Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Benjolan Keras Seperti Tulang di Belakang Telinga: Penyebab dan Penanganannya
Kembali ke Artikel & Berita

Benjolan Keras Seperti Tulang di Belakang Telinga: Penyebab dan Penanganannya

SBAOthers

Saat keramas atau menyisir rambut, Anda mungkin pernah meraba benjolan keras seperti tulang di belakang telinga. Kondisi ini sering kali menimbulkan rasa penasaran sekaligus cemas mengenai apakah benjolan tersebut aman atau berbahaya.

Sebenarnya, benjolan ini dapat berasal dari struktur tulang normal, kelenjar getah bening, maupun kista. Hal terpenting adalah memerhatikan gejala penyerta seperti nyeri atau demam agar segera bisa mengambil langkah penanganan tepat.

Apa Arti Benjolan Keras di Belakang Telinga?

Di belakang telinga terdapat bagian tulang tengkorak yang disebut tulang mastoid. Letaknya tepat di belakang daun telinga dan pada sebagian orang dapat terasa menonjol ketika diraba. Jika benjolan terasa keras seperti tulang, tidak nyeri, dan sudah ada sejak lama tanpa perubahan, bisa jadi itu adalah struktur tulang normal.

Namun, tidak semua benjolan di area ini berasal dari tulang. Jaringan kulit, kelenjar getah bening, dan jaringan lunak di sekitarnya juga dapat membentuk benjolan yang terasa padat atau keras.

Kelenjar getah bening merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh yang membantu melawan infeksi. Kelenjar ini dapat membesar ketika tubuh sedang menghadapi masalah, misalnya infeksi pada telinga, kulit kepala, atau tenggorokan.

Karena penyebab benjolan keras seperti tulang di belakang telinga beragam, tekstur benjolan saja tidak cukup untuk memastikan diagnosis. Lokasi, lama kemunculan, perubahan ukuran, dan gejala penyerta perlu dinilai secara bersamaan.

Gejala dan Tanda Peringatan yang Perlu Diperhatikan

Selain merasakan benjolan keras seperti tulang di belakang telinga, Anda bisa mengamati beberapa tanda lain seperti berikut untuk membantu menentukan langkah berikutnya.

  • Nyeri saat disentuh.

  • Bengkak dan kemerahan.

  • Demam.

  • Benjolan bertambah besar.

  • Keluar cairan dari telinga.

  • Gangguan pendengaran.

Mengapa Benjolan Keras Seperti Tulang Bisa Muncul?

Penyebab benjolan di belakang telinga cukup beragam. Berikut beberapa kemungkinan yang perlu diketahui.

1. Tonjolan Tulang Mastoid yang Normal

Tulang mastoid merupakan bagian dari tulang temporal pada tengkorak. Tonjolannya dapat terasa jelas di belakang telinga, bahkan ketika tidak ada masalah kesehatan. Jika bentuknya sudah lama sama, tidak menimbulkan keluhan, dan terasa menyatu dengan tulang kepala, struktur anatomi normal bisa menjadi salah satu kemungkinan.

2. Pembengkakan Kelenjar Getah Bening

Saat kelenjar getah bening bengkak di belakang telinga, itu merupakan tanda bahwa tubuh sedang melawan infeksi. Pemicunya bisa berupa infeksi di telinga, tenggorokan, atau peradangan pada kulit kepala.

Benjolan akibat pembengkakan kelenjar getah bening dapat terasa padat dan kadang nyeri. Ukurannya biasanya berangsur mengecil setelah penyebab infeksi membaik, tetapi pembengkakan yang menetap atau membesar tetap perlu diperiksakan.

3. Kista Kulit

Kista adalah kantong berisi cairan atau bahan semi padat yang dapat terbentuk di bawah kulit. Salah satu contohnya adalah kista epidermoid, yang berasal dari sel kulit.

Kista biasanya terasa seperti benjolan bulat dan dapat bergerak sedikit saat disentuh. Jika mengalami peradangan atau infeksi, benjolan bisa membesar, memerah, dan terasa sakit.

4. Jerawat atau Bisul

Peradangan pada folikel rambut atau infeksi kulit dapat memicu jerawat besar maupun bisul di belakang telinga. Benjolan ini umumnya disertai kemerahan, nyeri, dan terkadang nanah. Hindari memencetnya karena tindakan tersebut dapat memperburuk peradangan.

