timbul rasa nyeri pada benjolan.
7. Varises Saphena
Varises saphena adalah kondisi di mana pembuluh darah vena di area pangkal paha mengalami pembengkakan akibat melemahnya katup pembuluh darah. Gejalanya hampir mirip hernia, yaitu muncul benjolan di selangkangan yang bisa mengecil ketika berbaring. Bedanya, isi benjolan pada varises berupa darah yang menumpuk.
8. Kanker Kelenjar Getah Bening (Limfoma)
Gejala umum limfoma adalah pembengkakan pada satu atau lebih kelenjar getah bening. Sehingga muncul benjolan di leher, ketiak, dan selangkangan. Ada dua jenis limfoma, yakni limfoma hodgkin di mana penyebaran sel abnormalnya teratur dan menyerang usia muda, sedangkan limfoma non-hodgkin tidak teratur dan menyerang lansia.
Ciri Benjolan Jinak
Karakteristik benjolan di selangkangan cukup bervariasi. Dengan mengenali ciri-cirinya, Anda dapat mengurangi rasa cemas terhadap seberapa bahaya benjolan yang tumbuh di tubuh Anda. Berikut ini beberapa ciri khas dari benjolan yang jinak.
Teksturnya lunak, kenyal, dan jika Anda raba terasa seperti berisi cairan.
Sifatnya mudah bergerak atau bergoyang ketika ditekan dengan menggunakan jari tangan.
Tumbuhnya perlahan dalam jangka waktu yang cukup lama, yakni berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun.
Ukurannya relatif stabil dan tidak bertambah besar.
Permukaan kulit benjolan tampak normal atau hanya tampak memerah akibat iritasi.
Jarang terasa nyeri, kecuali jika posisinya menekan saraf.
Ciri Benjolan Berbahaya
Meski sebagian besar benjolan di selangkangan tidak berbahaya, tetapi ada beberapa tanda yang mengindikasikan bahwa suatu benjolan perlu tindakan medis oleh ahlinya. Ciri-ciri dari benjolan yang berbahaya adalah:
Teksturnya padat dan keras saat diraba, mirip batu kecil.
Sifatnya tidak dapat digeser ketika digerakkan, karena benjolan menempel kuat di jaringan otot atau tulang di bawahnya.
Ukuran benjolan tumbuh dengan cepat dan membesar dalam hitungan minggu.
Permukaan kulit benjolan tampak tebal, tidak rata, berkerut, berubah warna menjadi hitam, atau terdapat luka terbuka.
Benjolan bertahan lama dan tidak menyusut meski sudah lebih dari 4 minggu.
Gejala Penyerta Benjolan yang Perlu Diperhatikan
Munculnya benjolan di selangkangan terkadang disertai dengan gejala sistemik yang dapat menunjukkan kondisi tubuh secara menyeluruh. Beberapa gejala yang perlu Anda perhatikan adalah sebagai berikut.
Demam tinggi: Demam merupakan respons aktif sistem kekebalan tubuh dalam melawan infeksi bakteri atau virus. Jika gejala benjolan muncul disertai meningkatnya suhu tubuh, maka penyebab utamanya adalah bakteri atau virus.
Turun berat badan tanpa sebab: Kehilangan berat badan secara drastis meski tidak sedang menjalani program diet juga patut Anda waspadai. Karena bisa jadi salah satu indikasi dari gejala limfoma (kanker kelenjar getah bening).
Keringat berlebih di malam hari: Keluarnya keringat dingin yang berlebih saat malam hari, meski suhu ruangan sejuk, juga bisa menjadi tanda adanya gangguan pada kelenjar getah bening.
Nyeri hebat, mual, dan muntah: Pada kasus hernia inguinalis, tonjolan usus yang terjepit di celah otot dapat menyebabkan aliran darah terhenti. Sehingga memicu nyeri hebat, hingga mual dan muntah, serta kesulitan buang air besar.
Diagnosis Benjolan di Selangkangan
Untuk memastikan penyebab pasti benjolan di selangkangan Anda, dokter akan melakukan prosedur pemeriksaan medis. Diagnosisnya meliputi:
Pemeriksaan fisik: Dokter akan memulai sesi tanya jawab tentang riwayat kesehatan Anda, kapan gejala muncul, dan apa saja yang dirasakan. Kemudian dokter melakukan pemeriksaan fisik dengan cara meraba langsung benjolan untuk mengetahui ukuran, tekstur, kepadatan, dan lain-lain.
USG (ultrasonografi): USG menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi, sehingga terlihat gambaran visual jaringan lunak di bawah kulit. Cara ini sangat efektif untuk mendeteksi isi dalam benjolan, apakah berisi cairan padat (kista), lemak (lipoma), tonjolan usus (hernia), atau pembesaran limfa.
