Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Pitting edema
Kembali ke Artikel & Berita

Pitting Edema: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

SBAOthers

Pernah mengalami kaki bengkak, tapi ketika ditekan dengan jari malah meninggalkan lekukan? Dalam dunia kesehatan, ini biasanya berkaitan dengan pitting edema, yaitu salah satu jenis edema yang terjadi akibat penumpukan cairan di jaringan tubuh.

Artikel ini akan membahas pitting edema secara lengkap, mulai dari penyebab, gejala, tingkatan, hingga cara mengatasinya sebagai bekal Anda dalam menghadapinya. 

Apa Itu Pitting Edema?

Edema pitting merupakan pembekakan yang terjadi karena kelebihan cairan di jaringan, dan jika menekan area bengkak bisa menimbulkan lekukan atau cekungan sementara. Secara umum, ini bukan diagnosis, tapi tanda adanya masalah kesehatan tertentu seperti gangguan jantung, hati, dan ginjal. Kondisi ini paling sering terjadi di area kaki, tungkai, tangan, hingga lengan.

Perbedaan Edema Pitting dan Non-Pitting

Perbedaan utama antara kedua jenis edema ini bisa dilihat dari respons kulit ketika area yang bengkak ditekan. Untuk lebih jelasnya, berikut uraian perbedaan antara pitting dan non-pitting edema.

Aspek

Pitting Edema

Non-Pitting Edema

Bekas tekanan

Muncul cekungan yang bertahan beberapa detik atau bahkan lebih lama setelah area yang bengkak ditekan.

Tidak ada cekungan yang terbentuk.

Tekstur jaringan

Cenderung lebih lunak.

Bisa lebih padat, keras, bahkan menebal.

Perubahan kulit

Kulit tampak mengkilap dan terasa tegang.

Pada kondisi kronis, kulit bisa menebal atau terjadi perubahan tekstur.

Pengaruh posisi

Bisa memburuk setelah lama berdiri/duduk, namun bisa berkurang saat tungkai diangkat.

Cenderung tidak ada perubahan seiring dengan berubahnya posisi.

Penilaian tingkat keparahan

Bisa dinilai berdasarkan kedalaman cekungan dan waktu yang dibutuhkan oleh kulit untuk kembali.

Tidak bisa dinilai dengan kedalaman cekungan.

Kondisi yang sering berkaitan

Insufisiensi vena, gagal jantung, penyakit ginjal/hati, DVT, hingga limfedema tahap awal.

Limfedema tahap lanjut dan myxedema  pada masalah tiroid tertentu.

Pitting Edema Karena Apa?

Umumnya, gangguan ini terjadi saat penumpukan cairan di jaringan berlangsung lebih cepat daripada kemampuan tubuh dalam mengembalikannya ke sirkulasi tubuh atau mengeluarkan. Hal ini bisa terjadi akibat dari faktor berikut.

  • Duduk atau berdiri terlalu lama, karena gravitasi bisa menyebabkan cairan berkumpul di bagian tubuh paling bawah seperti kaki dan pergelangan kaki. 

  • Mengonsumsi garam berlebih, karena garam bisa membuat tubuh menahan lebih banyak cairan dan memperburuk pembekakan.

  • Insufisiensi vena kronis, yaitu kondisi dimana katup pembuluh vena tidak bekerja optimal sehingga menyebabkan darah menumpuk di tungkai, yang kemudian membuat tekanan dalam pembuluh meningkat dan cairan pun menjadi lebih mudah berpindah ke jaringan sekitarnya.

  • Mengalami cedera, seperti keseleo atau patah tulang, karena hal ini bisa menyebabkan terjadinya penumpukan cairan dan pembekakan di area yang terdampak.

  • Mengidap penyakit tertentu, seperti gagal jantung, penyakit ginjal, penyakit hati, hingga gangguan sistem limfatik, karena kondisi ini bisa mengganggu keseimbangan cairan dalam tubuh sehingga cairan jadi menumpuk di jaringan.

  • Efek samping konsumsi obat tertentu, seperti obat tekanan darah dan kortikosteroid, karena bisa membuat tubuh menahan lebih banyak cairan dan memicu atau memperburuk pembengkakan.

  • Sedang hamil, karena saat hamil akan terjadi perubahan hormon yang bisa meningkatkan tekanan di pembuluh darah dan memicu penumpukan cairan, terutama di tungkai.

  • Kadar albumin rendah atau hipoalbuminemia, karena jenis protein ini bisa membantu mempertahankan cairan di dalam pembuluh darah. Saat kadarnya rendah, bisa membuat cairan berpindah ke jaringan yang kemudian menyebabkan edema.

