Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Cacar Air pada Anak: Gejala, Perawatan di Rumah, dan Kapan ke Dokter
Kembali ke Artikel & Berita

Cacar Air pada Anak: Gejala, Perawatan di Rumah, dan Kapan ke Dokter

SBAOthers

Anak tampak lesu dan sedikit demam. Keesokan paginya, muncul bintik merah di dada yang dalam hitungan jam berubah menjadi lepuh kecil dan membuatnya terus menggaruk.

Pada sebagian besar anak sehat, cacar air membaik sendiri dalam 1 sampai 2 minggu. Meski begitu, penyakit ini mudah menular ke saudara dan teman sekolah, dan pada sebagian anak bisa menimbulkan komplikasi.

Berikut panduan gejala, masa menular, perawatan di rumah, dan tanda yang perlu diperiksakan ke dokter.

Apa Itu Cacar Air pada Anak?

Cacar air atau varisela adalah infeksi yang disebabkan oleh virus varicella-zoster. Kemenkes menyebut penyakit ini umumnya dialami anak di bawah usia 10 tahun, sedangkan pada orang dewasa gejalanya cenderung lebih berat.

Menurut CDC, sekali terkena cacar air umumnya memberi kekebalan seumur hidup. Setelah sembuh, virusnya tetap tinggal di tubuh dalam keadaan tidak aktif dan bisa aktif kembali di kemudian hari sebagai cacar api atau herpes zoster.

Baca Juga: Cacar Air: Gejala, Penyebab, dan Cara Mencegahnya

Bagaimana Cacar Air Menular ke Anak?

Menurut CDC, hingga 90% orang yang belum kebal dan berada dekat penderita akan ikut tertular, lewat jalur berikut:

  • Udara. Virus menyebar saat penderita batuk atau bersin, sehingga berada di satu ruangan sudah cukup untuk tertular. Kelas dan kamar bersama memperbesar risikonya.

  • Cairan lepuh. Menyentuh lepuh atau benda yang terkena cairannya, seperti handuk, bisa memindahkan virus. Lendir dan air liur juga bisa menularkan.

  • Penderita cacar api. Anak yang belum kebal bisa tertular dari cairan lepuh herpes zoster orang dewasa di rumah. Penyakit yang muncul pada anak adalah cacar air.

Anak sudah menular sejak 1 sampai 2 hari sebelum ruam muncul dan tetap menular sampai semua lepuh menjadi keropeng.

Anak yang Lebih Rentan Tertular dan Sakit Berat

Kelompok berikut perlu perhatian lebih:

  • Belum pernah sakit dan belum divaksin. Anak tanpa kekebalan bisa tertular setelah kontak dekat. Peluangnya naik saat ada kasus di sekolah atau tempat penitipan anak.

  • Bayi dan remaja. CDC memasukkan keduanya ke kelompok yang lebih mungkin mengalami cacar air berat. Bayi baru lahir dari ibu yang belum divaksin juga lebih rentan.

  • Daya tahan tubuh lemah. Anak dengan HIV atau kanker, serta anak yang menjalani kemoterapi atau memakai kortikosteroid jangka panjang, lebih berisiko mengalami komplikasi. Konsultasikan ke dokter sejak bintik pertama muncul.

Gejala Cacar Air pada Anak dari Hari ke Hari

1. Demam dan Lesu Sebelum Ruam

Satu sampai dua hari sebelum ruam, anak bisa demam, lelah, kehilangan nafsu makan, dan sakit kepala. Karena penyebab demam pada anak sangat beragam, orang tua biasanya baru curiga cacar air setelah bintik muncul.

2. Bintik Merah di Dada, Punggung, dan Wajah

Ruam biasanya muncul lebih dulu di dada, punggung, atau wajah, lalu menyebar ke seluruh tubuh, termasuk bagian dalam mulut, kelopak mata, dan area kelamin. Pada kulit sawo matang, kemerahannya lebih sulit terlihat.

3. Lepuh Berisi Cairan yang Sangat Gatal

Bintik lalu berubah menjadi lepuh kecil berisi cairan, yang dalam istilah medis disebut vesikel. Lepuh ini sangat gatal, mudah pecah bila digaruk, dan jumlahnya bisa mencapai ratusan.

4. Keropeng dan Bintik Baru yang Bercampur

Lepuh mengering menjadi keropeng, sementara bintik baru terus bermunculan selama infeksi aktif. Karena itu, bintik, lepuh, dan keropeng sering terlihat bersamaan. Menurut CDC, semua lepuh biasanya berkeropeng dalam sekitar 1 minggu.

5. Gejala Lebih Ringan pada Anak yang Sudah Divaksin

Anak yang sudah divaksin masih bisa terkena cacar air, tetapi gejalanya biasanya lebih ringan, dengan sedikit lepuh atau hanya bintik merah. Ruamnya kadang tidak berkeropeng, sehingga anak dianggap menular sampai 24 jam tanpa bintik baru.

