Tubuh membutuhkan asupan nutrisi yang cukup agar dapat tumbuh dan berfungsi dengan baik. Jika kebutuhan gizi tidak terpenuhi dalam waktu lama, seseorang pun berisiko mengalami busung lapar.
Kondisi ini dapat ditandai dengan perubahan fisik, seperti tubuh yang sangat kurus dan pembengkakan pada bagian tubuh tertentu. Lantas, apa penyebab busung lapar dan bagaimana cara mengatasinya? Simak selengkapnya di sini!
Apa Itu Busung Lapar?
Busung lapar adalah kondisi kekurangan gizi berat yang terjadi ketika tubuh tidak mendapatkan nutrisi yang cukup untuk memenuhi kebutuhannya. Kondisi ini sering dikaitkan dengan kwashiorkor, salah satu bentuk malnutrisi berat yang ditandai dengan penumpukan cairan di jaringan tubuh, terutama pada kedua kaki.
Pada anak usia 6–59 bulan sendiri, malnutrisi akut berat dapat dikenali dari berat badan yang sangat rendah dibandingkan tinggi atau panjang badan. Muncul pula pembengkakan pada kedua kaki (bilateral pitting edema) atau lingkar lengan atas yang sangat kecil.
Kondisi ini perlu mendapat perhatian karena dapat mengganggu pertumbuhan dan meningkatkan risiko komplikasi. Secara global, malnutrisi akut berat diperkirakan memengaruhi 19 juta anak di bawah usia 5 tahun dan berkontribusi terhadap sekitar 400.000 kematian anak setiap tahun.
Gejala Busung Lapar yang Perlu Dikenali
Gejala busung lapar dapat terlihat dari perubahan fisik dan perilaku, terutama pada anak yang mengalami kekurangan gizi berat. Berikut beberapa gejala yang perlu dikenali.
1. Pembengkakan pada Kedua Kaki
Salah satu gejala busung lapar yang khas adalah pembengkakan pada kedua kaki akibat penumpukan cairan di jaringan tubuh. Pada kondisi yang lebih berat, pembengkakan juga dapat meluas ke tungkai, tangan, hingga wajah.
2. Berat Badan Menurun
Selain itu, berat badan menurun drastis, bahkan sangat jauh dari ketentuan WHO. Hal tersebut terjadi karena anak tidak memperoleh cukup nutrisi. Kekurangan gizi berat juga berisiko menyebabkan berat badan anak jauh di bawah standar untuk tinggi atau panjang badannya.
3. Perubahan pada Kulit dan Rambut
Dalam dunia medis, anak yang mengalami malnutrisi akan memiliki rambut yang lebih tipis, mudah rontok, bahkan berubah warna. Bukan itu saja, tapi mereka juga memiliki kulit lebih kering, bersisik, atau berubah warna.
4. Tubuh Terlihat Lemah
Anak yang menderita busung lapar akan terlihat lebih lemas, kurang aktif, atau tidak memiliki semangat seperti anak pada umumnya. Hal tersebut dapat terjadi karena tubuh tidak memperoleh energi dan nutrisi yang cukup untuk beraktivitas.
5. Nafsu Makan Menurun
Sebagian anak akan mengalami penurunan nafsu makan, sehingga asupan nutrisinya semakin tidak mencukupi. Jika berlangsung terus-menerus, kondisi ini dapat memperburuk kekurangan gizi dan menghambat pertumbuhan.
Penyebab Busung Lapar dan Faktor Risikonya
Kondisi ini umumnya berhubungan dengan kekurangan gizi berat akibat anak tidak mendapatkan nutrisi yang cukup. Selain itu, kondisi lingkungan serta infeksi juga dapat meningkatkan risiko, berikut penjelasan lebih lanjut mengenai penyebabnya.
1. Kekurangan Asupan Nutrisi
Penyebab pertama adalah kurangnya asupan nutrisi yang masuk ke tubuh anak. Dalam kondisi ini asupan energi, protein, vitamin, dan mineral yang tidak mencukupi dapat menyebabkan tubuh mengalami kekurangan gizi. Jika berlangsung dalam waktu lama, kondisi ini dapat mengganggu pertumbuhan dan meningkatkan risiko malnutrisi berat.