5. Lipoma

Lipoma merupakan pertumbuhan jaringan lemak di bawah kulit yang umumnya bersifat jinak. Benjolannya cenderung lunak, dapat digerakkan, dan tumbuh perlahan. Meski tidak selalu terasa keras, lipoma tetap termasuk salah satu kemungkinan benjolan di area sekitar telinga.

6. Mastoiditis

Mastoiditis adalah infeksi pada tulang mastoid yang sering berkaitan dengan infeksi telinga tengah. Gejalanya dapat berupa nyeri dan pembengkakan di belakang telinga, kulit kemerahan, demam, keluarnya cairan dari telinga, atau gangguan pendengaran.

Kondisi ini memerlukan pemeriksaan medis segera karena dapat menimbulkan komplikasi jika tidak ditangani dengan tepat.

7. Pertumbuhan Jaringan atau Tulang yang Tidak Biasa

Dalam kasus tertentu, benjolan keras seperti tulang di belakang telinga dapat berasal dari pertumbuhan tulang atau jaringan lain. Meski begitu, jika benjolan menetap, terus membesar, atau memiliki karakteristik tidak biasa maka perlu dikonsultasikan lebih lanjut ke dokter.

Beberapa kondisi di atas bisa juga dipengaruhi oleh infeksi yang berulang, kebersihan dan kesehatan kulit, maupun masalah pada telinga. Meski begitu, ada juga benjolan yang muncul tanpa penyebab yang jelas, sehingga pemeriksaan dokter tetap diperlukan untuk memastikan kondisinya.

Bagaimana Dokter Mendiagnosis Benjolan di Belakang Telinga?

Untuk mengetahui penyebab benjolan keras seperti tulang di belakang telinga, dokter akan menanyakan kapan muncul, apakah ukurannya berubah, dan apakah ada keluhan lain. Dokter juga akan memeriksa lokasi, ukuran, tekstur, nyeri tekan, serta apakah benjolan bergerak atau terasa menyatu dengan tulang.

Pemeriksaan tambahan juga dapat diperlukan, seperti:

  • Tes darah, untuk menilai tanda peradangan, infeksi, anemia, atau kondisi umum tertentu sesuai kebutuhan.

  • USG, untuk melihat karakteristik benjolan pada jaringan lunak.

  • CT scan, jika dokter mencurigai gangguan pada tulang atau struktur telinga yang lebih dalam.

  • Dalam kondisi tertentu, dokter dapat menyarankan pemeriksaan sampel untuk mengetahui sifat benjolan.

Jika ingin mulai memantau kondisi tubuh secara rutin, pemeriksaan kesehatan dasar dapat membantu memberikan gambaran tentang beberapa indikator kesehatan. 

Salah satu pilihan pemeriksaan kesehatan umum adalah Paket MCU Basic dari Bumame. Paket ini mencakup pemeriksaan profil darah untuk membantu mendeteksi tanda infeksi.

Meski demikian, jika benjolan disertai demam tinggi, nyeri berat, pembengkakan yang cepat memburuk, atau gangguan pendengaran, jangan menunda pemeriksaan medis demi melakukan MCU terlebih dahulu.

Pilihan Pengobatan Sesuai Penyebabnya

Penanganan benjolan keras seperti tulang di belakang telinga bergantung pada penyebab yang mendasarinya. Berikut beberapa pilihan penanganan yang dapat dipertimbangkan sesuai hasil pemeriksaan.

  • Pembengkakan kelenjar getah bening: Jika berkaitan dengan infeksi ringan, benjolan dapat mengecil seiring membaiknya kondisi. Dokter akan menentukan apakah diperlukan pengobatan khusus.

  • Kista atau bisul: Penanganannya dapat berupa perawatan kulit atau tindakan medis untuk mengatasi infeksi. Kista yang mengganggu mungkin perlu diangkat melalui prosedur tertentu.

  • Infeksi telinga atau mastoiditis: Dokter dapat memberikan antibiotik jika penyebabnya adalah infeksi bakteri. Jika kasusnya parah, perawatan di rumah sakit atau tindakan operasi mungkin diperlukan.

  • Benjolan akibat pertumbuhan jaringan: Penanganannya disesuaikan dengan jenis, ukuran, lokasi, dan dampak benjolan terhadap kesehatan.

Sebaiknya jangan mengonsumsi antibiotik tanpa resep, memencet benjolan, atau mencoba menusuknya sendiri. Hindari pula mengoleskan bahan yang belum terbukti aman karena dapat menyebabkan iritasi.

Jika benjolan terasa mengganggu atau penyebabnya belum jelas, pemeriksaan dokter merupakan langkah paling tepat sebelum menentukan pengobatan.

