Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Bikarbonat
Kembali ke Artikel & Berita

Bikarbonat: Fungsi, Nilai Normal, dan Gangguannya

SBAOthers

Pernah diare disertai muntah-muntah? Ini umum terjadi saat Anda menderita gangguan pencernaan. Tapi jika berlangsung lama, kondisi ini bisa menyebabkan tubuh kehilangan banyak cairan dan elektrolit, termasuk bikarbonat (HCO₃⁻), sehingga menimbulkan keluhan lainnya seperti lemas hingga sesak napas.

Bikarbonat adalah salah satu jenis elektrolit penting yang bisa membantu mempertahankan pH darah tetap normal untuk menyokong fungsi tubuh agar bisa berjalan dengan baik. Untuk lebih jelasnya, berikut uraian lengkap tentang senyawa ini mulai dari kadar normal, penyebab perubahan kadarnya, hingga prosedur pengecekannya untuk menambah referensi Anda. 

Apa Itu Bikarbonat dalam Tubuh?

Bikarbonat adalah salah satu elektrolit atau senyawa yang bersifat basa dan secara alami ada di dalam darah serta cairan tubuh. Untuk itulah, dalam pengecekan darah, senyawa ini sering dicek bersamaan dengan elektrolit lain seperti natrium, kalium dan klorida. Dalam tes darah, pengukuran kadar senyawa ini dapat membantu memberikan gambaran mengenai keseimbangan asam-basa tubuh.

Fungsi Bikarbonat bagi Keseimbangan Asam-Basa

Pada dasarnya, fungsi utama dari elektrolit ini adalah membantu menjaga keseimbangan asam basa tubuh. Adapun caranya yaitu dengan mengikat ion hidrogen (H⁺) saat tubuh kelebihan asam, sehingga bisa membentuk asam karbonat yang kemudian bisa diubah menjadi karbon dioksida (CO₂) dan air.

CO₂ nantinya akan dikeluarkan oleh paru-paru melalui pernapasan, sedangkan air bisa digunakan kembali oleh tubuh atau dikeluarkan melalui urine dengan melibatkan fungsi ginjal. Hasil akhirnya keasaman tubuh berkurang atau kondisi pH darah pun menjadi lebih mendekati rentang normal. 

Selain itu, bikarbonat bersifat basa, sehingga keberadaannya di dalam darah sendiri sudah membantu mempertahankan cadangan basa dan mencegah pH turun terlalu rendah saat tubuh mengalami peningkatan asam.

Nilai Normal Bikarbonat Darah

Nilai normal elektrolit ini dalam darah bisa sedikit berbeda tergantung dari metode pengecekan yang digunakan, jenis sampel, dan rentang rujukan yang laboratorium gunakan. Namun, untuk pengecekan melalui serum total CO₂,  rentang normal pada orang dewasa umumnya di kisaran 22–29 mEq/L, sedangkan untuk anak-anak yaitu 20-28 mEq/L.

Penyebab Bikarbonat Rendah atau Tinggi

Perubahan kadarnya dalam darah umumnya terjadi karena ada gangguan keseimbangan asam-basa, fungsi ginjal, pernapasan, atau kondisi medis tertentu. Untuk lebih jelasnya, berikut penyebab kadar bikarbonat rendah atau tinggi. 

1. Bikarbonat Rendah

Disebabkan karena:

  • Menderita penyakit ginjal kronis atau gagal ginjal, karena ginjal yang terganggu bisa membuat organ ini kesulitan dalam membuang kelebihan asam dan mempertahankan kadar senyawa tersebut dalam darah.

  • Mengalami ketoasidosis diabetik, yaitu kondisi saat tubuh memproduksi terlalu banyak keton akibat dari kekurangan insulin sehingga darah pun menjadi lebih asam dan bikarbonat rendah karena banyak yang terpakai untuk menyangga kelebihan asam tersebut.

  • Sedang diare berat dan berkepanjangan, karena kondisi ini bisa membuat tubuh kehilangan banyak bikarbonat melalui tinja.

  • Mengalami asidosis laktat, yaitu kondisi saat asam laktat di dalam tubuh menumpuk karena kekurangan oksigen pada jaringan, mengalami dehidrasi, sepsis, hingga syok, sehingga darah menjadi lebih asam.

  • Menderita asidosis tubulus ginjal, yaitu kondisi saat ginjal tidak bisa membuang asam ke dalam urine dengan baik sehingga asam pun menjadi menumpuk dalam darah.

  • Menderita penyakit Addison, yaitu gangguan kelenjar adrenal yang mana pada kondisi tertentu bisa menimbulkan gangguan keseimbangan asam-basa.