2. Pola Makan yang Tidak Seimbang
Kemudian, anak yang tidak mendapatkan makanan beragam dengan kandungan gizi seimbang berisiko mengalami kekurangan nutrisi. Pemberian makanan pendamping ASI yang tidak sesuai kebutuhan usia juga dapat membuat kebutuhan gizi anak tidak terpenuhi.
3. Infeksi Berulang
Infeksi, seperti diare dan infeksi saluran pernapasan, dapat menurunkan nafsu makan sekaligus meningkatkan kebutuhan energi tubuh. Diare juga dapat mengganggu penyerapan nutrisi sehingga memperburuk kondisi gizi anak.
4. Kesulitan Mengakses Makanan Bergizi
Keterbatasan ekonomi dan ketersediaan pangan dapat membuat keluarga kesulitan menyediakan makanan bergizi. Jika kebutuhan nutrisi anak tidak terpenuhi dalam waktu lama, risiko kekurangan gizi berat atau busung lapar pun meningkat.
5. Gangguan Kesehatan Tertentu
Penyakit yang mengganggu penyerapan nutrisi atau meningkatkan kebutuhan energi tubuh dapat meningkatkan risiko malnutrisi. Kondisi ini perlu ditangani agar tidak memperburuk status gizi anak.
6. Sanitasi dan Kebersihan Lingkungan yang Buruk
Kurangnya akses terhadap air bersih dan sanitasi yang layak dapat meningkatkan risiko infeksi, termasuk diare. Infeksi yang berulang dapat mengganggu asupan dan penyerapan nutrisi sehingga memperburuk kondisi gizi anak.
Diagnosis Busung Lapar dan Pemeriksaan yang Diperlukan
Diagnosis busung lapar dilakukan oleh dokter melalui wawancara, pemeriksaan fisik, dan pengukuran status gizi. Pemeriksaan ini membantu menilai tingkat keparahan malnutrisi serta mendeteksi komplikasi yang mungkin terjadi. Beberapa pemeriksaan yang dapat dilakukan meliputi.
Pengukuran berat dan tinggi badan: Membandingkan hasil pengukuran dengan standar pertumbuhan anak untuk menilai status gizinya.
Pengukuran lingkar lengan atas (LiLA): Menilai risiko kekurangan gizi akut, terutama pada anak usia 6–59 bulan.
Pemeriksaan edema: Memeriksa pembengkakan, terutama pada kedua kaki, yang dapat menjadi tanda malnutrisi berat.
Pemeriksaan komplikasi: Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat komplikasi, seperti infeksi, dehidrasi, penurunan suhu tubuh, kadar gula darah rendah, maupun gangguan pernapasan.
Cara Mengatasi Busung Lapar
Penanganan kwashiorkor atau dunia umum mengenalnya busung lapar dilakukan secara bertahap dengan memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh melalui asupan makanan yang mengandung energi dan protein dalam jumlah yang cukup.
Semakin cepat kondisi ini mendapatkan penanganan yang tepat, semakin besar peluang tubuh untuk kembali memenuhi kebutuhan gizinya dan menjalani proses pemulihan.
Sebelum memperbaiki asupan nutrisi, dokter akan terlebih dahulu menangani kondisi yang dapat membahayakan kesehatan penderita. Misalnya, dehidrasi ditangani dengan pemberian cairan, infeksi dapat diatasi menggunakan antibiotik, sedangkan kebutuhan vitamin dan mineral dipenuhi untuk membantu menunjang proses pemulihan tubuh.
Cara Mencegah Busung Lapar
Pencegahan bisa diusahakan dengan pemenuhan kebutuhan gizi serta menjaga kesehatan anak sejak usia dini. Berikut beberapa langkah yang bisa diterapkan.
Berikan ASI dan MPASI: Berikan ASI eksklusif selama enam bulan pertama, lalu lanjutkan bersama MPASI bergizi sesuai usia.
Penuhi kebutuhan nutrisi: Berikan makanan kaya protein, energi, vitamin, dan mineral, seperti telur, ikan, ayam, tempe, dan tahu.