Kapan Anak Boleh Kembali ke Sekolah?

Lama proses sembuh cacar air berbeda pada tiap anak, tetapi polanya cukup mirip.

Tahap

Perkiraan waktu

Status penularan

Belum bergejala

10 sampai 21 hari setelah kontak

Belum menular

Demam dan lesu

1 sampai 2 hari sebelum ruam

Mulai menular

Bintik dan lepuh baru

Hari-hari pertama ruam

Sangat menular

Semua lepuh berkeropeng

Sekitar 5 hari sampai 1 minggu setelah bintik pertama

Umumnya tidak menular lagi

Tabel ini membantu mengenali pola yang umum dan bukan alat diagnosis.

NHS menganjurkan anak tetap di rumah sampai semua bintik berkeropeng. Kemenkes menyarankan aktivitas di luar rumah ditunda sampai semua bintil mengering dan mengelupas. Bila ragu, minta dokter menilai kesiapan anak kembali ke sekolah.

Komplikasi yang Perlu Diwaspadai

Komplikasi jarang terjadi pada anak sehat. CDC mencatat beberapa di antaranya:

  • Infeksi bakteri pada kulit. Lepuh yang digaruk bisa dimasuki bakteri, termasuk Streptococcus grup A. Kulit sekitarnya menjadi makin merah, hangat, dan nyeri.

  • Radang paru atau pneumonia. Tandanya antara lain napas pendek atau cepat. Perhatikan juga perubahan batuk pada anak yang makin parah selama masa sakit.

  • Radang otak atau ensefalitis. Komplikasi ini jarang. Tandanya antara lain anak bingung, sangat mengantuk, atau kehilangan koordinasi gerak.

  • Kekurangan cairan atau dehidrasi. Anak yang demam dan malas minum bisa kekurangan cairan. Tandanya antara lain lebih jarang buang air kecil.

  • Infeksi aliran darah dan gangguan perdarahan. Keduanya jarang, tetapi tergolong serius. Penanganannya memerlukan perawatan rumah sakit.

Perlukah Anak Sengaja Ditularkan Supaya Kebal?

Sebagian orang tua percaya lebih baik anak terkena cacar air sejak kecil. CDC menentang kebiasaan sengaja menularkan anak yang belum divaksin, karena cacar air bisa berat bahkan pada anak sehat dan keparahannya tidak bisa diduga. Vaksinasi membentuk kekebalan tanpa anak harus melewati sakitnya.

Kapan Harus Membawa Anak ke Dokter?

Segera bawa anak ke IGD bila cacar air disertai tanda berikut:

  • Masalah napas. Anak sesak, bernapas sangat cepat, atau merintih saat bernapas. Tanda ini bisa mengarah ke radang paru.

  • Bingung atau leher kaku. Anak bingung, sulit dibangunkan, silau terhadap cahaya, atau lehernya kaku. Kondisi ini perlu diperiksa segera.

  • Perubahan warna kulit. Kulit, bibir, atau lidah tampak pucat, kebiruan, atau keabuan. Waspadai juga bercak seperti memar yang tidak memudar saat ditekan gelas bening.

Hubungi dokter pada hari yang sama bila:

  • Lepuh tampak terinfeksi. Kulit di sekitarnya makin merah, hangat, atau nyeri. Pada kulit sawo matang, raba juga rasa hangatnya.

  • Keluhan memburuk. Demam di atas 39 derajat Celsius, muntah, batuk makin parah, atau ruam yang menyebar ke mata perlu dinilai dokter. Begitu pula bila anak jarang buang air kecil.

  • Kelompok berisiko. Bayi, anak berdaya tahan tubuh lemah, dan ibu hamil di rumah yang sempat kontak perlu segera berkonsultasi. Sebagian dari mereka mungkin memerlukan obat pencegah komplikasi yang perlu dimulai dalam 24 jam sejak bintik muncul.

Bagaimana Dokter Memastikan Cacar Air?

Telepon klinik sebelum datang dan sampaikan dugaan cacar air, agar petugas bisa mengatur kedatangan tanpa menulari pasien lain.

Dokter akan menanyakan riwayat kontak dalam 3 minggu sebelumnya, status vaksinasi, dan perjalanan ruam. Bintik, lepuh, dan keropeng yang muncul bersamaan menjadi petunjuk khas cacar air. Lepuh di tangan dan kaki dengan sariawan lebih mengarah ke flu singapura, sedangkan ruam yang mulai di kepala atau leher setelah gejala mirip pilek bisa merupakan campak pada anak.

Cara Merawat Cacar Air pada Anak di Rumah

Sebagian besar anak cukup dirawat di rumah dengan langkah berikut:

  • Cairan dan istirahat. Tawarkan air putih atau kuah sedikit demi sedikit dan sering, dan es loli bila anak enggan minum. Kemenkes juga menganjurkan istirahat cukup dan makanan bergizi seimbang.