  • Mengonsumsi obat tertentu, seperti acetazolamida, yang bisa meningkatkan pengeluaran bikarbonat melalui urine.

2. Bikarbonat Tinggi

Disebabkan karena:

  • Mengalami muntah berkepanjangan atau berulang, karena kondisi ini bisa membuat tubuh kehilangan asam lambung dalam jumlah banyak sehingga bisa membuat darah menjadi lebih basa dan kadar bikarbonat meningkat. 

  • Mengonsumsi antasida atau suplemen yang mengandung bikarbonat secara berlebihan, apalagi jika dilakukan oleh orang dengan gangguan fungsi ginjal karenan kemampuan tubuhnya untuk membuang kelebihannya dapat menurun.

  • Mengidap gangguan fungsi jantung, ginjal, atau hati tertentu, karena bisa mengganggu keseimbangan cairan dan elektrolit serta berkontribusi terhadap perubahan kadar bikarbonat.

  • Gangguan pernapasan kronis seperti PPOK, karena pada kondisi ini tubuh cenderung mengalami peningkatan CO₂ dalam jangka panjang sehingga ginjal pun akan mempertahankan lebih banyak bikarbonat sebagai mekanisme alami untuk membantu menjaga pH darah.

Gejala Gangguan Kadar Bikarbonat

Gejala yang muncul dari gangguan ini bisa berbeda tergantung kadar senyawa tersebut dalam darah, seberapa berat gangguannya, dan kondisi-kondisi yang mendasarinya. Namun, keluhan yang umumnya muncul seperti:

  • Napas menjadi lebih cepat dan dalam, terutama saat kadar bikarbonat rendah dan membuat tubuh mengalami asidosis metabolik. Napas yang cepat ini sebagai upaya tubuh dalam mengeluarkan lebih banyak CO₂ untuk mengurangi keasaman darah.

  • Mual, muntah, nafsu makan turun, mudah lelah, dan detak jantung bisa lebih cepat karena adanya gangguan keseimbangan asam-basa tubuh yang bisa memengaruhi sistem pencernaan, proses metabolisme dan fungsi sel tubuh, serta kinerja dan irama jantung. 

  • Kesemutan atau mati rasa (terutama di bagian tangan, kaki, atau sekitar mulut) hingga kedutan otot, karena perubahan pH bisa mengganggu keseimbangan kalsium terionisasi dan membuat saraf serta otot menjadi sangat sensitif.

  • Pusing, kebingungan, atau disorientasi, terutama jika gangguan keseimbangan asam-basa sudah mulai memengaruhi fungsi otak.

  • Kejang-kejang, karena bisa mengganggu keseimbangan pH tubuh dan menghambat pasokan oksigen, serta merusak kestabilan listrik pada sel saraf di otak.

Cara Tes Bikarbonat

Untuk cek kandungan elektrolit ini dalam tubuh bisa dengan berbagai cara, tapi umumnya melalui dua cara berikut.

  • Pengecekan elektrolit darah, yang dilakukan dengan mengambil sampel darah dari pembuluh darah vena, untuk kemudian di cek kadar elektrolitnya. Namun, hasilnya biasanya perlu dinilai bersamaan dengan parameter darah lainnya untuk tahu penyebab pasti perubahan kadar bikarbonat.

  • Analisis gas darah, terutama gas darah arteri, yang dilakukan dengan cara mengambil sampel darah dari pembuluh darah arteri untuk dinilai pH, tekanan parsial karbon dioksida (pCO₂), tekanan parsial oksigen (pO₂), termasuk kadar bikarbonat. Hasilnya, dokter baru bisa menilai apakah perubahan keseimbangan asam-basa berkaitan dengan gangguan metabolik atau mungkin karena gangguan pernapasan.

Selain itu, jika hasil pengecekan menunjukkan kadar bikarbonat abnormal, dokter biasanya akan merekomendasikan pengecekan tambahan seperti tes fungsi ginjal melalui pengecekan ureum dan kreatinin. Dokter juga dapat menganjurkan pemeriksaan urine, termasuk pengukuran pH urine.

Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mengevaluasi fungsi ginjal dalam membuang kelebihan asam dan mempertahankan keseimbangan asam-basa tubuh. Karena sebagaimana diketahui, ginjal berperan dalam menyerap kembali senyawa basa ini sekaligus mengeluarkan asam melalui urine. Jika terjadi gangguan keseimbangan asam-basa, fungsi ginjal perlu diperiksa karena organ ini berperan penting dalam mengaturnya.

Kapan Perlu Cek Bikarbonat?