Gejala dan Cara Memeriksa Pitting Edema

Gejala utama dari gangguan ini adalah munculnya cekungan sementara pada kulit setelah area bengkak ditekan. Tidak hanya itu, akan muncul juga beberapa gejala lainnya seperti berikut.

  • Area tubuh menjadi bengkak atau membesar.

  • Kulit menjadi tegang dan tampak mengkilap.

  • Kaki atau lengan menjadi berat.

  • Pergerakan sendi menjadi lebih terbatas, misalnya sulit menekuk pergelangan kaki.

  • Sepatu atau pakaian akan terasa lebih sempit dari biasanya akibat dari pembengkakan.

Namun, perlu diperhatikan bahwa penyebab dari kondisi ini berbeda-beda dan gejala yang muncul bisa berbeda tergantung dari penyebab dan tingkat keparahannya. Untuk itulah, selain pengecekan fisik, biasanya akan dilakukan pengecekan lainnya seperti berikut.

  • Tes tekan (pitting test), dilakukan dengan menekan bagian bengkak, kemudian melihat seberapa kedalaman yang terbentuk dan berapa lama kulit kembali ke bentuk semula. Semakin dalam dan lama, maka semakin parah gangguannya.

  • Cek riwayat kesehatan, seperti riwayat penyakit jantung, ginjal, hati, pembuluh darah, pola makan tinggi garam, kehamilan, hingga konsumsi obat-obatan tertentu, yang biasanya dilakukan dengan wawancara medis.

  • Tes darah, dilakukan untuk mengevaluasi fungsi ginjal dan hati, kadar elektrolit, serta albumin, yang sering menjadi penyebab dari pitting edema.

  • Tes urine, untuk memastikan apakah penyebab dari edema karena gangguan ginjal, yang bisa dilihat dari kadar protein di urine. Semakin banyak protein yang ditemukan, maka semakin besar kemungkinan gangguan di fungsi ginjal.

  • Pemeriksaan pencitraan, seperti USG Doppler pada pembuluh darah yang biasanya dilakukan jika dokter curiga ada penyumbatan atau gangguan aliran darah yang bisa menyebabkan pembengkakan di bagian tubuh tertentu.

Tingkatan atau Grading Pitting Edema

Secara umum, gangguan ini bisa dinilai menggunakan skala 0 sampai 4+ berdasarkan kedalaman cekungan yang terbentuk setelah kulit ditekan dan waktu yang dibutuhkan untuk kulit kembali ke bentuk semulanya. Berikut penjelasannya.

Tingkat

Kedalaman Cekungan

Waktu Kembali

Gambaran

0

Tidak ada

Langsung kembali

Tidak ditemukan pitting edema.

1+

±2 mm

Kembali dengan cepat

Cekungan sangat ringan dan hampir tidak nampak.

2+

±4 mm

<15 detik

Cekungan lebih jelas, tetapi bisa hilang dalam waktu singkat.

3+

±6 mm

Hingga 30 detik

Cekungan cukup dalam dan bengkaknya terlihat lebih jelas.

4+

±8 mm

>30 detik

Cekungan sangat dalam dan butuh waktu lebih lama untuk kembali.

Cara Mengatasi Pitting Edema

Dalam mengatasi kondisi ini, sebaiknya disesuaikan dengan penyebab dan tingkat keparahannya. Berikut beberapa cara yang biasanya digunakan untuk mengatasi pitting edema. 

  • Mengangkat kaki atau memposisikan kaki lebih tinggi daripada level jantung, sehingga bisa membantu cairan yang menumpuk di tungkai untuk kembali ke sirkulasi.  

  • Tetap aktif bergerak seperti melakukan gerakan memutar pergelangan kaki atau aktivitas fisik ringan untuk menjaga aliran darah dan mengurangi risiko cairan menumpuk.

  • Membatasi asupan garam, mengingat garam bisa membuat tubuh menahan lebih banyak cairan.

  • Memakai stoking kompresi untuk mengurangi penumpukan cairan dan mendukung aliran darah. 

  • Memakai pakaian dan alas kaki yang nyaman atau hindari pakaian ketat karena bisa menekan area bengkak dan memperparah kondisi. 

  • Menjaga berat badan tetap sehat, karena jika berlebih bisa meningkatkan tekanan di pembuluh darah tungkai.

  • Minum obat seperti diuretik untuk membantu mengurangi kelebihan cairan, tapi harus tetap berdasarkan anjuran dokter. 