Pemeriksaan laboratorium: Untuk melengkapi data klinis, dokter menyarankan Anda untuk menguji sampel darah di laboratorium. Tes darah lengkap berguna untuk membantu mendiagnosa suatu penyakit yang ada di dalam tubuh, seperti infeksi, peradangan, dan kanker.
Biopsi jaringan: Apabila kondisi benjolan terlihat berbahaya, dokter akan melakukan prosedur biopsi, yaitu mengambil sampel kecil jaringan benjolan untuk diperiksa di mikroskop. Selain itu, dokter juga dapat melakukan biopsi eksisi atau mengangkat seluruh jaringan benjolan dengan pembedahan kecil.
Check-up Kesehatan Rutin dengan Tes Hematologi
Check-up kesehatan secara berkala sangat penting untuk Anda lakukan sebagai upaya dalam menjaga kesehatan tubuh. Anda dapat memilih layanan medical check-up dari Bumame, guna mendeteksi penyakit sejak dini sebelum timbul gejala. Selain itu juga dapat mengurangi komplikasi dan biaya pengobatan jangka panjang.
Namun, apabila sudah terlanjur muncul benjolan di selangkangan Anda, sangat disarankan untuk melakukan pemeriksaan darah. Anda bisa memesan layanan tes hematologi lengkap di klinik Bumame atau melalui layanan home care. Parameter yang diperiksa berupa hemoglobin, hematrokrit, eritrosit, leukosit, dan trombosit.
Tes hematologi tersebut berfungsi untuk mendeteksi adanya infeksi dengan cara mengecek jumlah sel darah putih (leukosit) dalam tubuh. Selain itu, benjolan biasanya berhubungan dengan sistem limfatik atau sumsum tulang belakang. Jadi, hasil skrining tes darah lengkap akan sangat membantu penanganan selanjutnya.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera luangkan waktu Anda untuk berkonsultasi ke dokter jika benjolan semakin tidak nyaman dan mengganggu aktivitas. Anda bisa menemui dokter umum, spesialis penyakit dalam, atau spesialis bedah onkologi. Berikut adalah beberapa kondisi terkait benjolan yang mewajibkan Anda untuk segera pergi ke dokter.
Benjolan di selangkangan semakin hari semakin membesar setelah lebih dari 2 hingga 4 minggu.
Benjolan terasa padat keras dan tidak bergerak saat Anda tekan dan geser.
Muncul rasa nyeri yang tajam disertai kulit selangkangan yang memerah, mual, muntah, dan susah buang air.
Demam tinggi, badan menggigil, keringat dingin berlebih di malam hari, dan penurunan barat badan secara drastis.
Tetap Tenang Hadapi Benjolan
Sebagian besar kasus benjolan di selangkangan disebabkan oleh respons alami tubuh terhadap infeksi yang menyerang, khususnya di bagian kelenjar getah bening. Umumnya benjolan tersebut bersifat jinak dan dapat pulih kembali. Namun, tidak ada salahnya untuk memahami perbedaan ciri-ciri benjolan yang jinak dan berbahaya.
Dengan demikian, Anda bisa lebih mudah mendeteksi secara mandiri mengenai benjolan yang muncul. Kuncinya adalah tetap tenang ketika mendapati gejala tersebut. Jangan pernah sesekali memencet benjolan, karena dapat menimbulkan komplikasi. Manfaatkan pemeriksaan rutin guna memantau kondisi kesehatan Anda.
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240
Referensi:
Mayo Clinic. (2023). Swollen Lymph Nodes: Symptoms and Causes.NHS. (2022). Inguinal Hernia Repair.
Cleveland Clinic. (2023). Epidermal Inclusion Cyst (Sometimes Called Sebaceous Cyst). Healthline. (2024). What Causes a Groin Lump? Johns Hopkins Medicine. (2023). Lymphadenitis.
World Health Organization. (2023). Sexually Transmitted Infections (STIs).
American Cancer Society. (2023). Hodgkin Lymphoma Early Detection, Diagnosis, and Staging.
Ditinjau secara medis oleh dr. Andika Yusuf Ramadhan, M.Biomed
Frequently Asked Question
Apa saja penyebab benjolan di selangkangan?
Benjolan di selangkangan dapat disebabkan oleh pembengkakan kelenjar getah bening, hernia inguinalis, kista epidermoid, bisul, infeksi menular seksual, lipoma, varises saphena, hingga limfoma.
Apa ciri benjolan di selangkangan yang jinak?
Apa ciri benjolan di selangkangan yang perlu diwaspadai?
Apa saja gejala yang dapat menyertai benjolan di selangkangan?
Gejala yang perlu diperhatikan antara lain demam tinggi, penurunan berat badan tanpa sebab, keringat berlebih pada malam hari, serta nyeri hebat yang disertai mual, muntah, atau kesulitan buang air besar.
_(2).jpg&w=3840&q=75)