Dalam menjaga kesehatan tubuh, selain menerapkan cara menjaga kesehatan ginjal sehari-hari, cek kadar senyawa basa ini secara rutin sebaiknya dilakukan mengingat hasilnya bisa menunjukkan kesehatan ginjal Anda. Apalagi, jika sudah mengalami gejala kekurangan atau kelebihan elektrolit seperti yang disebutkan sebelumnya, maka cek bikarbonat lebih direkomendasikan. 

Selain itu, pengecekan juga semakin diperlukan jika Anda punya risiko penyakit ginjal atau sedang mengidap penyakit ginjal kronis, diabetes, atau penyakit paru-paru, karena kondisi tersebut bisa memengaruhi keseimbangan asam-basa tubuh dan menyebabkan perubahan kadar bikarbonat dalam darah.

Jaga Kesehatan Ginjal dengan Pemeriksaan yang Tepat

Bikarbonat (HCO₃⁻) merupakan salah satu elektrolit yang punya fungsi penting dalam menjaga keseimbangan asam-basa tubuh, sehingga jika kadarnya tidak normal bisa memunculkan gejala seperti lemas, mual, napas lebih cepat, hingga kebingungan. Selain itu, jika kadarnya tidak normal bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan tertentu seperti masalah ginjal. 

Untuk itulah, cek kadar bikarbonat sangat disarankan untuk tahu kondisi elektrolit tubuh dan risiko masalah kesehatan tertentu jika kadarnya tidak normal. Dengan begitu, Anda pun bisa mengambil langkah pengendalian dengan cepat dan tepat.

Tapi, jika Anda ingin mendapatkan gambaran kesehatan yang lebih menyeluruh, Anda bisa mempertimbangkan MCU Metabolisme Tubuh di Bumame. Dalam satu paket pemeriksaan ini, Anda tidak hanya bisa mengevaluasi fungsi ginjal, tetapi juga berbagai parameter yang berkaitan dengan fungsi hati, pankreas, serta metabolisme karbohidrat dan lemak.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi: 

  1. National Kidney Foundation. (2026). Kidney Failure Risk Factor: Serum Bicarbonate. 

  2. University of Rochester Medicine. (2026). Bicarbonate.

  3. Universal Drugstore. (2026). What Does Sodium Bicarbonate Do in the Body?. 

  4. Dana Pensiun Bukit Asam. (2025). Apa Itu Bikarbonat Dan Apa Manfaatnya Untuk Tubuh. Apollo Hospitals. (2025). Uji Bikarbonat.

  5. Apollo Hospitals. (2025). Uji Bikarbonat.

  6. Health University of Utah. (2016). Why Low Bicarbonate Levels Might Signal A Risk For Premature Death. 

  7. Lupin Diagnostics. (2025). Complete Guide To Serum Bicarbonate Test Uses Normal And Abnormal Levels. 

  8. Cleveland Clinic. (2026). Metabolic Acidosis. 

  9. Cleveland Clinic. (2025). Metabolic Alkalosis. 

  10. Yashoda Hospitals. (2026). Apa itu tes Bikarbonat (HCO3-)?.

Ditinjau secara medis oleh dr. Reycha Nabila

Frequently Asked Question

Apa itu bikarbonat dalam tubuh?
Bikarbonat adalah elektrolit atau senyawa yang bersifat basa dan secara alami terdapat dalam darah serta cairan tubuh. Senyawa ini membantu memberikan gambaran mengenai keseimbangan asam-basa tubuh.
Berapa nilai normal bikarbonat dalam darah?
Pada orang dewasa, kadar bikarbonat melalui pemeriksaan serum total CO₂ umumnya berada di kisaran 22–29 mEq/L. Pada anak-anak, kisaran normalnya sekitar 20–28 mEq/L.
Apa penyebab kadar bikarbonat rendah?
Bikarbonat rendah dapat disebabkan oleh penyakit ginjal kronis atau gagal ginjal, ketoasidosis diabetik, diare berat berkepanjangan, asidosis laktat, asidosis tubulus ginjal, penyakit Addison, atau obat tertentu.
Apa saja gejala gangguan kadar bikarbonat?
Gejalanya dapat berupa napas lebih cepat dan dalam, mual, muntah, nafsu makan turun, mudah lelah, kesemutan, mati rasa, pusing, kebingungan, hingga kejang.
Bagaimana cara memeriksa kadar bikarbonat dalam tubuh?
Kadar bikarbonat dapat diperiksa melalui pemeriksaan elektrolit darah atau analisis gas darah. Jika hasilnya abnormal, dokter dapat merekomendasikan pemeriksaan tambahan seperti fungsi ginjal dan urine.