Cara Mengurangi Risiko Benjolan di Belakang Telinga

Tidak semua penyebab benjolan dapat dicegah, terutama jika berkaitan dengan struktur tulang atau pertumbuhan jaringan tertentu. Meski begitu, beberapa kebiasaan dapat membantu menjaga kesehatan telinga dan kulit di sekitarnya, yakni sebagai berikut.

  • Jaga kebersihan telinga dan kulit kepala.

  • Hindari memencet jerawat atau benjolan.

  • Tangani keluhan telinga sejak dini.

  • Perhatikan perubahan benjolan.

  • Lakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Kapan Benjolan Perlu Diperiksakan ke Dokter?

Benjolan yang tidak nyeri dan tidak berubah selama bertahun-tahun mungkin tidak menunjukkan kondisi yang mendesak. Namun segera cari pertolongan medis jika mengalami salah satu kondisi berikut.

  • Benjolan membesar dengan cepat.

  • Benjolan terasa sangat nyeri, merah, atau hangat.

  • Pembengkakan disertai demam atau kondisi tubuh yang semakin lemah.

  • Telinga tampak terdorong ke depan atau terjadi pembengkakan di belakangnya.

  • Muncul cairan dari telinga atau pendengaran berkurang.

  • Benjolan terasa keras, tidak mudah digerakkan, atau terus menetap tanpa penyebab yang jelas.

Jika tidak ada tanda darurat, Anda dapat membuat janji dengan dokter umum terlebih dahulu. Dokter akan menentukan apakah perlu dirujuk ke dokter spesialis THT (telinga, hidung, dan tenggorokan), dokter kulit, atau spesialis lain sesuai hasil pemeriksaan.

Pentingnya Memahami Benjolan di Belakang Telinga

Benjolan keras seperti tulang di belakang telinga dapat disebabkan oleh struktur tulang yang normal, pembengkakan kelenjar getah bening, kista, infeksi, atau pertumbuhan jaringan lainnya. Oleh karena itu, tekstur benjolan saja tidak cukup untuk menentukan apakah kondisi tersebut berbahaya.

Apabila Anda menemukan benjolan yang belum diketahui penyebabnya, pemeriksaan langsung tetap menjadi cara terbaik untuk menentukan penanganan yang sesuai.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi

  1. European Journal of Plastic Surgery — Post Auricular Dermoid Cyst: A Rare Lump Behind the Ear

  2. Disease Fix — Lumps Behind the Ears

  3. Medical News Today — What Causes Lumps Behind the Ear?

  4. Healthline — Causes of Lumps Behind the Ears (With Pictures)

  5. American Oncology Institute — Can a Hard Lump Behind the Ear Be a Tumor? Here's What You Need to Know

Ditinjau secara medis oleh dr. Talitha Amalia

Frequently Asked Question

Apakah benjolan keras seperti tulang di belakang telinga berbahaya?

Tidak selalu. Benjolan tersebut bisa merupakan tonjolan tulang mastoid yang normal, pembengkakan kelenjar getah bening, kista, atau kondisi lain. Pemeriksaan dokter diperlukan untuk memastikan penyebabnya.

Mengapa benjolan di belakang telinga terasa keras tetapi tidak sakit?

Benjolan keras tanpa rasa sakit dapat berasal dari struktur tulang normal atau jaringan tertentu. Namun, tidak adanya nyeri tidak menjamin benjolan tersebut aman, terutama jika ukurannya berubah atau terus menetap.

Apakah benjolan di belakang telinga bisa hilang sendiri?

Benjolan akibat pembengkakan kelenjar getah bening karena infeksi ringan dapat mengecil setelah infeksi membaik. Sebaliknya, tonjolan tulang normal dan kista umumnya tidak hilang dengan sendirinya.

Apakah benjolan di belakang telinga bisa menjadi tanda kanker?

Sebagian besar benjolan di belakang telinga bukan kanker. Namun, benjolan yang menetap, terus membesar, terasa keras dan sulit digerakkan, atau disertai gejala lain perlu diperiksa dokter.

Kapan benjolan keras di belakang telinga harus diperiksa dokter?

Segera periksa jika benjolan membesar dengan cepat, terasa sangat nyeri, kemerahan, disertai demam, mengeluarkan cairan dari telinga, atau menyebabkan gangguan pendengaran. Kondisi tersebut dapat menandakan infeksi atau masalah yang membutuhkan penanganan medis.