  • Melakukan pemeriksaan kesehatan rutin untuk memantau kondisi yang menjadi penyebab edema dan mengevaluasi respons tubuh terhadap penanganan yang dilakukan, sehingga terapi bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan peluang sembuh lebih cepat.

Kapan Harus ke Dokter?

Umumnya, cek kesehatan sebaiknya dilakukan jika pembekakan muncul tanpa sebab yang jelas serta tidak kunjung membaik. Apalagi jika Anda punya faktor risiko penyakit ginjal, jantung, atau hati, serta gejala sudah diikuti dengan:

  • Sesak napas,

  • Nyeri dada,

  • Kesadaran menurun,

  • Perubahan warna kulit di area bengkak,

  • Demam atau menggigil, dan

  • Kesulitan berjalan.

Pemeriksaan sebaiknya tidak ditunda, karena kondisi ini berarti ada komplikasi dan infeksi serius di dalam tubuh.

Cek Kadar Albumin untuk Memastikan Penyebab Pitting Edema

Pitting edema adalah bengkak yang terjadi karena ada cairan yang menumpuk di jaringan yang ditandai dengan munculnya cekungan sementara setelah kulit ditekan. Kondisi ini bisa dipicu oleh berbagai faktor, salah satunya karena masalah kadar albumin.

Untuk itulah, jika Anda ingin mengetahui secara pasti penyebabnya, cek kadar albumin di Bumame menjadi salah satu solusi terbaik dengan harga mulai dari Rp100.000. Hasil pemeriksaan akan menunjukkan kadar albumin tubuh dengan akurat, untuk kemudian dapat dokter gunakan untuk menentukan tindakan penanganan terbaik jika nilainya di luar batas normal.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi: 

  1. Norton School. (2025). Pitting Edema vs. Lymphedema: How to Tell Them Apart (and Why It Matters). 

  2. Healthline. (2018). What Is Non-Pitting Edema and What Causes It?. 

  3. Orthopatna. (2021). Swelling vs Oedema. 

  4. United Vein Center. (2026). Ask the Doc: What Causes Pitting Edema in the Lower Legs? With Dr. Patricia Fletcher. 

  5. University of Maryland School of Medicine Baltimore Washington Medical Center. (2026). How to Tell if You Have Edema. 

  6. Malahayati Nursing Journal. (2025). Pengaruh Kombinasi Contrast Bath dengan Elevasi Kaki 30o terhadap Derajat Pitting Edema Pada Pasien Chf di Ruang Jantung Terpadu Rsud Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. 

  7. Cleveland Clinic. (2026). Pitting Edema. 

  8. Apollo 247. (2026). How to Reduce Oedema in Feet?. 

  9. Apollo Hospitals. (2025). Edema - Penyebab, Gejala, Diagnosis, Pengobatan, dan Pencegahan. 

  10. Care Hospitals. Edema Pedal Gejala, Penyebab, Diagnosis dan Pengobatan.

Ditinjau secara medis oleh dr. Arina Dyga Putri

Frequently Asked Question

Apa itu pitting edema?
Pitting edema adalah pembengkakan akibat penumpukan cairan di jaringan yang menimbulkan cekungan sementara ketika area bengkak ditekan. Kondisi ini bukan diagnosis tersendiri, tetapi dapat menjadi tanda masalah kesehatan seperti gangguan jantung, hati, atau ginjal. 
Apa penyebab pitting edema?
Pitting edema dapat disebabkan oleh terlalu lama duduk atau berdiri, konsumsi garam berlebih, insufisiensi vena kronis, cedera, kehamilan, kadar albumin rendah, efek obat tertentu, serta penyakit jantung, ginjal, hati, dan gangguan sistem limfatik. 
Apa ciri-ciri pitting edema?
Ciri utamanya adalah munculnya cekungan sementara setelah area bengkak ditekan. Gejala lain dapat berupa pembengkakan, kulit terasa tegang dan mengilap, kaki atau lengan terasa berat, keterbatasan gerak sendi, serta sepatu atau pakaian terasa lebih sempit. 
Bagaimana tingkat keparahan pitting edema dinilai?

Tingkat keparahan dinilai menggunakan skala 0 sampai 4+ berdasarkan kedalaman cekungan dan waktu yang dibutuhkan kulit untuk kembali. Semakin dalam cekungan dan semakin lama kulit kembali seperti semula, semakin berat tingkat pitting edema. 

Bagaimana cara mengatasi pitting edema?
Penanganannya disesuaikan dengan penyebab dan tingkat keparahan, antara lain dengan mengangkat kaki, tetap aktif bergerak, membatasi garam, memakai stoking kompresi, menjaga berat badan, serta menggunakan diuretik sesuai anjuran dokter.