Pantau pertumbuhan anak: Periksa berat badan dan pertumbuhan anak secara rutin di posyandu atau puskesmas.
Cegah infeksi: Lengkapi imunisasi, biasakan mencuci tangan, dan jaga kebersihan lingkungan.
Penuhi gizi ibu hamil: Konsumsi makanan bergizi seimbang dan lakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin.
Manfaatkan layanan kesehatan: Konsultasikan kebutuhan gizi anak dengan tenaga kesehatan agar masalah gizi dapat dideteksi lebih awal.
Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?
Segera bawa anak ke dokter jika terlihat sangat kurus, mengalami pembengkakan pada kedua kaki, berat badan sulit bertambah, atau tampak lemas dan kurang aktif. Gejala yang muncul perlu mendapat perhatian karena dapat berkaitan dengan kondisi busung lapar.
Karena itu, pemeriksaan oleh tenaga kesehatan diperlukan untuk mengetahui penyebab dan menentukan penanganan yang sesuai. Untuk membantu mengevaluasi kondisi kesehatan, dokter dapat menyarankan pemeriksaan tambahan sesuai kebutuhan.
Salah satunya adalah pemeriksaan Tes Albumin di Bumame. Tujuannya untuk mengukur kadar protein utama dalam darah yang diproduksi oleh hati dan berperan menjaga keseimbangan cairan tubuh.
Pemeriksaan ini dapat membantu memberikan informasi mengenai kondisi tubuh, tetapi tidak dapat digunakan sebagai satu-satunya dasar untuk mendiagnosis malnutrisi berat.
Jaga Kesehatan dengan Mengenali Gejala Busung Lapar!
Busung lapar terjadi ketika tubuh mengalami kekurangan nutrisi dalam tingkat yang parah, yang dapat menyebabkan pembengkakan serta berkurangnya berat badan. Risiko kondisi ini dapat dikurangi melalui pemberian makanan bergizi seimbang dan pemantauan tumbuh kembang anak secara berkala.
Jika anak menunjukkan gejala busung lapar, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240
Referensi
World Health Organization — Malnutrition
World Health Organization — Management of Severe Acute Malnutrition in Children 6–59 Months of Age With Oedema
UNICEF — Pemeriksaan Bengkak (Edema) di Kedua Punggung Kaki: Salah Satu Cara Penting Deteksi Dini Wasting
UNICEF — Nutrition
Puskesmas Mandjur — Busung Lapar
Cleveland Clinic — Kwashiorkor
Ditinjau secara medis oleh dr. Reycha Nabila
Frequently Asked Question
Apa penyebab utama busung lapar?
Busung lapar umumnya terjadi akibat kekurangan gizi berat karena asupan nutrisi yang tidak mencukupi. Infeksi berulang, pola makan tidak seimbang, dan keterbatasan akses terhadap makanan bergizi juga dapat meningkatkan risikonya.
Apa saja gejala busung lapar pada anak?
Gejala busung lapar meliputi pembengkakan pada kedua kaki, penurunan berat badan, perubahan kulit dan rambut, tubuh lemas, serta penurunan nafsu makan. Anak dengan gejala tersebut perlu segera diperiksa tenaga kesehatan.
Apakah busung lapar bisa disembuhkan?
Busung lapar dapat ditangani melalui perawatan medis dan pemenuhan nutrisi secara bertahap sesuai kondisi pasien. Penanganan dini penting untuk mendukung pemulihan dan mencegah komplikasi.
Bagaimana cara mencegah busung lapar pada anak?
Pencegahan dapat dilakukan dengan memberikan ASI dan MPASI sesuai usia, menyediakan makanan bergizi seimbang, memantau pertumbuhan anak secara rutin, menjaga kebersihan lingkungan, serta menangani infeksi sejak dini.
Kapan anak dengan gejala busung lapar harus dibawa ke dokter?
Segera bawa anak ke dokter jika tubuhnya sangat kurus, kedua kaki membengkak, berat badan sulit bertambah, atau anak tampak lemas dan kurang aktif. Pemeriksaan diperlukan untuk menilai kondisi gizi dan menentukan penanganan yang tepat.