  • Tetap mandi. Kebiasaan mandi saat cacar air menjaga kulit tetap bersih. Gunakan air sejuk dan sabun lembut, lalu tepuk-tepuk kering dengan handuk.

  • Cegah garukan. Potong pendek kuku anak dan pakaikan kaus kaki di tangannya saat tidur. Garukan bisa memecah lepuh dan meninggalkan bekas.

  • Pereda gatal dan obat. Krim atau gel penyejuk dari apotek membantu meredakan gatal, dan apoteker bisa menyarankan antihistamin yang sesuai. Obat penurun demam dan pereda nyeri sebaiknya mengikuti saran dokter, karena sebagian pereda nyeri tidak dianjurkan saat cacar air dan bisa memicu infeksi kulit serius.

Untuk anak yang berisiko sakit berat, dokter bisa memberikan obat antivirus sesuai kondisinya.

Mencegah Cacar Air Menyebar di Rumah

Selama anak masih menular, jauhkan dari bayi baru lahir, ibu hamil, dan anggota keluarga berdaya tahan lemah. Biasakan cuci tangan dan pisahkan handuk anak. Pantau saudara kandung yang belum kebal selama 3 minggu setelah kontak.

Untuk jangka panjang, Kemenkes menganjurkan vaksinasi cacar air bagi anak dan orang dewasa yang belum divaksin. Vaksin membantu menurunkan risiko tertular, dan anak yang tetap terkena biasanya bergejala lebih ringan. Diskusikan waktunya bersama jadwal vaksinasi anak lainnya dengan dokter anak.

Peran Vaksin Cacar Air dalam Melindungi Anak

Vaksin cacar air berisi virus varisela hidup yang dilemahkan. Virus ini melatih sistem kekebalan mengenali virus varicella-zoster, sehingga tubuh lebih siap bila terpapar. Bumame menyediakan Vaksin Varicella (Cacar Air) Varivax dengan isi tiap dosis 0,5 mL berupa virus varisela hidup yang dilemahkan. Menurut halaman produk, proses pembuatannya melibatkan bahan baku yang bersumber dari babi.

Vaksin hidup tidak diberikan pada ibu hamil, orang berdaya tahan lemah, atau yang pernah alergi berat terhadap bahan vaksin, dan sebaiknya ditunda saat anak demam. Untuk vaksinasi anak, hubungi CS Bumame untuk memastikan ketersediaan sesuai usia anak. Jadwal dan lokasi bisa diatur saat Anda chat CS Bumame.

Rawat dengan Tenang, Kenali Tandanya Lebih Awal

Sebagian besar anak melewati cacar air dengan perawatan sederhana di rumah. Cairan yang cukup, kulit bersih, kuku pendek, dan perhatian pada tanda bahaya membuat masa sakit lebih nyaman. Deteksi dini memberi lebih banyak pilihan.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi

  1. Kementerian Kesehatan RI, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. Mengenal Cacar Air.

  2. Centers for Disease Control and Prevention. About Chickenpox.

  3. Centers for Disease Control and Prevention. Chickenpox Symptoms and Complications.

  4. NHS. Chickenpox.

  5. NHS. Rashes in Babies and Children.

  6. NHS. Chickenpox Vaccine.

Ditinjau secara medis oleh dr. Reycha Nabila

Frequently Asked Question

Apakah cacar air pada anak bisa sembuh sendiri?

Sebagian besar anak sehat pulih dari cacar air dalam 1–2 minggu dengan perawatan di rumah. Namun, segera cari pertolongan medis jika anak mengalami sesak napas, kebingungan, sulit dibangunkan, atau leher kaku.

Berapa lama anak yang terkena cacar air harus libur sekolah?

Anak sebaiknya tetap di rumah sampai semua lepuh mengering dan menjadi keropeng. Proses ini biasanya berlangsung sekitar 5 hari hingga 1 minggu setelah ruam pertama muncul.

Apakah anak yang terkena cacar air boleh mandi?

Boleh. Gunakan air sejuk dan sabun lembut untuk menjaga kebersihan kulit. Setelah mandi, keringkan tubuh dengan menepuk-nepuk kulit menggunakan handuk, bukan menggosoknya.

Apakah anak yang sudah divaksin masih bisa terkena cacar air?

Bisa. Namun, anak yang sudah divaksin biasanya mengalami gejala lebih ringan, dengan lepuh lebih sedikit atau hanya bintik merah. Jika ruam tidak berkeropeng, anak dianggap masih menular sampai tidak muncul bintik baru selama 24 jam.

Apakah cacar air bisa muncul lagi saat dewasa?

Cacar air lebih dari sekali dapat terjadi, tetapi jarang. Virus varicella-zoster tetap berada dalam tubuh setelah sembuh dan dapat aktif kembali di kemudian hari sebagai cacar api atau herpes zoster.